Togean Trip part 3 – I’m in Aquarium!!

Togean part 2

” Jam 10 kumpul di dive center, siap gear up!” 

Waks rupanya kami langsung nyilem nggak pake lama. Rupanya semua merasa istirahat di ferry semalam sudah lebih dari cukup dan siap untuk menjelajah keindahan bawah laut Togean.


Kepulauan Togean itu termasuk kawasan national park, alias taman nasional, tapi disana juga isu pemboman masih terdengar. Di sekitar Kadidiri dimana Black Marlin berada tampaknya terbebas dari pemboman tersebut.

Sedikit banyak saya penasaran dengan bentuk coralnya, karena di Gorontalo sendiri, terdapat Salvador Dali sponges yang merupakan endemik. Apakah ada juga disini? Berhubung saya belum permah nyilem di Gorontalo, dan penasaran setengah mati dengan bentuknya yang ajaib, saya jadi berharap ketemu saudaranya saat penyelaman nanti.

Tempratur air yang hangat, sekitar 29 derajat meskipun telah mencapai kedalaman 30an, visibility yang bagus sekitar 20m an membuat penyelaman-penyelaman yang kami lakukan sangat menyenangkan. Rasanya seperti bermain-main di dalam aquarium raksasa.
Di salah satu spot yang bernama New Reef, ikannya emang ga banyak, tapi coralnya maaaaakkk… nih liat aja foto yang ada di atas. Sebelum disuruh bergerak ke belakang oleh sang tukang foto Pinneng, saya iseng-iseng melayang pas di depannya seafan ini. Lebih tinggi dari saya loooh… berarti tinggi mungkin sekitar 2 meter ya. Wooo….

Melihat berkeliling di dive site inipun seru banget! Table coralnya banyak dan guede-guedeee.. Bahkan sampe ada yang jadi seperti teras kafe saking gedenya. Bisa melongok-longok ke bawahnya. Salvador Dali sponge memang nggak ada disini, tapi ada saudaranya. Beda dengan barrel sponge yang juga banyak banget dan besar-besar, ada satu bentuk sponge yang lain dari biasanya juga. Berbentuk silinder dan besar serta berwarna coklat tua. Ukuran besarnya ini nggak main-main.

Hmmm.. berarti kalau daerah ini tidak mengalami pemboman oleh nelayan bendel, kebayang betapa hebohnya semua coral dan biota yang ada. Alangkah kayanya daerah ini akan mineral dan sumber nutrisi lainnya.

Begitu juga dengan dive site Mini Canyon yang mempunyai banyak relung-relung dan overhang. Coralnya meriah banget, meskipun saya sempet bingung kenapa namanya Mini Canyon, soalnya yang terbayang itu suasana seperti di Green Canyon Pangandaran. Berharap melihat ngarai bawah laut hehehe…

Sekarang giliran ikan-ikan pelagic. Kami diboyong ke Una-Una. Kalau liat di daftar ‘must see’ nya Black Marlin sih, dive site ini nomer satu! Ternyata bener aja. begitu mendekati lokasi nyelemnya yang ternyata deket banget dari daratan itu, rombongan sekolahan Barracuda udah keliatan dari atas… dengan jelas! Wuaaah, semua orang panik pengen cepet-cepet nyebur. Grabak grubuk di atas boat yang kecil dengan posisi tangki yang rapat dan 7 diver panik memang nggak mudah.

Begitu kami mendekati mereka, semakin jelas para Barracuda schooling itu indah banget. Membentuk jalur yang rapi dan dinamis, bergerak mengikuti sang leader. Kadang mendekati dasar, kadang membumbung tinggi. Sampai ternganga-nganga memandangi mereka. Untuk saya sendiri, ini kali pertama saya melihat schooling Barracuda.

“Barracuda itu kalo lagi schooling bareng-bareng aman kok” Ucapan Pinneng terngiang-ngiang saat saya perlahan mencoba mendekati mereka
“Emang kalo lagi sendiri kenapa?”
“Yaaaa, nggak janji pulang lo” canda Gwen. Ups… kok jadi serem siih.

Ternyata mereka memang aman untuk didekati, dan memberikan kesempatan yang sangat banyak bagi fotografer-fotografer yang kegirangan untuk mengabadikannya. 








penyu ini menghampiri Pinneng seperti minta difoto, tepat didepan schooling Jack.

Kalau tadi Barracuda pada narsis, sekarang giliran Jack fish dan Big Eye Trevally yang nggak mau ketinggalan di site Pinnacle. Cuma mereka lumayan dalam di sekitar 40an meter. Wuiiih, saya ngintip aja deeeh dari atas. Entah kenapa di kedua site ini rasanya lebih biru dan dalam. Saya jadi berusaha rapat dengan siapa saja yang kebetulan dekat dan tidak bermaksud untuk masuk lebih dalam dari 30 meter. Jadi sirik deh dengan ikan-ikan ini yang berenang dengan santainya tanpa perlu ngecek gauge hehehehe…

Sedikit curcol aja nih, biasanya di tiap penyelaman pertama hari itu, saya pasti mudah merasa panik. Tidak perlu alasan tertentu. Kuncinya cuma sadar bahwa kita mulai mengalami panik, dan berusaha cari lagu yang menyenangkan untuk diputar berulangkali di otak. Mendekati buddy juga menolong, paling nggak kita tahu ada orang yang bisa menolong kalau sampai ada apa-apa dengan gear kita.

Dengan serunya objek yang kita nikmati dibawah, decompression sickness jadi trending topic selama trip ini. Tidak ada yang rela cepat-cepat meninggalkan kedalaman yang menyajikan pemandangan menakjubkan ini. Tapi berhubung saya belum punya dive comp yang memberitahu semua ini, saya adalah satu-satunya penyelam yang belum pernah kena deco ( sebutan lain dari decompression sickness ), karena saya nggak tau kapan kena deco atau nggak hehehe.. selalu ngikut buddy aja dan ngikutin dive comp dia. Ok, must have item berikut adalah : dive comp.


the whole team
For more info about these sites and prices : Black Marlin

8 Replies to “Togean Trip part 3 – I’m in Aquarium!!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *