Slide on the Sand

bareng sandboarders jogja : wulan, bekti damayanti, pulung
Slide on the Sand Sandboarding, sesuai namanya pastinya kudu berlokasi di pasir. Olahraga yang merupakan pengembangan dari snowboarding ini lumayan mengikis rasa penasaran bagi yang bercita-cita mencoba snowboarding ( nasib tinggal di Negara khatulistiswa ).
Di Jogja ini, tepatnya di gumuk pasir yang berlokasi dekat dengan pantai Parangtritis, terdapat lokasi yang cocok untuk olahraga papan ini. Gundukan pasir yang lumayan tinggi, menjamin papan akan meluncur bebas mengikuti gaya grafitasi. Namun sayangnya, olahraga ini memang tidak terlalu popular di Indonesia karena keterbatasan lahan untuk melakukannya. Jangankan terbatas lokasi, bahkan mungkin hanya satu di Indonesia ini. Itulah sebabnya komunitas sandboarding dari UGM di Jogja ini menjadi komunitas sandboarding satu-satunya di Indonesia.
Membutuhkan derajat kemiringan tertentu, lokasi di gumuk pasripun tidak semua dapat dipakai lerengnya. Hanya dua spot yang bisa dipakai. Kali ini saya diajak mencoba spot yang katanya lebih terjal dengan jarak luncur yang jauh. Hmmm… rupanya mereka berpendapat saya nggak perlu lagi adaptasi dengan olaharaga ini hehehehe… Tapi jangan sangka mentang-mentang saya terbiasa dengan surfing lantas langsung merasa pede meluncur di pasir ya.. Perasaan tegang dan was-was tetap ada saat mengikat kaki di papan. Untungnya kini mereka sudah punya jenis papan dengan iketan kaki yang mudah lepas kalau kita terjatuh.
Meminimalkan resiko keseleo karena kaki tidak terikat mati di papan. Sebelumnya mereka memaku sepatu di papan. Harga mati kalau jatuh, papan ngikut terus. Setelah memberanikan diri, meluncurlah saya!! Rupanya memang keseimbangan di surfing dan skate lumayan membantu, sehingga sayapun sukses sampai di bawah dengan selamat. Bahkan rasanya kurang cepat!
 Cara lain untuk mempercepat laju papan selain mencari derajat kemiringan yang lebih ekstrim adalah, mengoleskan pelicin lantai pada lapisan bawah papan. Murah meriah dan ditanggung ngesot! Benar saja, setelah mengoleskan wax pelicin, laju papan seakan diluar kendali. Susah paah saya mencoba mengendalikannya, yang berakhir dengan pantat mencium pasir.
 Ibarat belum surfing kalau belum kena wipe out, naah di sandboarding ini juga jatuh merupakan bagian dari olahraga ini. Jangan kapok kalau baju, leher. Lengan bahkan mulut kemasukan pasir, karena itulah serunya. Termasuk salah satu olah raga yang low risk juga. Mencoba berkali-kali , akhirnya saya mengerti, yang membakar kalori di sandoboarding ini adalah, pendakian bukit pasir ke titik start setelah meluncur kebawah. Saya sangat merindukan tangga.. berjalan 😀

4 Replies to “Slide on the Sand”

  1. mau tanya kalau mau sandboarding penyewaan papannya apakah mudah didapat di parangkusumo?
    perlu booking atau go show saja?thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *