di Batu Karas Bukan Hanya Surfing …

Gilang

Mencos dengan slide nya
Boneka Ipin ini bawannya pengen dijailin aja

Apakah ini mengingatkan akan masa kecil?

Bukan cuma longboard surf aja, longboard skate juga bisa di Batu Karas

Surfing wajib hukumnya

Kondisi ombak karir kalau kata temen saya, kecil dan angin, hanya mau dipakai oleh surfer yang ngejar karir πŸ˜€

Biasanya saya hanya berpikiran ke Batu Karas untuk surfing saja, yaaa paling variasinya nodong teman suruh buatin ngaliwet buat dimakan rame rame. Ini diluar objek wisata lain disekitar Batu Karas seperti Citumang, Green Canyon dan Pangandaran yaa.. Kali ini perhatian saya lumayan terarah pada kondisi aspal yang ternyata mulus bak paha seorang model! Yeaahh.. kondisi yang sesuai untuk melakukan longboarding nih!
Maka saya pun janjian dengan teman teman lokal dari sana, Mencos dan Gilang. Keduanya surfer dan kebetulan juga tergila gila pada olah raga papan luncur lucu ini.Kalau di Jakarta kita bisa main di skatepark.. naahhh ini serunya, di BK kami main di depan rumah penduduk, sawah dan kebun. Suatu penyegaran yang menyenangkan. Tapi harus ada dua orang yang menjaga dari dua arha untuk memberi kode para longboarder, apakah ada motor /Β  mobil lewat atau aman.
Kami berlongbaord sampai gelap, dan selanjutnya.. acara yang nggak kalah menyenangkannya.. ke Korseellll !! Ini maksudnya bukan Korea Selatan ya, tapi pasar malam yang berisi berbagai wahana seru serta jualan jualan barang barang yang menurut saya ajaib, sebut saja.. mulai dari mainan anak anak, baju gaul, peralatan rumah tangga sampai headphone Skullcandy palsu juga ada disini.
Apalagi dengan penampilan kedua boneka Ipin Upipn sebesar manusia dewasa yang berjoget mengikuti irama dangdut yang diputar sekeras sang speaker mengijinkan, mana bisa saya berhenti ketawa….
Wahana yang ada disini juga unik, bagi yang belum pernah melihat pasar malam seperti ini, jangan terlalu berharap pada keamanan wahana, karena apa yang ada semua ya seadanya..Β  contohnya Ombak Banyu, wahanan penguji kadar toleransi pusing anda ini diputar dengan tenaga manusia. Bentuknya yang bundar bisa diputar naik turun. Sambil mendorong sang abang akan menaikan dan menurunkannya dengan memegang tempat duduk kita, plus dengan gerakan gerakan mirip balerina.
Atau rumah hantu.. wah ini wajib dikunjungi, dan hantu hantunya pun manual! Alias bener bener orang yang didandani jadi hantu dan disuruh ngagetin pengunjung. walhasil yang berhasil keluar dengan selamat pun banyak yang dengan kucuran air mata…
Biasanya ada juga yang namanya Tong Setan. Trek motor yang dibuat bundar menyerupai tong dan para pengendara motor yang edan edan itu ngegas pol agar bisa memutari tong tanpa jatuh tertarik gaya gravitasi. Sayangnya atraksi Tong Setan ini nggak ada waktu saya mengunjungi pasar malam kemarin.
Tapi keberadaan pasar malam alias Korsel ini nggak bisa diprediksi, mereka nomaden dari satu daerah ke daerah lain, jadi kalau sedang beruntung mungkin kamu juga bisa menikmati serunya wahana wahana di pasar malam ini πŸ™‚

my kampung β€’iwishβ€’










Kalau ditanya kampungnya dimana (sayangnya selalu ditanya dari negara mana) jawaban saya psti di Aceh sono dan di Ujung pandang sono.. dua duanya jauuh. Itu juga jarnag banget dikunjungi karena keluarga semua sudah ngumpul di Jakarta (ga heran kota ini penuh banget). Maka dari itu ketika menemukan Batukaras pertama kali dan jatuh hati pada tempat ini rasanya pengen mendaulat.. ini aja ah jadi kampungku hehehe..
Batukaras, desa nelayan kecil yang terletak di Jawa Barat ini, jarak tempuhnya ga main2, dari jakarta 8 jam, dari Bandung 6 jam, itu belum plus macet. Tapi untungnya sudah ada penerbangan dari Jkt dan Bdg dengan Susi Air. Lumayan banget mempersingkat waktu jadi cuma 40 menit. Berasa mimpi πŸ™‚
Dan karena jauhnya itulah Batukaras masih dapat mempertahankan ke alamiannya. Keramahan lokal nya jangan ditanya lagi. They are super cool! Makanya banyak juga pendatang dari luar yang memutuskan untuk mencari jodoh di Batukaras dan menikmati kehidupan yang masih alami.
Daya tarik utama desa ini bisa dipastikan ombaknya yang sudh berpredikat Longboard heaven. Orang orang Eropa sono aja udha terbang straight kesini untuk belajar surfing, mereka juga tinggal lama biasanya, hingga berbulan bulan.
Ombak di Batukaras yang unik menghasilkan adaptasi board yang unik juga, liat aja board2 dari Lucas and Son ini, mana ada yang berbentuk biasa? Tapi yang seperti inilah yang seru buat dipakai di Batukaras ini πŸ™‚
Selain itu ada beberapa wisata alam seperti Green Canyon dan Citumang, juga ada wisata sungai.. dan wisata sawah hahaha..
Yang paling seru kalau udah mengadakan ‘ngaliweut ‘ sama temen2, masak nasi di kuali disacpur rempah2 dan juga terkadang ikan asin ikutan nyemplung ke kuali, bakar ikan2an plus pake sambel yang super pedaass.. penyajiannya nya pun ga kalah unik, daun pisang dijejerkan dan makanan diatur sedemikian rupa diatasnya sehingga semua orang pasti kebagian. Wuaahh diet karbo pasti terlupakan kalo sudah begini, gabisa berhenti sebelum semua habis πŸ˜€
Pokokny kalo ditanya mau pensiun dimana nanti.. rasanya pengen jawab : di Batukaras πŸ™‚

all pics by Andryz Adisyahwarman
www.indosurfoto.com
andryz@pixelmategroup.com