6 fakta seru tentang Orangutan Borneo -Tanjung Puting

One of my dream to visit Orangutan Borneo in Tanjung Puting was completed!

Journey to the remote area of Borneo, Tanjung Puting to be precise, lead me to one of the biggest Orangutan colony on this earth.

Kalau biasanya saya selalu trip nggak jauh-jauh dari surfing (baca deh perjalanan gw ngubek2 Rote disini) dan diving (dan ini cerita waktu diving di Alor dan Aceh), bahkan trekking pun hanya sesekali saja (ni cerita waktu seseruan di Papandayan), nah pada kesempatan kali ini, kesempatan memasuki jantung hutan Borneo atau Kalimantan untuk bertemu Orangutan in person di Tanjung Puting ga mungkin dilewatkan .

Nah, ini fakta seru yang bisa kamu temukan di Borneo – Tanjung Puting dan tentang Orangutan juga

  1. Klotok

Pepohonan yang rapat secara perlahan bergerak kebelakang seiring klotok yang saya tumpangi bergerak perlahan memasuki wilayah hutan Borneo – Tanjung Puting. Yak, cara terbaik untuk mengunjungi kawasan yang telah ditentukan menjadi Taman Nasional pada Departemen Kehutanan menetapkan Tanjung Puting di Borneo sebagai Taman Nasional pada tahun 1984 berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 096/Kpts-II/84 tanggal 12 Mei 1984 dan berdasarkan SK. Dirjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam No. 45/kpts/IV-Sek/84 tanggal 11 Desember 1984 ini memang menggunakan klotok, perahu kayu yang berukuran cukup besar, memiliki dek cukup luas yang dapat berfungsi sebagai ruang bersantai, ruang makan dan ruang tidur di malam hari.

orangutan_tanjung-puting-7

Klotok seperti ini dapat memuat 4 hingga 7 orang secara nyaman. Dan masing-masing klotok memiliki seorang guide yang akan menemani dan menjelaskan semuanya. Beruntung hari itu dalam rangka survey lokasi, saya ditemani Bang Yomie dan Bang Miki yang merupakan para guide senior.

Urusan kamar mandi yang biasanya menjadi pertanyaan pertama para manusia perkotaan pun jangan dikawatirkan. Setiap klotok dilengkapi oleh sebuah kamar mandi shower dengan wc duduk yang bersih. Jadi nggak ada alasan nggak mau mandi atau nggak bisa buang air selama trip yang bisanya memakan waktu 2 hingga 3 hari.

oangutan_tanjung-puting-6

2. Bukan lokasi terbaik untuk berdiet

Urusan makanpun ternyata sangat mewah. Masakan rumah ditemani buah-buahan pencuci mulut tak pernah absen pada jam-jam lapar menghiasi meja makan dengan pemandangan mewah kerimbunan hutan Kalimantan. Ah ya, tak ketinggalan kue-kue kecil yang menemani saat menyesap kopi dan teh di sore hari. It’s a luxury trip!!

3. Tidur di alam terbuka

Begitu juga saat malam tiba dan kasur-kasur mulai digelar. Masing-masing memiliki kelambung yang melindungi dari gigitan serangga. Tidur sembari mendengar suara hutan dan merasakan semilir angin segar adalah kembali satu kemewahan yang tak dapat ditukarkan oleh apapun. Tak perlu lagi pendingin ruangan, udara malam hutan pun dapat membuatmu menarik selimut.

4. Dr. Birute Galdikas

Kawasan konservasi di Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang awalnya merupakan kawasan yang didedikasikan untuk mempelajari primata ini secara lebih insentif, berkembang menjadi penampungan bagi Orangutan yang tertangkap manusia tak bertanggung jawab, untuk direhabilitasi sebelum kembali dilepaskan ke alamnya. Karena saat mereka diseka selama bertahun-tahun, apalagi sejak usian muda, insting mereka untuk bertahan di alam liar harus kembali diasah.

orangutan_tanjung-puting

Kawasan konservasi Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang tak bisa dipisahkan dari kisah D. Birute Galdikas yang pada tahun 1971 saat berusia 25 tahun memutuskan untuk mempelajari tentang Orangutan langsung di habitatnya. Can you image, a young girl aged 25 years old, all the way fly to the heart of Borneo Jungle from U.S?

Well, semua tak sia-sia. Selain konservasi yang berkembang, perekomunian warga setempat pun ikut berkembang seiring semakin majunya sisi eco wisata dari lokasi ini. Semua dikelola secara professional demi menjaga segala keberlangsungan yang ada.

5. Orangutan colony lead by aplha male

Speaking of para Orangutan di Borneo yang menjadi daya tarik utama disini, baik Bang Yom dan Bang Miki banyak bercerita mengenai ‘drama-drama’ yang terjadi.

“Mereka selalu mempunyai seorang raja disini. Sekarang ini alpha male yang lagi menjabat namanya Tom.”

“Iya, dan kalau lagi saat feeding, nggak ada yang berani menyentuh pisang-pisang sebelum Tom kekenyangan. Semua menunggu, kecuali satu betina alpha yang lagi deket dengan Tom.”

oangutan_tanjung-puting-5

Ok, jadi pelajaran pertama adalah Tom si alpha male ini mempunyai wilayah yang tak boleh diusik jantan lain. Semua betina di wilayahnya adalah miliknya, dan tak ada yang boleh menolak saat Tom naksir pada salah satunya. Wow! Pasti banyak pria-pira di luat sana yang sirik berat pada Tom (yang belakangan saya sadari potongan poninya mirip banget dengan potongan poni saya #oleswax)

Kamera tak pernah lepas dari tangan. Sebisa mungkin saya selalu siap sedia merekam segala tingkah laku mereka yang menarik. Saat pertama kali turun dari Klotok pun kami sudah disambut seekor pejantan yang kemudian berpose tanpa malu-malu di hadapan para turis dengan bergelayut di pohon rendah.

“Meskipun bobot mereka bisa mencapai 125 kg dengan kekuatan yang setara 8 pria dewasa, namun mereka bisa membagi bobotnya jadi dahan kecil yang dipakai bergelantungan pun tak patah.”

Ah, ya.. saya baru memperhatikan betapa dahan-dahan kecil itu melengkung menahan beban berat tapi tak patah. Wow, ilmu meringankan tubuh itu benar-benar ada !

Kemudian kami bergerak perlahan memasuki hutan, dimana Bang Miki banyak menceritakan tentang Orangutan Borneo di kawasan Tanjung Puting ini.

orangutan_tanjung-puting-4

6. Kesamaan DNA Orangutan dan manusia mencapai 97%

“Tingkat intlektual mereka bisa disamakan dengan bocah berumur 5-6 tahun. Mereka bisa meniru dengan baik.” Om Yom kembali bercerita dalam perjalanan kami menuju tempat feeding.

“Satu waktu, ada Orangutan bernama Pen, dan dia bisa membobol gudang pemyimpanan makanan meskipun sudah dikunci. Lobang kecil sudah cukup bagi dia untuk memasukkan jarinya, dan dengan kekuatannya dengan mudah ia membukan apapun.”

“Dia bisa mendayung.”

“What!! Serius?!”

“Iya, dia bisa meniru gerakan mendayung dan bisa mencuri perahu kecil untuk didayung sendiri.”

“Kadang ia bisa hitch hiking pada klotok-klotok yang lewat. Ia menumpang.” Saya membayangkan dengan geli si Pen mengacungkan jempolnya memberi tanda akan nembeng ke klotok yang lewat.

Betapa hewan liar bisa mempercayai manusia. Saya pernah berenang bersama whaleshark dan manta (baca deh ceritanya disini), dan sangat terasa bagaimana mereka dengan polosnya bisa mempercayai manusia, sementara ada saja manusia yang kemudian memperdayakan atau membahayakan mereka. Si Pen ini pun pasti sangat percaya pada manusia.

“Mereka memiliki 97% kemiripan DNA dibandingkan manusia. Jadi memang kita hanya berbeda 3% saja.”

Wow, segitu banyaknya kah kemiripan kita dibandingkan mereka. Saya suka sekali memandang mata mereka, dan cara mereka berkomunikasi. Saya geli melihat drama-drama yang terjadi saat feeding siang itu.

Lokasi feeding dibatasi oleh pagar kayu dengan jarak sekitar 10 meteran dari panggung kayu dimana pisang-pisang ditumpuk diatasnya. Tak lama kemudia Tom muncul dengan gagahnya dan langsung mengambil tempat di tengah. Refleks saya langsung memegang poni, berasa dapat kembaran.

“Tapi Pen tak bisa bersaing dengan Tom, jadi ia menghilang beberapa tahun yang lalu, Tak ada yang tau kemana perginya. Mungkin membangun kerajaan baru.”

Sore itu, kami kembali berlayar mengarungi sungai sekonyer sembari menikmati udara sore yang sejuk, ditemani celoteh burung-burung dan bekantan yang sibuk bergelantungan di kanan dan kiri sungai.

Tanjung Puting di Borneo memang satu lokasi yang wajib dikunjungi. Dimana lagi kamu bisa melihat langsung kelakuan para Orangutan secara langsung di habitatnya? So, get rid your high heels just go to the jungle

instagram-photo-7

Gemala Hanafiah

A traveler who only have 3% DNA gap compare to Orangutan.

more info :

Omie Tour Organizer
Jalan Bahari No. 27, RT. 13, Kumai Hilir, Kecamatan Kumai
Pangkalan Bun – Kalimantan Tengah 74181 – INDONESIA
Telp : +6281352736054
WA : +6281316083838
Pin BB : 2B9ACE57
Email : kamale83@gmail.com , cc : info@orangutandays.com
Website : www.orangutandays.com

Trekking Kinabalu – Tips summit attack

Kinabalu sendiri tak dipungkiri sudah menjadi impian banyak pendaki di dunia.

Meskipun sudah dibuat jalur yang aman, tetap trekking Kinabalu terutama saat akan muncak atau summit attack tetap membutuhkan satu strategi tersendiri dan melakukan trekking di Kinabalu.

trekking_sabah_13

Nah untuk urusan summit Kinabalu, ada beberapa perbedaan mendasar dibandingkan summit di gunung-gunung yang ada di Indonesia, terutama untuk masalah waktu.

Sebelum summit, para pendaki terlebih dahulu beristirahat di Laban Rata, resthouse yang disediakan khusus dengan fasilitas yang tergolong mewah bagi para pendaki. Bagaimana ngga dikatakan mewah, mereka menyediakan kamar dengan selimut tebal (2 biji loooh) yang super hangat. Ini buat saya sudah kemewahan yang luar biasa. Mereka menyediakan kamar mandi (nggak yakin pada mau mandi di suhu belasan derajat bahkan kadang dibawahnya) dan terdapat restoran dengan menu yang super menggiurkan. Nggak perlu bawa kompor dan masak sendiri.

Liat suasana Laban Rata pada video Wet Traveler dibawah ini :

Oke, mari masuk ke pembahasan tips sederhana sesuai dengan pengalaman yang yang gw alami, saat dibimbing Abex, yang instagramnya wajib kalian kunjungi apalagi kalau suka mendaki.

  1. Jangan diet

Dietnya nanti saja disimpan saat sudah kembali ke dataran rendah. Disini kamu membutuhkan banyak energy dan banyak bahan untuk dibakar. Apalagi makanan yang disediakan di Laban Rata semuanya enak (apa gw aja yang rakus ya hehehehe..) mulai dari lauk pauk lengkap, spaghetti, buah-buahan, sup hangat menggoda hingga teh dan kopi yang bebas diisi ulang. Oya, bisa isi ulang air minum juga di keran yang terdapat di Laban Rata ini, sama seperti di tiap pos.

  1. Tidur cukup

Usahakan tidur sesore mungkin, apalagi dengan disediakannya fasilitas seperti yang gw ceritakan diatas, nggak ada alasan untuk merasa sengsara dan nggak bisa tidur. Kecuali kalau kamu mengalami Altitude Mountain Sickness seperti yang gw alami malam itu. Gejalanya : tidak bisa tidur, badan rasanya kepanasan (sementara udara sangat dingin), pusing dan bahkan sampai muntah. Kalau sudah begini, jangan ragu lagi untuk memberitahu leader kamu atau guide yang bertanggung jawab pada pendakianmu. Mereka bisa memberikan obat yang tepat untuk meringankan gejalanya.

trekking_sabah_2trekking_sabah_4

  1. Lindungi ujung tubuh

Suhu di puncak akan dingin, tapi seiring dengan badan kita yang terus bergerak maka dingin itu akan terkalahkan. Yang paling penting untuk dijaga justru ujung-ujung tubuh yang terbuka seperti : hidung, telinga, dan jemari. Lindungilah bagian-bagian tersebut

  1. Persiapkan wind breaker.

Meskipun rasa dingin kadang hilang dan kita malah keringatan karena terus menerus bergerak saat muncak, jangan anggap remeh angin dingin yang menerpa dashyat. Rasa dinginnya bisa mematahkan mental. Toh, wind breaker yang kita pakai dapat dibuka saat matahari telah bersinar, menghangatkan suasana dan jiwa #tsah

trekking_sabah_8

  1. Bawa air minum dan makanan kecil secukupnya

Meskipun sebelumnya sudah sarapan, tak ada salahnya membawa makanan kecil yang manis untuk tambahan energy. Bisa buah kering, coklat atau energy bar. Begitu juga dengan air minum. Tak perlu membawa berlebihan karena akan menjadi beban berlebih pada hidup yang sudah berat #eh

trekking_sabah_9

  1. Terus melangkah

Napas semakin sulit ditarik. Itu wajar, apalagi posisi sudah semakin tinggi. Semakin cepat lelah, sementara waktu check in di pos terakhir (Sayat-Sayat Point) dibatasi hanya sampai jam 5 pagi. Kalau kelewatan mana boleh lanjut. Kuncinya dengan bergerak perlahan (tapi jangan kebangetan yah) namun pasti. Gunakan trik zig-zag (thanks to Abex) bahkan saat naik tangga. Selain otot kaki tidak terlalu capai, juga memberikan kesempatan lebih paru-paru untuk menarik napas. It works!

trekking_sabah_11

  1. Saat akan mengambil foto di puncak Kinabalu, nggak perlu menjadi orang yang pertama, karena kamu akan cepat disuruh gentian setelah dua kali cekrek (dua kali ngambil gambar maksudnyaaa). Sementara mana mungkin kita hanya puas dengan dua frame di puncak, kalau perlu sampai memori di kamera atau di handphone habis baru puas hehehe.. Jadi sabar saja, toh mereka memberikan waktu sampai jam 7 pagi sebelum harus bergerak kembali ke Sayat-Sayat point.

trekking_sabah_14trekking_sabah_13trekking_sabah_7

Oke, itu tips untuk summit attack di Kinabalu dari gw, kalau kalian punya tips lain untuk trekking di Kinabalu, silakan looh berbagi di kolom comment di bawah ini.

 

Enjoy trekking Kinabalu guys

raja-ampat-3

 

 

 

Gemala Hanafiah

A beach girl who survive on Kinabalu and feel blessed.

Self Care while Traveling

Setiap kali saya posting kegiatan atau apapun di social media, pasti ada saja yang nanya “Nggak capek, Mba, saingan dengan bang Toyib, nggak pernah pulang.” Yang ga tau Bang Toyib pasti anak milennials nih 😀

Saat traveling berhari-hari bahkan berminggu-minggu, terkadang rasa lelah dan jenuh akan muncul. Wajar. Padahal tadinya saya sempat berpikiran kalau bekerja keluar kota makan tingkat stress yang dialami akan mendekati titik nol. Salah, stress karena tekanan itu akan selalu ada meskipun dalam bentuk yang berbeda. Itulah gunanya untuk selalu mengingat self care saat traveling.

“jam berapa harus mengejar hammerhead besok?”

“Persiapan gear up setelah sarapan jam 7 ya.” Ini sering banget denger kalimat seperti ini pas dive trip.

Atau.. “Bahan desa tradisional kira-kira 2 jam dari sini, kita berangkat subuh ya.”

Adalah hal-hal yang biasa dialami saat traveling, apalagi saat tim Wet Traveler harus ngejar materi. Padahal esensinya traveling itu haruslah menyenangkan.

Nah beberapa tips dibawah ini saya coba rangkum untuk menjaga energy dan tingkat kebahagiaan saat traveling tetap berada di posisi prima :

  1. Jangan berubah

Berubah jadi apa nih? Maksudnya kalau kita punya kebiasaan sehat di rumah, sebaiknya jangan dilupakan mentang-mentang lagi traveling. Usahakanlah untuk menjaga kebiasaan itu. Misalnya :

  • Makan makanan sehat

Kalau kamu terbiasa sarapan dengan menu sehat seperti buah, coba lakukan juga kebiasaan ini saat traveling. Buah tak terlalu sulit ditemukan, apalagi kalau travelingnya masih di negara tropis.

  • Minum air putih yang banyak

Penting, tapi sering kelupaan. Saat badan mengeluarkan banyak keringat dan kepanasan, tubuh kita lebih cepat mengalami dehidrasi dan kalau dibiarkan makan rasa lemas akan mudah timbul. Biasanya  kalo lagi trip surfing niiihh suka kelupaan minum. Belum lagi kalau sudah sampai tahap pusing, wah rugi banget tuh sementara pemandangan di sekitar kita sedang bagus-bagusnya. Nggak ada salahnya bawa botol air isi ulang sendiri juga, bisa mengurangi sampah plastik.

  • Olahraga

Saya selalu memulai hari dengan olah raga, tak perlu berat sekedar srtaching dan jogging kecil juga sudah cukup. Bukanya kalau sedang traveling itu juga bergerak? Yup betul, tapi gerakan olahraga tetap kita perlukan untuk melancarkan mobilitas gerakan tubuh dan tidak kaku dengan gerakan yang itu-itu saja. Yoga juga oke banget, dan bisa dilakukan pada ruangan yang terbatas.

self care traveling

2. Journaling

Kegiatan ini mungkin sering dianggap membuang-buang waktu. Tapi dengan mencatat semua yang telah kita lalui, mencatat perasaan atau hanya sekedar menggambar sketsa akan membantu kita untuk merasa ‘puas’. Catatan kita ini akan menjadi pengingat apa yang telah dialami, serta betapa berharganya sebuah pengalaman. Saya senang untuk menggali rasa penghargaan itu, karena rasa itu akan memberikan nilai tambah bagi sekedar pemandangan bagus.

3. Good sleep

Harus pintar-pintar nahan diri nih. Dulu ketika masih muda #OmongaOrangTua tidur nggak terlalu penting. Rasanya rugi. Pasti sering dengar ucapan “Kalau mau tidur sih di rumah aja.” Ini yang bikin badan gampang drop. Pertahankan jam tidur. Kalau kamu terbiasa tidur 6,7 atau 8 jam sehari ya jangan dikurangi. Tahan diri agar tak terlalu memforsir dan takut rugi, malahan kalau kurang tidur dan sakit keesokan harinya, bisa lebih rugi lagi kan? Saweran boat diving jadi hangus deh….

self care while traveling

4. Jangan bersalah untuk melewatkan ‘must see’ objek

Apalagi saat traveling dengan waktu yang lama. Perasaan ini pasti akan muncul. Sementara kita tau perkiraan waktu dan tenaga tak memadai untuk memenuhi semuanya. Relakan saja.

Karena perasaan bersalah itu akan menghasilkan stress yang nggak perlu. Padahal bebas menentukan akan kemana dan mengalami apa itu adalah inti dari traveling (kecuali kalau memang sudah ditentukan sebelumnya yaa.. resiko itu namanya.)

5. Manjain diri

Penat dan cape biasanya menjadi teman di akhir hari saat traveling. Nggak ada salahnya sedikit memanjakan diri. Sekedar santai di sofa dengan coklat panas dan buku itu nggak ada duanya! Atau cuma leyeh-leyeh di balkon kamar sambil iseng-iseng scrub muka yang sudah seharian kena debu jalan. Dijamin setelah itu muka rasanya akan lebih segar dan bersemangat!

Yang harus diingat, tetap gunakan bahan alami untuk perawatan tubuh. Makanya suka banget dengan Sugar Rush ini karena bahan dasarnya dari gula. Kalau di rumah dan lagi rajin biasanya saya suka bikin scrub gula dicampur olive oil. Rada ribet emang. Nah kalau lagi traveling, enak banget bawa Sugar Rush ini. Baunya juga menggiurkan.

Setelah itu jangan lupa jaga kelembapan kulit muka, juga termasuk kulit bibir. Yes, thanks to smoochies yang baunya seru serasa ada pesta pantai di bibir hehehe.

6. Perpanjang waktu

Mungkin tips yang ini bakalan dilempar sandal bagi para pekerja kantoran hehehe.. tapi kalau bisa, cobalah untuk slow down dan meresapi semua kegilaan dan keseruan selama traveling dengan bersantai di satu hari itu. Pastinya hampir semua orang ingin traveling sesuai jadwal dengan kegiatan sebanyak-banyaknya, sementara sudah pasti waktu yang ada rasanya selalu kurang. Semakin kita research tujuan di satu destinasi, semakin banyak yang kita ketahui, dan semakin kita stress untuk melihat semua. Saya sering ketemu dengan para traveler luar yang memang meluangkan waktu untuk traveling di Indonesia dalam jangka waktu cukup panjang dari berminggu-minggu, hingga dalam hitungan bulan. Dan kalau mereka sudah suka dengan satu destinasi, biasanya mereka mengubah itinerary dan memutuskan untuk tinggal lebih lama di destinasi tersebut. Well, nggak ada yang salah dengan keputusan itu, toh pada akhirnya kualitaslah yang harusnya diutamakan, bukan kuantitas.

self care while traveling
Hatta island

Kalau kalian punya tips-tips untuk self care while traveling, jangan segan-segan tulis di komen yaaa, karena saya juga penasaran dengan ide-ide dari kalian.

 

Cheers

self care while traveling
keep fit and happy

Gemala Hanafiah

@g_hanafiah

Sometimes become a lazy traveler

 

 

 

5 cerita seru saat traveling di tahun 2016

Another year blessed. Traveling selama tahun 2016 punya beragam warna. Mulai dari trip karena diundang media trip, trip kabur nyari ombak, trip bikin event dan lain-lain. Percaya atau engak, apa yang terlihat indah di Instagram itu nggak semuanya mulus. Ada suka duka dibalik foto yang terpampang. Nah ini dia 5 trip berkesan gw selama 2016:

flores-timur
Pic by Pinneng
  1. Flotim

Flores Timur ini merupakan tahun ketiga yang berarti daerah ketiga juga yang kami eksplore untuk membuat buku underwater NTT yang emang rencananya dibuat trilogy (macam pelm-pelm Hollywood lah).

Nah, tahu ini giliran Flores TImur dengan segala rintangannya, secara dua daerah pendahalunya : Alor dan Lembata sudah duluan beken dengan alam bawah lautnya serta budayanya. Untung di saat-saat terakhir kami mendapatkan LOB Benneta sebagai partner kerja yang membuat semuanya menjadi berwarna.

Tapi dibalik keseruan LOB, ruang yang terbatas dengan jumlah kru yang banyak (apalgi setelah tim MTMA bergabung), kami harus benar-benar membagi ruang untuk semuanya. Walhasil gw dapet lokasi bobok yang spektakuler : dibawah meja makan yang ternyata enak banget karena gw dan Pinneng udah persiapan membawa kasur tiup. Untuk urusan bantal? Tenang, ada banyak life jacket yang bisa dialihfungsikan kalau malam.

flores-timur-2
pic by Dewi Wilasono
DCIM100MEDIADJI_0342.JPG
Drone by Edward Suhadi

Perjalanan kami seru. Divingnya oke dan makanan di boat not bad. Sampai saatnya kami akan kembali mengunjungi Batu Tara ( klik deh link untuk ngebaca tulisan gw ttg gunung api keren ini), dan ternyata sodara-sodara…. Laharnya ga keluar. Mampet. Ngambek. Sementara kami sudah bawa2 MTMA yang pastinuya berharap banget akan materi dari Batu Tara ini.

Well, untung aja kami masih punya footage dari tahun sebelumnya. Semua berjalan lancar akhirnya.

katamama-2
pic by Pinneng
  1. Katamama

Baru kali ini gw diundang secara resmi untuk merasakan pengalaman bermalam di boutique hotel sekelas Katamama dan rasanya : WARBIYASAK!

Setelah beberapa hari kuwar-kuwir di Bali untuk bertanding dan menghadiri event kantor, akhirnya malam itu kami masuk Katamama dengan muka kucel dan kecapean. Menyesal karena tak bisa menikmatinya lebih cepat

Pengalaman selama meginap disana seru banget. Makanannya apalagi. Movida, restaurant Spanyol yang bertempat di lobi hotel, benar-benar jadi petualangan lidah tersendiri. Mudah-mudahan di tahun mendatang masih bakal ada undangan serupa #ngarep

kinabalu
Pic by Anak Bebek
  1. Kinabalu

Pengalaman Wet Traveler liputan bareng keluar negri! Thanks to Basecamp Adventure yang telah merekomendasikan kami untuk mewakili infulencer dan youtuber Indonesia serta mengeksplore keindahan alam Sabah, mulai dari bawah laut hingga puncak gunung.

Dan Kinabalu emang benar-benar luar biasa. Ya capeknya, ya terror mentalnya, ya keindahan alamnya. Rasanya mustahil untuk nggak mensyukuri semua pengalaman ini. God had been too kind to us!

Meskipun sempet ngalamin mountain sickness (resiko nak pantai main ke gunung), tapi semua bisa ditangani dan kami sakseus muncak di Kinabalu!

rote
pic by Pinneng
  1. Kecelakaan surfing di rote

Hal ini nggak pernah gw ceritakan di social media sama sekali. Bukannya menutupi, tapi tau sendirilah kalau udah pada komen, kesannya malah menyalahkan olahraga surfingnya. Dan gw nggak mau itu terjadi.

Waktu itu gw baru beres ngebantiuin event surfing lokal di Rote, bahkan sampai ikutan kompetisi segala. Dan ombak memang sedang besar-besarnya. Maka dengan tau diri gw minta ditemani David untuk main di squaliz, tempat yang biasanya diapakai untuk belajar.

Ombak memang besar, tapi sialnya saat itu angin juga bertiup sangat kencang. Maka ketika selesai riding satu ombak, dan mejatuhkan diri ke belakang, tanpa disangkan papan surfing yang seharusnya meluncur mulus ke depan berbalik arah tertiup angin dan mendarat dengan mulus di jidat dengan posisi fins menghadap ke muka.

Wah, saat itu rasanya shock setengah mati. Takut. Ya, gw takut, Takut pingsan, takut kehabisan darah, apalagi saat melihat tangan yang diusapkan ke dahi dibanjiri darah (padahal emang kalau luka di kepala darahnya lebay banget), takut pingsan.

Langsung teriak-teriak manggil David dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat. Untung saja doketnya cakap dan proses jait berlangsung cukup cepat meskipun harus pasrah dengan ukuran benang yang ada. Nggak bisa miliha. Ah, masih untung mereka punya anestesi saat itu hehehe.

Well, shit happens. Kapok? Ya enggak dong, hal-hal kaya gini kan emang diluar control kita. Tapi emang saat itu gw ngerasa masih dilindungi banget. Thanks God.

raja-ampat
jidat masih diperban 😀
  1. Raja ampat

Setelah sekian lama melihat postingan temen-temen tentang Raja Ampat, mupeng itu pasti. Tahun ini akhirnya kesempatan itu datang. Berkali-kali malah! Tiga kali tepatnya. Meskipun pada kunjungan yang pertama harus pasrah diajuhkan dari air laut karena jaitan di jidat masih belum kering, namun setelah itu Raja Ampat benar-benar menunjukkan keindahannya.

raja-ampat-3raja-ampat-2

Piaynemo, Arborek, snorkeling di Waisia. Semua ini cuma membuat gw semakin bangga akan Indonesia. We are way too beautiful!!

Semoga tahun 2017 nanti menjadi tahun yang penuh cerita, penuh pembelajaran dan penuh cinta.

Xoxo

Gemala Hanafiah,

Never stop learning traveler

Serunya belajar surfing rame-rame

“Ajarin surfing dong, ka”

“Lokasi untuk belajar surfing untuk pemula dimana ya?” *ya iyalah kalau belajar berarti pemula >,<

“Mau private dong, ka”

Dan seterusnya.. dan seterusnya comment yang biasa masuk di sociam media gue.

Meskipun telah diberikan link tulisan mengenai step by step belajar surfing ataupun artikel tentang dimana saja lokasi belajar yang ca’em pertanyaan serupa tetap berdatangan.

Dan selama ini pula gue susah untuk mengajar semua satu persatu. Bukannya kenapa-kenapa, CAPE BANGET bhaaay! Kalian pasti nggak nyangka kalau ngajar surfing apalagi bagi yang pertama kali mencoba itu luar biasa melelahkan. Gue lebih sering terlontar dan terseret-seret saat akan membantu teman untuk menyesuaikan kecepatannya dengan ombak. Lelah.

Makanya ketika EMINA ngasih ide untuk bikin trip belajar surfing bareng-bareng dengan menggandeng sekolah surfing Dede Suryana, ini bagaikan pucuk dicinta ulam tiba. Keinginan berbagi pengalaman sekaligus menjawab rasa penasaran teman-teman bersambut dengan slogan EMINA ‘Dream, Joy, Love” yang meng-encourage cewe-cewe untuk berani mewujudkan mimpi.

Nah terus, apa serunya belajar surfing rame-rame? Ni yaaa, simak tapi awas ngeces 😀

surfing-emina_7

  1. Anti capek

Biasanya kalau melakukan trip surfing sendiri tu gue suka bela-belain nyetir sendirian ke Cimaja kalau teman-teman lagi pada nggak bisa. Yang namanya nyetir sendiri, pegel-pegel dan capek-capek ya ditanggung sendiri. Naah, di #EminaSurfTrip kemarin, kami semua janjian ketemuan subuh jam 4, tinggal masuk bis bareng-bareng dan di bangku masing-masing sudah tersedia penutup mata dan ear plug! Warbiyasaaak!! Lanjut tidooor

surfing-emina_8

  1. Dapet guru professional

Karena kita bakalan diajarin oleh sekolah surfingnya Mang Dede Suryana, maka kita dapet guru paling yahud : Mang Dede sendiri! Dede ini sudah menjadi local hero di Cimaja, prestasinya nggak perlu ditanya lagi, ia merupakan orang Indonesia pertama yang mengikuti WQS (seri kejuaraan surfing dunia), dan serunya lagi Dede nggak pelit ilmu. Dengan senang hati ia menjawab pertanyaan semua temen-temen.

surfing-emina_12

  1. Kebutuhan perlindungan dan perawatan menantang matahari terpenuhi.

Saat kami memasuki kamar masing-masing untuk bersiap pelajaran selancar pertama di pagi hari.. JENG JENG : terdapat SUNSCREEN SPF 30 dan DOUBLE BUBBLE FACE WASH terpampang manja diatas tempat tidur. Uyeaaahh!

  1. Dapet kostum surfing.

Wah kalau ini sih memang sudah diberikan oleh ROXY pada para peserta beberapa hari sebelum berangkat. Jadi nggak ada diantara kami yang saltum alias salah kostum. Karena percaya atau nggak, saat pertama kali belajar surfing, saltum itu bikin konsentrasi buyar. Nggak mau kan pas belajar surfing celana melorot atau sibuk menyelamatkan penutup aurat lainnya  -____-

surfing-emina_2

  1. Belajar mengenal anatomi surfboard.

Enaknya kalau belajar dibimbing secara professional, para peserta bakalan diajarin mengenal ‘kendaraan’nya dari awal. Diberitahu bagian-bagian penting dari sebuah surfboard seperti fins, nose, tail, deck dan lain-lain.

surfing-emina_13

  1. Memahami safety agar tak trauma.

Belajar surfing pada lokasi yang salah atau tanpa bimbingan dapat menyebabkan trauma. Nah kemarin nih temen-temen benar-benar diwanti-wanti cara menghindari kemungkinan kecelakaan yang berkaitan dengan surfboard itu sendiri. Diajari cara jatuh yang benar (bahkan jatuh aja harus dipikirin looh), belajar mengatasi rasa panik dan cara lepas dari gulungan ombak dengan cepat. Hmmm banyak ilmu penting yah.

  1. Another surprise!

Katanya untuk mengambil hati wanita, berikanlah hadiah atau kejutan. Ehm! Tapi kami benar-benar kaget dan seneng ketika kembali ke kamar masing-masing… dan TADAAAA : terdapat BB cream Emina Beauty Bliss, Cheeklit (kaya blush on tapi anti menor, favorit nih), Double Agent Eye Brow (buat alis dong yaaa), Emina City Chic (perpaduan bedak dan foundationa) serta My Favorite Things lipensetiikk. Wuiiihhh disuruh dangdan iniiiihhh. Kenapa??? Cek nomer berikutnya dibawah

  1. Surpise lageeeh

Please jangan kesel bacanya. Trip kali ini bener-bener full of surprises. Gimana enggak, yang tadinya kirain makan malam cuma di kamar terbesar aja dengan nasi kotak, alih-alih kami malah diboyong berjalan kali dengan penerangan dari senter handphone masing-masing menysuri tepi laut Cimaja. Gue aja yang udah berkali –kali ke Cimaja bingung setengah mati dengan tujuan kita. Jelas-jelas nggak ada apa-apa disana. Dan nggak lama kami berbelok masuk keantara semak-semak. Lambat laun tujuan terlihat : Barbeque di Beach Club. Lokasi baru yang heits di Cimaja! Sumpah.. gue terharu.

surfing-emina_14

9. Makan Seafood (note : ati-ati kolesterol mbak broo)

Makanan yang disajikan benar-benar segar! Dan yang nggak kuat : free flow bajigur!! This is heaven!

  1. More explore

Esok harinya alih-alih langsung surfing, kami diberi kesempatan untuk mengeksplore alam dan pastinya foto-foto doong. Ini serunya kalau trip dengan sesama pemula. Nggak akan terlalu hardcore. Jadi inget waktu dulu gue belajar surfing pertama kali dan teman-teman yang lain sudah bisa, gue jadi harus ikutan bangun jam 5 pagi untuk ngejar main sunrise sebelum laut menjadi ramai. Wew, semi militer. Nah kali trip santai kaya gini seruu, berasa liburannya.

surfing-emina_10

surfing-emina_3

  1. Diftotoin dan divideoin

Apalagi yang lebih penting dari ini sodara-sodaraaa? Kapan lagi bisa seru-seruan dan nggak kehilangan moment satupun? Emina menghadirkan teman-teman yang jago moto dan bikin video ca’em untuk membuntuti kita dan mengambil moment baik pas lagi seru-seruan, serius belajar, pertama kali berdiri diatas ombak, dan lain-lain. Perfect!

ocean-melody

12. Dapet Ocean Melody

Heuheuheu.. kali aja gara-gara baca Ocean Melody, buku pertama yang gue tulis tentang surfing di Indonesia, jadi ada yang keterusan mendalami surfing kaan? 😀

surfing-emina_6

  1. Anti bosan.

Perjalanan pulang ke Jakarta pastinya bakal ngalami beberapa titik macet. Tapi dengan teman-teman yang ada dalam satu bis, rasanya mustahil untuk merasa bosan. Mulai dari nggosip, saling share pengalaman traveling, nonton youtube Awkarin bareng-bareng (tentu saja younglex dan gaga juga kena absen), nyanyi-nyanyi bareng (si Vidi bawa ukulele looh), dan pastinya nyemil tanpa henti (Emina nggak mau kita kelaperan hehehe.)

Kalau trip isinya cewe-cewe semua gini emang nggak mungkin sepi (para personil cowo-nya sabar semua ngadepin kita hehehe), dan lebih asik lagi bisa saling berbagi pengalaman menjaga kulit terutama bagi yang sering main di outdoor.

surfing-emina_4

Diatas semua keseruan itu, bertambahnya teman baru dengan minat dan aura positif yang sama rasanya sangat berharga. Sampai ketemu lagi di trip berikutnya and keep surfing!

Xoxo

Gemala Hanafiah

Surfergirl who never stop dreaming, enjoying life and full of love 😉

Explore Sabah : Tip of Borneo

DCIM100MEDIADJI_0113.JPG
Drone by Billy Djokosetio

“Get ready by four, we are going to Kudat for about 2 until 3 hour driving from KK” Bobby, guide kami yang periang dan selalu tersenyum bahkan saat bicara itu (saya selalu mengagumi orang-orang dengan kemampuan seperti ini, bagai bicara untuk promo iklan di tipi-tipi gitu), memberikan briefing singkat singkat siang itu. Oya, by the way yang disebut dengan KK itu Kota Kinabalu, terletak di Sabah.

Kudat, daerah tujuan kami, merupakan nama satu daerah yang terletak di titik paling utara Borneo, disebut juga Tip of Borneo, dimana titik nol pulau itu berada. Dan yang paling saya tunggu-tunggu, Kudat juga merupakan area dimana ombak yang terbentuk dari energi gelombang yang berasal dari laut Cina Selatan terbentuk, dengan kata lain : BISA SURFING DI BORNEO !!! Gila ga tuuh??

Masa kecil saya yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur telah mengajarkan pada saya bahwa, nggak bakalan ada ombak di Kalimantan karena posisinya yang nggak terbuka menghadap samudera. Tapi di bagian utara ini, tepatnya di Kudat, area ini justru sedang dikembangkan untuk para surfer.

Perjalanan berasa lama karena ternyata kami telat berangkat dan keburu terjebak rush hour orang-orang pada pulang kerja (ternyata bukan semata-mata fenomena di Jakarta aja ya). Jadilah perjalanan yang harusnya hanya 2 jam belaka jadi molor menjadi 4 jam.

Meskipun begitu, selepas area kota Kinabalu, perjalanan lumayan tak terasa karena jalanan yang super lengang dan mulus.

“Welcome to Simpang Mengayau.” Bobby guide kami yang imut itu kembali memberikan penjelasan ketika kami semakin mendekati area tujuan. Hmmm.. sepertinya saya pernah mendengar istilah mengayau. Ah ya.. Istilah yang sama dengan yang digunakan oleh suku dayak di Kalimantan juga.

“What’s the meaning of Mengayau, Bobby? In Indonesia, Dayak people use word mengayau for going out and cut some people’s head for their offering to the village or to the girl’s parents they like. It’s a sign for maturity. Century ago of course.” Saya penasaran.

“Simpang mengayau has the origin word : sampang magazao, means special location for local people to defend their village from pirates attack.” Ah ya, kurang lebih sama lah intinya, pergi bertarung dengan alasan apapun, terutama membela kampung.

Cahaya matahari tak membangunkan kami dari tidur nyenyak semalaman di Marina resort. Sepertinya gabungan antara efek kelelahan, terblokir sempurna matahari dari jendela dan hujan rintik-rintik yang turun sejak subuh menjadi alasan yang sempurna.

Ini dia beberapa objek seru yang bisa dieksplore kalau kamu ke Kudat :

  1. Bronze Globe of Simpang Tanjung Mengayau

Segera setelah hujan berhenti kami menyambar sepeda masing-masing dan meluncur ke titik terujung utara dari Borneo.

Nggaaak, nggak jauh kok dari resort yang kami inapi. Nggak sampai berkilo-kilo meter, cukup hanya 500 meter saja hehehehe (ketahuan pemalas). Dan dari kejauhan kami melihat sebuah tugu berbentuk bundar dengan tulisan Tip Of Borneo di permukaannya, setelah sebelumnya sepeda kami meluncur menuruni bukit dengan kencangnya, dan menanjak tepat sebelum mencapai tugu budar Bronze Globe tersebut.

Tips : hati2 ya kalau ngebut di turunan, tapi jangan terlalu pelan juga supaya mengayuhnya nggak jauh lagi hehe

dsc03729-copy
pic by Pinneng

Naaah, dibelakang tugu ini terdapat tangga dimana kita bisa mengeskplore lebih jauh lagi, turun hingga ke pantai tebing yang memiliki tekstur unik bagaikan pasir berwarna oranye bergaris-garis.

Nah di pantai karang ini kita bisa berjalan dengan hati-hati hingga sampai ke ujungnya.. LITERALLY UJUNG BORNEO!!! Can you believe that?!

  1. Surfing Kudat

Nah ini dia niii… kesukaannya Wet Traveler hehehe. Surfing! Bahkan saya sudah bela-belain datang kemari membawa papan surfing sendiri!

Kudat cukup terekspose terhadap laut Cina Selatan, sehingga memiliki cukup energi yang memberikan ombak pada pesisirnya. Namun karena saat itu swell nggak cukup besar untuk membentuk ombak yanglayak dipakai surfing pada point tip of Borneo, maka kami melipir ke pantai Tindakon Dazang yang berjarak sekitar 30 menit dari lokasi kami menginap.

img_3795
Sayang waktu kesana ombak lagi kecil. pic by Chales Mawan

Beruntung Ivan dan Charles dari komunitas surfing Sabah bisa menemani kami. Mereka juga membawa beberapa longboard untuk belajar. Rupanya memang ombak di daerah ini cocok juga untuk belajar, apalagi saat ombak nggak terlalu besar.

img_3793
bareng Ivan (chairman of Sabah Surfing Ass, Charles (surfer dari KK) dan Ken (surfer lokal Kudat)

Ternyata pantai Tindakon Dazang mempunyai sudut-sudut menarik untuk berfoto, just in case kamu yang kesini nggak untuk surfing. Selain terdapat tebing fotogenic berwarnnya oranye tersebut ada juga danau sungai dengan jajaran hutan bakau yang tumbuh subur di sepanjang kedua sisinya.

Terdapat juga restoran yang saat itu kosong tanpa pengujung satupun, rupanya pada hari biasa pantai ini memang nggak menjadi tempat nongkrong.

img_3790
Ombak Kudat kalau lagi ‘on’ by Charles Mawan

Komunitas surfing disini baru terbentuk 10 tahun, umur yang terbilang muda untuk sebuah kultur surfing. Ivan, surfer pertama dari Kota Kinabalu yang sekarang juga merupakan ketua dari komunitas ini, mulai tertarik belajar surfing sejak kunjungannya ke Bali. Kalian bisa tonton obrolan bareng Ivan di video yang ada di bawah ini.

img_3796
pic by Charles Mawan

Hanya satu yang saya sesalkan, ombak tidak cukup besar saat saya bertandang kesana saat itu. Pertanda lain kali harus kembali lagi untuk surfing ombak Borneo yang sebenarnya *wink

Big thanks to Sabah Tourism and Basecamp Adventure

sabah-tourism-board-logo-new

bcac-logo-transparent-1-copy-blackpng

Gua Bloyot di Karst Merabu

screen-shot-2016-12-01-at-8-10-31-pm

“Dimana mereka tidur ya?”

“Tiap hari harus manjat gini kalau mau masuk rumah.. apa nggak capek ya?”

Beberapa pikiran yang melintas di kepala saat melihat peninggalan sejarah yang tersembunyi di dalam gua ,yang terletak di tengah hutan namun berjarak tak terlalu jauh dari kampung Merabu yang terletak di Berau – Kalimantan Timur. Rekam jejak manusia purba dapat terlihat jelas dari lukisan tangan yang banyak terpampang di dinding goa.

Perjalanan hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam berjalan kaki dari kampung, dengan medan yang cukup datar. Pikiran saya berkecamuk sepanjang perjalanan, membayangkan cara hidup para manusia purbakala tersebut yang selalu bergerak dan berburu diantara lebatnya pepohonan saat itu.. setiap hari.

Pemukiman manusia purba selalu dapat dipastikan berjarak tak terlalu jauh dari sumber air, dalam hal ini, sungai Nyadeng. Saat manusia belum kepikiran untuk membangun tempat bernaung seperti rumah, mereka mengandalkan tempat berlindung yang disediakan oleh alam : Gua.

Gua menjadi lokasi bernaung dari cuaca dan juga hewan buas yang dapat membahayakan mereka. Namun tak semua gua yang ditempati mudah dijangkau seperti rumah yang memiliki jalan masuk.

Gua Bloyot ini terletak di tebing-tebing curam, yang cukup sulit untuk dijangkau orang kebanyakan saat ini. Tapi tentu saja kondisi seperti ini justru memberikan keuntungan lebih dalah segi kemanan bagi para penghuninya.

Pintu masuk “rumah” diawali dengan lubang sempit yang diapit pepohonan di permukaan yang cukup miring, sekitar 45 derajat. Lubang tersebut merupakan pintu masuk ke ruang goa yang cukup luas berhiaskan stalagtit didalamnya. Perjalanan menuju ruang tamu harus melewati lorong yang terputus oleh dinding batu. Tangga kayu telah terpasang untuk memudahkan manusia masa kini mendakinya.

“Lah kalau jaman dulu, gimana caranya nih ibu-ibu yang baru pulang dari mencari umbi-umbian dan air memanjat bagian ini?” Pikiran-pikiran naif yang sulit dihindari.

Perjalanan menuju ruang keluarga dan ruangan leyeh-leyeh keluarga masih harus melalui sisi terbuka yang hanya menyisakan sedikit pijakan kaki untuk mencapai ruang yang berada di atasnya.

Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya sampai juga di ruang utama yang terdiri dari ruangan luas dengan dinding terbuka yang memberikan kesempatan pada penghuninya untuk melayangkan pandangan seluas mungkin.

Akhirnya terlihat lukisan tangan di sepanjang dinding. Kembali terbayang percakapan para penghuninya saat itu :

“Mah, kemarin papa kepikiran kita bikin lukisan tangan sekeluarga deh”

“Gimana caranya? toko cat kan belum ada.”

“Pakai darah binatang buruan kita dong, disemburin.”

“Oh iya ya.. yuk kita coba.”

Dan mereka pun sibuk saling sembur menyembur diatas tangan para anggota kelurga yang lain, sembari mencoba menggambar binatang buruan mereka seperti babi hutan dan rusa. Dan terlahirlah gambar cap tangan berbagai ukuran berwarna merah.

tamat.

info

Tanjung Redeb – Kampung Merabu : 4 jam perjalanan.

Penginapan di Kampung Merabu yang tersedia adalah homestay di rumah warga, beserta makan tiga kali sehari.

Katamama – boutique hotel made by artisans

English version scroll down

all pic by Muljadi Pinneng Sulungbudi

Ketika datang tawaran untuk menginap di Katamama, rasanya nggak mungkin untuk bilang ‘tidak’. Bagaimana mungkin menolak, ketika saya googling nama Katamama, foto-foto yang menampilkan kamar-kamar asri dengan desain yang unik segera memenuhi layar comp.

Maka malam itu, dengan muka kucel terbakar dan badan lelah akibat baru selesai kompetisi surfing di Uluwatu, saya menghampiri Katamama yang berlokasi di jalan Petitenget, Seminyak. Yang ngefans dengan Potato Head pasti sudah nggak asing lagi dengan lokasi ini.

Yang bikin saya kaget, ketika turun dari mobil sewaan kami langsung disambut seseorang yang  menyapa dengan nama! Wow, mereka mengingat satu persatu tamu yang sudah terdaftar. Kemudian kami disambut seorang pria yang mengambil alih, dan tidak lama langsung dioper kembali ke seorang petugas wanita yang tersenyum ramah

_mps7957

“Kita proses check in di kamar saja, barang-barang sudah dibawa kesana. Dan lagipula pasti capek kan baru tiba jam segini.” Saya semakin bengong. Mungkin pengalaman saya juga yang kurang banyak dengan menginap di hotel ‘nggak biasa’ tapi cara seperti ini menyenangkan sekali. Rasanya tidak seperti masuk ke hotel atau resort tapi masuk ke rumah sendiri. Rumah baru sih pastinya hehe..

Berjalan di lorong-lorongnya, berasa seperti masuk ke dalam candi. Nggak heran, ternyata inspirasi dari desain yang dirancang Andra Matin ini memang ‘candi’. Dingin, nyaman, kokoh.

img_1542Sampai di kamar yang luasnya 82 sqm, kejutan berlanjut. Sekali lagi maafkan saya yang kurang berpengalaman ini, tapi melihat desainnya yang hommy dengan sudut ‘instagramable’ plus kamar mandi super luas membuat saya menyesal nggak datang lebih cepat. Sofa nyaman dengan buku-buku yang boleh dilalap (baca : dibaca, bukan dimakan), lampu baca gemas, karpet anyam lucu dengan warna-warna kalem bikin saya pengen buka sepatu dan merebahkan diri diatasnya.

Wait!

Masih ada lagi. TIba-tiba seorang pria ganteng masuk ke kamar!

Ternyata dia seorang bartender yang siap melayani kapanpun seorang tamu chek in dan butuh welcome drink. Heh, jangan pada mikir yang nggak-nggak dulu yaaa.. Keseruan bikin welcome drinknya ada di video di bawah tulisan ini, nanti ditonton yaaa.

Next, bergeser ke lemari pakaian yang disediakan. BESAR BANGET! Blum cukup dengan ukurannya saja yang besar, ternyata di dalamnya ada jubah lucu dengan warna biru alami yang boleh dipake selama berada di kawasan Katamama. Love it!

Eh ada topi dan tas anyamnya juga heheheh..

_mps8139

OK, besoknya kita langsung coba kolam renang dan MoVida. Nah yang mau saya ceritakan ini lebih ke resto MoVida ini. Resto yang mengusung masakan Spanyol ini masih terletak di dalam Katamama. Saya buka food blogger, tapi pengen seneng banget pas dapat kesempatan nyobain lunch disini. Kata orang-orang , tapas itu cara paling tepat untuk nyobain kuliner Spanyol.

Dan nggak lama, ada SEMBILAN tapas yang keluar secara bergantian! Tiap hidangan yang keluar buat saya sih jadi seperti petualangan tersendiri! Tenang, saya dah siapin foto-foto dan menunya supaya lebih kebayang. Bahkan nulis cerita ini aja bikin saya menelan ludah 😀

Belum berhenti disitu, kita bergeser ke ruang sebelah : AKADEMI. Hah? Sekolah lagi? Bukan dooong, Akademi disini kita bisa belajar cara meracik campuran arak dan liquer lain. Mereka mencoba untuk mencampurkan cita rasa lokal dan luar, Hasilnya. Mamamia….

_mps7997

Dan kabar baik untuk para pecinta sunset sambil mimic-mimik manja, dengan menjadi tamu di Katamama, kita bisa meminta kursi paling depan di jam-jam ramai saat menjelang sunset, dengan jalur masuk khusus karena lokasinya yang memang berseblahan. I know you’ll love it!

_mps8163

Jangan lupa scroll langsung kebawah dan tonton videonya yaaahhh

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361

English 

When I step into Katamama, first thing that came into my mind was “candi” (temple). No wonder, this boutique hotel located in Jalan Petitenget, Seminyak is built by artisan, and every detail in their room was handmade or handpicked.

It’s already late when we arrived. What amazed me was, the check in was done right in the room there is no receptionist. While the manager showing all the facilities in our room, the bartender made us some welcome drink in our room : mojito, and he let me shake the drinks. I feel like a real bartender. 

_mps7957img_1541

I can’t stop observing the in-room bar we had, they provide us with fresh ground coffee and choices of good quality tea. You know what, they change the coffee every day to guarantee it freshness. Not to mention the cake that always be provided in small jars, I realise I will fail to maintain my weight during my stay here. 

This 82 sqm island Suites keep surprising me. There are a couple of nice robe we can wear during staying here that I wish I can keep. The robe is also handmade with nice fabric paired with couple cute plait hat and rattan backpack.

Speaking of the interior, every room has such as nice corner to relax after cruising around Kuta, makes you forget to do anything else but stay there and read your book. But the most important one is, the corner is perfect for taking picture! 

img_1542

Let’s move out from the room.. to the restaurant.

MoVida, the Spanish restaurant they have is one of the best fine restaurant it the area. I’ve never been to Spain but they said tapas is the best way to enjoy their cuisine. Nine kind of tapas are just like an adventure to me, and I love it. Each tapas has it own character and unique, make us guessing what was inside.

Oh, and for sunset lovers, as a Katamama guest means you have a privilege to book the best front seat in favourite hour : sunset time in Potato Head! Normally, it’s not that easy to get a bed-seat at the front row. See, I know you will love it! 

_mps8163

I guess the best way to see my experience staying here is by watching my video below. Enjoy!

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361

Things to do while trekking Papandayan

Beberapa kali naik gunung, semua karena kerjaan yang berarti ‘disuruh’ dan bukan kemauan sendiri. Maklum entah kenapa dari kecil saya nggak pernah bisa jauh-jauh dari bibir pantai. Rasanya ada yang salah kalau liburan tapi nggak menyentuh air. Kering is not my middle name. Tapi jangan kuyub juga sih.

“Mau ikut naik Papandayan nggak? “ bunyi text yang masuk ke whatsapp siang itu.

Refleks saya ingin menolak, tapi begitu melihat sang empunya nomer, saya pun mikir dua kali. Gimana enggak, yang ngajak siang itu adalah Abex (dia ini pendaki gunung wanita kawakan berambut bondol yang jago masak dan baik hati, cek dong disini).

Maka setelah menimbang-nimbang sepenuh jiwa dan raga, dengan pertimbangan matang yang melelahkan selama.. 2 menit, gue mengiyakan ajakan itu. Akhirnya gue naik gunung lagi, untung saja peralatan lenong masih lumayan lengkap. Ni dia beberapa barang-barang krusial yang mesti kalian miliki untuk mendaki :

papandayan_2

  1. Sepatu trekking.

Mungkin akan berasa lebih berat daripada sepatu casual lain yang biasa dipakai jalan, tapi percayalah, kenyamanan saat menempuh jalur berbatu atau berakar yang akan menyolek-nyolek jari dan pergelangan kaki yang terbuka. Sepatu dengan model angkel tinggi juga direkomendaikan untuk melindungi dari kemungkinan terkilir akibat batu-batu yang mudah lepas dan lainnya. Percaya atau enggak, sepatu yang nyaman itu menolong stamina juga loh.

  1. Tas ransel yang sesuai.

Sesuai disini artinya tas ransel itu akan membagi beban pada lokasi-lokasi yang lebih kuat daripada hanya sekedar di pundak. Beban yang hanya terpusat pada satu titik akan cepat melelahkan fisik, dan bikin pungung encok (maklum dah nini-nini). Jadi carilah tas yang benar dengan penompang pinggang.

  1. Baju yang sesuai

Pernah dengar kalau naik gunung itu jangan pakai celana jeans? That’s true. Jangan kepikiran untuk memakai jeans saat mendaki gunung. Jeans akan berat saat dipakai trekking, dan susah kering saat terkena basah, akibatnya kulit tetap basah dan rasa dinginpun mendera bagai kenangan mantan yang sulit terhapuskan #eaaa

  1. Botol minum

Lebih baik isi ulang dapripada ikutan menyumbang sampah plastik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat penjemputan pun tiba. Teman-teman dari Basecamp Adventure benar-benar mengurus kami dan memastikan segala kebutuhan terpenuhi. Mulai dari cemilan-cemilan saat di perjalanan hingga saat pendakian berlangsung.

Mereka bilang Papandayan cocok untuk pemula, dan mereka benar! Dari awal pendakian jalur berbatu yang lumayan landai menyambut kami, sementara background di kejauhan mirip-mirip jalur pendakian cartenz katanya. Katanya loh.. lah saya belum pernah mampir ke Cartenz.

Kawah-kawah menganga bertebaran di saping jalur. Warna keabuan mendominasi diantara semburat kekuningan, sementara lereng gunung yang subur menjulang gagah dibelakangnya.

papandayan_3

Langkah kaki kami pelan tapi pasti. tips lagi nih : untuk membiasakan diri pada awal-awal pendakian, bergeraklah dengan lambat tapi konsisten. Otot jantung masih perlu menyesuaikan diri, sehingga perlu beberapa saat untuk mencapai kondisi stabil.

Tidak perlu waktu terlalu lama untuk mencapai lapangan dimana terdapat persimpangan jalan, setelah kurang lebih 2,5 jam : antara Pondok Selada dan Goeber Hoet . Kalau biasanya Papandayan dipenuhi para pendaki kali itu karena kami menyambangi disaat pertengahan minggu di bulan puasa pula, maka tak tampak keramaian yang justru makin membuat suasana lebih menyenangkan.

Entah kenapa kami dibawa ke jalur yang mengarah ke Goeber Hoet.

Ternyata PEMANDANGAN DARI SINI KEREN BANGET! Maksdunya tuh dari area dimana tenda kami berdiri terlihat gunung Cikuray di kejauhan dengan hamparan kawah didepannya. Ah keindahannya bisa langsung dilihat di video yang ada di akhir artikel ini.

Bukan itu saja, ketika kami sampai di area perkemahan, TENDA TENDA KAMI TELAH BERDIRI!.. bukan itu aja GORENGAN SUPER ENAK DENGAN TEH ANGET JUGA ADA. Bukan ini bukan capslock yang tiba-tiba rusak. Tapi memang ternyata naik gunung itu nggak selamanya susah dan sengsara.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kursi-kursi lipat dan meja pun sudah siap menampung kami, terpasang rapi di depan tenda.

Jadi orang-orang tu menganggap naik gunung itu sengsara? Paling nggak buat saya, IYA! makanya jadi anak pantai, demennya dibelai ombak dan leyeh-leyeh sambil menyeruput es kelapa.

Ok, pembahasan kembali ke tenda : selain sudah berdiri manis, isinya pun sudah lengkap. Alas matras sudah pada posisi dikedua sisi, dengan sleeping bag diatasnya.

Bagi yang bingung harus melakukan apa di gunung, nih hal-hal yang wajib dilakukan di gunung Papandayan :

  1. Timelapse

Jangan sampai kehilangan moment untuk mengabadikan baik sunset maupun sunrise jika tenda kamu berada di Goeber Hoet karena keduanya luar biasa keren! Cuma siap-siap aja pakai sarung tangan, karena pastinya suhu lumayan rendah dikedua waktu tersebut.

  1. Melancarkan kunci-kunci gitar di sekitar api unggun.

Malam-malam saat menunggu makanan dihidangkan (see, how luxurious it be) sembari menyeruput kopi atau teh jahe, pangkulah gitarmu dan jangan malu untuk memancing seluruh teman-teman yang ada untuk ikut memnyenyikan lagu yang kuncinya baru dihapalkan siang tadi. Salah-salah sedikit nggak apa, toh mereka juga akan maklum dan tetap menyanyi dengan semangatnya.

papandayan_5

  1. Membuat foto bimasakti / Milky Way

Berdoalah semoga malam ini langit akan cerah dan bulan bersembunyi malu-malu, meinggalkan langit yang gelap gulita dengan taburan bintang bagaikan pasir diserakkan. Pasang tripodmu dan lanjuuut!!

  1. Mengunjungi hutan mati

Bagian sisi lereng yang terkena semburan lahar dari gunung Papandayan pada tahun 2002 lalu, meninggalkan hutan yang tampak merana tanpa daun tersisa, dengan batang-batangnya yang hangus. Tampak kontras dengan warna putih dari bebatuan yang kehilangan humusnya. Sungguh magical.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Well, terlepas dari reputasi Papandayan yang hanya sesuai bagi pendaki pemula, keindahannya tak bisa diangagp sebelah mata. Maka, angkat ranselmu dan mendakilah!

papandayan_1

Note :

Pengen trip seru ini, cus ke

Jl. Arif Rahman Hakim No.4, 1st Floor, Depok

www.basecampadventureindonesia.com

WA +628111100968

email : info@basecampadventureindonesia.com

atau intip-intip instagram mereka.

My 5 favorite destination in Indonesia

Jadi ini 5 favorite destination gw untuk saat ini di Indonesia, berdasarkan keunikan dan alamnya

Maklum yaa kalau banyak yang daerah ‘basah’ soalnya gw susah jauh dari air hehe. Informasi favorite destination in Indonesia yang gw bagikan ini  lengkap dengan daya tariknya, informasi akomodasi dan trasnsportasinya.

Nemberala

_MPS4326Heaven on earth, kalau kata para turis selancar yang datang ke pulau Rote. salah satu pantai yang memiliki ombak sempurna bagi para peselancar itu adalah Nemberala. Selain ombaknya, pasir putih dengan jajaran pohon kelapa menambah nilai tambah bagi para pengunjung. Desa ini masih sangat alami, maka jika lokasi liburan yang jauh dari keramaian serta tv menjadi kata yang asing, disinilah tempatnya.

what to do

  • surfing tentunya, di salah satu lefthander terbaik di Indonesia : besialu point.
  • Diving. Mereka juga mempunyai beberapa titik penyelaman yang menarik
  • Cruising along villages dan menemukan pemandangan unik khas Indonesia Timur yang seru.
  • Sunbathing di hamparan pasir putih bak memiliki pantai pribadi.

what to eat

Nemberala tidak memiliki warung makan layaknya lokasi wisata lain, biasanya para tamu disediakan makan 3 kali sehari di penginapan / resort masing-masing. Tapi ada satu local bakery yang wajib dicoba, karena mereka membuat donat kampung yang lezat.

where to stay

Anugerah surf and dive resort, sebagai satu-satunya resort dengan fasilitas dive operator di Nemberala

www.surfdiverote.com

How to get there

Fast boat

Kupang-Rote setiap senin, kamis, jumat, sabtu, minggu : 08:30 dan 14:00

Kupang-Rote setiap selasa dan rabu : 08:30

Pesawat

Wings Air Kupang-Rote: 15:10

Wings Air Rote-Kupang : 16:05

Banda Neira

Processed with VSCOcam with q7 preset
Pasir putih di Hatta island

Keindahan alam bawah laut Banda Neira yang terletak di provinsi Maluku ini sudah tak perlu diragukan lagi. Keindahan yang dipadu dengan sejarah panjang perdangan dan perkebunan pala, menghasilkan situs-situs menarik untuk dikunjungi. Diatas semua itu, alam Banda Neira sangat memanjakan mata dan cocok untuk berleha-leha sembari menikmati secangkir kopi pala.

what to do

  • Diving pastinya, serta berburu foto Hammerhead yang banyak berseliweran di perairannya.
  • Mengujungi benteng keren di pulau Banda Neira dan sekitarnya
  • Melihat perkebunan pala yang masih terpelihara baik hingga sekarang

Where to stay

The Nutmeg Tree, jl. Pelabuhan, Desa Nusantara

Facebook : The Nutmeg Tree Banda Neira

Why this place? Love the vibe of herritage / classic so much.

What to eat

  • Capcay saus Almond
  • Kue kemiri
  • Kopi pala

How to get there

Fast boat

Tulehu (Ambon) – Banda Neira every Monday and Friday 08:00 ( 4 hours)

Banda Neira – Tulehu every Tuesday and Saturday 08:00

Alor

alor-12

Alor semakin dikenal karena site-site penyelamannya yang luar biasa. Bagi pada pecinta binatang macro, fans pelagic seperti hiu, napoleon dan baraccuda, atau hanya penikmat warna karang yang saturasinya kadang seperti tak asli saking terangnya, semua ada disini.

What to do

  • diving, diving dan diving
  • ke desa Takpala dan berfoto menggunakan pakaian adat.
  • mengunjungi pasar tradisional dan mencoba jagung meriam

Where to Stay

Hotel Pulo Alor, kota Kalabahi.

Dive operator

www.divealordive.com

Sam : 081337966161

How to get there

NAM air dan Wings 4 kali sehari

Tangkahan

DCIM101GOPRO

Tangkahan sebagai bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser pastinya menjaga ketat kawasan hutan mereka, dan hal ini jugalah yang menjanjikan petualangan tiada henti di kawasan Tangkahan sendiri.

What to do

  • Trekking naik gajah melintasi sungai dan hutan
  • Menginap di Goa Kambing yang meskipun terletak di tengah hutan tapi memiliki fasilitas bak hotel berbintang dengan kasur tiup, kelambu untuk menjaga kenyamanan tamu, tirai air alami serta kamar mandi dengan sumber air langsung dari tanah. Sangat menyegarkan.
  • Tubing di sungai batang dan mampir ke setiap air terjun yang dilewati.

Where to stay

How to get there

Mobil sewa dari Medan yang berjarak 3 jam perjalanan.

Tanjung Puting

IMG_0075

Orangutan merupakan salah empat dari kera besar yang dilindungi di dunia, dan keberadaannya hanya ada di Borneo. Tanjung Puting merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mengunjungi Orangutan di alamnya.

What to do

  • Mengunjungi Orangutan
  • Bird watching
  • Menikmati suasana hutan

Where to stay

Klotok atau kapal kayu besar adalah akomodasi terbaik saat berada di Tanjung Putting. Sensasi menginap di sungai dikelilingi hutan hujan tropis tak akan bisa tergantingan dengan kemewahan apapun.

Kontak klotok : Yomie 081316083838

How to get there

Fly to Pangakalan Bun dan gunakan taxi bandara untuk mencapai dermaga.

Semoga info-infonya berguna yaa 🙂

Artikel ini gw tulis untuk majalah Cleo edisi Juli 2016.