i’m in a playgound

Panaitan journey part 1

Panaitan journey part 2

“Lah ombaknya serem semua dong?”

“Nggak juga sih, meskipun sebagian besar emang serius.” Ini jawaban yang gw ingat waktu bertanya-tanya dulu tentang ombak Panaitan. Besar dan barrel, itu dulu imej saya tentang ombak-ombak yang ada, pokoknya serba mengerikan apalagi untuk kami-kami yang selalu merindukan ombak lembut yang bisa membelai, bukannya menggerus.

Tapi ternyata tidak begitu saudara-saudara.. mari kita bahas satu-satu ombak yang ada.

One Palm Point

Diberi nama One Palm atau Kalapa Satu, karena dulu di depan point terdapat pohon kelapa sebiji berdiri gagah, yang belakangan hanya terlihat batangnya saja. Kemana daunnya? entah..

Ombak ini yang paling mashyur di Panaitan. Paling rajin hadir di majalah-majalah surfing mancanegara karena bentuknya yang sempurna. Barrel besar ke arah kiri, dengan dasar karang yang dangkal. Untuk gw sih deskripsi ini membuat bulu kuduk berdiri. Beberapa video yang gw tonton memperlihatkan surfer yang berada di dalam barrel, dan mereka PUMPING! bahkan saking cepatnya ombak ini di dalam terowongan air itupun kudu ngejar speed. wiwiwiwi.. Walhasil pada trip kali ini hanya Kang Dede Suryana dan Leo Hermawan sajalah yang nyemplung dan menjajal ombak beken ini. oiya, dan guide kami si Cenglus dari Carita yang notabene lokal Panaitan. Sisanya? sibuk berteriak-teriak seru setiap kali mereka berhasil keluar dari barrel sembari berfoto-foto dengan tongsis.

barrel

tongsis

Napalm

Bergeser sedikit ke arah dalam, adiknya One Palm point ini sama-sama keren dan sangarnya. Tapi lagi-lagi mang Dede membuatnya tampak seperti playground. Bolak-balik mengambil ombak dan main rumah-rumahan di dalam barrel. Leo dan David juga tak mau ketinggalan. Mereka segera menyusul Dede, dan lagi-lagi kami harus menahan napas melihat late take off yang disengaja dari Dede. Ombak begini kok dibuat main-main… edian.

Screen Shot 2014-06-16 at 9.08.56 PM

 

Pussy

Waaaks!! Nama macam apa ini?

Bukan salah gw kalo dari pertama kali ke Panaitan, spot ini sudah bernama kingky begini. Entah apa yang memicu si pemberi nama, tapi ombak Pussy atau Inside Left emang jadi favorit anak-anak Jakarta. Ombak kiri panjang sexy yang rasanya eunaaaak banget ini memang jarang mengecewakan, dengan catatan arah angin dan ukuran swell harus pas. Seperti One Palm dan Napalm, Pussy juga bagus di dry season.

Take off nya mudah, bahunya cukup berdiri. Bahu apaan? Ya bahu ombak pastinyaaaa.. Nah kalau belum tau artinya kudu belajar anatomi ombak lagi. Satu lagi di point ini, kondisi dasarnya cukup dalam. Tidak perlu takut mencium karang saat wipe out.

Inget banget waktu Race, salah seorang temen dari Jakarta yang teriak-teriak setelah selesai mengambil ombak pertamanya di Pussy ” Enaaakkk… enaaakkk!!” Nah begitulah gambaran ke-enakannya.

Panaitan2
bawa kamera sendiri sambil surfing, siap2 rahang pegel kerena bawanya digigit 😀

 

_MPS4917-2

 

Selesai dengan genk ombak kiri kami bergeser ke sisi teluk yang berada di seberangnya. Sisi yang satu ini dipenuhi dengan ombak kanan, arah yang berlawanan. Musim yang bagus pun sebenarnya berlawanan juga ,yaitu wet season. Kali ini hanya satu point yang kami coba:

Indicator

Karena musim yang kurang pas, maka saat kami menjajalnya pun keadaan rada-rada chopy atau goyang. Ombak kanan yang menyenangnkan sebenarnya, kalau kata mang Dede mirip-mirip Canggu right atau Keramas tapi tidak terlalu berat dan barrel. Sekali lagi, menyaksikan ia mengambil semua set-set besar semudah memutuskan beli jajanan ke sebrang jalan itu bener-bener bikin sirik dan mupeng.

Set-set berdatangan, dan membuat kami sedikit galau antara menghindari buihnya karena keburu close out, dan kembali memposisikan diri ke bagian dalam untuk menyambut set-set medium berikutnya.Satu ombak yang berhasil gw bawa menghantar secara langsung ke jajaran karang datar di depannyak karena telat dibuang.Walhasil gw bediri dengan air hanya sedengkul sementara buih-buih terus berdatangan.

Nggak.. gw nggak mau injek karang, selain nggak boleh juga sakit kaleeee…!

_MPS4681
Yak ini dia yang namanya 3 in 1

bersambung.

More info

jakarta – Tanjung Lesung atau Sumur melewati tol Merak

Untuk penyewaan perahu bisa menghubungi Jahri 081910895538,

rate perhari 1.500.000 ideal untuk jumlah penumpang max 6 orang.

Makanan yang bisa dibeikan oleh ABK :beras, minyak, aqua. Selebihnya senbaiknya belanja sendiri sesuai kebutuhan. Mereka bisa memasak untuk kita.

Jika mampunyai sleeping bag atau matras tipis ada baiknya dibawa karena tidak semua orang akan kebagian tidur di dalam kabin, harus siap untuk tidur di luar juga.

WC dan Ruang Ganti

Ada satu hal yan sering dilupakan orang, bahwa kami cewek2 yang surfing, terlebih di daerah daerha yang belum terlalu ‘turis’ sering mengalami kesulitan melakukan panggilan alam. Contohnya saja waktu kami melakukan boat trip ke panaitan dan sekitar, mata saya dan teman saya langsung mencari cari letak wc di kapal. Maklum aja, memang cuma kami berdua lah surfer girl diantara 6 orang surfer lainnya.
Dan seringnya, memang tidak terdapat bilik wc dikapal, mungkin karena selama ini tidak ada kebutuhan para ABK ataupun penyewa boat yang dominan para pria, dimana mereka tinggal bergeser sedikit ke belakang boat, dan bereslah ‘urusan’ mereka.
Kalau sudah begini, kami cewe2 harus memutar otak untuk menyelesaikan masalah ini, kalau pada saat surfing sih nggak masalah, tinggal nyemplung bawa board, sekalian paddle ke line up tinggal dikeluarkan deh… tapi bagaimana kalau kapalnya sedang berjalan, yang biasanya memakan waktu3-4 jam dan saat itulah perasaan ingin buang air terasa? wuih !!! susah banget. Biasanya sih ditahan aja. Dan kalau malam? pada saat kami tidak bersandar ke daratan? hehehe… ini nih baru dibutuhkan teknik khusus, caranya cari ember di kapal dan sarung. Pada saat semua sudah tidur carilah posisi datar, bungkus tubuh dengan sarung, dan selesaikan ‘urusan’mu hehehe..
Bagaimana dengan urusan ke belakang nomer 2? (maksudnya BAB ) sebisa mungkin harus dilakukan pada saat sebelum atau sesudah surfing, dengan board, paddle lah sejauh mungkin.. dan silahkan selesaikan ditengah laut, plus menikmati pemandangan ombak yang mengalun serta teman2 yang berselancar bolak balik.. hahaha nikmat lhoo 🙂 tapi cek dulu arusnya kemana, ga mau dong yang udah dibuang berbalik arah? hehehe
Tapi bagi teman2 yang tidak terbiasa boat trip apalagi yang tidak mengengerti bahwa kami kaum wanita juga memiliki kebutuhan yang sama, pasti ngerasa illfill ( males mendadak ) kalau udah diceritain 😀 yah daripada mules 3 hari dan nggak bisa menikmati boat trip?
Berganti baju surfing pun ada caranya. Banyak temen cewe saya yang nggak tau gimana caranya ganti tanpa masuk ke bilik ganti. Ini suatu skill wajib buat para surfer girl, caranya lilitkan handuk seprti sarung, lepaskan celana, pakai bawahan bikini dan boardshot, beres! Bagaimana yang atas? Gampang.. lepaskan ‘kacamata’ tanpa melepas kaos, langsung ikat bikini sekeliling tubuh dan kaitkan tali lehernya dalam keadaan kaos terpasang. Beres deh !!!
Selamat surfing para surfer girl 😀