Tanjung di Ujung Pulau Jawa

Lingkungan vila Kalicaa yang super nyaman
Enaknya kalo bisa jalan dengan tenang.. *langsung bayangin metro mini seliweran*
its a looongg lefthander wave with shallow reef
Sunset di Tanjung Lesung

                    West Java city surfers, or you can say.. weekend surfers 🙂 

Untuk warga Jakarta, terutama surfernya, kalau dapat tempat untuk weekend  yang maknyos tapi nggak terlalu jauh pasti sangat menyenangkan. Nah ada satu tempat nih, diujung pulau Jawa, hampir dekat ke Ujung Kulon. Duluuu sih normalnya perjalanan memakan waktu 3 jam aja ( kalau menurut saya sih lumayan banget ), tapi karena kondisi jalan yang semakin lama semakin parah, lama waktu perjalanan juga harus molor, jadi 5 jam aja.. ( duh Banten, ayo dong diperhatikan akses ke daerah wisatanya )
Berhubung salah seorang teman memiliki vila disana, surftrip ke Tanjung Lesung jadi alternatif yang murah mewah bagi saya, soalnya kalau harus menyewa vila disana harganya berkisar antara 2.5 sampai 3 juta per malam, mahal tapi suasana dan fasilitasnya sangat sesuai dengan harganya.
Bagi yang tidak mengejar ombak, disini bisa melakukan berbagai kegiatan outdoor, seperti bersepeda keliling kompleks vila, bahkan ada setapak yang menyisir pantai. Bisa juga menyewa peralatan snorkling dan menikmati keindahan alam bawah lautnya yang memang masih lumayan bagus. Kenapa saya bilang lumayan, karena dibagian pinggir sudah banyak karang yang mati terinjak-injak wisatawan yang cuek. Para guide disana memang harus lebih gencar memberi pengarahan pada pada wisatawan sebelum mereka nyebur supaya nggak menganggap karang karang itu batu pijakan.. Selain itu bisa menikmati banana boat dan kanoe juga.. nggak bakal bosenlah bagi para non surfer
Nah, untuk spot surfingnya sendiri, tempat ini sangat eksklusif, karena hanya ‘on’ pada musim musim tertentu saja, saat arah swell dan arah angin tepat, biasanya terjadi di tengah tahun. Ombak kiri yang sangaaaat panjang, terbagi dua section, berdasar karang yang sangat dangkal, sangat tidak disarankan bagi para pemula, apalagi yang baru belajar ( daripada keluar seperti habis diparut? )
Yang seru lagi, karena bisa nginep di vila berfasilitas lengkap, kita bisa masak sendiri di dapurnya. Jadi sebaiknya belanja dulu, beli beras dan lauk pauk, karena harga makanan lumayan mahal, yaa standar hotel lah. Kalau mau cari makan diluar juga lumayan jauh, sekitar 7 kilo sampai menemukan warung makan terdekat. Jadi ini waktunya berkreasi dan madiri 🙂
Masih di area Tanjung Lesung, ada pantai yang bernama Kalicaa, pantai yang masih natural dan kadang kadang ada ombkanya juga. Sangat indah tapi sering kali menjadi objek tong sampah para pengunjung yang semena mena dan ‘polos’. Saat sebelum puasa kemarin, sesuai kebiasaan masyarakat yang memafaatkannya untuk berlibur, pantai Kalicaa dalam kondisi yang sangat mengenaskan, penuh sampah sampai beberapa hari, memang walaupun terkesan klise dan membosankan, slogan ‘buanglah sampah pada tempatnya’ tetap harus terus dibombardir ke masyarakat.

all pics by adryz ( www.indosurfoto.com)

WC dan Ruang Ganti

Ada satu hal yan sering dilupakan orang, bahwa kami cewek2 yang surfing, terlebih di daerah daerha yang belum terlalu ‘turis’ sering mengalami kesulitan melakukan panggilan alam. Contohnya saja waktu kami melakukan boat trip ke panaitan dan sekitar, mata saya dan teman saya langsung mencari cari letak wc di kapal. Maklum aja, memang cuma kami berdua lah surfer girl diantara 6 orang surfer lainnya.
Dan seringnya, memang tidak terdapat bilik wc dikapal, mungkin karena selama ini tidak ada kebutuhan para ABK ataupun penyewa boat yang dominan para pria, dimana mereka tinggal bergeser sedikit ke belakang boat, dan bereslah ‘urusan’ mereka.
Kalau sudah begini, kami cewe2 harus memutar otak untuk menyelesaikan masalah ini, kalau pada saat surfing sih nggak masalah, tinggal nyemplung bawa board, sekalian paddle ke line up tinggal dikeluarkan deh… tapi bagaimana kalau kapalnya sedang berjalan, yang biasanya memakan waktu3-4 jam dan saat itulah perasaan ingin buang air terasa? wuih !!! susah banget. Biasanya sih ditahan aja. Dan kalau malam? pada saat kami tidak bersandar ke daratan? hehehe… ini nih baru dibutuhkan teknik khusus, caranya cari ember di kapal dan sarung. Pada saat semua sudah tidur carilah posisi datar, bungkus tubuh dengan sarung, dan selesaikan ‘urusan’mu hehehe..
Bagaimana dengan urusan ke belakang nomer 2? (maksudnya BAB ) sebisa mungkin harus dilakukan pada saat sebelum atau sesudah surfing, dengan board, paddle lah sejauh mungkin.. dan silahkan selesaikan ditengah laut, plus menikmati pemandangan ombak yang mengalun serta teman2 yang berselancar bolak balik.. hahaha nikmat lhoo 🙂 tapi cek dulu arusnya kemana, ga mau dong yang udah dibuang berbalik arah? hehehe
Tapi bagi teman2 yang tidak terbiasa boat trip apalagi yang tidak mengengerti bahwa kami kaum wanita juga memiliki kebutuhan yang sama, pasti ngerasa illfill ( males mendadak ) kalau udah diceritain 😀 yah daripada mules 3 hari dan nggak bisa menikmati boat trip?
Berganti baju surfing pun ada caranya. Banyak temen cewe saya yang nggak tau gimana caranya ganti tanpa masuk ke bilik ganti. Ini suatu skill wajib buat para surfer girl, caranya lilitkan handuk seprti sarung, lepaskan celana, pakai bawahan bikini dan boardshot, beres! Bagaimana yang atas? Gampang.. lepaskan ‘kacamata’ tanpa melepas kaos, langsung ikat bikini sekeliling tubuh dan kaitkan tali lehernya dalam keadaan kaos terpasang. Beres deh !!!
Selamat surfing para surfer girl 😀