Unsecret Spot Bulak Benda

Secret spot untuk surfing yang sebenarnya nggak secret lagi ini, berjarak sekitar 40 menit perjalanan darat ke arah Barat dari Batu Karas, Jawa Barat, merupakan spot favorit bagi pecinta ombak besar.

Selain lewat darat bisa juga sewa perahu dari Batu Karas, cuma 30 menit  aja perjalanan dengan syarat siap2 menahan mabuk laut bagi yg mudah mabuk. Tapi selama perjalanan pemandangan yang dilewati full tebing tebing serta pantai pantai kosong yang bisa melambungkan imajinasi tentang pantai pribadi… Hmmm

Spot ini sendiri memang menjadi andalan kalau ombak sedang kecil dan para surfer pusing karena Batukaras flat like a pancake. Tapi sebaiknya pergi kesana sepagi mungkin karena letaknya yang menghadap laut lepas membuatnya terekspose terhadap angin laut. Musim yang pas untuk berkunjung juga sebaiknya pada musim hujan, karena di musim kemarau ombak cenderung bertiup dari arah laut, dan bisa menghancurkan bentuk ombaknya, menimbulkan sections.

Karakter ombak di Bulak benda ini bisa menjadi ‘heavy’ diatas 4ft karena tebal walaupun nggak cepat. Dari bentuknya kita bisa tau bahwa dasarnya lumayan dalam yang berarti… kalau wipe out atau tergulung ombak, hmmmm siap siap aja menahan napas lumayan lama. Channel atau area bebas ombaknya sih memang besar, kita bisa kabur dari big set dengan paddle sepenuh hati ke kiri. Saat midtide ataupun surut bisa membentuk barrel.

Waktu pertama kali saya diajak ke spot righthander ini rasanya tegang banget, bagaimana nggak, semua lokal udah wanti wanti dengan tenaga dorongannya yang besar juga beratnya kalau tergulung disini. Untung aja pengalaman pertama berhasil dilalui dengan mulus tanpa trauma apapun. Justru pada kesempatan berikutnya, saat ombak lebih besar dari dugaan, saya mengalami wipe out lumayan heavy.. Dan nggak cuma satu, tapi tiga ombak berurutan. Saat itu sempat terpikir betapa mengerikannya orang yang tenggelam karena nggak mendapatkan kesempatan untuk ambil natas. Untungnya datanglah saat tenang ketika ketiga ombak tersebut lewat, memberikan kesempatan kabur ke channel pada saya.

Pengalaman seru lainnya disana waktu coba bermalam di gubuk si ’emak’ di pinggir pantai, nggak ada listrik dan kamar mandi. Untung nggak jauh dr situ ada kali yang lumayan bersih, walaupun harus berbagi tempat dengan para kerbau.. Saya yakin mereka nggak keberatan.

Suasana alami juga sangat terasa saat satu ketika saya bertemu penyu yang sedang melancong ke permukaan dan kepalanya yang segede kepala bayi muncul nggak jauh dari tempat saya menunggu ombak. Karena kabet saya spontan beeteriak ‘penyuuu..!!’ sementara teman teman lain jadi panik karena mereka dengarnya ‘hiuuuuu..!!’

Kadang tempat ini jadi ajang perpeloncoan buat temen  atau turis  yang suka bluffing, yang kurang puas dengan ombak Batu Karas tapi kemampuan blum cukup sebenarnya untuk ke level berikut, naah biasanya mereka langsung diem setelah pulang dari sini hehehehe.. I luv it 🙂

Tapi Bulak Benda bisa sangat menyenangkan di saat2 tertentu, ketika swell tidak terlalu besar, tanpa angin.. Wah bisa lupa waktu surfing disana. Dan sebaiknya sih jangan surfing sedirian disana karen jaraknya yang lumayan jauh dari darat, kalau ada apa2 kita membutuhkan teman yang siap menolong. Mintalah pada lokal Batu Karas untuk diantarkan kesana, dan nikmatilah suasananya yang masih sangat alami.

Tanjung di Ujung Pulau Jawa

Lingkungan vila Kalicaa yang super nyaman
Enaknya kalo bisa jalan dengan tenang.. *langsung bayangin metro mini seliweran*
its a looongg lefthander wave with shallow reef
Sunset di Tanjung Lesung

                    West Java city surfers, or you can say.. weekend surfers 🙂 

Untuk warga Jakarta, terutama surfernya, kalau dapat tempat untuk weekend  yang maknyos tapi nggak terlalu jauh pasti sangat menyenangkan. Nah ada satu tempat nih, diujung pulau Jawa, hampir dekat ke Ujung Kulon. Duluuu sih normalnya perjalanan memakan waktu 3 jam aja ( kalau menurut saya sih lumayan banget ), tapi karena kondisi jalan yang semakin lama semakin parah, lama waktu perjalanan juga harus molor, jadi 5 jam aja.. ( duh Banten, ayo dong diperhatikan akses ke daerah wisatanya )
Berhubung salah seorang teman memiliki vila disana, surftrip ke Tanjung Lesung jadi alternatif yang murah mewah bagi saya, soalnya kalau harus menyewa vila disana harganya berkisar antara 2.5 sampai 3 juta per malam, mahal tapi suasana dan fasilitasnya sangat sesuai dengan harganya.
Bagi yang tidak mengejar ombak, disini bisa melakukan berbagai kegiatan outdoor, seperti bersepeda keliling kompleks vila, bahkan ada setapak yang menyisir pantai. Bisa juga menyewa peralatan snorkling dan menikmati keindahan alam bawah lautnya yang memang masih lumayan bagus. Kenapa saya bilang lumayan, karena dibagian pinggir sudah banyak karang yang mati terinjak-injak wisatawan yang cuek. Para guide disana memang harus lebih gencar memberi pengarahan pada pada wisatawan sebelum mereka nyebur supaya nggak menganggap karang karang itu batu pijakan.. Selain itu bisa menikmati banana boat dan kanoe juga.. nggak bakal bosenlah bagi para non surfer
Nah, untuk spot surfingnya sendiri, tempat ini sangat eksklusif, karena hanya ‘on’ pada musim musim tertentu saja, saat arah swell dan arah angin tepat, biasanya terjadi di tengah tahun. Ombak kiri yang sangaaaat panjang, terbagi dua section, berdasar karang yang sangat dangkal, sangat tidak disarankan bagi para pemula, apalagi yang baru belajar ( daripada keluar seperti habis diparut? )
Yang seru lagi, karena bisa nginep di vila berfasilitas lengkap, kita bisa masak sendiri di dapurnya. Jadi sebaiknya belanja dulu, beli beras dan lauk pauk, karena harga makanan lumayan mahal, yaa standar hotel lah. Kalau mau cari makan diluar juga lumayan jauh, sekitar 7 kilo sampai menemukan warung makan terdekat. Jadi ini waktunya berkreasi dan madiri 🙂
Masih di area Tanjung Lesung, ada pantai yang bernama Kalicaa, pantai yang masih natural dan kadang kadang ada ombkanya juga. Sangat indah tapi sering kali menjadi objek tong sampah para pengunjung yang semena mena dan ‘polos’. Saat sebelum puasa kemarin, sesuai kebiasaan masyarakat yang memafaatkannya untuk berlibur, pantai Kalicaa dalam kondisi yang sangat mengenaskan, penuh sampah sampai beberapa hari, memang walaupun terkesan klise dan membosankan, slogan ‘buanglah sampah pada tempatnya’ tetap harus terus dibombardir ke masyarakat.

all pics by adryz ( www.indosurfoto.com)