Teluk Harapan





Posisinya tidak jauh dari Jakarta, bahkan kita bisa menempuhnya dengan jalan darat, walaupun harus disambung dengan fery. Lampung. Pasti bukan nama yang asing bagi kita. Walaupun begitu, berapa banyak dari kita yang pernah mengunjunginya? Sebaik apa kita mengenal daerah tetangga dekat Jakarta ini? Minimnya informasi memang membatasi kita untuk mengenalnya lebih jauh.
Saya berkesempatan untuk mengunjungi daerah ini, sangat beruntung.. Perjalanan ditempuh dari Jakarta menuju penyebrangan Merak yang seluruhnya merupakan jalan bebas hambatan atau jalan tol, ditempuh sekitar 3 jam. Beruntung tidak perlu menunggu lama, mobil kami bisa langsung masuk dan tak kemudian berangkatlah kami.
Sudah lama tidak menggunakan transport fery saya takjub juga dengan tersedianya berbagai hiburan, seperti karaoke, café, mini theater, dan tempat bermain anak. Perjalanan jadi tak terasa.
Sesampainya di Bakauhuni, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Bandar Lampung, ditempuh dalam 4 jam. Tujuan kami sebenarnya bukannlah kota Bandar Lampung, melainkan sebuah desa kecil di Teluk Kiluan, berjarak 3 jam perjalanan lagi. Dan malam itu kami menuntaskan perjalanan kami hingga ke desa Teluk Kiluan. Berhubung jalan belum bagus, saya anjurkan menggunakan mobil 4 wheel drive dikarenakan medan berbatu dan tanah, serta derajat kemiringan yang lumayan tinggi.
Desa Teluk Kiluan memiliki banyak keunikan pada masyarakatnya. Kita akan banyak menemukan pura dan tempat sembahyang khas masyarakat Hindu di Bali. Ternyata 30% penduduk Desa teluk Kiuan adalah Hindu dan mereka memang pendatang dari Bali. Walau begitu, mereka hidup saling berdampingan, bangunan Mesjid di seberang Pura, masyarakatnya pun saling menghargai. Bahkan kepala desanya pun seorang Hindu. Suatu contoh yang patut ditiru.
Nelayan, bertani kopi dan coklat menjadi mata pencaharian utama mereka. Mereka menghasilkan biji biji kopi dan coklat, dan setelah dikeringkan dijual ke kota besar terdekat. Jarang yang memproduksi kopi sampai tahap akhir sendiri. Tapi saya beruntung mendapatkannya di salah satu rumah, dan merasakan nikmatnya kopi asli Teluk Kiluan ini.
Di sisi lain, potensi alamnya tak kalah menariknya. Hamparan pasir putih dan jajaran coral banyak ditemukan di pesisir Teluk Kiluan. Wisata yang mulai dikembangkan di sini adalah wisata lumba lumba yang jumlahnya ribuan di teluk ini. Konon dulunya bahkan sampai masuk ke teluk dalam di depan desa.
Pagi hari ini pun saya menuju ke laut lepas untuk mencari rombongan lumba lumba itu. Tidak lama menunggu pun, mereka datang menghampiri secara berkelompok. Rupanya mereka terbiasa dengan kehadiran manusia dan perahu nelayan, sehingga tidak lantas kabur waktu didekati. Lumba lumba ini bahkan bermain di moncong perahu. Jika sedang beruntung kita bisa melihat paus melintas juga.
Dulu sebelum wisata lumba lumba ini dikembangkan, mereka diburu oleh nelayan luar daerah Kiluan untuk diburu dagingnya. Sekarang pun masih ada beberapa kelompok luar yang colongan memburu lumba lumba, namun jika diketahui oleh penduduk sekitar mereka akan diusir.
Selain wisata lumba lumba, terdapat pula wisata selancar. Ada beberapa spot selancar yang terdapat di sekitar Teluk Kiluan. Namun sangat disayangkan waktu kunjungan saya kesana bukan merupakan saat yang baik untuk selancar, sehingga spot yang seharusnya menghasilkan ombak kali ini flat.

Malam itu pun kami semua bermalam di pulau kecil yang masih termasuk dalam kawasan Teluk Kiluan, yaitu pulau Kelapa. Pulau kecil yang dikelilingi pasir putih dan karang karang indah. Penginapan sederhana namun asri juga sudah tersedia disana.
Bisa menjadi pilihan yang menyegarkan juga bagi warga Jakarta dan Indonesia pada umumnya untuk mengunjungi Teluk Kiluan di Lampung ini, indah dan masih sangat alami..

4 Replies to “Teluk Harapan”

  1. Aku pernah main di pulau kelapa tahun 2011,banyak hal yg bisa dilakukan di kiluan.bisa dive n snorkling n pas liat lumba2 kita org jakarta jadi orang norak secara klo bukan di gelanggang samudra ga bisa liat sekumpulan lumba2 yg unyu2. i call this place is heaven in earth 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *