Temple Hoping Central Java

Kalau ditanya apa yang paling dicari turis mancanegara saat berkunjung ke Indonesia, jawabannya : alam dan budaya. Keduanya merupakan dua elemen yang saling melengkapi, buatan manusia dan buatan alam.

Kalau sedang berada di Jawa Tengah, ini hal seru yang bisa dilakukan : candi hoping, merupakan bagian dari wisata budaya.

Candi pertama tak lain dan tak bukan adalah Borobudur. Siapa sih yang nggak tau Borobudur? Tapi tau nggak kalau candi Buddha terbesar di dunia ini butuh waktu 75 tahun untuk ngebangunnya? Nggak heran, di badan candi ini terdapat 2672 relief batu yang terpahat secara apik, dan kalau dibentangkan panjangnya bisa mencapai 50 kali panjang lapangan bola!

Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan disini adalah menyaksikan matahari terbit. Wah luar biasa, susahnya bangun pagi kalo gue hehehe.. soalnya harus bagun sekitar jam 3 subuh, isi perut sedikit dan langsung menuju Borobudur saat masih pagi buta.

candi_borobudur_2
kabut yang menjadi background stupa

Berbekal senter yang dibagikan, kami bergerak perlahan menuju ke puncak candi. Saking populernya Borobudur, menemukan tempat kosong untuk berfoto dan memasang tripod saat akan membuat time lapse hampir mustahil dilakukan. Semua sisi telah terisi, dan para pengunjung pun terdapat di hampir semua sudut. Harus pintar-pintar mencari celah dan sudut yang menarik serta memanfaatkan sudut cahaya.

Sebelum naik ke Borobudur kami semua diberitahu bahwa cukup banyak kepala Buddha yang hilang, baik dari patung dibalik stupa maupun relief. Entah kenapa. Sayang disayangkan mengingat Borobudur telah menjadi salah satu situs sejarah yang harus dilindungi oleh UNESCO.

candi_borobudur_3

Tapi sesering apapun gue ke Borobudur, sensai yang dirasakan tak pernah memudar.

candi_borobudur

candi_borobudur_4

Lokasi berikutnya adalah Candi Ratu Boko

candi_ratu_boko

Well, sebenarnya ini bukan candi seperti Borobudur atau Perambanan sih, tapi lebih merupakan komplek istana yang sangat luas : 250.000m2 !! Meskipun begitu, tidak banyak sisa yang bisa dilihat, hanya sebagian gerbang depan. Sisanya merupakan perbukitan.

Gerbang Ratu Boko seru banget untuk tempat foto-foto, tapi inget, jangan dicoret-coret yaaa, lebih seru difoto trus diupload ke blog atau instagram kaann. Nah selain itu juga, ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau mau berkunjung ke Ratu Boko

• Panas banget.

Siap-siap penutup kepala, soalnya disini terbuka banget dan pepohonan hanya ada di pinggirnya saja. Kenakan baju yang tipis supaya keringat mudah menguap dan jangan lupa bawa air minum sendiri.

• Harga tiket masuk yang berbeda.

Untuk pagi hingga siang hari harga tiket masuk perorang saat ini 25.000, tapi harga berubah 4 kali lipat saat kunjungan di kala sunset. Kenapa? Ya karena emang tempat ini keren banget dikunjungi saat sunset… katanya 😀 gue sendiri nggak sempat kesini pas sunset, harus berpuas diri saat siang bolong.

Next stop : Candi Prambanan.

candi_perambanan

Kalau buat gue pribadi nih yaaa, candi Prambanan ini lebih seru untuk lokasi hunting foto. Bentuk-bentuk ruangan, tangga dan gapura di tangga seru banget untuk jadi ornament foto.

Candi Hindu terbesar yang dibangun pada abad ke-9 ini memiliki 3 candi utama yang diperuntukkan kepada dewa Brahma, Wisnu dan Siwa. Tapi tau nggak kalau nama asli Perambanan itu adalah : Siwagrha atau rumah Siwa. Dan memang patung dewa Siwa setinggi 3 meter bersemayam di ruang utamanya, yang menunjukkan bahwa candi Dewa Siwa ini lebih diutamakan.

candi_perambanan_2
Pic by David Hogan Jr

Berkunjung ke Perambanan saat sunset adalah pilihan yang tepat. Profil candi yang tinggi langsing dan mencar-mencar ini bisa menjadi bingkai bagi matahari yang akan tenggelam.

So, siap untuk hunting candi?

 

Big thanks to Tourism Ministry of Indonesia, clik here for more #INATopBucketList info.

Graphic1

5 Replies to “Temple Hoping Central Java”

  1. Dan masih ada beberapa candi tetangganya yang gak kalah epic nya kak. Seperti candi Sewu tetangganya Prambanan yang merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Borobudur. Dan secara pribadi favoritku adalah Candi Plaosan Lor (utara), itu merupakan candi paling fotogenik, apalagi kalau kita ke sana nya sunset dan memotret candi utamanya dari balik reruntuhan candi Perwara nya. Unik banget.

    By the way tumben nih kak Gema main di daratan hehehe

    1. Kemarin ikutan trip dari Kemenpar, ga papa deh sekali2 jadi Dry Traveler 😀
      waaah iya masih banyak yaa candi2 lainnya yang blom gw liat. Sayang kemarin waktunya emang nggak banyak, semoga lain kali bisa melipir2 lagih

      1. Ooo yang bareng beberapa travel blogger dari luar itu ya kak. Hahaha gak papa sekali2 dry, buat selingan.
        Yup, semoga kapan-kapan bisa explore candi-candi lainnya. Amiin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *