Taman Sari Berseri

Berkesempatan ke Jogja saat menjadi pembicara dan model untuk workshop fashion underwater unit selam UGM, ga disia-siakan dengan jalan-jalan ke Taman Sari, taman yang berada di dalam kawasan Keraton Yogyakarta. Siapa sangka wisata sejarah bisa menjadi menarik, terlebih lagi jika mengetahui cerita dibalik situs tersebut.

Walaupun tidak seluruh lokasi Taman Sari saya jelajahi, tapi situs yang saya kunjungi sangat menarik. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1759, dengan sang arsiteknya Tumenggung Mangundipura. Serunya nih, biaya pembangunan ditanggung oleh bupati Madiun saat itu Tumenggung Prawirosentiko beserta seluruh rakyatnya. Maka sejak itu daerah Madiun bebas pungutan pajak. Ibaratnya bayar dimuka 🙂

Sumur Gumuling
Hanya bisa dimasuki melalui terowongan bawah air saja. pada masanya diungsikan sebagai mesjid. Bentuk bangunan yang unik menyerupai lingkaran penuh berlantai dua ini memiliki 5 buah tangga di tengahnya. Dilantai dua teredapat ceruk kecil yang menempel pada dinding,  telah diperhitungkan sedemikian rupa posisinya sehingga imam yang memimpin salat tidak perlu lagi pengeras suara dan bersusah payah berteriak.

saya lupa namanya, tapi bapak ini mengaku sudah jaga disini dr tahun ’30 an.. awet ya 🙂

inilah ruang untuk Imam memimpin salat pada jaman dulu.

Umbul Pasiraman
Kolam pemandian bagi para istri dan selir sultan. Kalau diliat dari luasnya kolam ini, berarti istri dan selirnya juga banyak.. Hanya perempuan saja yang boleh masuk ke wilayah ini, karena begitu masuk dan menggunakan pemandian, mereka tidak boleh mengenakan pakaian. Nah sang Sultan mengawasi deh dari menara yang ada di sisi kolam. Kalau sekarang ini kita menonton tv dari layar datar, dulu sultan tinggal mengintip para istri dan selirnya dari balik jeruji untuk menilik, siapa yang bakal dipanggil ke menara.

hei Sultan.. jangan pilih saya ya 🙂
lorong penghubung

all pic. by Pinneng

4 Replies to “Taman Sari Berseri”

  1. di kompleks tamansari juga ada sebuah bangunan, pulau cemeti namanya. sekarang sih tinggal reruntuhan tanpa atap. tapi konon dulunya indah banget. bangunan itu dikelilingi kolam luas, seolah-olah jadi pulau ditengah danau. dari sana seru banget liat matahari terbit. tapi karena gak dibuka pagi-pagi, mau liat sunrise di sana harus loncat di atas jeruji besi. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *