Make story and win a Ocean Melody!

Screen Shot 2014-11-15 at 11.09.24 AM
Hi mentemen,
Happy good Friday dan selamat berlibur.
Kali ini gw pengen ngebagiin buku Ocean Melody, dengan syarat yang mudah banget. Pilih salah satu foto di bawah ini:
Gemala 1020_20131121_17_22_34_Pro_hi-res
gambar 1
IMG_1524
gambar 2
IMG_0292
gambar 3
Buat cerita 1-2 paragraf di comment postingan blog ini berdasarkan imajinasimu saat melihat foto-foto di atas.
contohnya gini:
gambar 3.
Aku beruntung mengambil tempat di samping jendela ini. Tak terasa sudah 2 jam lamanya penerbangan ini menembus langit Timur Indonesia. Ah, kenapa di waktu selama itu bayanganmu terus mengusikku?Kenapa kantuk tak juga datang? Aku melirik ke bangku sebelahku. Tampak seorang bapak yang duduk sembari memejamkan mata. Di jemarinya aku melihat beberapa cincin batu melingkar kokoh… dst.. dst
Nah, mudah kaaan???
Ceritanya bebas, boleh pengalaman pribadi atau fiksi. Bikin yang seru yaaaa… Akan dipilih 3 pemenang. Jangan lupa menyertakan akun twitter mu juga, karena gw akan menghubungimu lewat twitter. Waktunya sampai malam ini pk. 20.00 WIB. Pemenang akan dihubungi pk 21.00WIB
Selamat berimajinasi dan menulis! 😀

13 Replies to “Make story and win a Ocean Melody!”

  1. gambar no. 2

    melihat gambar itu yg ada di pikiranku adalah ketenangan. airnya tenang, kalau dilihat dari tepi bisa menginspirasi buat bikin puisi/lagu/lukisan/inspirasi buat nulis. aku takut air dan ga bisa berenang, tp aku suka dengan pemandangan yg seperti itu. andai bisa berenang, aku pasti hobi snorkling atau surfing seperti kak al. tapi apa daya aku cuma bisa menikmatinya aja.

    twitter @in_tantund

  2. Gambar 2
    Ahh kenangan yg indah jika melihat sunset seperti ini, langsung saja memori membuka kembali ke beberapa tahun lalu ketika gue-lu akan berubah menjadi aku-kamu. Tapi saat sunset juga aku menyadari bahwa aku-kamu tak akan pernah ada, kita terlalu berbeda hingga rasanya terlalu sesak jika aku-kamu itu dipaksakan. Dan setiap sunset tiba dipantai yang indah, kenangan itu kembali. Saat kenangan itu kembali, ada luka, sesal tapi juga bersyukur disaat bersamaan. Kini kita bahagia dengan hidup masing-masing, kamu dengannya dan aku dengan kesenanganku. Cukup sunset saja yang tau kisah kita dan membuatku terkenang akanmu.

  3. Heey kak Gemala Happy good Friday too and selamat makan siang!!!
    Aku pilih foto yang ke 3 soalnya pas liat foto itu jadi keinget pengalaman pertama pas naik pesawat dan itu baru terjadi sekitar 3 minggu yang lalu, agak ndeso kali yaa, hari gini baru naik pesawat, tp gpp yang penting itu pengalaman pertama. Selain itu yang bikin niat buat cerita adalah itu gratis….!, aku dibayarin sodara yang baik hati hehehe. Jadi aku berangkat dari Jogja ke Lombok dalam rangka liburan. Aku berangkat bertiga sama 2 sodara yang lain. Waktu itu kita udah di ruang tunggu bandara. Sesuai jadwal pesawat berangkat jam 06.00 pagi, sekitar jam 05. 30 tiba-tiba salah satu sodara ku bilang kalo dia sakit perut pengen ke toilet, trus kita semua jadi binggung karena pesawat bentar lagi berangkat ujung-ujungnya kita suruh tahan dulu biar ke toiletnya nanti pas udah di pesawat aja.
    Pas udah di pesawat sakit perutnya semakin menjadi soalnya aku liatin dia jadi keringetan gitu, gak berapa lama ada bau yang semerbak…alias dia KENTUT!! dan yang ngerasa gak nyaman kayaknya buakan cuma aku doang, orang di sekitar kita juga, ada mas2 yang lagi naroin barang bilang “wwoy kentuuut!,siapa yang kentut woooy?!” otomatis gak ada yang jawab dong. Gak barapa lama barulah sodara ku ke toilet. Tiba-tiba sodara ku yang satunya terima telpoon ternyata itu dari adeknya, tanya udah berangkat apa belum ? trus dia pengen ngomong sama sodara ku yang lagi ketoilet, terus malah dijawab dengan lantangnya “nanti aja dia lagi ke kamar mandi, lagi b*ker, sakit perut dia tadi” dan otomatis ketahuanlah siapa yang kentut tadi, sesuadah dia dari toilet diliatinlaah sama mas-mas yang teriak tadi hahaha.
    Itu cukup jadi pengingat dipengalaman pertama naik pesawat.

    Ak gak berharap menang tapi ak berharap dapet bukunya……!!! hehehe LOVE YOU kak Gemala :*. ayoo main ke Jogja kak!. Twitter @RenaliyAndayani, facebook Renaliya Andayani

  4. Gambar 1. Gue beruntung bgd dlahir n d besarkan dari keluarga yg brkecukupan. Saat gue ngelhat foto itw, d stw kadang gue mrasa sedih. Selama ini gue jrang bgd bersyukur sama Allah. Ya Allah, berikanlah rizki yg berkecukupan bwat sodara2ku yg ada d dalam foto ini. 🙂

  5. Gambar 3

    Selalu takjub kalo bisa ngeliat awan dari dekat pas lg duduk di pesawat. Takjub sama yg menciptakanNya. Always curious what’s inside those lovely clouds. Dan di atas ketinggian dengan waktu yg berbeda semua orang di dunia di bawah sana lg pada ngapain ya.
    Terakhir punya pengalaman tahun lalu abis trip ke Eropa pertama kali bareng temen2 ketemuan di satu meeting point tapi pesawat nya misah. Perjalanan pulang masih keinget karena itu malam mau Idul Adha dan waktu itu blm tau Indonesia kapan lebaran Haji nya. Jadi di atas pesawat lebih dari 10jam in the middle of nowhere pas kebangun sempet liat ini dimana ya yg masih gelap gitu dan cek di pesawat posisi lg di Dubai dan jam 6 pagi dan langsung mikir di duna ini jam segini orang di seluruh dunia dengan waktu yg berbeda lg pada apa ya, sama kayak aku yg lg di atas pesawat ga sabar ketemu keluarga buat hari raya Idul Adha. Alhamdulillah….

  6. Banyak sekali anak-anak sahabat kita dari berbagai pelosok daerah dengan bakat terpendamnya dengan polos dan tidak mau tahu akan sesuatu yg tersembunyi itu.
    Mereka sudah terbiasa menikmati hidup apa adanya tanpa permainan yg begitu hebat, aku hanya bisa tertunduk lesu melihat pandangan mata anak-anak itu seperti ingin berbagi pengalaman2 indah yg ada ditanah mereka sendiri .

  7. Masa anak anak adalah masa yang paling indah nan bahagia dalam hidup. Tanpa beban pikiran seperti orang dewasa. Kita yang sudah dewasa tentu saja telah melewati masa jadi anak anak. Masa indah itu tak akan lagi berulang. Gambar 1 pada postingan ini saya melihat keceriaan anak anak. Mereka tersenyum ceria bersama teman temannya dalam sebuah antrian. Mereka mengantri untuk mandi. Dari wajah tampak bahwa anak anak itu di Papua. Provinisi paling timur di Indonesia. Kenapa mereka harus mengantri untuk mandi? Sepertinya mereka berada pada sebuah tempat pengungsian. Orang dewasa yang sering menerobos antrian, kita patut merenungi dari cara anak anak ini berdisiplin dalam mengantri. Kalau mereka sedang berada pada tempat pengungsian, apa yang terjadi dengan lingkungan mereka? 🙁

  8. Ternyata….
    Lautan nampak tenang. Tak seperti yang orang-orang bicarakan. Tak ada riak gelombang. Hanya sayup-sayup kecil saja dikejauhan. Begitu tenang.
    Padahal aku tadi terburu-buru. Tak peduli jalanan berbatu. Penasaran dengan cerita orang-orang bahwa lautan ini akan menampakan pasang di kala senja datang. Tentu bukan pasang yang biasa. Aku pun tak bisa membayangkan.
    Baiklah, aku sudahi rasa penasaran. Aku akan biarkan mataku menikmati apapun yang disuguhkan. Selintas, aku terlalu mainstream. Mengejar-ngejar matahari yang akan tenggelam. Tapi tunggu. Aku mulai menikmatinya. Bentangan cakrawala ini seperti sebuah kanvas. Berusaha melukis dengan sinergi matahari, lautan dan awan. Tampak sempurna sekali. Ahhh..
    Mahakarya ini seolah diberikan kepadaku. Tentu aku riang. Tunggu, aku harus mengabadikan nya. Harus ada yang dikenang. Untuk esok, kembali datang.

    Dear Al.
    Sorry telat. Banyak kerjaan hehehe
    @ordersofheavens

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *