Diving Maumere

the underwater of Maumere

Maumere punya sejarah yang cukup kelam 25 tahun yang lalu saat gelombang tsunami mendera pesisirnya. Salah satu lokasi yang menderita karenanya adalah Pulau Babi, yang menjadi salah satu spot diving terbaik di Maumere saat ini.

Pic by @chiku_uw
Me and @neyu_dolphin

Pulau Babi memiliki kontur penyelaman ‘wall’ dan memiliki retakan yang fotogenic yang terletak di kedalaman sekitar 5 meteran. karang-karang yang sehat serta seafan yang bertebaran dimana-mana, memanjakan para diver.

pic by @pinneng

Seperti daerah penyelaman lain di Nusa Tenggara Timur, misalnya Alor, Komodo, ataupun Flores Timur, Maumere juga memiliki keunikan tersendiri. Soft coral yang sehat juga tersebar dimana-mana, digemari para ikan dan tentunya cantik untuk difoto.

Satu kejadian lucu saat melakukan penyelaman, tim saya barengan Pinneng dan juga Om Arbain Rambey. Di bibir jurang alias wall (beda bahasa doang ini sih), Pinneng mendadak celingak-celinguk.

“Mana satu lagi?” tanyanya dengan hand sign ke arah dive guide.

Sang dive guide pun ikutan celingak celinguk. Saya masih bengong, telat nyadar.

Setelah beberapa saat, Pinneng memutuskan untuk naik kembali.. dan ternyata, Om Arbain asyik masyuk diving di lokasi dangkal … dengan scubanya 😀

Continue reading “Diving Maumere”

Diving Alor

Alor merupakan salah satu top destination untuk wisata diving di Indonesia.

Hari masih pagi, dan kabut-kabut tipis masih bergantung rendah diantara bebukitan di sekitar teluk Kalabahi kala perahu kami meluncur diatas air laut yang semulus sutera saat akan melakukan diving di Alor.

Ya, teluk Kalabahi merupakan lokasi dimana pelabuhan tempat kapal-kapal bersandar, baik perahu nelayan maupun kapal transportasi publik yang berukuran lebih besar.

Alor sendiri merupakan pulau kecil yang terletak di atas pulau Timor, yang juga merupakan pulau dimana Kupang  berada, lokasi transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Alor.

Beberapa kali berkunjung ke Alor, cerita gw bisa dibaca disini dan disini.

Berikut beberapa top dive site di Alor

  1. Babylon

Lokasi penyelaman ini memiliki dinding (wall) dan overhang yang penuh dengan koral berwarna warni dengan visibility mencapai 25-30 meter.

Beruntung sekali saat kami akan menyelam kala itu, karena seorang nelayan tradisional Alor akan menenggelamkan sebuah Bubu, perangkap ikan tradisional yang terbuat dari bambu.

Konstruksi Bubu yang memiliki lubang perangkap yang cukup lebar, memudahkan ikan untuk berenang masuk dan seiring dengan mengecilnya lubang akan membuat ikan-ikan yang telah terlanjur memutuskan untuk masuk akan sulit menemukan jalan keluar kemabali.

Para nelayan ini hanya akan mengambil sejumlah ikan sesuai dengan kebutuhan mereka, dan melepaskan sisanya kembali ke laut.

Continue reading “Diving Alor”

Diserbu Ibu-Ibu di Selayar

Biasanya kalau trip ke daerah, semua berjalan biasa aja. Nggak ada tuh yang manggil-manggil minta foto apalagi nagih utang. Tapi trip ke Selayar kali ini luar biasa hebohnya.

Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena di group kami kali ini keselip seorang artis sinetron. Menurut saya yang namanya artis sinetron itu adalah artis beneran.

Soalnya kehebohan yang ditimbulkan juga beneran.. susah ditangani. Subuh itu kami berkumpul di Soetta untuk menuju Makassar, tempat transit sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara H. Aroeppala di Selayar. Tuuh, jadi kalau mau main-main ke Selayar dah mudah niih ada penerbangan sampai di pulaunya.

Waktu pertama kali dikenalin ke Andrew Andika (artis yang gabung di group kami), saya langsung membayangkannya beraksi di layar kaca (maklum ga pernah nonton sinetron jadi kurang hafal pemain-pemainnya). Kulit putih dan bibir merah meronanya sudah pasti jadi idola ibu-ibu nih.

Sepertinya trip kali ini akan menarik.

Selayar sendiri letaknya di selatan Tanjung Bira yang beken juga dengan pantai-pantai indah berpasir putihnya. Dan untuk penggemar mancing, Selayar bisa masuk hitungan nih dengan banyaknya spot mancing.

Benar saja, saat kami mendarat di Selayar, sambutan bunga langsung menerjang barisan terdepan dimana Andrew menjadi salah salah satunya. Setelah bunga, bermunculanlah ibu-ibu dengan samrtphone plus tongsis di tangan mulai menggapai-gapai Andrew. Sembari cekikikan malu-malu tapi senang, mereka berfoto bergantian sampai Andrew harus diselamatkan sedikit paksa agar perjalanan kami dapat berlanjut.

Ini baru permulaan. Setelah jamuan makan siang (tentunya seafood yang lezat!) diselingi foto-foto (lagi), kami semua menuju dermaga siap bertolak menuju spot diving pertama. Meskipun group kami berjumlah sekitar 14 orang, tapi pengantar yang terdiri dari teman-teman kantor dinas dan handai taulan berjumlah setengah dari seluruh isi dari kampung terdekat. Heboh.

Kembali tongsis-tongsis berjuluran disekitar Andrew.

Akhirnya berangkat. Lega rasanya.

Pic by Dewi Wilaisono
Pic by Dewi Wilaisono

Spot diving di Selayar yang keren benar-benar bisa menghapus semua kepenatan yang terkumpul selama perjalanan. Wall indah di pantai Pinang bisa jadi altenatif buat para pecinta diviung nih. Yang penasaran silakan tonton vlog gw di Wet Traveler di bawah ini.

Kelar diving, kami safety stop leyeh-leyeh di pantai tersebut,. Tadinya saya pikir kami akan tenang dan aman, ternyata dari bibir pantai terdenganr teriakan “ANDREW SINI DONG FOTO DULU” astagaahh.. Kopasus juga nggak ada apa-apannya nih hehehehe.

Berhubung kami masih leyeh-leyeh menggunakan wetsuit di laut, kami merasa aman (maksudnya Andrew merasa aman, apalah saya ikutan-ikiutan hahahahha..) TAPI RUPANYA SI MBAK GA SABARAN DAN MULAI MERELAKAN CELANANYA BASAH MASUK KE LAUT!

Dan sesi foto-foto pun mulai kembali hihihihi..

Begitu juga keesokan harinya saat kami mengunjungi Desa Tua Bitombang. Tadinya saya sudah berniat untuk curi-curi ngambil video saat Andrew dikerubuti ibu-ibu. Pastinya akan lucu banget untuk masuk di vlog.

Sayapun mempersiapkan kamera di tangan, siap menangkap moment itu. Tapi ketika moment itu datang : Andrew menikmati makan siangnya di saung, dan tiba-tiba dari belakang pipinya sontak dicubit gemas oleh salah seorang ibu. Saya benar-benar nggak tega melihat mukanya yang kesal.

Ya siapa coba yang nggak kesel kalau lagi makan tiba-tiba pipi ditarik-tarik. Kadang fans memang keterlaluan tapi malah menyalahkan si artis yang katanya sombong. Moment seperti ini memang harus tak bisa dinilai secara sekilas.

Artis juga manusia.

Saya urung menghidupkan video saya. Saya nggak melihat hal itu lucu. Batal. Maka kalau kalian lihat vlog selayar saya, Andrew emang ga terlalu diekspose, menghargai privasi dia juga.

Tapi secara keseluruhan trip ke Selayar ini berkesan banget! Dan yang pasti, saya bersyukur menjadi seorang blogger/vlogger dan bukan artis

The Wet Traveler (Pinneng and me) and our amazing friend Ibu Dewi WIlaisono

5 reason to dive at Kota Kinabalu

Sutera Harbour, where you start to dive Kota Kinabalu

if you only have a short time to make an escape from your routin or just miss ocean so bad after climbing mt Kinabalu, diving Kota Kinabalu is the answer.

Bagi kebanyakan orang, nama Kinabalu memang identik dengan pendakian gunung Kibalu itu sendiri, tapi yang harus diketahui juga – ibu kota Sabah : Kota Kinabalu ternyata memiliki marine park yang sayang banget untuk dilewatkan. Lokasi ini cocok untuk diving saat berada di Kota Kinabalu.

Ini dia 5 alasan kenapa kamu harus mampir dan diving di Kota Kinabalu marine park :

  1. Only 15 minutes from Kota Kinabalu

Kota Kibabalu adalah kota pesisir yang cantik. Dibangun kembali pada tahun 1946 setelah sebelumnya kota yang bernama Jesselton ini dihancurkan pada saat PD II. Pada tahun 1967, nama Jesselton resmi berubah menjadi Kota Kinabalu.

Nah, tak jauh dari Kota Kinabalu, hanya berjarak sekitar 15 menit menggunakan speed boat yang bertolak dari Sutera Harbour, Tungku Abdul Rahman Marine Park yang sangat terjaga menjadi tempat melepas penat bagi warga Kota Kibalu.

Meskipun letaknya tak jauh dari kota, tapi marine park ini luar biasa bersih dan asri (membuat saya sedikit iri dengan keteraturannya). Tidak membuang banyak waktu, bahkan kunjungan ke Kota Kinabalu marine park ini bisa dilakukan dalam sehari. Makanya kita nyempetin untuk nyoba diving di Kota Kinabalu ini setelah pendakian Kinabalu dan surfing di Kudat, Tip of Borneo.

2. There are over than 20 dive spot

Bagi penggemar coral dan schooling pelagic maupun penggemar hewan-hewan macro, keduanya tak perlu kawatir karena semua bisa ditemui saat diving di Kota Kinabalu marine park.

Area taman nasional seluas 49 km persegi ini memliki banyak pulau-pulau yang dikelilingin dive spot antara lain :

  • Pulau Sapi
  • Pulau Manukan
  • Pulau Mamutik
  • Pulau Sulug
  • Pulau Gaya

3. Perfect sun bathing area

Selain diving Kota Kinabalu di  spot-spotnya yang bejibun, area santai-santai juga banyak. Beberapa resort bisa dilirik sebagai tempat bersantai yang seru seperti : Manukan island resort, Sutera Harbour resort, Gayana Eco resot dan Bunga Raya island resort.

Tips : jangan lupa sunblock! Nggak mau kan yang tadinya mau leyeh-leyeh jadi kebakar dan perih-perih.

4. Lots of activity

Selain diving dan leyeh-leyeh, bagi para penggemar snorkeling, Kota Kinabalu marine park atau disebut juga Tunku Abdul Rahman marine park ini memiliki spot snorkeling yang tenang karena memang area ini nggak terlalu berarus.

Selain itu penggemar kayak dan sailing juga bisa memanfaatkan area ini untuk hilir mudik. Saya sih kalau bisa dibonceng aja #hayatilelah berpiknik di tepi pantai. Barbeque dan beach sport juga bisa dilakukan disini. Tinggal pilih deh kegiatan yang paling cocok.

5. Sekali dayung, 2,3 hingga 4 pulau terlampaui

Harga transportasi hanya berkisar RM23 hingga RM25 berangkat dari Jesselton Point Ferry terminal, tergantung ke pulau mana tujuannya. Keberangkatan mulai dari pukul 7.30 hingga kloter terakhir pukul 16.30. Ferry berangkat setiap 15 hingga 20 menit sekali tergantung dari tujuannya. Nah kalau mau island hoping juga bisa, tinggal bayar RM33 – RM53 tergantung dari berapa pulau yang akan dijelajahi.

note

  • waktu kunjungan terbaik adalah dry season (maret-oktober), karena saat musim hujan visibility di bawah air juga akan terpengaruh dan cenderung keruh.

So, diving di Kota Kinabalu ini boleh juga masuk ke agenda leyeh-leyeh kalau lagi di sekitar Kota Kinabalu

More info

Sabah Parks

Lot 45 & 46, 1st – 5th Floor,

Block H, Signature Office

KK Times Square

Coastal Highway

88100 Kota Kinabalu

+60 88-523 500

+60 88-486 434

+60 88-486 435

+60 88-486 436

[email protected]

[email protected]

sabahparks.org.my