Terbang malam

Siap bobo!
Siap bobo!

Tidur itu memang paling enak di ranjang sendiri. Tapi ada daya kalau terpaksa melakukan perjalanan pada malam hari menggunakan pesawat, yang justru harus dilakukan pada jam jam tidur. Nggak perlu keluar negri, di dalam negri sendiri kadang harus juga ngalamin jam malam seperti ini, terutama kalo terbang ke Indonesia Timur.  Saya sendiri sih memang baru dua kali mengalami tidur malam di pesawat, yang entah kenapa jauh lebih sulit dibanding tidur saat terbang siang. Insomnia? Nggak kok. Ada beberapa hal memang yang saya rasakan.

Berikut tips-tips yang ingin saya bagi supaya tidur tetap nyenyak

• Dingin kebangetan

Waktu terbang dari Jakarta menuju Sorong, saya bersemangat banget karena ini kali pertama mengunjungi Papua. Harapan untuk segera terlelap begitu pantat menyentuh tempat duduk, apalagi sudah dibantu dengan pil tidur lenyap perlahan lahan. Tidak ada rasa sebal yang menandingi sebal karena tidak bisa tidur, padahal mata dan semua saraf sudah lemas karena obat tidur.

Ternyata eh ternyata, dingin ac pesawat yang menusuk tulang jelas-jelas mengalahkan niat mulia untuk segera terlelap. Jangan remehkan rasa dingin, terutama untuk yang sama seperti saya kulitnya sangat mencintai matahari dan panas, ac bisa menjadi ancaman seirus, apalagi dalam waktu yang lama di dalam pesawat.

Penerbangan 5 jam itu kemudian saya habiskan dengan memangku ransel untuk menangkis hawa dingin berlebih, padahal masih tembus juga. Karena itu, bawalah perlengkapan perang untuk mengatasinya :

– jaket hangat

– celana dengan bahan non jeans, karena jenas sama sekali tidak bisa mengkal udara dingin.

– kupluk untuk menutupi kuping. Saraf dingin pada kuping itu keterlaluan sensitifnya, begitu kuping terlindungi, otomatis kita merasa lebih hangat.

– syal, sudah cukup untuk menggantikan selimut, karena area leher yang terlindung itu rasanya nyaman banget. Jadi nggak usah pake minyak angin segala, ntar saingat sama oma-oma disebelah 😀

Perlengkapan perang
Perlengkapan perang

• Berisik

Badan sudah hangat, siap bobo, eh ada adek kecil yang rupanya lapar atau kedinginan juga. Suara ngorok bapak-bapak di barisan sebelah juga saingan sama mesin pompa air di rumah. Makanya, bawa deh penutup kuping, biasanya berbentuk earplug, bisa dibeli di apotik ekskusif macam guadrian dan temen-temennya, atau di toko yang menjual peralatan traveling. Penutup mata juga okeh tuh.

• Jangan ganggu.

Tidur lelap yang terbangun tiba-tiba itu sangat nggak enak. Apalagi kalau yang bangunin mba-mba pramugari atau mas-mas pramugara. Percaya deh, secantik atau seganteng apapun pramugari/pramugara yang membangunkan kita tengah malah untuk memberikan makanan kotak itu nyebelin banget. Pasitnya kita sudah makan kenyang sebelum naik ke pesawat. Jam makanpun sudah lewat. Jadi untuk mencegah hal ini terjadi, beritahu mereka dari awal bahwa kita tidak mau diganggu dengan makanan saat sedang tidur. Katanyaaaa… kalau ke luar negri sih kita bisa tempel stiker di senderan kursi kita ‘ don’t disturb’ macam di hotel-hotle gitu. Nah jangan lupa juga tuh untuk memasang stikernya.

ok, semoga pada penerbangan malam selanjutnya, bisa bobo manis sampai mendarat !

2 Replies to “Terbang malam”

  1. hallow mbak, akhirnya hijrah juga yah blognya ke wordpress 😀

    nambahin tipsnya, buat yang lupa bawa kupluk hawa dingin yang masuk lewat telinga bisa di atasi pakai earphone. it works!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *