Terdampar di Mentawai – Part 4

Part 1

Part 2

Part 3

“Rumah mereka ini namanya Uma,” sembari menaiki tangga kayu yang terpasang di teras rumah, bang Mochtar kembali menerangkan.

“Banyak babi di kolong rumah, bang.” Putri mengernyitkan muka menahan bau tak sedap yang menguar dari bawah rumah.

“Iya, suku pedalaman ini memang hidup bareng dengan babinya, mereka dilepas bebas di kolong rumah, diberi makan sagu. Nah, sagu itu yang baunya aduai kalau kena basah berhari-hari.”

Continue reading “Terdampar di Mentawai – Part 4”

Terdampar di Mentawai – Part 3

Part 1

Part 2

Dan ternyata, jangankan mandi di sumur, menimba airnya pun kami gagal terus. Setiap kali ember kosong dilempar, setelah ditarik ke atas pun masih tetap kosong, Saya merasa gagal bertahan hidup.

“Gini caranya, embernya usahakan tegak di permukaan air, terus disentak deh
talinya, jadi embernya langsung miring dan airnya masuk sendiri.”akhirnya bang Mochtar mengajari kami.

Continue reading “Terdampar di Mentawai – Part 3”