East Indonesia















Perjalanan panjang pertama untuk program baru D’Journey, RCTI.
Kali ini tujuan kami Bali-NTT-NTB, semuanya Indonesia bagian Timur. Menyenangkan sekali karena kami banyak mengangkat site2 diving yang eksotis ( Labuan Bajo, Gili Trawangan Tulamben ) juga spot2 surfing di Lombok ( Grupuk ) dan Sumbawa ( tropical ). Walaupun sudah 3 tahun melipir kesana kemari tapi tetap aja ada hal hal yang unik yang dijumpai pada trip kali ini.
Pertama gw terkesan banget bisa berlatih tinju di sasana tinju Bejawa, yang konon melahirkan petinju Alex Bejawa, yang pada desember tahun kemarin merupakan peringkat 5 dunia. Flores memang dikenal sebagai pencetak atlit tinju yang berprestasi, nah sekarng gw berkesempatan buat mencoba langsung nih, tapi nggak ada temen cewenya. Ternyata memang nggak ada petinju wanita yang berlatih disana, jadilah gw paling cantik sendiri ditengah pemuda pemuda flores berotot ☺
Pada kesempatan lain, kita mengunjungi Sumbawa, pastinya surfing diambil setelah kesana kemarin mencari local yang ternyata cuma seiprit jumlahnya. Sekalinya ketemu mereka baik banget dan siap menemani. Hal lain yang seru di Sumbawa adalah karapan Kebo, bukan karapan Sapi lhoo… pertama liat sih gw otomatis langsung komat kamit baca doa, gimana enggak, kita cuma nangkring di sebilah bamboo diantara dua ekor kebo segede gaban yang larinya kenceng banget kaya dikejar hansip. Tapi termnyata setelah dicoba, dan langsung jatuh, enak banget!!! Soalya lokasi jatuhnya empuk karena trek racingnya di sawah yang penuh lumpur. Yang tadinya takut akhirnya jadi ketagihan, malah sempet empat kali bolak balik hehehe.. ditutup dengan mandi di kali deh, tetep kotor tapi lumayan seger..
Save the best for last, pepatah ini bener2 kerasa buat trip kali ini karena finalnya kami mendaki RInjani !!!! Gw yang belum pernah sama sekali mendaki gunung sekarang langsung disuruh mendaki gunung no 3 tertinggi di Indonesia setelah Puncak Jaya dan Cartenz.. OMG… ngeri tapi seneng juga. Untung banget kita ketolong para porter yang super sakti, kenapa gw bilang sakti, bayangkan aja, mereka mendaki dengan membawa beban 25 kg each cuma dengan keranjang yang di ikat di ujung2 bambu, dan di sampirkan dibahunya, serta cuma pake sendal jepit. Sementara kami full persiapan, mulai dari tenda antibasah anti dingin, raincoat, sepatu gunung, ransel gunung, itu juga sebagian bawaan pribadi udah dititip ke bapak2 porter. Sebelu,m summit attack gw malahan ga bisa tidur, tegang kaya nunggu sidang. Jam 2 malam dibangunin dan langsung siap2 naik ke puncak. Dinginnyaaaa .. hampir mendekati 0 derajat di ketinggian 3700m diatas permukaan laut! Sayangnya karena masalah cuaca yang udah keburu berkabut, hujan dan angin, kami harus menghentikan pendakian pada saat 100m lagi mencapai puncak. Safety first. Tapi pemandangan yang gw liat memang nggak bisa dibayar.. Terasa sekali kecilnya kita sebagai manusia dibanding kuasa Tuhan. Setelah turun ke pos terakhir, perjalanan langsung lanjut ke danau Segara Anak, danau vulkanik yang terbentuk dari ledakan purba Rinjani. Dikira perjalanan sudah selesai? Oohhh belum,jangan sedih, untuk pulang dari danau kita masih harus trekking 16 jam lagi, medan menanjak 60 derajat berbatu dan turunan tanpa henti hehehehe.. walhasil kita berangkat jam 11 siang dari danau, sampai di gerbang keluar jam 2 pagi… seger dah !
Tapi semuanya memang jadi kenangan yang nggak bakal terlupakan, Indondesia ga ada habisnya deh ☺

3 Replies to “East Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *