Best Dive in Komodo

Meskipun kamu tergolong diver penakut, tapi kalau sudah nyemplung di Komodo, fokusmu pasti langsung dibelai-belai keindahan luar biasa dari beberapa spot jagoan Komodo berikut ini. Best dive in komodo.

Jangan lupa sunrise di Gili Lawa

Itu gw.

Gw termasuk diver penakut. Padalah ketika baru mencoba diving di tahun 2009, yang ketika itu belum punya license (jangan ditiru yaaaa), cuek-cuek aja tuh langsung ke 18 m di wall. Padahal mask clearing aja boro-boro bisa. Buoyancy? Apa lagi.

Gw baru belajar teori diving setelah beberapa kali melakukan penyelaman untuk kerjaan (waktu itu masih kerja jadi host di tv). Nah, karena akhirnya nyadar bahwa hal ini nggak bisa main-main, akhirnya ngambil license Open Water yang bertahan hingga sekarang. Belum juga naik level.

Anyway. Gw itu penakut. Yes.. Bawaannya kalau diving itu mikir macem-macem. Bukan takut ada makhluk aneh yang tiba-tiba menyerang dari kedalaman, tapi takut panik kalau ada-apa dengan dive gear dan permukaan cukup jauh. Biasanya udah deg-degan kalau kedalaman sudah melewati 25 merter.

Begitu juga kemarin, ketika Dive Master mulai memanggil kami semua untuk briefing mulailah gw merasa tegang. Gimana nggak tegang, site penyelaman pertama yang akan diselami adalah Batu Bolong.

Live on Board kami selama berada di Komodo
Neyu Ma, salah satu peserta yang ikut trip. Paling nggak bisa diam

Batu Bolong

Site ini berupa karang yang ujungnya menyembul di permukaan dan letaknya ditengah-tengah selat. Yang namanya selat di perairan Komodo itu arunya saingan sama sungai.

Maka Batu bolong ini yang termasuk jajaran Best Dive spot in Komodo, juga merupakan site yang paling berbahaya karena jika seorang diver lengah dan bandel tidak mau mengikuti dive guidenya, dengan mudah ia akan terseret arus.

Diver tidak boleh diving melewati batas-batas yang ditentukan dive guide, dan hanya bisa melakukan penyelaman dengan jalur zig-zag untuk menghindari ujung-ujung karang  yang berarus.

Tapi di Batu Bolong ini juga, karang-karang yang bergelantungan sexy di sepanjang tebingnya tumbuh subur seakan-akan tumpah ruah menghibur mata diver yang berkunjung. Pada penyelaman pertama di tahun 2010 lalu,  gw bahkan melihat seekor black tip shark sedang bobok siang dengan santainya. Warbiayasak.

Maka, saat itu gw nggak mau jauh-jauh dari Pak Condo, andalah gw banget kalau diving di Komodo secara beliau merupakan seorang living legend yang mengenal perairan Komodo seperti mengenal telapak tanggan sendiri. Pak Condo i lup yu dah.

(Cek deh videonya dibawah)

Next.. Castle Rock

Castle Rock ini merupakan seamount dan itu berarti dia terletak  di tengah laut. Dan itu berarti lumayan berarus dan harus negatif entry ke belasan meter.

Kenapa negatif entry bikin grogi? Soalnya perbedaan tekanan yang cepat itu suka bikin gw panik (see, gw bukan wanita pemberani idaman hercules). Negative entry diperlukan untuk menghindari permukaan secepat mungkin dan mencapai kedalaman tertentu yang memiliki kondisi lebih stabil.

Negitve entry memerlukan pe de yang besar juga rasa nyaman ketika melakukannya. Nggak ada tuh yang namanya nggak bisa equalize atau menyesuaikan tekanan di rongga telinga. Pokoknya cepat turun.

Nah di Castle Rock ini siap-siap deh nonton konser parade hiu dan pelagic lainnya. Siap-siap juga terpaan arus yang merupakan kegemaran para pelagic yaaa.

Nggak bakal rugi deh masuk ke site ini, tapi siapkan juga skill dan mental yaa.

(Waktu itu nggak sempet ambil foto, tapi ada videonya dibawah yaaa)

Taka Makassar

Nah, kalau di Taka Makassar sih seru nih, nggak pake sport jantung dulu. Disini gw memilih freedive karena nggak terlalu dalam.

Taka Makassar ini tempatnya Manta bermain-main (baca deh cerita gw main-main dengan Manta di Derawan ini). Cukup berarus juga tapi kedalamannya hanya berkisar 15 meter.

Jadi kesimpulan gw sih, selama lo masih punya rasa takut saat diving, itu wajar-wajar aja. Kebayang dong kalau nggak punya rasa takut sama sekali, yang ada semua hal dihahar tanpa mikirin konsekuensinya.  Asal rasa takut itu bisa diatasi dengan ilmu dan logika, you will be fine (ngomong sama kaca)

Memilih freedive untuk bermain bersama Manta
boro-boro terkejar, napas habis duluan

Tonton deh keseruannya di video berikut ini, pastinya sih nggak pake takut hehe

Cheers

Gemala,

Diver penakut yang doyan ngintilin dive guide biar tenang.

Exploring Komodo islands part 1

Scroll down for English    IMG_3355    Aku tahu akan cukup panas di atas sini. Cukup panas sampai membuatmu sedikit pusing. Karena itu juga aku membawa selembar syal tenunan Timor yang kuikatkan ke kepalaku. Well, it’s wok! Dan lagi aman jadinya dari terpaan angin yang juga ternyata bertiup cukup kencang.

Yup, kami sedang berada di atas bukit, memandang sepuas hati Gililawa Laut yang terbentang luas di depan mata. Pemandangan yang biasanya terdapat di majalah-majalah traveling, terpampang sempurna. Birunya langit, bertemu dengan biru semburat toska air laut, dipagari oleh garis-garis putih dari pasir sebelum warna akhirnya berubah drastis ke hijaunya rerumputan. Saat ini memang peralihan ke musim kering, Masih ada sisa-sisa warna hijau.

Trekking saat menjelajahi kepulauan Komodo is a must. Pemandangan yang berkesan keras dan purba ini sungguh memukau. Rasanya nggak bosan-bosan mengambil gambar dengan gadget apapun yang sedang dipegang saat itu.

Tapi kami harus melanjutkan perjalanan. Langkah kaki yang tertatih-tatih menuruni bukit berbatu sementara teriknya matahari terus menemani kami. Aries, Pinneng, Nico, Punang sudah duluan terbang menuju ke pantai. Bersiap melakukan sesi berjemur. Sementara Alya, Jeannie, Citra dan aku masih berusaha menuruni bukit eksotis ini. Alhasil ketika kami sampai di bawah, mereka sudah menggelar badannya bak cucian sepatu.

Butuh waktu lama bagi kami untuk ikhlas meninggalkan segala acara leyeh-leyeh ini. Perjalanan harus dilanjutkan.

IMG_3446

Pulau Komodo

Salah satu pulau terbesar dari 3 pulau utama selain Rinca dan Padar ini wajib dikunjungi kalau mau sungkem dengan mbah Komodo. Setelah dijelaskan secara singkat rute yang akan diambil, serta wejangan-wejangan wajib agar kami nggak lasak kesana kemari sesukanya demi keselamatan kami juga, maka berangkatlah rombongan dengan ditemani 3 orang ranger yang masing-masing memegang tongkat kayu dengan ujung bercabang.

Komodo bukan jenis binatang yang berburu dengan mengejar mangsanya begitu saja. Ia akan menunggu sang mangsa lengah, misalnya saat tidur atau duduk dalam jangka waktu yang lama. Mereka mampu berlari cepat sekitar 20 km/jam, tapi tidak untuk jangka waktu yang lama, makanya mereka cenderung lebih memilih untuk ‘menyergap’.

Tips:

  • Pakailah sepatu untuk trekking di kawasan kepulauan Komodo ini. Kondisi bebatuannya yang tajam dan banyak lepasan mudah menciderai pergelangan kaki.
  • Nggak ada salahnya pakai penutup kepala, Bisa topi atau slayer. Panasnya lumayan menyengat soalnya.
  • Jangan menggunakan tas yang menggantung, bisa memancing Komodo.
  • Kacamata hitam juga jangan lupa, pleus kepake banget buat foto-foto.
  • Sun block.. or tanning oil maybe? 😀
IMG_3437
Pemandangan dari Fregata Hill – Komodo

IMG_3441

Rinca

Sesi trekking dilanjutkan ke Rinca. One of my favorit spot di Komodo. Pulau Rinca ini tidak sebesar pulau Komodo, tapi untuk menemukan Komodo itu sendiri disini jauh lebih mudah dibandingkan dengan di pulau Komodo.

Tepat di depan pos ranger kami menemukan mereka bertebaran dengan imutnya. Ada yang di bawah kolong, ada yang sedang merayu calon pasangannya, ada yang sedang melintang menghalangi jalan. Takjub!

Deg-degan bercampur senang. Pengen mejeng tapi takut dicaplok!. Itu yang aku dan pastinya teman-teman lain juga rasain. Untung saja dengan bantuan kesigapan bapak-bapak ranger, kami punya kesempatan pose seksi meski agak jauh (banget!).

Lanjut ke pucak, dan o la la.. atau e do do e…. bagus banget pemandangannya. Warna lautnya, bentuk pulau-pulau nya yang menyebar di segala posisi, lekukan pantainya. Megah sekaligus syahdu.

_MPS8415
Rayuan maut pulau Komodo
_MPS8438
ceritanya temen akrab

GOPR5172

Itu baru bagian atasnya.. bagian bawah lautnya bakal ada cerita tersendiri juga

Info paket trip klik disini

English

I knew it that it’s gonna pretty hot up here. Quite hot to make you little bit dizzy. That’s the reason I brought this traditional scharf from Timor and tied it around my head. Well, it’s work! And it’a quite wind proof too.

Yup, we are on the top of the hill, staring at Gililawa Laut from above. This kind of view that usually you can find on traveling magazine. The blue of the sky meet bluish-tosca sea water, enclosed with long white sandy beach before it turns green. The season just started to change, from wet to dry season.

Trekking during visit to Komodo islands is a must! This ancient view ( I believe it doesn’t change since century ago) is really amazing. Can’t tell myself to stop taking picture.

But we need to go on. Moves wobbly down the hill, as the sun shining on our head. The boys already race down to the shore, ready for a sun bathing session. Meanwhile the girls still struggling, choose the path carefully. By the time we reach the beach, they already half naked and lying side by side. Enjoying their time.

Take a long time for us to move on. Oh how we love this beach, but the show must go on.

The Komodo Island

One of the biggest island from the three main islands, beside Rinca and Padar. Komodo is on the top list to visit if you want to see the Komodo dragon. After a short brief from a ranger about wich route will we take and some advice so we are not going crazy in the middle of jungle chasing Komodo, for our sake, finally we move with 3 rangers. Each of them holding a wooden stick with spilt end. Looks very usefull.

Komodo is not a long distance hunting animal. They can run fast up to 20 km/hour but not for a long run. That’s why they prefer to catch a victim who looks weak, or in unalarm condition like sleeping or sitting.

Tips

  • Wear a comfy shoes. The stones along the track pretty sharp and many moving little stones. Can hurt ankle easily.
  • Cover your hat with cap or anything. The sun can gives you a heat store.
  • Sun glasses is a good idea. Also perfect for photo session, huh?
  • Sun block.. or tanning oil maybe? 😀

Rinca island

Trekking session continue to Rinca, one of my favorite spot in Komodo. Rinca island not as big as Komodo island, but to find Komodo dragon, it’s easier here.

Just right in front of ranger office, we saw them lying everywhere. Some lying below the house, one big male trying to persuade the choosen female, and another one blocking the path with his big body. Awsome!

I really want to pose with them but it didn’t’ look that easy. I didn’t want to get bite! Lucky the ranger knows exactly what we need. They protect us and arrange our position to take picture with the dragon.

Finally we continued to the hill. Wow, i found it quite challenging. Hmmm, I guess I need to jog more. When we finally get there.. we know why they asking us to go here. It’s extremely beautiful! It’s like you travel back to dinosaur time.

Trip package info, klik here

More stories about Komodo trip underwater part soon 

IMG_3486