Tips mengatur pengeluaran saat traveling

Saat akan melakukan traveling kemanapun, pastinya kita bakal berhadapan dengan yang namanya pengeluaran.

Yak, artikel blog gw kali ini bakalan membahas tips-tips tentang cara yang mudah untuk mengatur pengeluaran supaya nggak membengkak saat melakukan traveling

Check this out!

  1. Plan your trip

Merencanakan trip dengan baik membantu kita untuk mengira-ngira kebutuhan dan pengeluaran yang harus dilakukan saat melakukan trip. Melakukan riset menjadi satu keharusan, apalagi jika waktu yang tersedia tak banyak dan jatah cuti tahunan semakin menipis.

Tentukan fokus dari kegiatan yang akan dilakukan, misalnya jika akan melakukan trip ke Nusa Lembongan, tentukan fokus dari kegiatannya apakah menyelam, surfing atau sight seeing. Tidak masalah jika waktu yang ada cukup panjang. tapi jika hanya punya waktu beberapa hari (yang itupun diperoleh dari mengais-ngais jatah cuti), itinerary demikian padat tentunya tak bijaksana. Itinerary yang jelas mempermudah kita untuk memperkirakan pengeluaran yang akan terjadi.

kinabalu_mountain_4

  1. Persiapan yang matang

Sebisa mungkin semua peralatan dan kebutuhan untuk berlibur sudah dipersiapkan dengan matang. Jangan sampai ketika mau melakukan surftrip, tapi boardshort atau fins ketinggalan. Atau ketika saat akan mendaki gunung, tapi nggak bawa trekking pole atau kelupaan membawa glove. Bukan saja mengganggu jadwal berlibur kerena harus mengurus printilan yang tak lengkap, tapi juga jadi mempunyai pengeluaran tak terduga yang mau tidak mau harus dilakukan. Itulah pentingnya perencanaan untuk mengatur pengeluaran saat traveling

img_0237

  1. Book your ticket

Harga tiket memberikan kontribusi yang cukup besar dalam keseluruhan budget trip. Kalau komponen lain sepert penginapan dan makanan bisa diulik-ulik (apalagi kalau punya tumpangan rumah/resort di daerah yang dituju), nah masalah harga tiket ini sudah harga mati.

Tapi jangan kawatir. Kita bisa mengatur strategi untuk menyikapinya.

• Berburu di Travel Fair

Pada bulan-bulan tertentu seringkali diadakan travel fair baik dari maskapai tertentu maupun media yang lainnya. Nah biasanya harga tiket pun akan lebih murah. Apalagi kalau bisa dapat info pada jam berapa akan diadakan promo super murah. Wah, harganya bisa jauh dibawah harga normal. Namun resikonya hanya destinasi tertentu saja yang di-discount besar-besaran.

• Manfaatkan promo dari maksapai

Harus rajin-rajin cek ke website mereka atau pantengin social medianya, siapa tau ada promo yang diluncurkan pada jam-jam tertentu.

•  Sport equipment

Pertimbangkan juga maskapai yang memberikan fasilitas gratis untuk sprot equipment. Ini berguna banget untuk para penggila selancar, diving, sepeda dan golf karena peratalan kita yang segudang itu nggak akan dicharge lebih sebagai over bagage.

  1. Share akomodasi

Dua atau tiga kantong lebih baik dari satu kantong (jangan tanya ini quote dari siapa ya). Dalam artian kalau rame-rame bisa saweran bayar kamar atau transportasi kan lumayan tuh. Tapi resikonya kita harus benar-benar mengajak buddy yang sehati. Paling nggak kalau beda minat ga maksa kita harus ikut terus maunya apa. Bisa mencar dan end of the day janjian ngumpul sambil saling cerita itu lebih seru. Yang penting bayar kamarnya bisa lebih ringan karena dibagi-bagi.

img_1541

2. Jangan lupa bayar hutang

Baik bayar tiket maupun bayar kamar keduanya bisa dipersiapkan di muka jauh-jauh hari. Apalagi untuk karyawan yang sudah ketebak waktu cutinya, tentunya lebih mudah mempersiapkan waktu kabur alias berlibur beberapa bulan sebelumnya. Tentunya kalau begini kasusnya, kartu kredit sangat menolong. Anggapan bahwa kartu kredit itu berbahaya karena bisa bikin terlibat hutang tak sepenuhnya benar, karena semuanya kembali pada kedisiplinan kita dalam mencegah hutang itu terjadi.

Keuntungan membayar menggunakan kartu kredit jauh-jauh hari adalah kita mempunyai banyak waktu untuk mencicil, apalagi kalau bisa direquest menjadi cicilan 0%. Tentunya kembali lagi kedisiplinan menjadi hal yang utama disini.

Reminder menjadi penting agar tak kelewatan waktu membayar (pun apabila kita melibatkan beberapa orang teman untuk ikut membayar saweran, harus ada yang memegang jadwal untuk mengingatkan)

3. Jangan tergoda hedonisme

Seringkali saat berlibur kita jadi tergoda melakukan hal-hal diluar perencaan, yang berakibat pengeluaran juga jadi melenceng dari perencanaan. Resikonya pastinya akan menggerus tabungan.

4. Jangan remehkan selfcare.

Seringkali karena terbawa suasan berlibur kita jadi lupa dan lepas control saat menikmati keseruan bareng teman-teman satu genk. Istirahat cukup dan makan makanan sehat tetap diperlukan untuk menjaga stamina. Cek tulisan gw tentang self care lebih lengkapnya disini.

5. Write your story

Latih keterampilan menulismu dan cobalah untuk membuat satu artikel menarik dari lokasi liburan yang baru saja dikunjungi. Selain bisa menjadi catatan perjalan untuk diri sendiri (terutama bagi yang pelupa seperti gw), coba juga dikirim ke majalah-majalah atau media online . Tak sedikit media yang memerlukan bahan cerita perjalanan. Selain mendapatkan penghasilan tambahan, siapa tau kalau sudah dikenal oleh media tersebut jadi langganan dikirim untuk menulis hehehe.

kalau kalian juga punya tips-tips mengatur keuangan saat traveling berdasarakan pengalaman pribadi tentang mengatur pengeluarans saat traveling, jangan segan-segan share disini yaaaa, boleh kok kita berbagi pengetahuan di comment.

cheers

kawah_putih

Gemala Hanafiah

Tukang jalan-jalan yang doyan nabung

 

 

6 fakta seru tentang Orangutan Borneo -Tanjung Puting

One of my dream to visit Orangutan Borneo in Tanjung Puting was completed!

Journey to the remote area of Borneo, Tanjung Puting to be precise, lead me to one of the biggest Orangutan colony on this earth.

Kalau biasanya saya selalu trip nggak jauh-jauh dari surfing (baca deh perjalanan gw ngubek2 Rote disini) dan diving (dan ini cerita waktu diving di Alor dan Aceh), bahkan trekking pun hanya sesekali saja (ni cerita waktu seseruan di Papandayan), nah pada kesempatan kali ini, kesempatan memasuki jantung hutan Borneo atau Kalimantan untuk bertemu Orangutan in person di Tanjung Puting ga mungkin dilewatkan .

Nah, ini fakta seru yang bisa kamu temukan di Borneo – Tanjung Puting dan tentang Orangutan juga

  1. Klotok

Pepohonan yang rapat secara perlahan bergerak kebelakang seiring klotok yang saya tumpangi bergerak perlahan memasuki wilayah hutan Borneo – Tanjung Puting. Yak, cara terbaik untuk mengunjungi kawasan yang telah ditentukan menjadi Taman Nasional pada Departemen Kehutanan menetapkan Tanjung Puting di Borneo sebagai Taman Nasional pada tahun 1984 berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 096/Kpts-II/84 tanggal 12 Mei 1984 dan berdasarkan SK. Dirjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam No. 45/kpts/IV-Sek/84 tanggal 11 Desember 1984 ini memang menggunakan klotok, perahu kayu yang berukuran cukup besar, memiliki dek cukup luas yang dapat berfungsi sebagai ruang bersantai, ruang makan dan ruang tidur di malam hari.

orangutan_tanjung-puting-7

Klotok seperti ini dapat memuat 4 hingga 7 orang secara nyaman. Dan masing-masing klotok memiliki seorang guide yang akan menemani dan menjelaskan semuanya. Beruntung hari itu dalam rangka survey lokasi, saya ditemani Bang Yomie dan Bang Miki yang merupakan para guide senior.

Urusan kamar mandi yang biasanya menjadi pertanyaan pertama para manusia perkotaan pun jangan dikawatirkan. Setiap klotok dilengkapi oleh sebuah kamar mandi shower dengan wc duduk yang bersih. Jadi nggak ada alasan nggak mau mandi atau nggak bisa buang air selama trip yang bisanya memakan waktu 2 hingga 3 hari.

oangutan_tanjung-puting-6

2. Bukan lokasi terbaik untuk berdiet

Urusan makanpun ternyata sangat mewah. Masakan rumah ditemani buah-buahan pencuci mulut tak pernah absen pada jam-jam lapar menghiasi meja makan dengan pemandangan mewah kerimbunan hutan Kalimantan. Ah ya, tak ketinggalan kue-kue kecil yang menemani saat menyesap kopi dan teh di sore hari. It’s a luxury trip!!

3. Tidur di alam terbuka

Begitu juga saat malam tiba dan kasur-kasur mulai digelar. Masing-masing memiliki kelambung yang melindungi dari gigitan serangga. Tidur sembari mendengar suara hutan dan merasakan semilir angin segar adalah kembali satu kemewahan yang tak dapat ditukarkan oleh apapun. Tak perlu lagi pendingin ruangan, udara malam hutan pun dapat membuatmu menarik selimut.

4. Dr. Birute Galdikas

Kawasan konservasi di Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang awalnya merupakan kawasan yang didedikasikan untuk mempelajari primata ini secara lebih insentif, berkembang menjadi penampungan bagi Orangutan yang tertangkap manusia tak bertanggung jawab, untuk direhabilitasi sebelum kembali dilepaskan ke alamnya. Karena saat mereka diseka selama bertahun-tahun, apalagi sejak usian muda, insting mereka untuk bertahan di alam liar harus kembali diasah.

orangutan_tanjung-puting

Kawasan konservasi Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang tak bisa dipisahkan dari kisah D. Birute Galdikas yang pada tahun 1971 saat berusia 25 tahun memutuskan untuk mempelajari tentang Orangutan langsung di habitatnya. Can you image, a young girl aged 25 years old, all the way fly to the heart of Borneo Jungle from U.S?

Well, semua tak sia-sia. Selain konservasi yang berkembang, perekomunian warga setempat pun ikut berkembang seiring semakin majunya sisi eco wisata dari lokasi ini. Semua dikelola secara professional demi menjaga segala keberlangsungan yang ada.

5. Orangutan colony lead by aplha male

Speaking of para Orangutan di Borneo yang menjadi daya tarik utama disini, baik Bang Yom dan Bang Miki banyak bercerita mengenai ‘drama-drama’ yang terjadi.

“Mereka selalu mempunyai seorang raja disini. Sekarang ini alpha male yang lagi menjabat namanya Tom.”

“Iya, dan kalau lagi saat feeding, nggak ada yang berani menyentuh pisang-pisang sebelum Tom kekenyangan. Semua menunggu, kecuali satu betina alpha yang lagi deket dengan Tom.”

oangutan_tanjung-puting-5

Ok, jadi pelajaran pertama adalah Tom si alpha male ini mempunyai wilayah yang tak boleh diusik jantan lain. Semua betina di wilayahnya adalah miliknya, dan tak ada yang boleh menolak saat Tom naksir pada salah satunya. Wow! Pasti banyak pria-pira di luat sana yang sirik berat pada Tom (yang belakangan saya sadari potongan poninya mirip banget dengan potongan poni saya #oleswax)

Kamera tak pernah lepas dari tangan. Sebisa mungkin saya selalu siap sedia merekam segala tingkah laku mereka yang menarik. Saat pertama kali turun dari Klotok pun kami sudah disambut seekor pejantan yang kemudian berpose tanpa malu-malu di hadapan para turis dengan bergelayut di pohon rendah.

“Meskipun bobot mereka bisa mencapai 125 kg dengan kekuatan yang setara 8 pria dewasa, namun mereka bisa membagi bobotnya jadi dahan kecil yang dipakai bergelantungan pun tak patah.”

Ah, ya.. saya baru memperhatikan betapa dahan-dahan kecil itu melengkung menahan beban berat tapi tak patah. Wow, ilmu meringankan tubuh itu benar-benar ada !

Kemudian kami bergerak perlahan memasuki hutan, dimana Bang Miki banyak menceritakan tentang Orangutan Borneo di kawasan Tanjung Puting ini.

orangutan_tanjung-puting-4

6. Kesamaan DNA Orangutan dan manusia mencapai 97%

“Tingkat intlektual mereka bisa disamakan dengan bocah berumur 5-6 tahun. Mereka bisa meniru dengan baik.” Om Yom kembali bercerita dalam perjalanan kami menuju tempat feeding.

“Satu waktu, ada Orangutan bernama Pen, dan dia bisa membobol gudang pemyimpanan makanan meskipun sudah dikunci. Lobang kecil sudah cukup bagi dia untuk memasukkan jarinya, dan dengan kekuatannya dengan mudah ia membukan apapun.”

“Dia bisa mendayung.”

“What!! Serius?!”

“Iya, dia bisa meniru gerakan mendayung dan bisa mencuri perahu kecil untuk didayung sendiri.”

“Kadang ia bisa hitch hiking pada klotok-klotok yang lewat. Ia menumpang.” Saya membayangkan dengan geli si Pen mengacungkan jempolnya memberi tanda akan nembeng ke klotok yang lewat.

Betapa hewan liar bisa mempercayai manusia. Saya pernah berenang bersama whaleshark dan manta (baca deh ceritanya disini), dan sangat terasa bagaimana mereka dengan polosnya bisa mempercayai manusia, sementara ada saja manusia yang kemudian memperdayakan atau membahayakan mereka. Si Pen ini pun pasti sangat percaya pada manusia.

“Mereka memiliki 97% kemiripan DNA dibandingkan manusia. Jadi memang kita hanya berbeda 3% saja.”

Wow, segitu banyaknya kah kemiripan kita dibandingkan mereka. Saya suka sekali memandang mata mereka, dan cara mereka berkomunikasi. Saya geli melihat drama-drama yang terjadi saat feeding siang itu.

Lokasi feeding dibatasi oleh pagar kayu dengan jarak sekitar 10 meteran dari panggung kayu dimana pisang-pisang ditumpuk diatasnya. Tak lama kemudia Tom muncul dengan gagahnya dan langsung mengambil tempat di tengah. Refleks saya langsung memegang poni, berasa dapat kembaran.

“Tapi Pen tak bisa bersaing dengan Tom, jadi ia menghilang beberapa tahun yang lalu, Tak ada yang tau kemana perginya. Mungkin membangun kerajaan baru.”

Sore itu, kami kembali berlayar mengarungi sungai sekonyer sembari menikmati udara sore yang sejuk, ditemani celoteh burung-burung dan bekantan yang sibuk bergelantungan di kanan dan kiri sungai.

Tanjung Puting di Borneo memang satu lokasi yang wajib dikunjungi. Dimana lagi kamu bisa melihat langsung kelakuan para Orangutan secara langsung di habitatnya? So, get rid your high heels just go to the jungle

instagram-photo-7

Gemala Hanafiah

A traveler who only have 3% DNA gap compare to Orangutan.

more info :

Omie Tour Organizer
Jalan Bahari No. 27, RT. 13, Kumai Hilir, Kecamatan Kumai
Pangkalan Bun – Kalimantan Tengah 74181 – INDONESIA
Telp : +6281352736054
WA : +6281316083838
Pin BB : 2B9ACE57
Email : [email protected] , cc : [email protected]
Website : www.orangutandays.com

Trekking Kinabalu – Tips summit attack

Kinabalu sendiri tak dipungkiri sudah menjadi impian banyak pendaki di dunia.

Meskipun sudah dibuat jalur yang aman, tetap trekking Kinabalu terutama saat akan muncak atau summit attack tetap membutuhkan satu strategi tersendiri dan melakukan trekking di Kinabalu.

trekking_sabah_13

Nah untuk urusan summit Kinabalu, ada beberapa perbedaan mendasar dibandingkan summit di gunung-gunung yang ada di Indonesia, terutama untuk masalah waktu.

Sebelum summit, para pendaki terlebih dahulu beristirahat di Laban Rata, resthouse yang disediakan khusus dengan fasilitas yang tergolong mewah bagi para pendaki. Bagaimana ngga dikatakan mewah, mereka menyediakan kamar dengan selimut tebal (2 biji loooh) yang super hangat. Ini buat saya sudah kemewahan yang luar biasa. Mereka menyediakan kamar mandi (nggak yakin pada mau mandi di suhu belasan derajat bahkan kadang dibawahnya) dan terdapat restoran dengan menu yang super menggiurkan. Nggak perlu bawa kompor dan masak sendiri.

Liat suasana Laban Rata pada video Wet Traveler dibawah ini :

Oke, mari masuk ke pembahasan tips sederhana sesuai dengan pengalaman yang yang gw alami, saat dibimbing Abex, yang instagramnya wajib kalian kunjungi apalagi kalau suka mendaki.

  1. Jangan diet

Dietnya nanti saja disimpan saat sudah kembali ke dataran rendah. Disini kamu membutuhkan banyak energy dan banyak bahan untuk dibakar. Apalagi makanan yang disediakan di Laban Rata semuanya enak (apa gw aja yang rakus ya hehehehe..) mulai dari lauk pauk lengkap, spaghetti, buah-buahan, sup hangat menggoda hingga teh dan kopi yang bebas diisi ulang. Oya, bisa isi ulang air minum juga di keran yang terdapat di Laban Rata ini, sama seperti di tiap pos.

  1. Tidur cukup

Usahakan tidur sesore mungkin, apalagi dengan disediakannya fasilitas seperti yang gw ceritakan diatas, nggak ada alasan untuk merasa sengsara dan nggak bisa tidur. Kecuali kalau kamu mengalami Altitude Mountain Sickness seperti yang gw alami malam itu. Gejalanya : tidak bisa tidur, badan rasanya kepanasan (sementara udara sangat dingin), pusing dan bahkan sampai muntah. Kalau sudah begini, jangan ragu lagi untuk memberitahu leader kamu atau guide yang bertanggung jawab pada pendakianmu. Mereka bisa memberikan obat yang tepat untuk meringankan gejalanya.

trekking_sabah_2trekking_sabah_4

  1. Lindungi ujung tubuh

Suhu di puncak akan dingin, tapi seiring dengan badan kita yang terus bergerak maka dingin itu akan terkalahkan. Yang paling penting untuk dijaga justru ujung-ujung tubuh yang terbuka seperti : hidung, telinga, dan jemari. Lindungilah bagian-bagian tersebut

  1. Persiapkan wind breaker.

Meskipun rasa dingin kadang hilang dan kita malah keringatan karena terus menerus bergerak saat muncak, jangan anggap remeh angin dingin yang menerpa dashyat. Rasa dinginnya bisa mematahkan mental. Toh, wind breaker yang kita pakai dapat dibuka saat matahari telah bersinar, menghangatkan suasana dan jiwa #tsah

trekking_sabah_8

  1. Bawa air minum dan makanan kecil secukupnya

Meskipun sebelumnya sudah sarapan, tak ada salahnya membawa makanan kecil yang manis untuk tambahan energy. Bisa buah kering, coklat atau energy bar. Begitu juga dengan air minum. Tak perlu membawa berlebihan karena akan menjadi beban berlebih pada hidup yang sudah berat #eh

trekking_sabah_9

  1. Terus melangkah

Napas semakin sulit ditarik. Itu wajar, apalagi posisi sudah semakin tinggi. Semakin cepat lelah, sementara waktu check in di pos terakhir (Sayat-Sayat Point) dibatasi hanya sampai jam 5 pagi. Kalau kelewatan mana boleh lanjut. Kuncinya dengan bergerak perlahan (tapi jangan kebangetan yah) namun pasti. Gunakan trik zig-zag (thanks to Abex) bahkan saat naik tangga. Selain otot kaki tidak terlalu capai, juga memberikan kesempatan lebih paru-paru untuk menarik napas. It works!

trekking_sabah_11

  1. Saat akan mengambil foto di puncak Kinabalu, nggak perlu menjadi orang yang pertama, karena kamu akan cepat disuruh gentian setelah dua kali cekrek (dua kali ngambil gambar maksudnyaaa). Sementara mana mungkin kita hanya puas dengan dua frame di puncak, kalau perlu sampai memori di kamera atau di handphone habis baru puas hehehe.. Jadi sabar saja, toh mereka memberikan waktu sampai jam 7 pagi sebelum harus bergerak kembali ke Sayat-Sayat point.

trekking_sabah_14trekking_sabah_13trekking_sabah_7

Oke, itu tips untuk summit attack di Kinabalu dari gw, kalau kalian punya tips lain untuk trekking di Kinabalu, silakan looh berbagi di kolom comment di bawah ini.

 

Enjoy trekking Kinabalu guys

raja-ampat-3

 

 

 

Gemala Hanafiah

A beach girl who survive on Kinabalu and feel blessed.

Self Care while Traveling

Setiap kali saya posting kegiatan atau apapun di social media, pasti ada saja yang nanya “Nggak capek, Mba, saingan dengan bang Toyib, nggak pernah pulang.” Yang ga tau Bang Toyib pasti anak milennials nih 😀

Saat traveling berhari-hari bahkan berminggu-minggu, terkadang rasa lelah dan jenuh akan muncul. Wajar. Padahal tadinya saya sempat berpikiran kalau bekerja keluar kota makan tingkat stress yang dialami akan mendekati titik nol. Salah, stress karena tekanan itu akan selalu ada meskipun dalam bentuk yang berbeda. Itulah gunanya untuk selalu mengingat self care saat traveling.

“jam berapa harus mengejar hammerhead besok?”

“Persiapan gear up setelah sarapan jam 7 ya.” Ini sering banget denger kalimat seperti ini pas dive trip.

Atau.. “Bahan desa tradisional kira-kira 2 jam dari sini, kita berangkat subuh ya.”

Adalah hal-hal yang biasa dialami saat traveling, apalagi saat tim Wet Traveler harus ngejar materi. Padahal esensinya traveling itu haruslah menyenangkan.

Nah beberapa tips dibawah ini saya coba rangkum untuk menjaga energy dan tingkat kebahagiaan saat traveling tetap berada di posisi prima :

  1. Jangan berubah

Berubah jadi apa nih? Maksudnya kalau kita punya kebiasaan sehat di rumah, sebaiknya jangan dilupakan mentang-mentang lagi traveling. Usahakanlah untuk menjaga kebiasaan itu. Misalnya :

  • Makan makanan sehat

Kalau kamu terbiasa sarapan dengan menu sehat seperti buah, coba lakukan juga kebiasaan ini saat traveling. Buah tak terlalu sulit ditemukan, apalagi kalau travelingnya masih di negara tropis.

  • Minum air putih yang banyak

Penting, tapi sering kelupaan. Saat badan mengeluarkan banyak keringat dan kepanasan, tubuh kita lebih cepat mengalami dehidrasi dan kalau dibiarkan makan rasa lemas akan mudah timbul. Biasanya  kalo lagi trip surfing niiihh suka kelupaan minum. Belum lagi kalau sudah sampai tahap pusing, wah rugi banget tuh sementara pemandangan di sekitar kita sedang bagus-bagusnya. Nggak ada salahnya bawa botol air isi ulang sendiri juga, bisa mengurangi sampah plastik.

  • Olahraga

Saya selalu memulai hari dengan olah raga, tak perlu berat sekedar srtaching dan jogging kecil juga sudah cukup. Bukanya kalau sedang traveling itu juga bergerak? Yup betul, tapi gerakan olahraga tetap kita perlukan untuk melancarkan mobilitas gerakan tubuh dan tidak kaku dengan gerakan yang itu-itu saja. Yoga juga oke banget, dan bisa dilakukan pada ruangan yang terbatas.

self care traveling

2. Journaling

Kegiatan ini mungkin sering dianggap membuang-buang waktu. Tapi dengan mencatat semua yang telah kita lalui, mencatat perasaan atau hanya sekedar menggambar sketsa akan membantu kita untuk merasa ‘puas’. Catatan kita ini akan menjadi pengingat apa yang telah dialami, serta betapa berharganya sebuah pengalaman. Saya senang untuk menggali rasa penghargaan itu, karena rasa itu akan memberikan nilai tambah bagi sekedar pemandangan bagus.

3. Good sleep

Harus pintar-pintar nahan diri nih. Dulu ketika masih muda #OmongaOrangTua tidur nggak terlalu penting. Rasanya rugi. Pasti sering dengar ucapan “Kalau mau tidur sih di rumah aja.” Ini yang bikin badan gampang drop. Pertahankan jam tidur. Kalau kamu terbiasa tidur 6,7 atau 8 jam sehari ya jangan dikurangi. Tahan diri agar tak terlalu memforsir dan takut rugi, malahan kalau kurang tidur dan sakit keesokan harinya, bisa lebih rugi lagi kan? Saweran boat diving jadi hangus deh….

self care while traveling

4. Jangan bersalah untuk melewatkan ‘must see’ objek

Apalagi saat traveling dengan waktu yang lama. Perasaan ini pasti akan muncul. Sementara kita tau perkiraan waktu dan tenaga tak memadai untuk memenuhi semuanya. Relakan saja.

Karena perasaan bersalah itu akan menghasilkan stress yang nggak perlu. Padahal bebas menentukan akan kemana dan mengalami apa itu adalah inti dari traveling (kecuali kalau memang sudah ditentukan sebelumnya yaa.. resiko itu namanya.)

5. Manjain diri

Penat dan cape biasanya menjadi teman di akhir hari saat traveling. Nggak ada salahnya sedikit memanjakan diri. Sekedar santai di sofa dengan coklat panas dan buku itu nggak ada duanya! Atau cuma leyeh-leyeh di balkon kamar sambil iseng-iseng scrub muka yang sudah seharian kena debu jalan. Dijamin setelah itu muka rasanya akan lebih segar dan bersemangat!

Yang harus diingat, tetap gunakan bahan alami untuk perawatan tubuh. Makanya suka banget dengan Sugar Rush ini karena bahan dasarnya dari gula. Kalau di rumah dan lagi rajin biasanya saya suka bikin scrub gula dicampur olive oil. Rada ribet emang. Nah kalau lagi traveling, enak banget bawa Sugar Rush ini. Baunya juga menggiurkan.

Setelah itu jangan lupa jaga kelembapan kulit muka, juga termasuk kulit bibir. Yes, thanks to smoochies yang baunya seru serasa ada pesta pantai di bibir hehehe.

6. Perpanjang waktu

Mungkin tips yang ini bakalan dilempar sandal bagi para pekerja kantoran hehehe.. tapi kalau bisa, cobalah untuk slow down dan meresapi semua kegilaan dan keseruan selama traveling dengan bersantai di satu hari itu. Pastinya hampir semua orang ingin traveling sesuai jadwal dengan kegiatan sebanyak-banyaknya, sementara sudah pasti waktu yang ada rasanya selalu kurang. Semakin kita research tujuan di satu destinasi, semakin banyak yang kita ketahui, dan semakin kita stress untuk melihat semua. Saya sering ketemu dengan para traveler luar yang memang meluangkan waktu untuk traveling di Indonesia dalam jangka waktu cukup panjang dari berminggu-minggu, hingga dalam hitungan bulan. Dan kalau mereka sudah suka dengan satu destinasi, biasanya mereka mengubah itinerary dan memutuskan untuk tinggal lebih lama di destinasi tersebut. Well, nggak ada yang salah dengan keputusan itu, toh pada akhirnya kualitaslah yang harusnya diutamakan, bukan kuantitas.

self care while traveling
Hatta island

Kalau kalian punya tips-tips untuk self care while traveling, jangan segan-segan tulis di komen yaaa, karena saya juga penasaran dengan ide-ide dari kalian.

 

Cheers

self care while traveling
keep fit and happy

Gemala Hanafiah

@g_hanafiah

Sometimes become a lazy traveler

 

 

 

Explore Sabah part3 : Mount Kinabalu

Kalau misalnya ada ngajak untuk naik gunung Kinabalu, apa yang pertama melintas di pikiran?

“Wuih keren!”

“Hah? Kan tinggi banget, bisa nggak ya gw?”

“Mau .. tapi…”

“Lo yakin gw bisa?”

kalo itu semua yang melintas di kepalamu.. TOSS! Sama dong.

kinabalu_mountain_2
the whole Sabah Skwat : Mario, Gemala, Abex, Satyawinnie, Anggey Her_Journey, RIvan Hanggarai, Koh Billy, Rizal, Wahyu Demang dan Pinneng. Masih pada seger mukanya hehehe..

Meskipun penuh keraguan tapi gw tau kalau gw akan MENYESAL kalau nggak nyoba. Kinabalu itu merupakan gunung tertinggi di Sabah, Malaysia bagian Borneo dan juga tertinggi di Malaysia.

Pengalaman mendaki gw sangat minim. Yang tertinggi itu Rinjani, gw daki beberapa abad yang lalu (hiperbola dikit biar seru). Nah, Kinabalu ini lebih tinggi daripada Rinjani di 4.095 mdpl.

Nah, mendaki Kinabalu, meskipun tingginya ga main-main, tapi nggak perlu jadi seven summiter dulu yang pengalamannya udah bertahun-tahun. Pendaki pemula yang doyan pantai macam saya ini pun bisa ternyata.

Tapi ya itu tadi, memang ada hal-hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu supaya pendakian lancar jaya tanpa hambatan berarti. Berikut tips-tips dan info dasaranya yaaa :

 

  • Berlatih fisik dari sebulan sebelumnya.

Nggak perlu yang heboh-heboh sampai jungkir balik dan angkat beban, tapi cobalah untuk jogging secara teratur karena otot jantung yang baik benar-benar menolong saat trekking di ketinggian. Selain itu juga otot paha dan betis yang baik juga diperlukan. Nah, jogging bisa memnuhi semua kebutuhan ini.

  • Daftar pendakian jauh-jauh hari.

Beda dengan gunung-gunung di Indonesia, Kinabalu membutuhkan ijin untuk mendakinya, karena memang hanya dibatasi 135 pendaki saja perhari. Semua ini karena keterbatasan tempat menginap di check point sebelum summit, juga untuk memudahkan pengawasan (mereka ketat banget masalah waktu untuk melewati gate-gate yang udah ditentukan), dan pastinya juga dengan membatasi jumlah pendaki mereka bisa lebih menjaga kebersihan dan keindahan alamnya. Jadi jangan buang sampah sembarangnan yaa.. Sebaiknya menggunakan jasa travel yang terpercaya seperti Basecamp Adventure yang bisa membantu mengurus semua perijinan dan lain-lain.

  • Bawaan yang simple.

Enaknya mendaki gunung Kinabalu, bawaan kita nggak perlu heboh seperti membawa tenda, kompor atau sleeping bag yang biasanya lumayan menghabiskan volume dan bikin sakit pinggang. Mereka juga menyediakan porter yang biayanya tergantung berapa berat beban tas yang akan dibawa ( kemarin karena kita menghabiskan 2 malam di Laban rata harga porternya 13 RM per kilogram). Nah backpack yang kita bawa sendiri juga sebaiknya nggak lebih dari 6 kilo, berisi kebutuhan pribadi seperti jaket tambahan, windbreaker, jas ujan, makanan kecil dan tempat minum.

  • Free refill water

Ini dia yang lumayan bikin kaget : kita bisa mengisi ulang bekal minum kita di tiap pos yang jaraknya nggak terlalu jauh (paling jauh kayanya sekitar 900 an meter- 1000 m aja) dan isi ulang itu dari keran yang biasanya terletak di samping wc. Oya, kamar kecil juga tak perlu dikawatirkan karena tiap pos memiliki wc dengan air yang selalu tersedia. Jadi sediakan botol isi ulang yaaa.. bisa mengurangi sampah botol plastic juga jadinnya kan?

  • Be on time

Jaga pace jalan dengan stabil. Tak perlu cepat, yang penting tetap melangkah. Istirahat jangan terlalu lama, karena akan mendinginkan suhu tubuh dan untuk memulai lagi mendapatkan ritme bergerak yang stabil akan memakan waktu dan usaha lagi. Usahakan sampai di Laban Rata sebelum jam 7 malam sebelum resto tutup.

  • Persiapkan peralatan dengan baik

Sepatu.

Meskipun jalurnya sudah disediakan dengan baik, dibuatkan jalan dan tangga, bukan berarti kita bisa mendaki menggunakan sandal. Gunakanlah sepatu mendaki yang ringan dan juga tahan air. Sendal gunungnya nanti saja dipakai saat berada di guest house sebelum summit.

kinabalu_mountain_4
jalurnya beragam, mulai dari jalan tanah, tangga hingga batu-batu. Makanya penting untuk pakai sepatu yang nyaman.

Trekking pole

Yang gw tau dari Abex, jangan malu pake trekking pole kalau masih mau mendaki sampai 25 tahun kedepan. Kenapa? Karena tekanan pada lutut itu luar biasa besar, apalagi saat turun. Jangan takut dibilang kaya nenek-nenek naik gunung. Dan setelah gw ngalamin dan rasain sendiri saat menggunakan trekking pole, emang ngebantu banget! Plus nggak perlu malu karena sebagian besar turis pendaki yang mendaki disana juga menggunakan trekking pole (sstt.. kalo pake dua katanya bisa cepet ngurusin badan looh)

Head lamp

Head lamp ini akan menolong banget saat mendaki menjelang summit, dimana kedua tangan akan dibutuhkan untuk menggenggam tali. Yes, ada nada tali yang menolong para pendaki untuk mejaga keseimbangan diatara terpaan angin kencang.

penting! Guide yang bertanggung jawab untuk group kita bisa melarang kita meneruskan pendakian atau menyuruh kita turun apabila dilihat kurang persiapan atau sakit. 

kinabalu_mountain_1
penampakan rest house di Laban Rata, tempat kita ngaso sebelum muncak. Ada resto dan tempat tidur loooooh

Ok, tips2 nya sampai disini dulu. Posting blog berikutnya lebih ngebahas saat akan muncak di Kinabalu.

Enjoy videonya juga guys (english)

bersambung