Togean Trip part 4 – Ini Lembeh atau Togean???

“ Set lensa buat apa kali ini?” tanya Pinneng.
“ Macro, kita akan dive di Mini Lembeh” Wooow, kali ini bakalan muck dive deeeeh..
Nggak cuma juara di coral yang beragam dengan warna heboh menggoda serta ikan-ikan karang dan pelagic yang doyan shooling, ternyata di Togean ini ada spot untuk muck dive juga! Lengkap banget ya.
Saya pernah nulis tetang Lembeh sebelumnya, dan pengalaman itu nggak bisa dilupakan. Dari sekian banyak komentar yang menyepelekan muck dive karena dianggap cuma ngubek-ngubek pasir, dan setelah saya alami sendiri, wooow ini benar-benar unik.
Site Mini Lembeh sendiri memang diberi nama mengikuti nama besar Lembeh yang terletak di Sulawesi Utara. Serunya lagi, site ini nggak jauh dari Black Marlin, hanya beberapa menit dari dermaga. Tapi tetap pakai boat untuk menuju site-nya.
Tapi justru karena bawahnya pasir, diver kudu ekstra hati-hati menjaga buoyancy nya, supaya nggak membuat partikel pasir berhamburan kemana-mana, terutama kalau berada di sekitar fotografer. Nggak pengen dong dihadiahi tatapan sebel dari teman-teman yang terganggu karena kehebohan fin kita.
Tidak lama setelah masuk langsung ketemu critter aneh yang belum pernah saya lihat sebelumnya, warna hijau dan kecilnya buat mata sakit, rasanya sampai harus juling-julingin mata supaya keliatan sebelah mana matanya. Padahal mata saya belum plus loooh #ngeles.
Ternyata nama si hijau imut ini adalah Filefish, bentuknya sih memang seperti jajaran genjang sama sisi (hayooo masih pada inget nggak istilah ini) dengan ekor bening yang menggemaskan. Tapi saya baru bisa membuat deskripsi ini setelah melihat bentuk jelasnya di monitor. Ketika masih di bawah sih, jangan harap deh…
filefish
Tidak jauh dari si hijau itu, kami ketemu sea horse atau kuda laut, yang entah kenapa jadi mengingatkan saya pada logo Pertamina jaman dulu. Nah kalau si kuda laut yang ini sih lumayan gede, bisa puas ngecengin dia tanpa sakit mata.
Gayanya yang malu-malu dengan posisi yang terkesan selalu menunduk, serta cara ia bergerak yang seperti menggeser-geser bagian belakannya yang berat tampak menggemaskan. Beda dengan ikan yang bergerak horizontal, ia tampak tegak dan sirip kecil di kanan dan kiri tubuhnya tampak sangat bserfungsi untuk menjaganya tetap tegak selagi ia bergerak ke depan. 
seahorse
spyder crab
Spider Crab juga hadir disini, dengan badannya yang berbulu dan sekilas nggak ada bedanya dengan rumput laut yang patah dan mengambang. Tapi memang itulah uniknya. Mereka benar-benar menyamar untuk bisa bertahan hidup, memberikan tugas yang cukup berat bagi para diver untuk menemukan mereka diantara habitatnya.
Sempat meminjam kaca pembesar Dondok yang jauuuuh lebih berpengalaman dengan binatang-binatang kecil ini sehingga ia lebih persiapan. 
Add caption
candy crab
nudibranch
Tapi sebenarnya macro nggak cuma hanya bisa ditemukan di Mini Lembeh saja. Di Katacombe, site lainnya yang keren buat macro dan wide sehingga fotografer bisa bête kalo cuma bawa satu lensa, saya ketemu dengan Candy Crab yang cantik, Nudibrach si siput  laut yang nggak tau pasti jenisnya. Tapi ini lucu motifnya, polkadot kecil-kecil, dan udang merah super kecil di whip coral.
Dan kesemuanya itu baru jelas setelah dilihat di screen comp…. Lain kali bawa kaca pembesar aaaah 😀
all pic by Pinneng
more info about dive oeprator : Black Marlin

4 Replies to “Togean Trip part 4 – Ini Lembeh atau Togean???”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *