Stop Destroying Our Wave

palabuhanratu

“Your country so beautiful’ tiba-tiba seorang peselancar asing berkomentar pada saya saat kami sama-sama menunggu ombak di Nembrala point, Pulau Rote. Kata-kata sederhana yang membuat banggga bukan kepalang, sekaligus haru.

Indonesia memang sudah terkenal dengan surfingnya sejak bertahun silam. Tercatat pada Surfing Magazine edisi khusus yang membahas tentang Indonesia pada tahun 2007, bahwa turis peselancar yang berkunjung ke Indonesia yang melalui bandara internasional seperti Ngurah Rai, Soekarno Hatta dan Polonia Medan mencapai 2,8 juta orang.

Jumlah itu diluar kedatangan melalui laut, karena surfing Indonesia juga identik dengan boat trip, atau trip selancar yang dilakukan dengan perahu, sehingga peselancar mudah untuk berpindah. Sementara data total turis macanegara saat itu totalnya 8 juta orang. Berarti 30 persennya adalah turis yang berselancar.

Sudah jelas ombak merupakan potensi yang tak bisa dipungkiri. Sangat disayangkan, beberapa pembangunan yang dilakukan pemerintah justru berakibat fatal pada ombak-ombak tersebut. Sebut saja pantai Purus di Padang yang harus kehilangan pesona ombaknya karena pembangunan pemecah ombak. Daftar berlanjut dengan dibangunnya dermaga di pantai Teleng, Pacitan. Kontan ombak sempurna yang ada di area itu langsung lenyap. Sementara wisata alam merupakan pendapatan andalan dari Pacitan.

Pantai Karang Sari yang berada di Pelabuhan Ratu kini menghadapi nasib serupa. Pembangunan dermaga yang diperuntukkan bagi kapal-kapal pesiar ini memang telah direncanakan dari tahun 2012

10609632_868643633249567_1325891739305902329_n

oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Sosialisasi dilakukan pada RT/RW setempat dimana warga sekitar menyetujui pembangunan tersebut. Masalahnya adalah, pembangunan dermaga itu ternyata tepat berada di lokasi ombak terbentuk.

Pelabuhan Ratu sendiri terkenal dengan wisata selancarnya. Tamu-tamu mulai berdatangan sejak tahun 1983 menurut salah satu pendahulu surfing nasional, Arya Subyakto. Sejak saat itu secara perlahan tapi pasti, ekonomi setempat pun ikut meningkat dengan semakin ramainya turis selancar yang secara teratur datang untuk menikmati ombaknya.

SSA, Surfing Sukabumi Association, komunitas peselancar Sukabumi merasa kebobolan. Meskipun pebangunan dermaga tersebut bertujuan untuk mengangkat wisata, namun ada harga yang harus ditebus. Hilangnya potensi alam yang telah ada : ombak. Sosialisasi pun sangat minim dilakukan, sehingga pendapat para pelaku wisata tidak tertampung.

Hal yang sangat mengenaskan, saat dimana presiden Jokowi sendiri menetapkan target jumlah turis mancanegara yang mencapai jumlah 20 juta orang pada tahun 2019, beberapa pembangunan yang ada justru menghilangkan potensi alam yang tadinya dapat mendatangkan devisa lebih tersebut.

Masyarakat sekitar bukannya tidak mendukung pembangunan yang dilakukan. Jika proyek ini berhasil tentu saja akan mendatangkan keuntungan pula bagi perkembangan pariwisata Pelabuhan Ratu. Namun fasilitas yang berkembang ada baiknya juga tidak menghilangkan atau menghancurkan apa yang telah ada sebelumnya.

Untuk mengutarakan rasa bela sungkawa, pada akhir pekan tanggal 12 Desember 2015 ini teman-teman dari komunitas surfing dan lainnya akan melakukan aksi damai : mengayuh ke tengah laut dan bersama-sama berdoa serta menabur bunga. Salah satu ombak yang berada di Pelabuhan Ratu ini telah musnah.

Pantai Karang Sari di Pelabuhan Ratu bukanlah korban terakhir. Daftar penghancuran ombak-ombak di Indonesia akan terus berlanjut, entah karena minimnya pengetahuan si empunya wilayah atau semata-mata hanya karena ketamakan sang penguasa.

Saat ini telah ada petisi #SavekarangSari yang telah didaftarkan di change.org, please sign here and share for the sake of our wave.

3 Replies to “Stop Destroying Our Wave”

  1. Nah bahkan warga sekitar pun turut mendukung rencana pembangunan dermaga Karang Sari. Tugas besar pun bertambah, yaitu mengedukasi warga lokal untuk sadar akan konsekuensi dan dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut. Disisi lain, sulit rasanya menentang para investor dengan modal besar yang seakan tidak peduli dengan hilangnya potensi wisata yang sudah ada, dan dengan kekuatan uang yang mereka punya tidak sulit rasanya untuk mengajak pemerintah setempat untuk mendukung rencana mereka. Namun begitu, saya percaya tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik. Mari bergerak bersama untuk mencegah kasus yang sama kembali terjadi di daerah lain. Semangaaaat!!!

  2. Sedih kalo denger masyarakat sekitar ada yang ikut mendukung rencana pembangunan dermaga Karang Sari. Tugas besar pun bertambah, yaitu mengedukasi warga lokal untuk sadar akan konsekuensi dan dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut. Disisi lain sulit rasanya menentang para investor dengan modal besar yang seakan tidak peduli dengan hilangnya potensi wisata yang sudah ada, dan dengan kekuatan uang yang mereka punya tidak sulit rasanya untuk mengajak pemerintah setempat untuk mendukung rencana mereka. Namun begitu, saya percaya tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang lebih baik. Mari bergerak bersama untuk mencegah kasus yang sama kembali terjadi di daerah lain. Semangaaaat!!

    1. iya, begitu kami tau kalau ada kertas persetujuan yang ditandatangi penduduk lokal, ya susah. terlepas dari mereka menandatangin itu dengan tekanan atau tidak. memang edukasi harus dilakukan dari dini, dari generasi baru.Perjalanan masih panjang..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *