Explore Kinabatangan – Sandakan

Nama Kinabatangan yang berada di wilayah Sandakan ini mungkin masih asing untuk sebagian besar kalangan pejalan dibandingkan dengan Kinabalu atau Sipadan untuk wilayah Sabah.

Kinabalu Sudah kami jajal ketika mengunjungi Saah tepat setahun yang lalu, baca deh ceritanya disini.

Tahun lalu selain Kinabalu, kami juga sempet melipir manis ke Kudat, satu wilayah terletak di paling utara Borneo dan pada musim-musim tertentu terdeapat ombak-ombak di sepanjang pantainya. OMBAK! Sekarang kalian ngerti kenapa gw tertarik dengan daerah ini yekaan? videonya bisa ditonton dibawah ini, kali aja penasaran seperti apa surfing di Borneo

Ok balik lagi ke kunjungan kami kali ini. Nama Sipadan menjadi pemikat di awal perjalanan. Nama yang penuh daya tarik di dunia diving, ditambah dengan fakta sejarah yang menyatakan wilayah ini sebelumnya sempat menjadi rebutan antara dua negara, Indonesia dan Malaysia, sejak tahun 1969. Namun ICJ ( International Court of Justise) memutuskan Malaysia lah yang berhak pada tahun 2002.

Ok, singkat kata Sipadan menjadi salah satu dream destination gw.

Namun  rupanya Sipadan harus kami relakan juga berganti destinasi menjadi Lankayan, tetangganya karena nggak kebagian tempat. FYI beberapa tempat wisata di Sabah ini memang sangat memperhatikan caring capacity, jadi kudu registrasi jauh-jauh hari sebelumnya, misalnya di untuk pendakian Kinabalu. Dan titik bertolak kami dari Sandakan.

Enjoying Sandakan view from the pool

Setelah menghabiskan satu malam di Sandakan setelah perjalanan yang lumayan panjang dari Jakarta menuju Kuala Lumpur (tadinya ada penerbangan langusng dari CKG – KK tapi dihilangkan, dengar-dengar sih bakal ada lagi pertahun 2018) dilanjutkan menuju Sandakan, Abek sang induk semang menyampaikan kabar tak terduga

“Kita tak bisa menyeberang ke Lankayan, cuaca buruk.”

Hiks.. Hilang harapan diving.

“Sebagai gantinya kita ke Kinabatangan.”

Kami berpandang-pandangan. Beberapa mulai browsing di smartphone masing-masing. Rupanya kami akan susur sungai melihat kehidupan monyet-monyet dan burung. Lah, di Indonesia kan banyak.

Perjalanan 2 jam hampir tak terasa.

MYNE. Terbaca plang resort ketika kami memasuki halamannya yang terletak di Tengah hutan. Sungai Kinabatangan yang luas terhampar di halaman belakang resort. Kesan yang langsung terasa : mewah.

Bungalow-bungalow kayu berjajar disatukan jembatan kayu yang rapi, diselingi pepohonan yang tinggi. Semua menghadap ke sungai.

Sungai Kinabatangan sendiri merupakan sungai kedua terpanjang di Sabah dengan panjang 565 km.

 

Senjata Pinneng saat mengabadikan wildlife di Kinabatangan

AM-PM Cruise

Sesuai namanya, arung sungai bisa dilakukan siang dan malam hari. Siang Hari merupakan waktu yang wajar, dan meskipun tadinya tidak terlalu berharap akan melihat kehidupan liar yang ada, namun pada trip pertama kami.. PROBOSCIS MONGKEY, CROCODILE, PIG TAILED MONGKEY, EAGLES, atau nama kerennya RAJA UDANG… semua hadir bagaikan menyambut romongan kami (ge er dikit ga papa)

Pengarungan selama dua jam benar-benar diluar dugaan! Semua sibuk dengan kamera masing-masing. Mana mereka pada nggak takut dengan manusia karena tak pernah diburu.

Buat gw, highlite dari perjalanan ini : disamperin buaya sebelum akhirnya ia menyelam kembali. Buaya beneran loh ini! Pantes dilarang celup-celup kaki disini.

Pengarungan malam tak kalah serunya. Raja Udang berjaket biru yang cantik benar-benar bertengger anteng di sebuah dahan berjarak hanya satu meter dari lensa.

Sementata itu burung hantu yang kami temui tampaknya agak kesal melihat kami sibuk merekamnya.

Belum lagi rombongan keluarga babi hutan jangkung berjanggut panjang khas babi Borneo setia mengunjungi halaman resort di malam hari. Mereka juga tak lari ketika kami dekati. Gemas!

Tapi ada satu cerita konyol. Karena lupa mengunci jendela kamar, hari kedua kamar kami sempet kedatangan tamu para monyet-monyet pemburu camilan. Berawal dari keheranan melihat barang-barang kami yang berceceran di lantai, bubuk kopi yang bertebaran, tempat sampah yang tergeletak hingga tube krim mata yang ada bekas gigitan.

Rupanya mereka mencari apapun yang bisa dikunnyah, termasuk tiga butir obat flu celup gw ikutan jadi korban.

Menara pandang yang bikin betah para pecinta burung
Aerial view Kinabatangan river

Ternyata Kinabatangan merupakan surga bagi para pecinta wildlife. Keberadaan mereka benar-benar dijaga dan dijamin kelestariannya. Para pengunjung yang datang pun bakalan senang melihat mereka di habitat aslinya tanpa rasa terancam.

Bagi yang penasaran bisa intip-intip Myne resort disini

 

Leave a Reply