Behind The Scene MTMA get WET part 2

gemala_surfing_nias_2
dermaga di Pulau Asu

Part 2

Yes, keseruan kita rasanya kepanjangan kalau hanya diceritakan dalam satu psotingan blog, naah lanjut part 2 niih

untuk yang belum baca part 1, klik disini yaa

3rd stop : Pulau Asu

Serius namanya Asu? Percayalah.. namanya memang Asu.

Selain durian, pulau Asu ini memang paling banyak disebut-sebut oleh warga penghuni Instagram and the gank. Pulau yang indah dan natural dengan pasir putih. Beruntung hari berikutnya kami berkesempatan untuk menyeberang ke Asu.

Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang itu sekitar 2 jam. Tapi semua tergantung cuaca dan jenis transportasi yang digunakan. Kami semua kebagian speed boat saat itu. Tak lama setelah melempar sauh, boat mulai diterjang gelombang yang lumayan besar. Gimana nggak, beberapa host yang sibuk suting di depan boat basah kuyub terkena terjangan air mendadak. Oke, waktunya masuk anak-anak!

gemala_surfing_nias_11

Tapi masalahnya, berdiam diri di dalam boat-pun semakin membuat mual karena terjangan gelombang tanpa henti. Nah, ini dia tips agar tidak mabuk laut :

  • pindah ke bagian belakang boat yang terbuka, layangkan pandangan sejauh mungkin dan rasakan udara laut yang segar menerpa wajamu.
gemala_surfing_nias_5
Yes, it’s the best place to avoid sea sick *LemparPoni
gemala_surfing_nias_6
Gue yakin ni Atre berusaha keras nahan mabuk laut 😀

Pulau Asu ini merupakan salah satu pulau andalan yang ada di kecamatan kepulauan Hinoko, Nias Barat. Dan reputasi itu langsung terbukti saat kami menginjakkan kaki. Pasir putih meliuk-liuk mengikuti garis pantainya, dinaungi pohon-pohon kelapa, diselingi batu-batu karang yang menambah kesan artistic untuk difoto.

Yes. Welcome to Asu island!

Selain untuk berselancar, pulau Asu ini juga seru untuk leyeh-leyeh. Trekking menjelajah pulau dan yoga bisa menjadi alternative kegiatan yang menyenangkan. Oya, kalau mau lihat Marshall yoga ditemani gw dan Atre, jangan lupa cek video di bawah yaaa 😀

Selanjutnya lebih baik foto-foto yang berbicara.

gemala_surfing_nias_7
feels like a private island!

gemala_surfing_nias_4

Selain sight seeing untuk  nikmatin pantai pulau Asu yang indah, ada cara lain ternyata… YOGA! Nah, kebayang nggak tuh yoga di tepi pantai super sepi, bisa menghirup udara laut yang segar sembari merasakan belaian angin sepoi-sepoi di kulit. Masalahnya, Marshall rupanya punya gerakan sendiri untuk yoga, cek deh foto-foto ini 😀

gemala_surfing_nias_8
Marshall ngarang gerakan niiih 😀
gemala_surfing_nias_9
Kebayang ga harus on cam  dengan gerakan kayak gitu hehehe

4th stop : Musium Pusaka Nias

Penasaran dengan sejarah Nias yang unik? Pengen tau kenapa ada lompat batu di Nias? Ini dia tempatnya. Disini kita bisa mendapatkan informasi lengkap dari guide professional.

Rupanya ritual lompat batu Nias itu dulunya ada di seluruh pulau, tidak hanya terdapat di bagian selatan seperti yang ada saat ini. Lompat batu berfungsi sebagai tanda seseorang dapat maju perang untuk membela kampungnya karena pada saat itu kampung-kampung di Nias memliki pagar pelindung setinggi 2 meter, seukuran batu yang mereka lompati sekarang.

Upeti kepala manusia juga merupakan syarat seseorang dapat menikah, mirip budaya yang ada di kalangan suku Dayak jaman dahulu. Maka tak heran kalau rumah-rumah jaman dulu dihiasi kepala manusia selain kepala binatang buruan.

gemala_surfing_nias_19

gemala_surfing_nias_17

5th stop : Durian!

Ini dia favorit gw selain ombak! Durian! Akhirnya kesampaian juga mencoba durian Nias yang terkenal itu.. dalam kondisi matang hhehehehe. Saat itu memang belum musim durian, maka agak jarang ditemukan dan harganya lebih tinggi. Untuk masalah harga, silakan dipergunakan keahlian menawar masing-masing, meskipun menurut gw sih nggak perlu ditawar lagi, soanya cukup murah dibandingkan setelah sampai di Medan.

Daging buahnya yang lembut langsung lumer di mulut, membuat gw dan Atre nggak hentinya-hentinya saling melempar senyum bahagia. Satu buah kami habiskan susah payah karena langsung disambung setelah makan siang, semetara ada satu kepala lagi menanti. Ah, andai waktu kami masih panjang di Nias, pasti akan banyak petualangan seru yang bisa dijalani. Ya’ahowwu!

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)

All pic by Imandaru Candraningtyas, Aziman Fadhli from Digital Marketing Analyst Garuda Indonesia

 

Special thanks to

garuda2

 

Behind The Scene MTMA #GaExploreNias

Semua ini karena Atre. Iya, Atre penulis dan blogger nyentrik yang menantang host MTMA ( My Trip My Adventure) di #GAExploreNias quiz untuk menutup acara program dengan bahasa NIAS. Kebayang ga sih susahnya? Hmmm.. lebih susah mana dengan ditantang ngerayu cewe pakai bahasa Nias? #eh

Nias_gemala_2
Ceritanya ketemu Marshall di bandara, sama-sama mau ke Nias

Nias_gemala_3
Maafkan kelakuan 😀
Nias itu selain terkenal dengan ombaknya, ternyata menyimpan banyak sekali keunikan, termasuk masalah bahasa tadi. Udah tau belum kalau ternyata bahasa Nias itu TIDAK ADA yang dihadiri dengan KONSONAN? Semua berakhir dengan huruf vokal. Makanya, gw penasaran banget liat Marshall Sastra(host MTMA yang sial ketiban tantangan Atre) untuk ngafalin beberapa kalimat berbahasa Nias.

Dan gw? Well, karena urusannya nggak jauh-jauh dari surfing, maka gw ‘terpaksa’ harus ikut untuk surfing di Nias #nyebelin. Karena kebutuhan suting juga, gw HARUS duduk disebelah Marshall (dilarang sirik, maksudnya jangan sirik ama Marshall-nya). Dan karena kita pakai Garuda, penerbangan 2 jam jadi nggak terasa dengan adanya inflight entertainment di masing-masing kursi. Jadi barter deh, Marshall nonton Wet Traveler dan gw nonton MTMA yang emang udah masuk inflight entertainment. Keren-keren ya acaranya #tsah.

Sejak pertama posting trip #GAExploreNias dan #AyoLiburan ini, pasti ada aja yang komen tentang durian. Bikin penasaran, seenak apa sih duriannya? Bahkan katanya warga asli sini memakannya dalam keadaan mentah? What?! Dan konon durian-durian lezat di Medan juga berasal dari Nias loh.

Tapi karena kami harus meluncur ke daerah teluk dalam, berburu durian untuk sementara harus dikesampingkan dulu. Ini saatnya surfing!

Nias_gemala_5
Penampakan Garuda Explore 
1st stop : Sorake Beach.

Semenjak tsunami dekade silam, ombak Sorake mengalami perubahan. Karang yang berada di dasar terdorong naik, sehingga ombak Sorake semakin mudah pecah tidak lagi membutuhkan gelombang super besar untuk menghasilkan gulungan yang sexy yang digemari para peselancar.

Termasuk 10 ombak terbaik di Indonesia versi majalah Tracks, Nias memang cukup konsisten dan digemari baik peselancar professional maupun pemula. Ombak kanan ini bisa menjadi sangat ramai pada saat high season yang jatuh pada tengah tahun, atau kapanpun saat ombak besar datang.

Nias_gemala_7
Ini adegan WAJIB! coba tebak kita lagi bilang apa? 😀

Nias_gemala_14
yang mau liat videonya bisa klik disini, atau scroll aja sampai bawah yaa..

Nias_gemala_10
Full squad!! Atre – gue -Marshall – Salini
Berselancar disini selalu membuat gw sport jantung, apalagi saat ukurannya membesar. Tapi sensasi saat berhasil mengendarai ombaknya benar-benar luar biasa. Bentuknya yang sempurna bak jalan tol mulus tanpa halangan. Besar dan mulus. Aku jatuh cinta.

Namun saat terjebak di dalam ‘impact zone’, ya siap-siap masuk ke gulungan mesin cuci. Meskipun gulungannya cukup keras, ombak Sorake ini termasuk aman karena dalam, jadi tidak akan tergores karang saat tergulung.

Nias_gemala_15
Spotted! Atre santai-santai di pantai sambil foto-foto ..Grrrrrr
2nd stop : Lagundri

Nah, bagi yang ingin belajar surfing, disinilah tempatnya. Letaknya tidak jauh dari pantai Sorake, pantai Lagundri ini memiliki dasar pasir yang pastinya aman untuk belajar. Lokasibya terletak di depan sungai, maka tak heran airnya sedikit berwarna coklat, tak sejernih Sorake. Namun sungai itu juga yang menyebabkan pendangkalan di depannya dan ombak yang sesuai untuk surfing bisa terbentuk konsisten.

Dan disini juga akhirnya Marshall sukses berdiri, bahkan dengan paddle sendiri, meskipun harus bersaing dengan bocah-bocah local. Well, sepertinya memang gimana gurunya ya? Buktinya waktu diajari David (keterlaluan kalau nggak tau David), nyungsep melulu katanya 😀

Nias_gemala_12
Kira-kira Marshall bakal bisa berdiri ga? kalo penasaran scroll ke bawah tonton videonya
Nias_gemala_13

Next stop ngapain lagi? Cek part 2 nanti yaaa

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)