Tips belajar surfing di Batukaras

Berkali-kali diekspose media, bahkan sampe masuk lonely planet segala, Batukaras emang udah beken banget. Sebagai tempat belajar, Batukaras juga pas banget karena karakter ombaknya yang ramah untuk pemula, pleus nggak ada karang di dasar tempat bermainnya. Karangnya hanya menclok sebagian di pinggir.
Untuk menuju kesanapun banyak cara yang bisa ditempuh. Oya, letaknya di Jawa Barat bagi yang belum tau secara pasti posisi Batukaras ini. Nggak jauh dari Pangandaran. Baik trasportasi publik maupun mobil pribadi, bisa menjangkau tempat ini, hanya saja harus kuat duduk karena jaraknya yang lumayan kalau dari Jakarta, sekitar 8 sampai 10 jam tergantung kelancaran lalu lintas. Bagi yang pengen lebih cepat, ada pula penerbangan regular dari Halim dan Bandung dengan Susi Air, hanya 40 menit saja.
Naah, ternyata eh ternyata, setelah beberapa teman saya berkunjung kesana untuk belajar surfing, mereka malah mengeluh karena Batukaras ramai banget! Turis yang datang banyak, surfer lokal juga banyak, ditambah pula surfer anak-anak yang masih semangat mengambil ombak tanpa henti. Untungnya Batukaras ini mempunyai ombak yang sangat panjang, sehingga area surfingnya tidak terbatas di satu titik sempit saja. Berikut beberapa tips untuk teman-teman yang mau belajar surfing di Batukaras :
• Pada saat pertama kali berkunjung pastinya akan melihat longboard dan sortboard hilir mudik di ombak-ombak Batukaras. Hal ini tentunya memancing rasa ingin mencoba. Sangat disarankan bagi yang baru pertama kali mencoba surfing untuk mencari ‘guru’ dari surfer lokal setempat. Akan lebih bijaksana jika kita mengenal bahaya yang mungkin ada seperti terantuk papan karena salah posisi saat ombak datang. Guru atau instruktur juga dapat mengajari dasar-dasar surfing sebelum kita terjun langsung, hal ini akan mempersingkat waktumu untuk mencoba memahami dasar dari surfing tersebut.
• Ombak yang pecah di area depan disebut point Pertama. Point ini cenderung lebih cepat dan serius ombaknya karena dasar yang lebih dangkal dan berkarang. Tidak disarankan bagi pemula untuk surfing di area ini (point pertama ) karena akan membahayakan diri sendiri dan juga surfer lainnya.
Bergeserlah agak ke belakang. Ombak yang cepat tersebut akan menjadi lebih soft dan tidak berbahaya di point kedua dan seterusnya. Jika masih bingung dengan yang disebut point pertama atau kedua, jangan ragu untuk bertanya pada surfer setempat. Biasanya juga, surfer yang sudah mengambil ombak dari point pertama, mau memberikan ombaknya setelah riding beberapa saat, sehingg pemula bisa lebih mudah mendapatkan ombak di belakang.
Jangan menghalangi jalan surfer lain. Perhatikan lajur jalan surfboard, karena di Batukaras cukup mudah untuk menebak lajur ombaknya atau yang disebut dengan istilah line up. Usahakan untuk tidak menunggu ombak di tempat yang nanggung, kalau tidak di luar line up, sekalian saja menunggu di tempat ombak sudah pecah agar dapat mencoba untuk mengambil ombak buih.. ombak yang telah pecah.

Demikian tips-tips yang bisa saya bagi, mungkin terlihat remeh, tetapi hal-hal kecil ini dapat memudahkan kita untuk belajar surfing di tempat ramai. Pada lokasi lain, beda pula strateginya. Selamat mencoba J

Batukaras, kerajaan longboard

hiruk pikuk berebut ombak