Surf Mentawai !!

Pemandangan asoy dari balkon kamar

Gayatri – Saya – Baybay

teras kamar dihiasi jemuran

Woooww.. Surfing Mentawai !!! itu hal pertama yang langsung muncul di benak saya begitu mendengar ajakan trip ke Mentawai. Tapi sama siapa aja ya.. kok isi trip nya cowok2 semua, pro surfer pula.. bisa bengong saya kalo mereka pilih ombak2 mematikan disana.

Untung aja disaat saat terakhir terbentuk geng cewe ‘ogah rugi’ yang mumpung bisa trip murah ke Mentawai dan ga mau melewatkannya, yaitu saya sendiri, Gayatri, yang memang oficial dari ISC dan ga punya pilihan lain selain ikutan, serta Baybay, longboarder asal Taiwan yang juga ikutan girls day out di Cimaja.

Cari tiket ke Padang juga buru2, yang ada go show di bandara. Untung semua beres, maka berangkatlah kita ke Padang, yang langsung disambung dengan fery ke Tuapejat selama 10 jam! yeaah.. untung ada pil anti mabok laut penolong tidur.Untung aja perjalanan dimulai malam hari, jadi memang pantas dihabiskan dengan tidur walaupun tidak pulas.

Saat subuh kami merapat di Tuapejat, tapi perjalanan belum usai.. oh tidak.. kami masih harus melanjutkan dengan kapal kayu lagi ke Sipora, tepatnya ke daerah Katiet. Dan inilah hardcore sebenarnya!! penuh sesak tidak menyisakan tempat untuk memilih lokasi yang enak, bener2 untung2an, bahkan Baybay nangkring diatas motor!

Tepat saat saya sudah tidak kuat lagi, sampailah kita.. Katiet, yang pemandangannya beda tipis dengan surga. Hamparan pasir putih dan serta jajaran pohon kelapa memang satu paket yang oke.

Penginapannya pun sangat alami, dengan lokasi strategis di bibir pantai. Pemandangan dari atas balkon langsung ke point Lances Right, atau sering disebut juga dengan HT’s, Hollow Tree. Karakter ombak barrel dengan bentuk yang sempurna.

Tapi ternyata tidak semudah itu untuk cewe2 mencoba ombak Lances ini, tenaganya benar benar diluar dugaan, sangat kuat dan mendominasi. Berkali kali paddle out untuk nonton saja rasanya sudah tegang, dan pada saat kami mendekati line up untuk mencoba, woow.. hanya Baybay yang take off dengan longboardnya, itupun langsung menuju ke karang dengan suksesnya, beruntung ia tidak cidera, hanya satu fin sampingnya yang hilang.

Satu hari kami memutuskan untuk berakrobat ria, satu motor bertiga, untuk mencari ombak lain disekitar penginapan. Dari informasi orang setempat maka kami menemukan Lances Left ( si Lances ini pintar sekali cari ombak ) tapi ukurannya lebih besar dari point di depan penginapan kami, lupakan, lebih baik menunggu swell mengecil saja.

Apalagi sebenarnya Baybay membawa masalah dari trip Jawa Barat sebelumnya. Kakinya tertusuk bulu babi dan karena masih menyisakan sedikit potongan didalam, maka bengkaklah kakinya. Tidak kuat dengan kakinya yang infeksi , Baybay akhirnya memutuskan untuk mengunjungi dokter di posko kesehatan. Saya ikut mendampinginya, sekalian ambil dokumentasi oprasi kecilnya dan jadi penerjemah. Betul saja, begitu dokter menyuntikkan biusnya, teriakan Baybay bisa mendatangkan orang sekampung!!!! untung semua berakhir baik, si biang kerok infeksi berhasil dikeluarkan dan Baybay hanya nggak boleh kena air laut selama sehari.

Hari terakhir di Katiet, saya benar benar berniat untuk take off di Lances Right, walaupun dengan beragam pertimbangan, termasuk takut menyesal kalau tidak mencoba. Setengah jam deg degan di point inside, akhirnya bisa juga take off. Wah gila powernya.. mengerikan dan mengagumkan! Tiga kali ambil ombak, di ombak terakhir nangkring juga ke karang… dapet oleh oleh buat ke Jakarta juga akhirnya di kaki.

Dari Katiet kami pindah ke Tuapejat. Naah disini para surfergirl bisa menggila di Telescope. Walaupun kami main dengan 30 orang pro lainnya, saking konsistennya ombak semua orang kebagian. Ombak Telescope ini kiri dan panjang, saat itu offshore sehingga tidak ada section dan sempurna, seperti di majalah-majalah.Tenaganya lumayan kuat, buktinya rashguard saya bisa sampai lepas waktu wipe out, untung masih nyangkut di tangan.Wuiih kita main sampai nggak kuat lagi karena laper, dan balik ke penginapan dengan wajah full senyum.

7 Replies to “Surf Mentawai !!”

  1. ane barusan liat sista ad di seputar indonesia. sekedar info aj neh klo mw surf didaerah jawa tengah, coba deh sista dateng ke kebumen, didaerah pantai ayah. deket daerah wisata goa jatijajar.
    pantainya bagus,dikelilingi tebing, kmaren saya kesana sedang bnyk yg lg surfing.dsana ad kampung nelayan juga.bnyk perahu2 yg parkir dsana.klo ga salah abis lebaran ad lomba surfing dsana.sekalian promosi tmpt itu cz masih jarang yang tau. klo mw lihat poto2nya kirim email sista aj
    semoga info nya bermanfaat

  2. Hai Gemala, saya Fadly dari Pulau Banyak. Pernah dengar tentang Pulau Banyak? ya, memang banyak pulau disini. Pantai pasir putih, air laut yang jernih, aneka ragam ikan hias,penyu hijau dan ikan konsumsi tentunya. Untuk Gemala disini bisa ber-surfing ria, ada pantai yang bisa buat surfing. Tiap minggu turis mancanegara datang kesini hanya untuk surfing dan sekedar menikmati pemandangan alam/laut yang cukup indah. Tempat ini jauh dari keramaian sehingga cukup tenang dan nyaman. Sekedar informasi dari saya tentang Pulau Banyak, Aceh Singkil.

  3. Iya saya sudah pernah dengar tentang Pulau Banyak, dan pengen banget coba surfing kesana. Berangkatnya dari Aceh atau Padang ya? ada penginapan disana? wah saya harus cari info sebanyak2nya ni 🙂
    thanks ya buat info pulau banyaknya..

  4. Untuk menuju Pulau banyak cara paling praktis yaitu melalui Medan terus dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Singkil/Aceh. Kalau Gemala serius mau ke P. Banyak bisa menghubungi saya di rahmat_fadori@yahoo.co.id. Ini sekedar memperkenalkan potensi wisata Pulau Banyak. Thanks. Boleh saya kirimkan foto-foto P. Banyak ke e-mail Gemala? e-mailnya g.hanafiah@gmail.com seperti yang diatas? Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *