Menjalajah Raja Ampat part 3

Pagi yang cerah ditmpali dengan warna warni menclang mencolok mata.. Inilah yang langsung saya lihat begitu membuka mata. Hei, ini kan Raja Ampat, bukan di tempat senam? Ah jadi inget waktu jamannya saya sok ikut-ikutan kelas senam nyokap, dimana para tante-tante bersemangat mebalut tubuh mereka saat melakukan aerobik. Saya juga ikutan menclang lah pastinya hahahaha….

Yak, ternyataoh ternyata.. pagi ini saatnya ber SKJ ria, hayoooo angkatan 80 dan 90 an pasti tau niiih. Senam Kesegaran Jasmani yang biasanya dilakukan tiap jumat pagi di halaman SD atau SMP. Yang pasti pas saya SMA sudah nggak jamannya lagi tuh SKJ-an. Jaman dimana kalau lupa bawa kaos olahraga rasanya ngeri banget, pasti di nyap-nyap sama guru tuh. 

Satu persatu teman sekamar saya mulai memamerkan busana 80’s nya untuk SKJ pagi ini. Sudah menjadi tradisi untuk trip Tamasya Hati melaksana SKJ di salah satu paginya, dengan kostum ekstrim. Semakin memalukan semakin baik. Kali saya kebingungan karena tidak menyiapkan kostum apa-apa. 

“Haah, curaaang itu, nih pake atasan nyokap gue ajaaa..” Kata Wika si diver satpol pp, yang menjamin kamar kami aman tentram bahagia dan sejahtera. Ia menyodorkan atasan milik ibunya dulu yang cuma selebar 8 cm saja!! Oh my..

” Nih, lo pake daleman warna ngejreng, trus pake kaos kaki kuning selutut ini, tarki-tarkian gitu laaaahh ” Emmmm… perasaan dulu pas saya sma di Tarki ga kebayang busana gini hahahahah…
Permak sana, permak sini, jadilah saya disulap menjadi gadis modis berambut pendek yang berbaju layer dan berkaus kaki gonjreng, siap mengikuti tradisi Tamasya Hati. Ya ampuuuuunnn… malu banget mau keluar kamar! Tapi intip punya intip, hei mereka lebih gelo….!! Look at these pics LOL!





Yang tadinya malu-malu, jadi kebawa heboh dengan goyang kejut bahu dan goyang pinggul. Cowo-cowonya juga nggak kalah gilanya. Puas deh olahraga sambil ketawa-ketawa, nggak pernah kebayang akan melakukan ini… di Raja Ampat!

Nggak pake lama semua kemudian bersiap untuk melakukan perjalanan dengan boat. Kali ini tujuan kami adalah teluk Kabui, teluk disesaki dengan pulau-pulau kecil menjulang, seakan berebutan perhatian kami. Gimana tidak, rasanya kearah manapun kami melepas pandangan, rasanya itu adalah scene yang terbaik untuk dinikmati dan difoto, tapi begitu mengalihkan pandangan ke tempat lain, eh… kok kayanya lebih bagus lagi ya? Jadilah kami sibuk celingak-celinguk bagai burung kakatua yang digoda buah pepaya #loh.


Salah satu primadona disini adalah batu pinsil, batu yang menjulang langsing bak model ini memang memaksa mata untuk tidak mengalihkan perhatian daripadanya. Disebut juga mini Wayag, teluk yang terletak diantara Pulau Waigeo dan Pulau Gam ini memang luar biasa. Air yang jernih seakan mengundang untuk diselami, dan memberikan perasaan galau yang amat sangat pada saya waktu itu… Soalnya panas, kan enak kalo nyebur hehehe.


coba tebaak, mana yang batu pinsil?

Indah di semua sisi


Air sebening kaca
Meneruskan perjalanan dari Teluk Kabui, kami mampir di desa Wawiyai untuk melakukan baksos. Jadi emang trip kali ini tidak cuma untuk jalan-jalan sambil menjajal Lumi 1020 saja tapi juga memberikan sekedarnya kepada desa-desai disekitar penginapan.

Penduduk Wawiyai menyambut dengan penuh semangat, apalagi anak-anaknya. Mereka tidak malu dengan serbuan para fotografer ber hp kuning, dan dengan senang hati mau berpose. Tujuan kami adalah mengajarkan pada anak-anak desa Wawiyai, bagaimana cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar. Ups.. saya juga kayanya belum tentu menjalankan yang dikategorikan dengan ‘benar’ selama ini.

Diselingi permainan-permainan, mereka tampak bersemangat sekali untu belajar, apalagi masing-masing adak mendapatkan satu bingkisan berisi sikat gigi, pasta gigi, dan gelas kecil untuk berkumur lengkap dengan tutupnya. 

Usai bermain dan belajar, malam harinya kami melakukan nobar, nonton bareng film Garuda di Dadaku, yang pastinya akan menumbuhkan niat di beberapa anak untuk menjadi pemain bola profesional deh hehehe.. Terharu banget melihat muka-muka ceria mereka 🙂

pic by @jheungrhie

sama-sama belajar cuci tangan yg benar 🙂

pemutaran film Garuda di Dadaku

all pics taken with Nokia Lumia 1020

3 Replies to “Menjalajah Raja Ampat part 3”

  1. Hahahahhaha asli ngakak baca part 2 & 3. well, thank you al for sharing with you in 5D4N yah. Hingga akhirnya tahu kebiasaan lo, dan semua roomate dikamar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *