Vicky, surfer girl from Bono

“Cuma satu request saya, Pak.. saya mau surfing sama Vicky.”

Itu permintaan pertama saya waktu berkesempatan mengunjungi Desa Meranti beberapa saat yang lalu. Desa yang jadi lokasi mangkalnya para surfer yang akan surfing Bono di sungai Kampar.

Jarang banget gue ketemu dengan surfergirl kalau lagi surfing di luar Bali. Biasanya suasana surfing itu mirip-mirip Sekolah Teknik, isinya laki semua, makanya gue pasti paling cantik kalau surfing (dilarang protes). Sayangnya paling cantik bukan berarti trus dikasih ombak dan bisa ambil ombak sepuasanya, teteuup kudu ngantri dan sedikit-sedikit rebutan.

“Itu Vicky, Al.” Pak Tabrani dari dinas pariwisata Riau yang menemani saya menolehkan kepalanya pada sesosok berbaju kuning yang berjalan menghampiri kami. Rambutnya dipotong super pendek, posturnya lebih tinggi daripada yang gue bayangkan untuk seorang anak perempuan berumur 14 tahun. Matanya berkilat-kilat menunjukkan semangatnya. Ia tersenyum pada kami.

“Halo Vicky, nanti kita surfing bareng yaa..” Ia mengangguk tanpa meninggalkan senyumnya. Rupanya ia pemalu. Untuk mencairkan suasana kami ngobrol-ngobrol seputar surfing dan pengalaman belajarnya.

Vicky adalah anak lokal pertama yang diajari surfing sejak masih berusia 9 tahun oleh surfer Prancis yang berdomisili di desa tersebut. Saban kali tamu-tamu datang untuk mengejar Bono, ia diajak serta.

“Susah nggak belajarnya?”

“Nggak, saya sudah bisa berdiri dan ngikutin ombak dalam sehari.” Hmmmm pasti banyak teman-teman gue yang sirik nih kalau tahu.

“Kamu pake longboard kan waktu belajar?”

DSC_9083

“Iya, tapi sekarang saya sudah pakai papan kecil.”

“Serem nggak surfing di sungai?” Justru gue sih sebenarnya yang merasa agak serem karena belum pernah surfng di sungai.

“Nggak serem kok. Malah gampang banget. Saya pernah coba surfing di Air Manis, susah banget.. ombak laut cepat yaa. Kalau disini lumayan santai saat take off-nya.” Rupanya memang ada perbedaan besar diantara karakter ombak sungai dan laut.

Vicky sebisa mungkin surfing setiap hari kalau jadwal ombak Bono tidak berbeturan dengan jadwal sekolahnya. Maklum, karena ombak ini sesuai dengan waktu pasang air laut yang berubah-ubah setiap harinya.

Lima tahun surfing, ia masih menjadi satu-satunya surfer perempuan dari desanya. Selalu menarik untuk bertemu langsung dengan para surfergirl di seluruh pelosok Indonesia ini. Mereka surfing dengan alasan yang sangat sederhana kalau ditanya “Karena suka aja.”

That simple 🙂

IMG_7905

One Reply to “Vicky, surfer girl from Bono”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *