Kamandalu – Amazing Place to Stay in Ubud

Kamandalu during silent day

Bali memiliki sisi yang tak habis-habis untuk dieksplore, dan jika kamu mencari sesuatu yang berbeda dari keriuhan pantai Kuta maka menginap di Kamandalu resort Ubud bisa jadi pilihan yang menarik.

Penat dan lelah lansung hilang saat mobil kami memasuki gerbang Kamandalu. Suasana pedesaan Bali langsung terasa dengan terbentangnya pesawahan dengan hijau padi yang melambai tertiup angin.

Ruang lobby utama yang besar dan terbuka semakin memberikan perasaan lapang dan menyatu dengan alam. Tak lama barang-barang kami segera dibawa ke villa yang akan kami tempati selama beberapa hari ini.

 

Water everywhere

I love water, we love water.  Nama Kamandalu sendiri yang berasal dari bahasa sanskrit berarti wadah bagi air suci. Tak heran, kolam renang tak hanya satu di Kamandalu ini selain dua buah kolam untuk public, ada beberapa villa yang memiliki kolam sendiri dengan bentuk-bentuk yang unik

the main public pool at Kamandalu

 

villa with private pool

Village athmosphere

Suasana Kamandalu sendiri memang mengingatkan pada desa-desa tradisional di Ubud yang bersih dan teratur, dengan rumah-rumah gaya Bali yang memiliki gerbang kecil di masing-masing pintu masuknya. Sangat menyenangkan dan menenangkan.

Floating Breakfast

This is my fav!! Kebayang nggak kamu bisa mendapatkan gaya sarapan unik nan sexy di kolam villa masing-masing. Sarapan dengan menu sehat yang sangat menggoda perut serta jus-jus aneka warna benar-benar pasangan yang sesuai dengan keasrian Kamandalu. Get your appetite dan your tanned skin at the same time. 

floating breakfast

Rumah Yoga

Rumah Yoga di Kamandalu ini menjadi lokasi favorit untuk menghabiskan waktu di pagi hari sebelum sarapan. Guru yoga yang selalu tersedia siap memandu kita untuk melenturkan otot-otot yang kaku dan menurunkan tingkat stres yang mungkin kita alami sebelumnya.

Rumah dengan ke-empat dindingnya yang berupa jendela kaca yang dapat dibuka, memungkinkan udara segar dari hutan menyerbu masuk ke dalam. Cahaya matahari dapat dengan leluasa pula menyeruak diantara tirai penutup kaca.

The Rumah Yoga
amazing place for yoga

Nature around villas

Saya selalu menjadi fans setia suasana natural, dimanapun itu. Kamandalu menawarkan suasana alami  yang sangat beragam. Sebut saja sarapan di tengah-tengah sawah, atau coffee time dengan suasana bohemian di tengah-tengah rimbunnya pepohonan?

 

Place for healthy lifestyle

Liburan tak harus selalu berarti berat badan dan merangkak naik, karena Kamandalu memiliki beberapa menu seru sarapan sehat yang karena bentuk penyuguhannya yang seru, rasanya sayang untuk dimakan!

Outdoor activity

Ingin menjelajahi Ubud? Jangan kawatir, Kamandalu siap memandu dan menunjukkan tempat-tempat seru yang layak untuk menjadi objek foto dan seru.

morning time at Tegalalang

 

Kamandalu

 Jl. Hanoman, Ubud, Bali, Kabupaten Gianyar, Bali 80571, Indonesia
Phone +62 361 971590

 

 

 

Surfing Balian-Bali VLOG

Surfing Bali offers so many spots, and if you love the uncrowded wave, Balian is perfect for you. Only two hours from Kuta to the west, Balian is good for relaxing, yoga, trekking or any outdoor activities.

Surfing Balian – Bali

IMG_1533

Scroll down for English version

Indonesia

Pengen surfing di Bali , tapi jenuh dan males sikut-sikutan di dunia persilatan surfing Bali yang ramenya udah nyaingin angkot Jakarta? Pengen segala ke-eksotikan Bali tapi males terlalu turistik?

Balian jawabannya.

Nama Balian memang belum terlalu familiar bagi kebanyakan orang. Gue sih waktu ditawari untuk mencoba surfing di Balian langsung kegirangan setengah mati. Gue udah tau kalo Balian itu lokasi yang pas untuk surfing santai, dan suasananya pas juga untuk leyeh-leyeh. Dan gue juga udah tau kalau lokasinya sekitar dua jam dari Kuta. Tapi dua jam itu nggak seberapa dengan suasana yang bakal didapat.

Begitu memasuki Pondok Pitaya, mata gue langusung bingung memilih fokus antara merhatiin bangunan resortnya yang lucu dan pemandangan ombak yang emang langsung bisa dilihat dari restaurannya. Ombaknya unyu bangeeeeedd.. langsung nggak sabar pengen nggelinding ke sana.

Balian mempunyai beberapa spot surfing ada yang kiri dan kanan. Musim puncaknya itu sekitar pertengahan tahun, jadi gue cukup beruntung mencobanya saat tidak terlalu rame. Dan beruntung juga juga saat itu ombaknya bagus meski belum memasuki high season. Dan setelah mencoba ombaknya, ni beberapa tips dari gue :

  • Bawalah fun board atau minimalibu. Karakter ombak Balian ini cukup mellow, tidak sangar, jadi dengan fun board kita nggak perlu capek-capek cari speed, tapi nikmati dorongan santainya. Mana ombaknya panjang pula. Baik yang di kiri maupun kanan.
  • Saat terbaik untuk surfing adalah menjelang pasang, karena terdapat karang-karang di bagian depan, sehingga lebih aman surfing saat pasang. Lebih dalam.
  • Perhatikan arus saat akan paddle out, karena deket muara, arus disini cenderung sedikit kuat. Tapi hanya di bagian pinggir, kalau sudah di tengah lebih aman.

IMG_1525

English

Keen to surfing in Bali but tired of the crowd? Want to enjoy Bali’s exoticment but not too touristic?

Well, it’s Balian than.

Balian maybe not too familiar for some people, even this place is still in Bali. When I get offered to surf here, I was so stoked! It’s one of my dream surfing destination. I knew that Balian is great for non-hardcore surfer, also suitable for relaxing. I did know that it took two hours from Kuta to here. But two hours is nothing compare with what you will get here.

Once I entering Pondok Pitaya, I got confused to choose focus between the resort and the wave. The resort is enchanting with the unique design. From it’s restaurant, I can see the wave clearly. It’s soo close! Can’t wait to hit the water.

Balian had several surf spot, lefhander and righthander. The peak season is around june-luly during the dry season. I got lucky that I had a chance to try during low season, but in good condition. Here some tips:

  • Bring your fun board or minimalibu. The Balian wave character is pretty mellow, so with fun board you don’t need to find some speed. Just glide with the long wave, left and right.
  • The best time to surf is during mid to high tide. There are some reef just in front of the point, and it can get pretty shallow during low tide.
  • Pay attention to the current, as this point near a river mouth, that can producing pretty strong current. But it’s only on the sea shore, the current will disappear when you get further.

IMG_1548

IMG_1522

You Jump.. I jump

Pose dulu sebelum mengarungi ngarai

Surfing, diving atau bahkan belanja di Sukawati udah ga aneh di Bali, gimana kalau trekking air terjun?
Buleleng, salah satu kecamatan di Bali Utara, memiliki banyak sekali wisata alam yang patut dicoba untuk alternatif berlibur, kebetulan yang mau saya ceritakan disini adalah wisata air terjunya.
Ga jauh dari Lovina, pantai yang terkenal dengan Dolphin Tournya, terdapat desa Sambangan yang memiliki banyak sekali air terjun  seru yang harus di kunjungi. Dengan ditemani guide local dan membayar Rp 200,000 kita udah bisa memilih beberapa trek yang tersedia, short, medium or long track. Hmmm saya sih yang short aja daah, soalnya udah bisa melihat empat air terjun juga.
Nggak perlu berjalan jauh sampailah kita di air terjun pertama, Aling aling. Dalam bahasa setempat artinya ‘tersembunyi’, dan memang kita nggak akan bisa melihatnya walaupun sudah mendengat deru suara airnya, sampai pada posisi tertentu dan tampaklah air terjun setinggi 31 meter itu dengan megahnya.
Selalu ada yang dapat dilakukan di sekitar air terjun, termasuk loncat dari ketinggian 14 meter! Well, makasih ya.. saya nonton aja, dibayar untuk bungi jumping aja ogah! Bisa juga berenang berenang di kesejukan airnya.
Lanjut ke air terjun kedua, Kroya, yang namanya diambil dari pohon Kroya yang tumbuh disekitar air terjun tersebut. Nah, disini kita bisa sliding atau prosotan di air terjunya! Salah besar kalau yang terbayang adalah prosotan jaman kita tk dulu, ini jalurnya terbentuk alami karena terkikis alur air terus menerus. Kali ini saya masih punya rasa penasaran untuk mencoba, karena ketinggiannya ‘hanya’ 10 meter dan bukan terjun bebas walaupun tetap curam juga sih.
Ada perasaan menyesal ketika tiba saatnya meluncurkan diri, dimana pikiran menyuruh untuk meluncur saja sementara badan ini menolak untuk bergerak. Akhirnya dengan sedikit paksaan saya berhasil juga duduk manis di jalur luncuran, dan setelah meluruskan kaki serta melipat tangan di dada, meluncurlah saya! Dan tanpa sadar tiba tiba sudah dikelilingi air dingin yang berarti saya sudah sukses mendarat. Yeaahh!!
Sayang dua air terjun lainnya nggak sempat dikunjungi karena keterbatasan waktu..
Berikutnya kami mencoba canyoning atau menjelajah ngarai.  Masih di desa Sambangan, kami menuju air terjun Gitgit. Tapi sebelumnya persiapan dilakukan dengan matang, termasuk harus mengenakan wetsuit setebal  6mm, wuiiih serasa jadi robot. Tapi jangan mengeluh dulu, tebalnya wetsuit ini akan sangat berguna saat berada di dalam ngarai nanti.
Kami pun diajarkan menggunakan besi pengaman yang terkait di harnes kami, juga bagaimana sikap tubuh saat harus rappling nanti. Botol air minum tersanding di punggung masing masing agar tidak merepotkan gerakan.
Untuk Canyoning sendiri ada berbagai macam kegiatan di dalamnya, yang terdiri dari bagaimana kita akan menuruni air terjun di dalam ngarai tersebut, bisa rappling dengan tali, flying fox, atau terjun bebas ( nah yang terakhir ini tetap membuatku dag dig dug derrr ).
Instruktur yang mendampingi harus memiliki sertifikat sebagai instruktur canyoning, nggak sembarangan, karena akan berakibat fatal. Dan sampai titik tertentu pun, ada yang disebut ‘point of no return’ jadi nggak ada pilihan lain selain terus menyusuri hingga akhir, nggak bisa minta balik tiba tiba.
Disini kita bisa menggali jiwa petualangan kita, mengontrol rasa takut dan pikiran, semua sifat asli akan terlihat di saat saat kita mengarungi ngarai, sama seperti naik gunung.
Tapi perjuangan selama 4 jam terbayar di akhir pengarungan, setelah flying fox setinggi 15 meter kami sudah ditunggu sebuah kolam air panas alami yang menjanjikan kenyamanan, apalagi setelah terkena air super dingin berjam jam lamanya.
Huaahhh.. nyamannya, emang nggak rugi untuk mencoba hal baru, apalagi bisa menjadi cerita tersendiri