Concrete Waves

Skatepark Kahuripan, Parung. Transisi disini rasanya mirip banget sama ombak 🙂

Arvid dan Podra, somewhere di taman mini

Lissabrina, speed with style 🙂

just cruising di taman mini

alternatif kegiatan bersama teman2

Ke Mall, makan, nonton, kongkow di cafe dan kadang kadang window shopping.. kegiatan apalagi ya yang bisa dilakukan di Jakarta sewaktu nggak travelling?  Berburu foto ke kota tua, tapi suka nggak tahan macet dan polusinya, akhirnya mati gaya disaat harus berada di Jakarta.

Belakangan ini saya diperkenalkan oleh teman teman, olahraga berpapan yang masih saudara jauh dengan surfing, hanya bedanya olahraga yang satu ini tidak bersentuhan dengan air, melainkan dengan permukaan aspal atau semen. Namanya pun mirip : Longboard.

Olahraga longboard ini sendiri tercipta dari para surfer yang selalu merasa ketagihan ombak, tapi tidak dapat surfing pada saat saat tertentu ( misalnya karena musim yang tidak mendukung, angin, atau tidak adanya gelombang ). Naahh cocok kan dengan kondisi saya dan teman teman yang surfer musiman, dan harus menahan hasrat pada harus berada di darat.

Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba berlongboard ria bersama pertama kali di Taman Mini, karena kondisi jalannya yang mulus, lumayan lebar dan ada sedikit derajat turunan. Walaupun kami ber sembilan harus bergantian dengan tiga longboard tapi tidak menghalangi keseruan, malah makin rame karena temen teman yang menunggu giliran meluncur ikutan mengomentari atau menyemangati teman yang mendapat giliran meluncur.

Dari Taman Mini minggu berikutnya kami pindah mencoba skatepark di Kahuripan, Parung. Berangkat di siang bolong dengan lama perjalanan sejaman akhirnya sampai juga. Pertama kali melihat bentuk skatepark nya sih  bingung juga, ini gimana cara mainnya, soalnya kami pemula semua.

Jujur saya ngeri banget untuk mencoba ‘carving’ pertama kali, gimana enggak, kalau di surfing sih jatuh juga masih air, ini kan langsung kena semen keras. Tapi liat teman yang sudah bisa memberi contoh, ngiler juga untuk mencoba. Akhirnya setelah di nekat nekatin bisa juga saya ‘carving’ dan mencoba bowl. Dari yang tadinya pengen balik, akhirnya semua malah lupa waktu sampai menjelang gelap.

Kelihatannya ini bakal jadi kegiatan rutin selanjutnya, selain kunjungan rutin ke mall dan kadang kadang nyalon*teteuupp*

8 Replies to “Concrete Waves”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *