Kopi Kaus Kaki

Kopi sareng, bisa dinikmati panas atau dingin
Kopi sanger, bisa dinikmati panas atau dingin

English version scroll down

Jangan protes!

Hehehe, entah kenapa kopi saring Aceh itu dalam benak gue selalu kecampur dengan image kaos kaki. Saringannya yang super panjang itu membuat kopi Aceh nggak cuma nikmat dinikamti saja, tapi seru untuk ditonton pembuatannya.

Warung kopi di Aceh itu udah menjadi bagian dari budaya mereka. Sebelum kerja, ngupi.. jam istirahat, ngupi.. abis makan, ngupi.. meeting mulai dari yang bahas proyek milyaran, ngomongin batu akik sampai bahas harga terasi juga sambil nongkrong di warung kopi. Nggak heran kalo warung kopi menjamur di Aceh.

Kopi digodok terus menerus dan baru akan disaring saat ada pemesan, membuat kopi Aceh kaya akan rasa. Favorit gue namanya kopi sareng, yaitu kopi hitam yang dicampur sedikit susu. Nama bekennya sih kopi susu.

Tapi tau nggak nama sanger itu berasal dari mana? Ternyata ada singkatannya : Sama-sama ngerti. Nah lo.. kok bisa ya? Ternyata jaman dulunya (meskipun nggak dulu-dulu amat sih), para mahasiswa yang nongkrong di warung kopi ini pengen menikmati sesuatu yang lebih bergizi, maka mereka minta si penjual kopi menyampur kopinya dengan susu.

Supaya nggak rugi, susu yang dicampur hanya sedikit, kira-kira 1/8 gelas. tapi itu sudah cukup. Pas malah! dengan masih dominannya rasa kopi, masih ada pait2 nya justru bikin kopi Sanger ini makin ngangenin! Buktinya sambil nulis ini aja gue sambil ngiler-ngiler pengen kopi sanger lagi… glek.

tried to hold the sieve, it was heavy!
tried to hold the sieve, it was heavy!

English

For me, Aceh coffee always remind me of sock! the sieve they used to filter the coffee powder makes Aceh coffee not just perfect to enjoy but also fun to watch the making.

Warung kopi (traditional coffee shop) in Aceh are part of their culture since years ago. They go to warung kopi before work, during rest time, meeting for project, or just gossiping around. No wonder there’re thousand of warung kopi in Aceh. You can order one small glass of coffee and sits for hours.

Coffee was boiled continuously, and get sieved when somebody ordered the coffee. That’s the reason Aceh coffee is so rich of flavour. My fav one is kopi Sanger, the black one mixed with small amount of milk. Can be enjoyed cold or hot.

Sanger is a short from : Sama-sama ngerti (understand each other). This unique name come from the students who want to order something different. So they ask the shopman to mix the coffee with milk. To make it cheap, the shopman only pour milk 1/8 part of the glass. But apparently, this make the taste even better. It still has a bitter but also sweet.

Once you tried kopi sanger, you will never forget it! 

pic  capturde from video from Pinneng during production of Wet Traveler documentary .