Diving Rote – Nusa Tenggara Timur

Diving Rote mungkin belum banyak dikenal orang. Nama pulau Rote sendiri Β identik dengan destinasi surfing. Ombak pulau Rote sudah sejak 40 tahun lalu menjadi favorit peselancar luar yang datang pertama kalinya sekitar tahun 70 an. Dan semenjak itu popularitasnya terus beranjak naik seiring dengan kekuatan words of mouth.

Karena itu juga yang bikin gue penasaran dengan Rote, dan memutuskan untuk menjajal ombaknya. Cek cerita-cerita awal gue explore Rote disini dan disini deh. Dan karena trip-trip pertama itu juga, episode awal Wet Traveler lahir. Cek videonya dibawah.

Oke, nuff about surfing. I’d like to share story about diving in Rote.

Tidak banyak lokasi surfing yang juga memiliki lokasi diving. Kenapa? Simply karena surfing itu butuh ombak (kalo flat jadinya acara ngambang doang dong), sementara diving lebih nyaman di air tenang. Nah trip diving kami di Rote mengunjungi beberapa site yang unik:

Hiliana

Site ini terletak lebih Ke selatan pulau Rote, hampir mendekati pulau Ndana, pulau terselatan Indonesia yang juga menjadi basecamp marinir penjaga perbatasan. Salah satu site wajib diselami kalau datang ke Rote. Boomies2 gemesin dan kalau beruntung bisa ketemu manta. Cek cerita gue juga tentang spot Hiliana ini disini.

Pic by Pinneng – Wet Traveler
Pic by Pinneng – Wet Traveler

 

Besialu point

Nama Besialu sendiri merupakan nama lokal dari spot surfing t-land yang berada di desa Nemberala. Bisa ketebak dong, kalau namanya sama berarti lokasinya juga disekitaran situ, meaning : lo nyelam dibawah lokasi surfing!

Well, not exactly beneath the impact zone, sonoan dikit sih tapi ga jauh-jauh amat. Itu juga artinya suasana dibawah bakalan terayun-ayun seru dengan surge – gerakan air yang mengalun bolak balik tanpa henti.

Hal ini juga yang membentuk parit-parit berdasar pasir diantara karang-karang yang ditumbuhi soft coral.

Laut Mati

Namanya mungkin terdengar seram. Nggak aneh kalau banyak bermunculan cerita mistis berkaitan danau air payau ini. Dan jangan bayangkan laut mati ala Yordania yang super asin, sehingga ngambang sambil ngupi jadi gampang.

View this post on Instagram

This is not a glowing jellyfish 🀣It get's it lights from the torch i hold. . Well, maybe you already know Indonesia has several lake that become a habitat for stingless jellyfish (kakaban, togean, misool) .. but we found this little fella at : Laut Mati – Rote. . This Laut Mati or Dead Sea, is not like the on in Jordan with high salinity level. This lake is an isolated sea in the middle of the island. . So, we decided to dive here, and apparently, we were the first person who dive there. . Thank to our dive master Mike from @surfdiverote who took us there πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ . And thank for the amazing photo bu @dwilaisono 😘😘 (you guys seriously need to check her amazing page too) . #wettraveler #divingrote #stinglessjellyfish #divingindonesia #amazingplaces #scubadiving #explorentt

A post shared by Gemala Hanafiah (@g_hanafiah) on

Kejadian terbentuknya sih sebenarnya nggak jauh-jauh dari Kakaban dan Togean. Serunya kami ketemu stingless jellyfish juga disini. Jadi bertanya-tanya, ada berapa ya sebenarnya danau stingless jellyfish di Indonesia?

Leave a Reply