How to manage your fear

go big, it's fun..
go big, it’s fun..

Hari pertama kembali surfing setelah sekitar 1,5 bulan ‘cuti’ ombak, selalu membuat exciting sekaligus juga sedikit deg-degan.

” gede loh, Al ombaknya..”

” wah iya.. ” cuma jawaban itu yang bisa keluar dari mulut saya, tercengang melihat ukuran dari ombak Nembrala yang sebentar lagi akan saya surfing-i. Hari pertama dan kebetulan swell besar. Mau gimana lagi. Saya nggak punya banyak waktu untuk surfing karena tinggal di Jakarta.

‘Lo punya rasa takut ga? Gimana cara mengatasinya?” ini pertanyaan yang sering saya terima saat interview atau ngobrol dengan orang lain yang baru tau kalau saya ketagihan surfing.

Bukan berarti mentang-mentang saya seorang surfer dan sudah nggak punya rasa takut lagi. Kalau kata orang-orang, rasa takut adakah mekanisme menjaga diri yang alami, alias rem alami yang sudah built ini pada diri manusia yang berfungsi untuk menjaganya dari tindakan berbahaya yang dapat merugikan individu tersebut.

Saya juga pernah sampai tidak bisa tidur karena harus melakukan cave dive keesokan harinya, dan untuk mengakuinya rasanya gengsi banget! Padahal gengsi itu tidak perlu. Sebaiknya memang kita jujur dan mengutarakan ketakutan kita pada partner jalan atau orang yang akan bertanggung jawab pada keselamatan kita, demi kebaikan diri sendiri juga.

Saat mengalamai rasa takut itu, ada beberapa cara yang biasanya saya coba:

• Terlebih dahulu berusaha mengenali medan, baik itu lokasi surfing maupun lokasi diving dengan cara bertanya pada orang yang memang telah terbiasa berada di lokasi tersebut. Mereka tentunya lebih kenal kondisi lapangan.

• Perkirakan kemampuan kita untuk menghadapi kondisi tersebut. Untuk urusan surfing, banyak hal bisa kita antisipasi sebelumnya, mulai dari membaca tinggi ombak di internet, mengetahui kondisi saat pasang surut, arah arus dll. Karena pada satu lokasi sekalipun, jika elemen-elemen tadi berubah, kondisinya juga akan sangat berbeda. Begitu juga diving dan olah raga lainnya.

• Kalau kondisi sudah sesuai dengan kemampuan, bukan mustahil rasa takut langsung hilang. Pastinya masih tersisa, apalagi jika kondisi yang harus dihadapi terpampang di depan mata. Langkah berikutnya adalah coba berbicara pada diri sendiri. ” Gila, gue beruntung banget bisa alami ini.” ” Thanks God, ini indah banget.” atau ” Time to have some fun!” adalah beberapa kalimat yang sering saya pikirkan untuk membangkitkan semangat dan rasa syukur. Dengan merasa senang dan bersemangat, rasa takut biasanya perlahan akan hilang.

• Rasakan dulu hal yang terburuk. Setelah wipe out sekali di ombak besar, biasanya kita akan menjadi lebih berani, karena toh kita telah berhasil selamat melewati hal yang terburuk yg kita takuti. Asal hati-hati juga jangan sampe terlalu ceroboh dan menghajar karang misalnya. Itu sih pasti langsung balik ke pantai 🙂

• Bernyanyi dalam hati. Ini juga sering saya lakukan, terutama saat diving dalam atau masuk goa, karena saya nggak terlalu nyaman dengan kondisi gelap. Rasanya seperti makin tak berdaya. Tapi dengan mendendangkan lagu-lagu yang saya suka, suasana hati juga biasanya ikut berubah.

Rasa takut itu perlu, tapi jangan juga sampai menghalangi kita, sadari dan gunakan sebijaksana mungkin, serta nikmati kondisi menantang yang ada di depan mata.

So, accept your fear, its a good thing

via WordPress for Phone http://goo.gl/j6Fzhf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *