Tangkahan – A Luxury Adventure in the Jungle part 1

Scroll down for English

Aku berusaha menghindari ranting-ranting yang berbelit, saling mengait di atas kepalaku. SInar matahari mengintip dari sela-sela daun, menciptakan motif daun yang abstrak di wajahku. Motif yang bergerak, seiring gerakan perlahanku mendaki bukit terjal ini. Semoga gajahku nggak merasa keberatan…

Yup, gajahku…. Kurang permaisuri apa coba, masuk hutan naik gajah.

Tangkahan, lokasi yang kali ini kusambangi bareng Tripanzee memang menyediakan trekking gajah! Rupanya ini gara-gara dari jaman dulu tuh gajah-gajah emang udah dimanfaatkan untuk patrol hutan. Mereka menjaga supaya gajah-gajah liar nggak mendekati pemukiman penduduk, jadi nggak akan mengganggu dan diganggu manusia.

Tapi nggak asal menunggangi gajah aja, kita harus mandiin mereka dulu sebelum berangkat. Masing-masing dapet satu sikat mungil warna-warni, dan dengan sigap, para gajah pun langsung membenamkan diri mereka di aliran sungai yang sejuk, berbaring menyamping ala Cleopatra siap menikmati gosokan sikat di badan dan kepala mereka. Wuiiii, aku langsung menyikat dengan semangat sambil sesekali merebahkan badan ke badan mereka, rasanya sayaaaaang banget!

_MPS7338-2

“Croooootttt..!!!”

Tiba-tiba tengkukku basah kuyub! Haaaa, rupannya tanpa peringatan salah satu gajah menyemburkan air dengan belalainya ke leher! Wah ini sih yang jail si pawangnya niiiih, jadilah aku kuyub sekujur tubuh. Tapi kebetulan juga sih, belum mandi pagi soalnya, maka dengan suka cita aku minta disembur lagi dan lagi, sambil muter-muter cantik ala Syahrini…. Tinggal sabunan aja nih!

All aboard! Dan kami pun siap duduk manis di punggung gajah. Rintangan pertama : sungai. Eeer gajah nggak mungkin kebawa arus kan ya? Oke aman pastinya. Daaan, imajinasiku nggak bisa lepas dari permaisuri yang lagi keliling naik gajah ngecek kebun 😀

_MPS7263

Sekali-sekali gajah yang kami tumpangi merapat ke pinggir sungai, dan mengambil camilan berupa alang-alang lezat. Kalau sudah kelamaan nyemilnya, sang pawang akan menendangkan kakinya ke belakang telinga sang gajah, dan dengan ajaibnya, langsung menurut. Lucu juga caranya, kalau menendang telinga kanan, gajahnya akan membelok ke kanan, dan sebaliknya.

TIdak lama kemudian kami memasuki hutan.

“Awas kepala yaaa..” peringatan dari para pawang semakin sering terdengar. Rupanya karena posisi kami yang menjadi tinggi gara-gara nangkring manis di punggung gajah, jadi mudah menjangkau ranting-ranting.

“Kaki.. kaki, awas kejepit.” Wah rupanya memang tidak boleh lengah. Kaki juga bisa terjepit antara badan gajah dan batang pohon saat mereka menyender manja.

“Keuntungan gajah kita yang kecil-kecil ini dibanding gajah Afrika yang besar, mereka jadi mudah bergerak di hutan yang rapat seperti. Menyelip diantara batang-batang pohon dan tanjakan-tanjakan curam.”

Kalau diperhatikan memang mereka memilih sendiri jalur yang teraman menurut mereka. Antiselip jadinya.

Akhirnya kami sampai. “Yak, kita turun dan trekking 15 menit dari sini yaaa.” Ah cuma 15 menit sih keciiilll.. Dengan paha yang sedikit pegal-pegal gara-gara kelaman nangkring di atas punggung gajah, kami melanjutkan perjalanan.

Tak lama terlihatlah tujuan kami… Goa Kambing, tanpa kambing. Lah, yaaa emang nggak ada kambing di dalamnya, meskipun namanya goa Kambing. Dan goa ini luar biasa menyenangkan. Tidak terlalu dalam dan di bagian luarnya sebagian terpapar air terjun. Kami akan bermalam di goa yang terletak di balik air terjun!! WOW!

_MPS7299

Nggak jauh dari goa itu terdapat bilik kecil yang ditutupi terpal biru. Bukan.. bukan tenda biru. Dan setelah diintip ternyata ada shower dan wc duduknya! Padahal aku dah siap-siap buang hajat di semak 😀

Suasana sejuk segera terasa. Suara air yang konstan memberikan perasaan tenang. Di bagian luar yang kering terpasang sebuah meja panjang dengan kursi panjangnya, tempat kami ngumpul dan makan. Jauh di ujung belakang, menempel ke dinding goa, beberapa tempat tidur tampak berjajar rapi,masing-masing terpasang kelambu.

_MPS7282

“Tebak, kita punya kasur.”

“Ha? Nggak mungkin.” Aku NGGAK PERCAYA. Kasur? Ditengah hutan? Dalam goa?

“Astaga…” Cuma itu yang keluar dari mulutku. Ternyata BENERAN KASUR TIUP! Gila ini mewah banget!!!!! Jadi malam ini kami semua akan tidur di dalam goa, tapi nggak diatas tanah berbatu, tapi diatas kasur.

Terharu.

Dan malam itu kami tidur ditemani suara gemericik air, aman terlindung dibalik kantung tidur masing-masing. Ditemani sayup-sayup suara ranger yang menyendungkan lagu pengantar tidur.

Info paket ini bisa dilihat disini

English

I tried to avoid tangled branches on the top of my head. Sunlight bursting amongst the leaves, creating a unique motif on my face. A moving motif, as I move slowly towards this steep hill, hoping my elephant is strong enough to climb.

Yes, my elephant. I feel like an empress now.

 Tangkahan, a lodge I visited with Tripanzee provides elephant riding. The elephants were used to be the vehicle for jungle rangers. The trained elephant can drive away wild elephants that come too close to village. It prevents them to disturb or to be disturb by human.

But first, we need to give them a nice morning bath. Each of us got a small coloured brush. Cheerfully, the elephants lie on their side, ready to accept the brush moving trough their skin. We brush them from the body to their head. And they enjoy it so much.

_MPS7338-2

Suddenly, I was surprised by the water sprayed on my neck! One of the elephant decided that I need a morning bath too and gave me a spray of fresh water from her snout. Oh, well.. time for taking a bath then. I need a soap 😀

All aboard! Without taking too long, we sat on the back of the elephants. The first obstacle is a river. Errr.. I guess the elephants quite heavy, and wont get dragged by the current, aren’t they? Can’t stop picturing myself as an empress, sitting on her elephant.

Every once in a while, our elephant decide to take their small meal, the reed that grows on the river bank. When the elephant trainer (rangers) think it’s enough, they started to kicked the elephants ear (gently), and amazingly they moved! So, that’s how you drive the elephant, kick the right ear, and they moved to the right. Same thing for the left.

_MPS7263

And we start to enter the jungle.

“Watch your head.” The rangers give us warn, so we are aware of the branches. We easily reach them as we in a high position.

“Watch your legs!” We have so many things to watch over here. Our legs were exposed enough between the elephant body and the trees, and easily get smashed between them.

“The advantage of this small elephant compare to the big African elephant is they easily move among trees in the jungle. And they are able to climb steep hills too.”

Yes, I noticed that they choose their path wisely, so they wont slip for sure.

“This is the end of this trip. We stop here and walk for 15 minutes.” We climb down and tried to release all stiffed muscle from sitting too long on the elephant.

It was just a short walk before we reached our destination. Goa Kambing or Goat Cave.. where there is no goat in there. The cave gives a delight feeling just by standing and being there. It wasn’t a deep big cave, and on the outer side it has water curtain from the waterfall above it. We are going to stay over the night in the cavell!

_MPS7299

 A small ‘bathroom’ spotted not too far from the cave, covered with blue canvass, and when I peeked, there was even a shower!!

Constant sound from a waterfalls gives a calm feeling. On the outer side, on a dry area, they put a long wooden table with long wooden benches, where we can sit and eat. At the back of the cave, they put bed, side by side each with its mosquito net.

“Guess what, we have mattresses!”

“No way…mattresses? In the middle of the jungle? Inside this cave?!”

“Holy sh*t.. no kidding.” WE DO HAVE MATTRESSES. Wow, this is so luxurious So we are going to stay over nite inside a cave, lying on air mattress.

_MPS7282

And that nite, we slept with sound of falling water, warm inside our sleeping bag. From a distance, sound of the rangers singing lullaby was another luxury to accompany our sleep.

 More info for this trip klik here

DCIM101GOPRO

 

2 Replies to “Tangkahan – A Luxury Adventure in the Jungle part 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *