Diserbu Ibu-Ibu di Selayar

Biasanya kalau trip ke daerah, semua berjalan biasa aja. Nggak ada tuh yang manggil-manggil minta foto apalagi nagih utang. Tapi trip ke Selayar kali ini luar biasa hebohnya.

Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena di group kami kali ini keselip seorang artis sinetron. Menurut saya yang namanya artis sinetron itu adalah artis beneran.

Soalnya kehebohan yang ditimbulkan juga beneran.. susah ditangani. Subuh itu kami berkumpul di Soetta untuk menuju Makassar, tempat transit sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara H. Aroeppala di Selayar. Tuuh, jadi kalau mau main-main ke Selayar dah mudah niih ada penerbangan sampai di pulaunya.

Waktu pertama kali dikenalin ke Andrew Andika (artis yang gabung di group kami), saya langsung membayangkannya beraksi di layar kaca (maklum ga pernah nonton sinetron jadi kurang hafal pemain-pemainnya). Kulit putih dan bibir merah meronanya sudah pasti jadi idola ibu-ibu nih.

Sepertinya trip kali ini akan menarik.

Selayar sendiri letaknya di selatan Tanjung Bira yang beken juga dengan pantai-pantai indah berpasir putihnya. Dan untuk penggemar mancing, Selayar bisa masuk hitungan nih dengan banyaknya spot mancing.

Benar saja, saat kami mendarat di Selayar, sambutan bunga langsung menerjang barisan terdepan dimana Andrew menjadi salah salah satunya. Setelah bunga, bermunculanlah ibu-ibu dengan samrtphone plus tongsis di tangan mulai menggapai-gapai Andrew. Sembari cekikikan malu-malu tapi senang, mereka berfoto bergantian sampai Andrew harus diselamatkan sedikit paksa agar perjalanan kami dapat berlanjut.

Ini baru permulaan. Setelah jamuan makan siang (tentunya seafood yang lezat!) diselingi foto-foto (lagi), kami semua menuju dermaga siap bertolak menuju spot diving pertama. Meskipun group kami berjumlah sekitar 14 orang, tapi pengantar yang terdiri dari teman-teman kantor dinas dan handai taulan berjumlah setengah dari seluruh isi dari kampung terdekat. Heboh.

Kembali tongsis-tongsis berjuluran disekitar Andrew.

Akhirnya berangkat. Lega rasanya.

Pic by Dewi Wilaisono
Pic by Dewi Wilaisono

Spot diving di Selayar yang keren benar-benar bisa menghapus semua kepenatan yang terkumpul selama perjalanan. Wall indah di pantai Pinang bisa jadi altenatif buat para pecinta diviung nih. Yang penasaran silakan tonton vlog gw di Wet Traveler di bawah ini.

Kelar diving, kami safety stop leyeh-leyeh di pantai tersebut,. Tadinya saya pikir kami akan tenang dan aman, ternyata dari bibir pantai terdenganr teriakan “ANDREW SINI DONG FOTO DULU” astagaahh.. Kopasus juga nggak ada apa-apannya nih hehehehe.

Berhubung kami masih leyeh-leyeh menggunakan wetsuit di laut, kami merasa aman (maksudnya Andrew merasa aman, apalah saya ikutan-ikiutan hahahahha..) TAPI RUPANYA SI MBAK GA SABARAN DAN MULAI MERELAKAN CELANANYA BASAH MASUK KE LAUT!

Dan sesi foto-foto pun mulai kembali hihihihi..

Begitu juga keesokan harinya saat kami mengunjungi Desa Tua Bitombang. Tadinya saya sudah berniat untuk curi-curi ngambil video saat Andrew dikerubuti ibu-ibu. Pastinya akan lucu banget untuk masuk di vlog.

Sayapun mempersiapkan kamera di tangan, siap menangkap moment itu. Tapi ketika moment itu datang : Andrew menikmati makan siangnya di saung, dan tiba-tiba dari belakang pipinya sontak dicubit gemas oleh salah seorang ibu. Saya benar-benar nggak tega melihat mukanya yang kesal.

Ya siapa coba yang nggak kesel kalau lagi makan tiba-tiba pipi ditarik-tarik. Kadang fans memang keterlaluan tapi malah menyalahkan si artis yang katanya sombong. Moment seperti ini memang harus tak bisa dinilai secara sekilas.

Artis juga manusia.

Saya urung menghidupkan video saya. Saya nggak melihat hal itu lucu. Batal. Maka kalau kalian lihat vlog selayar saya, Andrew emang ga terlalu diekspose, menghargai privasi dia juga.

Tapi secara keseluruhan trip ke Selayar ini berkesan banget! Dan yang pasti, saya bersyukur menjadi seorang blogger/vlogger dan bukan artis

The Wet Traveler (Pinneng and me) and our amazing friend Ibu Dewi WIlaisono

5 reason to dive at Kota Kinabalu

Sutera Harbour, where you start to dive Kota Kinabalu

if you only have a short time to make an escape from your routin or just miss ocean so bad after climbing mt Kinabalu, diving Kota Kinabalu is the answer.

Bagi kebanyakan orang, nama Kinabalu memang identik dengan pendakian gunung Kibalu itu sendiri, tapi yang harus diketahui juga – ibu kota Sabah : Kota Kinabalu ternyata memiliki marine park yang sayang banget untuk dilewatkan. Lokasi ini cocok untuk diving saat berada di Kota Kinabalu.

Ini dia 5 alasan kenapa kamu harus mampir dan diving di Kota Kinabalu marine park :

  1. Only 15 minutes from Kota Kinabalu

Kota Kibabalu adalah kota pesisir yang cantik. Dibangun kembali pada tahun 1946 setelah sebelumnya kota yang bernama Jesselton ini dihancurkan pada saat PD II. Pada tahun 1967, nama Jesselton resmi berubah menjadi Kota Kinabalu.

Nah, tak jauh dari Kota Kinabalu, hanya berjarak sekitar 15 menit menggunakan speed boat yang bertolak dari Sutera Harbour, Tungku Abdul Rahman Marine Park yang sangat terjaga menjadi tempat melepas penat bagi warga Kota Kibalu.

Meskipun letaknya tak jauh dari kota, tapi marine park ini luar biasa bersih dan asri (membuat saya sedikit iri dengan keteraturannya). Tidak membuang banyak waktu, bahkan kunjungan ke Kota Kinabalu marine park ini bisa dilakukan dalam sehari. Makanya kita nyempetin untuk nyoba diving di Kota Kinabalu ini setelah pendakian Kinabalu dan surfing di Kudat, Tip of Borneo.

2. There are over than 20 dive spot

Bagi penggemar coral dan schooling pelagic maupun penggemar hewan-hewan macro, keduanya tak perlu kawatir karena semua bisa ditemui saat diving di Kota Kinabalu marine park.

Area taman nasional seluas 49 km persegi ini memliki banyak pulau-pulau yang dikelilingin dive spot antara lain :

  • Pulau Sapi
  • Pulau Manukan
  • Pulau Mamutik
  • Pulau Sulug
  • Pulau Gaya

3. Perfect sun bathing area

Selain diving Kota Kinabalu di  spot-spotnya yang bejibun, area santai-santai juga banyak. Beberapa resort bisa dilirik sebagai tempat bersantai yang seru seperti : Manukan island resort, Sutera Harbour resort, Gayana Eco resot dan Bunga Raya island resort.

Tips : jangan lupa sunblock! Nggak mau kan yang tadinya mau leyeh-leyeh jadi kebakar dan perih-perih.

4. Lots of activity

Selain diving dan leyeh-leyeh, bagi para penggemar snorkeling, Kota Kinabalu marine park atau disebut juga Tunku Abdul Rahman marine park ini memiliki spot snorkeling yang tenang karena memang area ini nggak terlalu berarus.

Selain itu penggemar kayak dan sailing juga bisa memanfaatkan area ini untuk hilir mudik. Saya sih kalau bisa dibonceng aja #hayatilelah berpiknik di tepi pantai. Barbeque dan beach sport juga bisa dilakukan disini. Tinggal pilih deh kegiatan yang paling cocok.

5. Sekali dayung, 2,3 hingga 4 pulau terlampaui

Harga transportasi hanya berkisar RM23 hingga RM25 berangkat dari Jesselton Point Ferry terminal, tergantung ke pulau mana tujuannya. Keberangkatan mulai dari pukul 7.30 hingga kloter terakhir pukul 16.30. Ferry berangkat setiap 15 hingga 20 menit sekali tergantung dari tujuannya. Nah kalau mau island hoping juga bisa, tinggal bayar RM33 – RM53 tergantung dari berapa pulau yang akan dijelajahi.

note

  • waktu kunjungan terbaik adalah dry season (maret-oktober), karena saat musim hujan visibility di bawah air juga akan terpengaruh dan cenderung keruh.

So, diving di Kota Kinabalu ini boleh juga masuk ke agenda leyeh-leyeh kalau lagi di sekitar Kota Kinabalu

More info

Sabah Parks

Lot 45 & 46, 1st – 5th Floor,

Block H, Signature Office

KK Times Square

Coastal Highway

88100 Kota Kinabalu

+60 88-523 500

+60 88-486 434

+60 88-486 435

+60 88-486 436

sabahparks@sabah.gov.my

sabahparks@gmail.com

sabahparks.org.my

My 5 favorite destination in Indonesia

Jadi ini 5 favorite destination gw untuk saat ini di Indonesia, berdasarkan keunikan dan alamnya

Maklum yaa kalau banyak yang daerah ‘basah’ soalnya gw susah jauh dari air hehe. Informasi favorite destination in Indonesia yang gw bagikan ini  lengkap dengan daya tariknya, informasi akomodasi dan trasnsportasinya.

Nemberala

_MPS4326Heaven on earth, kalau kata para turis selancar yang datang ke pulau Rote. salah satu pantai yang memiliki ombak sempurna bagi para peselancar itu adalah Nemberala. Selain ombaknya, pasir putih dengan jajaran pohon kelapa menambah nilai tambah bagi para pengunjung. Desa ini masih sangat alami, maka jika lokasi liburan yang jauh dari keramaian serta tv menjadi kata yang asing, disinilah tempatnya.

what to do

  • surfing tentunya, di salah satu lefthander terbaik di Indonesia : besialu point.
  • Diving. Mereka juga mempunyai beberapa titik penyelaman yang menarik
  • Cruising along villages dan menemukan pemandangan unik khas Indonesia Timur yang seru.
  • Sunbathing di hamparan pasir putih bak memiliki pantai pribadi.

what to eat

Nemberala tidak memiliki warung makan layaknya lokasi wisata lain, biasanya para tamu disediakan makan 3 kali sehari di penginapan / resort masing-masing. Tapi ada satu local bakery yang wajib dicoba, karena mereka membuat donat kampung yang lezat.

where to stay

Anugerah surf and dive resort, sebagai satu-satunya resort dengan fasilitas dive operator di Nemberala

www.surfdiverote.com

How to get there

Fast boat

Kupang-Rote setiap senin, kamis, jumat, sabtu, minggu : 08:30 dan 14:00

Kupang-Rote setiap selasa dan rabu : 08:30

Pesawat

Wings Air Kupang-Rote: 15:10

Wings Air Rote-Kupang : 16:05

Banda Neira

Processed with VSCOcam with q7 preset
Pasir putih di Hatta island

Keindahan alam bawah laut Banda Neira yang terletak di provinsi Maluku ini sudah tak perlu diragukan lagi. Keindahan yang dipadu dengan sejarah panjang perdangan dan perkebunan pala, menghasilkan situs-situs menarik untuk dikunjungi. Diatas semua itu, alam Banda Neira sangat memanjakan mata dan cocok untuk berleha-leha sembari menikmati secangkir kopi pala.

what to do

  • Diving pastinya, serta berburu foto Hammerhead yang banyak berseliweran di perairannya.
  • Mengujungi benteng keren di pulau Banda Neira dan sekitarnya
  • Melihat perkebunan pala yang masih terpelihara baik hingga sekarang

Where to stay

The Nutmeg Tree, jl. Pelabuhan, Desa Nusantara

Facebook : The Nutmeg Tree Banda Neira

Why this place? Love the vibe of herritage / classic so much.

What to eat

  • Capcay saus Almond
  • Kue kemiri
  • Kopi pala

How to get there

Fast boat

Tulehu (Ambon) – Banda Neira every Monday and Friday 08:00 ( 4 hours)

Banda Neira – Tulehu every Tuesday and Saturday 08:00

Alor

alor-12

Alor semakin dikenal karena site-site penyelamannya yang luar biasa. Bagi pada pecinta binatang macro, fans pelagic seperti hiu, napoleon dan baraccuda, atau hanya penikmat warna karang yang saturasinya kadang seperti tak asli saking terangnya, semua ada disini.

What to do

  • diving, diving dan diving
  • ke desa Takpala dan berfoto menggunakan pakaian adat.
  • mengunjungi pasar tradisional dan mencoba jagung meriam

Where to Stay

Hotel Pulo Alor, kota Kalabahi.

Dive operator

www.divealordive.com

Sam : 081337966161

How to get there

NAM air dan Wings 4 kali sehari

Tangkahan

DCIM101GOPRO

Tangkahan sebagai bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser pastinya menjaga ketat kawasan hutan mereka, dan hal ini jugalah yang menjanjikan petualangan tiada henti di kawasan Tangkahan sendiri.

What to do

  • Trekking naik gajah melintasi sungai dan hutan
  • Menginap di Goa Kambing yang meskipun terletak di tengah hutan tapi memiliki fasilitas bak hotel berbintang dengan kasur tiup, kelambu untuk menjaga kenyamanan tamu, tirai air alami serta kamar mandi dengan sumber air langsung dari tanah. Sangat menyegarkan.
  • Tubing di sungai batang dan mampir ke setiap air terjun yang dilewati.

Where to stay

How to get there

Mobil sewa dari Medan yang berjarak 3 jam perjalanan.

Tanjung Puting

IMG_0075

Orangutan merupakan salah empat dari kera besar yang dilindungi di dunia, dan keberadaannya hanya ada di Borneo. Tanjung Puting merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mengunjungi Orangutan di alamnya.

What to do

  • Mengunjungi Orangutan
  • Bird watching
  • Menikmati suasana hutan

Where to stay

Klotok atau kapal kayu besar adalah akomodasi terbaik saat berada di Tanjung Putting. Sensasi menginap di sungai dikelilingi hutan hujan tropis tak akan bisa tergantingan dengan kemewahan apapun.

Kontak klotok : Yomie 081316083838

How to get there

Fly to Pangakalan Bun dan gunakan taxi bandara untuk mencapai dermaga.

Semoga info-infonya berguna yaa 🙂

Artikel ini gw tulis untuk majalah Cleo edisi Juli 2016.

Diving with Whaleshark and Manta Ray at Derawan

Whaleshark dan Manta Ray. Keduanya indah. Keduanya punya size yang bisa membuat rahang drop beberapa centi.

All pic below by : Pinneng

Manta Ray

Manta Rays, hewan menakjubkan yang menguasai lautan, bukan saja karena wujudnya yang indah bagaikan pesawat tempur di film fiksi, tapi juga ternyata mempunyai volume otak yang paling besar diantara ikan-ikan yang lain. Hal ini membuat Manta menjadi hewan yang mempunyai rasa penasaran yang tinggi, dan mereka sangat bersahabat dalam hal berinteraksi dengan para divers atau snorkelers.

mantaray-2

Termasuk dalam family Mobulidae, terdapat sebelas species manta yang mengkonsumsi plankgton. Terbagi dalam dua genera, Mobula dan Manta yang terbagi lagi ke dalam dua genus, Manta birostri ( yang hidup di lautan lepas ) dan Manta Alfredi ( yang hidup tidak jauh dari karang ). Berkerabat dekat dengan hiu dan rays, serta fakta bahwa mereka adalah ikan maka mereka bernapas dengan insang. Manta harus tetap bergerak untuk memberi pasokan oksigen pada insangnya.

Tempat favorit mereka adalah kepulauan tropis, gugusan karang, teluk dan atol, dengan waktu-waktu khusus dimana mereka akan mengunjungi cleaning station untuk dibersihkan. Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki spot manta, seperti juga Republik of Maldives, Mexico dan Sri Lanka. Beberapa lokasi dimana Manta dapat ditemukan seperti di kepulauan Komodo dan juga di Nusa Penida. Keberadaan mereka memberikan subangsih yang tidak sedikit pada insutri pariwisata, karena penyelaman manta banyak diminati oleh para turis.

mantaray-3

Sayangnya beberapa tahun belakangan, jumlah tangkapan manta meningkat secara signifikan. Kalau sebelumnya mereka tertangkap by catch oleh para nelayan, kini mereka diburu karena mitos tentang insang manta yang berkhasiat, khususnya pada pengobatan Cina.

Sekali tersangkut pada kail, manta dapat dipastikan akan mati karena ketidakmampuannya untuk berenang mundur, sehingga tidak dapat melepas kail dengan bergerak ke arah yang berlawanan. Dengan keterbatasan ruang gerak akibat kail tersebut, insang manta tidak mendapat pasokan oksigen, yang mengakibatkan manta mati secara perlahan.

Mengingat usia kematangannya yang cukup lambat ( pada usia 15-20 tahun ) serta jarak reproduksi Manta betina yang cukup jauh ( sekitar 2-5 tahun sekali) membuat populasi mereka tidak dapat pulih dengan cepat akibat tangkapan yang berlebihan.

mantaray

Di Derawan sendiri mereka dapat dengan mudah ditemukan di sekitar pulau Sangalaki saat air surut. Resikonya memang kita harus siap berhadapan dengan arus. Tapi rasa senang saat dapat berdekatan dengan mereka bisa menutupi kaki lelah karena bertahan di arus ☺

Whaleshark

whaleshark_1-5

Salah satu impian gw adalah berenang atau diving bersama Whaleshark. Bentuknya yang besar tapi sifatnya yang baik dan lamban menjadikannya mendapat nama local : Hiu Bodo. Kelambatan gerakannya diakibatkan mereka merupakan filter feeding shark, atau menampung makanannya dengan cara memfilter plankton dan ikan-ikan super kecil yang lewat di depan mulutnya. Termasuk dalam family Rhinocodontidae, Whaleshark dewasa dapat mencapai ukuran hingga 12.5 meter dengan berat sekitar 21.5 ton serta memiliki lebar mulut 1,5 meter.

whaleshark_1-2

Rumah mereka berada di laut lepas dan merupakan pecinta air hangat ( kabar baik buat gw yang gampang kedinginan). Biasanya dengan senang hati mereka akan berkunjung ke Bagan (rumah nelayan apung di tengah laut) untuk melihat apakah ada ikan-ikan kecil yang bisa dimakan. Nelayan pun menyadari mereka tidak merugikan dan seringkali diberi makan agar berkunjung secara berkala, terutama saat bulan baru. Mereka bahkan mendatangkan keuntungan berkesinambungan bagi para nelayan dengan banyaknya permintaan wisata selam bersama Whaleshark.

whaleshark_1-4

Di Indonesia wilayah yang terkenal dengan wisata Whalesharknya adalah Nabire di Papua. Belakangan ini Talisayan mulai memperkenalkan potensinya yang satu ini. Kami berangkat dari Fisheries eco resort pada pukul 3.30 subuh, saat hujan pula. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Keberadaan Whaleshark telah dikonfirmasi sebelum oleh nelayan Bagan. Setelah bertanya pada beberapa bagan, akhirnya kami bertemu mereka!

Telah menunggu dengan sabar dua ekor Whaleshark yang sedang diberi makan ikan oleh para nelayan. Yup, kami membeli ikan-ikan itu agar mereka dapat terus diberi makan saat kami diving bersama mereka nanti. Keduanya berputar-putar sembari sesekali membuka mulutnya disamping bagan.

whaleshark_1
Can you spot me?

Ketika pertama kali gw melihat mereka, rasa takut tetap ada. Bagaimana tidak, ukurannya bahkan lebih besar dari speedboat yang kami tumpangi. Namun beberapa nelayan yang berenang-renang dengan santai di samping mereka sukses menyingkirkan rasa takut yang digantikan dengan ketidaksabaran untuk segera menyusul.

whaleshark_1-6

Besarnya ukuran Whaleshark ini berlawanan dengan keramahannya. Meskipun begitu kita tetap harus menjaga jarak kurang lebih 3 meter dari mereka, dengan pertimbangan agar kita tidak menyakiti mereka meskipun tebal kulit mereka 10 cm.

Gimana, berniat berenang atau diving bersama Whaleshark dan Manta Ray?

Location

 

Diving Lembata

lembata_15

Saya menebarkan pandangan di pelabuhan. Hanya tampak beberapa kapal kayu bersandar malas. Sekelompok pemuda tampak duduk-duduk di salah satu kapal tersebut. Tampak Pinneng sedang berusaha menaiki salah satu kapal yang akan kami pakai diving nanti. Ia mengecek semua persiapannya.

Kami memang sedang survey di Lembata. Nama yang eksotis ya.

Pulau ini memang eksotis seperti namanya. Letaknya bersebelahan dengan Alor, tetangganya yang telah lebih dulu meroket dengan site-site diving yang luar biasa. Alor sudah kami angkat menjadi buku tahun lalu. Sekarang giliran Lembata.

Beruntunglah daerah-daerah yang memiliki potensi wisata. Mereka bisa menjadi sumber devisa berkesinambungan jika dikelola dengan baik. Tak heran Lembata juga berpikir demikian. Maka tim Wet Traveler bareng Nadine Chandrawinata kali ini kebagian tugas untuk melakukan pemetaan site-site diving yang ada menjelang diadakannya event underwater photography tahunan di NTT.

DCIM102GOPRO
Tim survey : Pinneng, saya dan Nadine

Lima bulan kemudian event terlaksana. 5 underwater photographer ( Dewi Wilaisono, Malinda Wilaisono, Edward Suhadi, Ferry Rusli, Yuriko Chikuyama), travel blogger (Marischka Prudence), sketcher (Anto Motulz), food antropolog (Rahung Nasution), team leader Muljadi Pinneng Sulungbudi, ketua regu Christie Wagner saya sendiri. Kami mengcapture keindahan Lembata.

Well, demikian sekilas alasan kenapa kami ada di pulau eksotis ini. Selanjutnya ini 5 alasan kenapa kamu juga harus berkunjung ke Lembata :

  1. Hewan-hewan laut yang polos.

Mereka beneran polos! Pada satu lokasi penyelaman saat kami melakukan check dive ( Pertamina Pier) dengan berburu macro, kami menemukan lautan Skeleton shrimp bergelimpangan dimana-mana. Saking banyaknya mereka, sampai bisa terinjak atau tertiban siku dan lutut kita saat kita mendarat di dasar laut yang berpasir. Nggak heran kalau Skeleton Shrimp ini mejadi cover buku Lembata Underwater. Seekor sotong ngantuk juga berkali-kali menjadi objek foto kami karena kemalasannya berpindah tempat.

lembata_1lembata_3lembata_10

Pic by Pinneng and Yuriko Chikuyama

  1. Hamparan batik di dasar laut.

Pada salah satu lokasi penyelaman yang kami temukan saat hari telah menjelang senja, kami menemukan hamparan karang berbentuk plat berwarna ungu atau hjau yang berkoloni sehingga menimbulkan kesan motif yang menarik. Kalau menurut saya sih, motifnya mengingatkan pada motif batik mega mendung.

lembata_19
pic by Edward Suhadi
  1. Nice wide angle

Kalau diatas lebih banyak membahas macro atau site penyelaman untuk mecari binatang-binatang kecil, maka bagi pecinta warna warni karang dan pemandangan bawah laut juga bisa terpuaskan.Terutama untuk site penyelaman di bagian dalam teluk Nuhanera, kondisi karang cenderung lebih subur, meskipun juga lebih berarus

lembata_6
pic by Ferry Rusli

pic by Pinneng

 

  1. Bukit Cinta dan Bukit Doa

Tidak hanya pemandangan bawah laut, bagian atasnya pun luar biasa. Sebut saja Bukit Cinta yang bisa membuatmu benar-benar jatuh cinta. Saya sih beneran jatuh cinta pada pemandangannya yang luar biasa. Hamparan rerumputan kering berwarna kuning kecoklatan benar-benar memberikan kesan yang berbeda. Dari atas pula kita bisa melayangkan pemandangan ke pulau-pulau yang ada di sekitar Lembata.

Bukit Doa sendiri memiliki keunikan dengan ke-14 patung logam yang menggambarkan kesengsaraan Yesus menjelang disalib. Perjalanan yang disebut juga dengan Jalan Salib. Pada puncaknya terdapat patung Bunda Maria. Sayangnya pondasi dari patung ini sudah mulai rusak dan pecah-pecah.

lembata_7
pic by Motulz

lembata_18

lembata_9
pic by Motulz

 

  1. Batu Tara

Pulau yang terbentuk karena proses volcano ini disebut juga dengan pulau Komba. Terletak di sebelah utara Lembata, pulau ini dapat dicapai kurang lebih 2 jam menggunakan speed boat. Karena saat terbaik untuk menonton lahar yang keluar setiap 20 menit sekali ini adalah saat subuh sebelum matahari terbit, maka kami rela berangkat dari dermaga Lembata pukul 2.30 dinihari. Saya? Bawa bantal dong. Tapi perjuangan kami tidak sia-sia. Batu Tara sangat luar biasa. Cerita lengkapnya ada disini.

lembata_5
pic by Ferry Rusli

 

Note

Belum ada dive operator di Lembata, maka untuk menyelam harus menghubungi dive op di Larantuka sebagai lokasi yang terdekat :

Ile Mandiri Tour 

082169995348.
Email : larantukatourtravel@hotmail.com.
Website : ilemandiritourandtravel.com

lembata_20.jpg
sketsa tulang paus dari Motulz

 

Beautiful Ling Al beach – Alor

Sesi diving kami telah selesai. Beberpa hari diving di Alor, dan sekarang waktunya menikmati hari ‘libur’ sebelum kembali ke kota masing-masing esok hari.

Ling Al

Nama ini sudah saya dengar berkali-kali sejak tiba di Alor. Penasaran? Tentu saja. Maka sekaranglah waktunya untuk mengunjungi lokasi yang sedang naik daun ini.

Kapal kayu yang kami sewa berangkat pukul 8.30, dari pelabuhan di Alor Kecil, terlambat satu jam dari jadwal sebelumnya. Terik matahari menaungi perjalanan kami. Setelah melewati selat antara Alor kecil dan pulau Pura, daratan secara konsisten berada disebelah kiri kami, pertanda kami menuju kearah selatan teluk Kalabahi.

IMG_5525

IMG_5412

Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1-1,5 jam saja. Tidak terasa. Dan mendadak kami semua telah sampai di teluk pantai LingAl yang luar biasa indah. Dari jauh telah terlihat bentangan pasir putih sejauh 3 kilometer.

Mendekati daratan, air laut berubah warna menjadi biru muda, bergradasi semakin muda hingga menjadi putih sempurna saat kaki kami menginjak daratan. Luar biasa!

Pose wajib yang harus dilakukan di pantai LingAl ini justru berada diatas bukit. Harus sedikit rela untuk trekking selama kurang lebih 20-30 menit. Tergantung kecepatan berjalan masing-masing. Tapi hasilnya dijamin tidak akan mengecewakan.
IMG_5557 (1)Kebingungan sempat dirasakan para teman-teman diver yang sudah terlebih dahulu terbius keindahan alam bawah laut Alor yang luar biasa,

“trus nanti kita ngapain aja? Masa cuma di pantai doang?”

“Bisa snorkling nggak?”

Rupanya kekawatiran itu nggak berasalan, kami nggak kehabisa kegiatan disini. Selain berfoto-foto, kami juga beruntung dapat meminjam sebuah perahu kayu milik anak-anak setempat. Mereka juga dengan senang hati bermain-main bersama kami.

IMG_5560

IMG_5559


IMG_5580

IMG_5577

Well, para diver maupun non-diver yang berkunjung ke Alor, sempatkan main ke pantai LingAl yaaahh.

Tips

• Bawalah makanan dan minuman sendiri, karena tidak ada warung ataupun rumah penduduk di area pantai ini.

• Alat snorkling wajib juga untuk dibawa serta. Pada satu bagian pantai yang  tepat berada di bawah tebing, dasar laut dihiasi karang-karang. Terdapat juga ikan-ikan beraneka ragam. Perlu diingat jangan snorkling terlalu dekat karang karena surge (gerakan mengayun akibat gelombang) yang lumayan terasa ketika berada didekat karang-karang tersebut.

• Jangan membiasakan diri untuk memberikan uang pada anak-anak kecil yang ikut bermain, lebih baik berikan makanan atau alat tulis / buku. Selain lebih bermanfaat juga sebaiknya tidak mendidik mereka untuk meminta uang pada turis.

• bawalah kembali sampah, jangan ditinggalkan di pantai atau dibuang ke laut.

Info 

Pelabuhan Alor Kecil berjarak kurang lebih 14 kilo dari kota Kalabahi.

Harga sewa perahu dihitung 100.000 /  perorang atau kalau harga menyesuaikan jika penumpang lebih sedikit.

Tiap hari sabtu ada saja relawan yang berkunjung ke LIngAl untuk bermain dan belajar bersama anak-anak setempat. Feel free to join ya.

Lokasi

lingal

Untuk informasi jam keberangkatan perahu hubungi Facebok Page Zoom ALor

Never miss any interesting story by following this blog

<a class=”wordpress-follow-button” href=”http://en.blog.wordpress.com” data-blog=”http://en.blog.wordpress.com” data-lang=”en”>Follow WordPress.com News on WordPress.com</a>
(function(d){var f = d.getElementsByTagName(‘SCRIPT’)[0], p = d.createElement(‘SCRIPT’);p.type = ‘text/javascript’;p.async = true;p.src = ‘//widgets.wp.com/platform.js’;f.parentNode.insertBefore(p,f);}(document));

The Mission in Alor

It is a mission

… A book.

A book with beautiful Alor underwater scenery and creatures. Yup, kali ini tim Wet Traveler mendapat tugas mulia untuk menyebarkan keindahan Alor pada dunia luar.

Alor, kepulauan yang terletak di utara pulau Timor, bisa dicapai hanya dengan 40 menit terbang dari Kupang. Beberapa tahun terakhir ini memang cukup naik daun dan rame dikunjungi para diver baik dari luar maupun domestik. Visibilitynya yang setali tiga uang dengan aquariumlah, selain juga warna-warni coralnya yang bikin kalap, menjadi kemewahan yang selalu dapat dinikmati disini.

Beberapa kali mengunjungi Alor dan sempet share cerita juga disini dan disini, kali ini gue kabagian jadi model untuk para fotografer dan juga megang kamera. Hal yang paling sulit dilakukan setelah semua ini usai : memilih footage untuk video hahahaha.. soalnya semua terlihat bagus! Nggak kebayang sih bagian penyortiran foto untuk bukunya, pasti lebih pusing lagi ( baca : Pinneng )

Well, cerita selanjutnya silakan dinikmati dalam bentuk audio visual dalam Wet Traveler #GoDiscover Alor yaah :

Incredible diving Sabang

aceh1

Kalau kamu suka kopi dan diving, Aceh cocok berarti. Terutama Sabang.

Di hari-hari pertama saya kembali mengunjungi Aceh, 3 warung kopi langsung saya lalap habis! Suasananya yang gaduh, obrolan ringan soal sekolah, politik hingga gosipin harga batu akik terdengar riuh di telinga.  Rasa dan  kekentalan kopi sareng yang menemani saya saat itu.. Ah.. semuanya saya suka.

Begitu pula dengan divingnya. Ujung terbarat Indonesia ini memang menawarkan keindahan bawah laut yang sudah nggak perlu diragukan lagi. Sabang.

If you love coffee and diving, Aceh is just perfect, espesially Sabang. 

On my fist day in Aceh, I visited 3 coffe shops! I love the atmosphere, chats among students, politics reviews or just talking bullshit about gems’ quality and price ( the gem stones are very hip now in Indonesia). I love them all.

So is the diving. The most west dive spot in Indonesia offering the beauty of underwater, no doubt about it.

IMG_1999
Kopi sareng, my fav!
Screen Shot 2015-03-30 at 9.05.24 PM
I tried to hold the ‘saring’ but… it was so heavy!! They have this unique way to make the coffee, the higher you hold the ‘saring’, the better is the result.

Sabang sendiri udah punya julukan beken : SAntai BANGet, yup suasana disini emang pas banget buat leyeh-leyeh. Malahan terdapat kampung bule di pantai Iboih yang beken diantara backpacker. Makanya nggak semua yang datang kemari adalah diver, karena tanpa diving pun kita bisa menikmati alamnya.

Nggak sendiri, saya menyambangi Sabang bareng Pinneng yang memang sudah lama bercita-cita melengkapi koleksi foto underwaternya dari ke-empat pejuru mata angin Indonesia. Karena keterbatasan waktu, kami harus memilih titik penyelaman. Pilihan pertama jatuh pada :

Sabang itself has a nickname from the abbreviation of its name: “SAntai BANGet”, in English it means : Very Relaxing.  There’s a village just for backpacker, and it’s favourit for all tourists who seek for a budget trip. Not all who came here are divers. The non-diver visitors can also enjoy the beauty of the beach in this place.

I didn’t came alone to Sabang. Pinneng, the professional underwater photographer also come along. He wanted to complete his circle, as he already took photographs from the very east, south and north of Indonesia. It’s the most west side turn. Because of the time limit, we needed to choose a limited dive spots to dive. The ones on the top of the list are :

Canyon.

Sesuai namanya, yang unik dari Canyon ini adalah retakan yang terjadi di bawah sana, membentuk dinding karang yang mengapit diver. Pastinya akan menarik untuk difoto. Pada kedalaman 30 meter-nya terdapat banyak sekali seafan besar, yang sayangnya tidak sempat kami kunjungi karena arus dan juga telah tertahan acara foto-foto di retakan.

The unique thing from Canyon is, there is  a crack of rocks, forming swim trough walls . For sure it’s looks good in photograph. In 30 m depth, we can find so many giant seafan, but too bad we can’t see them as we hold by the current and busy taking picture in the crack. Need to go back again someday.

aceh4
i just love to see the giant seafan

Pilihan kedua jatuh pada:

Seulako Cave

Terletak di kedalaman 18 meter, meskipun mungil, dan menurut saya lebih pas disebut sebagai ceruk, tapi uniknya terdapat banyak sekali ikan-ikan kecil yang sibuk hilir mudik di dalamnya. Nggak cuma ikan-ikan aja, terlihat juga blue moray eel yang bermoncong kuning terang, berusaha menggapai-gapai para ikan yang lalu lalang. Menggemaskan sekali.

The second choice goes to:

Seulako Cave

Located in 18 meters depth, the cave looks so small, and to me it looks more like a niche, but covered with small fish and they keep stay in there! Not just fishes, we find a blue moray eel with bright yellow snoot, trying to reach the fishes. So adorable.

aceh2 aceh3

Tips

  • Musim yang pas untuk diving di Aceh ini adalah saat musim penghujan oktober hingga Mei.
  • Kapal cepat banda Aceh – Sabang dari dermaga Ulee Leuhe setiap hari pk. 09.30 WIB
  • Kapal cepat Sabang-Banda Aceh setiap hari di dermaga Balohan pk. 07.30 WIB
  • Sunbathing dengan bikini sangat mungkin untuk dilakukan, tapi hanya di tengah laut 😀
  • Bersiap dengan arus yang tak terduga.
  • The best season to dive Sabang is in wet season ( October – May )
  • Fast boat every day from Banda Aceh-Sabang from Ulee Leuhe harbor at 9.30 am
  • Fast boat everyday from Sabang – Banda Aceh from Balohan harbor at 7.30 am
  • Sunbathing with bikini is allowed.. only in the middle of the sea 😀
  • be prepared for unpredictable current.

All photograph by Pinneng

Togean trip Part 6 – The Woody Woodpecker

“Lays in 21 to 26 meter depth, this plane will easily seen after you get closer at the end of the rope”

“ The visibility between 5 to 7 meters, so don’t go too far from the plane, you can get lost easily”
Penjelasan Dive Master yang akan mendampingi kami nanti di wreck membuat saya sedikit deg-degan. Wreck selalu berkesan sunyi dan terbengkalai. Kelam dan misterius, terutama kalau visibility sangat terbatas.
Bomber, sebutan untuk wreck yang ada di togean ini, merupakan korban dari Perang Dunia ke 2, walaupun pesawat ini bukan merupakan korban tembak jatuh.
Sembari memberikan wanti-wanti dan gambaran di bawah nanti, kami juga diberikan sejarah sekilas mengenai objek yang akan kami selami nanti. Rupanya memang pesawat tersebut jatuh dalam perjalanan kembali ke markasnya yang berada di Morotai.
Salah satu dari empat mesin rusak, memaksa ketiga mesin lain bekerja lebih keras sehingga perhitungan bahan bakar meleset. Masih satu setengah jam perjalanan lagi dan pesawat yang ternyata di namakan Woody Woodpecker ini harus melakukan pendaratan darurat di teluk Tomini.
Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan pesawat yang di terbangi oleh Lt Henry Elderige saat itu. Semua kru dapat diselamatkan termasuk dokumen-dokumen pentingnya, hanya meninggalkan bangkai pesawat yang tenggelam setelah mengapung sejam dan memberikan kesempatan pada semua kru.
Pinneng, Riyanni dan saya mendapat kesempatan untuk mengekspolre terlebih dahulu sebelum diver yang lain masuk. Alasan utama sih karena takut visibility semakin jelek dari lumpur yang terangkat akibat kibasan fin para diver.
“Tungguin gw Riiii… “ Jerit saya yang emang selalu lama kalau persiapan turun. Soalnya karena suka ganti-ganti kostum antara wetsuit dan bikini, weight belt saya harus selalu diubah beratnya.
Selama menyusuri tali pelampung yang ternyata memang sudah disiapkan untuk menandai lokasi, saya berusaha mencari-cari penampakan si Woody Woodpacker. Setelah nyaris mendekati dasar barulah sosoknya terlihat. Wooooww….
Bentangan sayapnya dan bentuk badannya yang masih utuh itu terlihat gagah sekaligus juga mengenaskan. Saya sempet mengintip ke dalam kokpit dan Riyanni menemukan asbak si pilot hehehehe…
Kami mengitari badan pesawat sambil mengintip-intip. Sangat tidak disarankan untuk masuk ke dalamnya karena cukup kecil. Bagian belakangnya ternyata juga memiliki senjata dan tempat duduk mungil bagi penembaknya. Khayalan saya melayang kesana-kemari, dan untuk selanjutnya… biarlah foto-foto dari Pinneng ini yang bicara…