Menjelajah Raja Ampat part 1

“Ah.. Jam berapa sih ini, kok rasanya belum sempat tidur ya..”
Susah sekali membuka mata subuh itu di pesawat, matahari belum sepenuhnya menampakkan diri, hanya berupa semburat samar malu-malu.
Celingak celinguk ke sekeliling, terlihat setengahnya dikuasai oleh teman-teman yang akan menjadi rombongan saya menjelajahi Raja Ampat dalam 5 hari ini. Kami adalah orang-orang yang beruntung untuk dapat mencoba kecanggihan Nokia Lumia 1020 yang kameranya keterlaluan kerennya dengan 41 mega pixel, plus fitur-fitur seru yang ada di dalamnya.
Selain itu oom oom simPATI juga ikutan mensupport kami dengan networknya yang memang menggapai hingga ke ujung-ujung negri yang super luas ini. Awas yaaaa kalo kita ga bisa upload instagram nanti di dalam laut Raja Ampat yang indah hahahahaha…
Dan teman teman Tamasya Hati yang membuat semua ini terlaksana, bahkan mereka dah survei segala untuk memastikan semua berjakan lancar. Wuiih sombong banget tuuh tim surveinya.. Ke Raja Ampat 2 kali dalam sebulan!!! Buat sirik aja.

Raja Ampat sendiri sudah menjadi impian saya sejak lama. Aktif traveling buat tv bukan berarti sudah bolak-balik ke Raja Ampat. Dari semua pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah ” Raja Ampat itu keren banget ya, pasti lo dah pernah kesana deh..” Berdasarkan pertanyaan itu dan melihat foto-foto yang ada serta gencarnya promosi ‘surga’ tersebut, nggak salah juga kan kalau niat untuk menjajal Raja Ampat jadi menggebu.
Perjalanan subuh memang cara yang sangat efektif untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, meskipun dengan resiko muka bantal seharian. Jangan kawatir, biar muka bantal atau muka guling sekalian, antusias kami begitu tiba di Sorong nggak bisa terbendung. Bahkan sempet-sempetnya saya berfoto iseng di depan bus yang mengantar kami untuk hunting foto di pasar Remo. Suka deh dengan kombinasi warnanya.
Awalnya saya sempat agak pesimis untuk dapat memfoto masyarakat lokal disini. Beberapa kali dengar cerita dari teman-teman kalau mereka susah untuk difoto, bahkan meminta ‘upah difoto’ segala. Wuiiih.. udah nyaingin model profesional yaaa, kalo mau difoto kudu bayar dulu, saya aja masih murahan banget.. tiap ada kamera yang diangkat langsung pasang pose 🙂
Ternyata kekawatiran tidak beralasan. Bukan saja mereka sangat terbuka dan ramah, malahan kita dipanggil-panggil..
” Hei foto mama dulu… ” dan secara sepontan sang ibu mengangkat sayuran jualannya untuk difoto.
” Mau foto sama-sama boleh?” Naah, bapak yang jual ayam ini malahan minta foto bareng saya, kebalik paaaakkk…. saya yang mau hunting foto.
Waktu satu setengah jam yang diberikan pastinya molor jadi dua jam hehehe. Tau sendiri kalau fotografer dah hunting, sama aja kaya surfer lagi asik-asik surfing trus dsuruh balik ke pantai.
Perjalanan segera dilanjutkan setelah kelar makan siang. Menggunakan 2 speedboat, kami melaju kencang membelah lautan. Seneng banget rasanya, soalnya biasanya itu membelah kemacetan ibu kota.
Lumayan banget 4 jam bisa bayar kekurangan tidur di malam sebelumnya. Posisi tidur duduk yang biasanya tidak nyaman, saat itu serasa seenak spring bed hotel berbintang. Malahan kadang mulut lupa dikontrol dan terciptalah gerakan menganga yang menjadi objek foto teman-teman lainnya.
Nggak pake lama, sampailah kami di Deborai Resort. Wooooow, akhirnya tiba di Raja Ampat!!! Resort yang terletak di pulau URai ini, kamar-kamarnya cuma berlantai kayu dan berdinding bilik!! Halaman kamarnya laut jernih tempat ikan-ikan pada ngegosip. Mau dooong punya rumah kaya gini di Jakartaaaaaa.

Dan sunset sore itu… Ya ampuuuunn… Gini nih yang buat orang susah move on. Ga usah dijelasin deh, liat aja fotonya #sombong

all pic taken with Nokia Lumia 1020

8 Replies to “Menjelajah Raja Ampat part 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *