diving pulau terselatan

 Setiap daerah itu punya ‘label’nya sendiri-sendiri. Contohnya Bali itu terkenal sebagai pusat surfing Indonesia, Raja Ampat bagus untuk diving, Bunaken bagus buat diving, Mentawai itu kesannya primitif tapi surganya bagi para surfer, orang Padang itu jago dagang #loh… Nah Rote yang terletak di bagian selatan NTT ini juga mempunyai label yang sudah dikenal sebagai daerah yang memiliki salah satu ombak kiri terbaik di Indonesia. Kali ini saya kesana untuk… diving!! J

 
Beberapa kali Mike, yang memegang dive operator di penginapan Anugerah menawari untuk mencoba diving di Rote, namun karena terlalu sibuk dan terpana oleh ombak Nembrala yang terus begulung secara konsisten di depan penginapan, tawaran diving selalu lewat begitu saja.
 
Pada kesempatan ini, bareng Pinneng sebagai tukang fotonya, kami menjelajahi daerah sekitar pulau Ndana, pulau terselatan yang menjaga perbatasan wilayah laut antara Indonesia – Australia. Pulau mungil tersebut hanya didiami oleh kurang lebih 25 orang marinir yang berjaga siang-malam. Tapi dengar-dengar sih selain berjaga mereka juga mempunyai sampingan sebagai produsen mebel. Cara mengisi waktu yang menguntungkan hehehe…
 
Perjalanan menuju titik diving pertama ini memakan waktu sekitar satu jam dengan kondisi dijamin kuyub karena saat itu angin sedang kencang-kencangnya, membuat permukaan laut berombak dan memercik ke dalam boat. Swell yang besar dating begulung-gulung membuat kapal tidak bisa terlalu cepat juga, berasa melewati polisi tidur berkali-kali deh.
 
Berhenti di pulau kecil, yang tepat bersebelahan dengan pulau Ndana, bernama Hiliana, kami langung melakukan persiapan.  Salah satu tamu yang ikut adalah seorang surfer yang telah lama tidak diving. Rupanya memang lokasi ini untuk semua level, apalagi rata-rata tamu penginapan adalah surfer, diving memang belum menjadi prioritas.
 
Lengkap rasanya, setelah diving di pulau ter-utara Indonesia, sekarang bisa diving di pulau ter-selatan. Dan apa yang berikutnya saya lihat benar-benar diluar dugaan… Taman laut beraneka warna dan bentuk coral sehat  yang sangat padat.
 
Dua kali kami menyelam, dua-duanya tidak mengecewakan meskipun visibility sekitar 10-15 meter. Bahkan ada wall juga yang padat digantungi beragam coral, mulai dari soft coral hingga sponge coral. Yang lucu sih ada seekor lion fish diantara rimbunnya soft coral, memberi kesan ia sedang ‘terbang’ di sela-sela dedaunan, layaknya burung yang bermain-main di sebatang pohon. Saya selalu membayangkan lokasi di dalam laut saat dipindahkan ke darat.
 
Table coral yang besar juga mudah kami temui. Menjadi objek yang indah untuk difoto. Lokasi yang tidak terlalu dalam, hanya sekitar 25 meter, membuat sinar matahari masih leluasa menembus masuk meskipun visibility tidak terlalu jauh. Bagaimanapun juga, lebih mudah bercerita dengan visual, selamat menikmati foto-foto dibawah ini..

4 Replies to “diving pulau terselatan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *