Gua Bloyot di Karst Merabu

screen-shot-2016-12-01-at-8-10-31-pm

“Dimana mereka tidur ya?”

“Tiap hari harus manjat gini kalau mau masuk rumah.. apa nggak capek ya?”

Beberapa pikiran yang melintas di kepala saat melihat peninggalan sejarah yang tersembunyi di dalam gua ,yang terletak di tengah hutan namun berjarak tak terlalu jauh dari kampung Merabu yang terletak di Berau – Kalimantan Timur. Rekam jejak manusia purba dapat terlihat jelas dari lukisan tangan yang banyak terpampang di dinding goa.

Perjalanan hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam berjalan kaki dari kampung, dengan medan yang cukup datar. Pikiran saya berkecamuk sepanjang perjalanan, membayangkan cara hidup para manusia purbakala tersebut yang selalu bergerak dan berburu diantara lebatnya pepohonan saat itu.. setiap hari.

Pemukiman manusia purba selalu dapat dipastikan berjarak tak terlalu jauh dari sumber air, dalam hal ini, sungai Nyadeng. Saat manusia belum kepikiran untuk membangun tempat bernaung seperti rumah, mereka mengandalkan tempat berlindung yang disediakan oleh alam : Gua.

Gua menjadi lokasi bernaung dari cuaca dan juga hewan buas yang dapat membahayakan mereka. Namun tak semua gua yang ditempati mudah dijangkau seperti rumah yang memiliki jalan masuk.

Gua Bloyot ini terletak di tebing-tebing curam, yang cukup sulit untuk dijangkau orang kebanyakan saat ini. Tapi tentu saja kondisi seperti ini justru memberikan keuntungan lebih dalah segi kemanan bagi para penghuninya.

Pintu masuk “rumah” diawali dengan lubang sempit yang diapit pepohonan di permukaan yang cukup miring, sekitar 45 derajat. Lubang tersebut merupakan pintu masuk ke ruang goa yang cukup luas berhiaskan stalagtit didalamnya. Perjalanan menuju ruang tamu harus melewati lorong yang terputus oleh dinding batu. Tangga kayu telah terpasang untuk memudahkan manusia masa kini mendakinya.

“Lah kalau jaman dulu, gimana caranya nih ibu-ibu yang baru pulang dari mencari umbi-umbian dan air memanjat bagian ini?” Pikiran-pikiran naif yang sulit dihindari.

Perjalanan menuju ruang keluarga dan ruangan leyeh-leyeh keluarga masih harus melalui sisi terbuka yang hanya menyisakan sedikit pijakan kaki untuk mencapai ruang yang berada di atasnya.

Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya sampai juga di ruang utama yang terdiri dari ruangan luas dengan dinding terbuka yang memberikan kesempatan pada penghuninya untuk melayangkan pandangan seluas mungkin.

Akhirnya terlihat lukisan tangan di sepanjang dinding. Kembali terbayang percakapan para penghuninya saat itu :

“Mah, kemarin papa kepikiran kita bikin lukisan tangan sekeluarga deh”

“Gimana caranya? toko cat kan belum ada.”

“Pakai darah binatang buruan kita dong, disemburin.”

“Oh iya ya.. yuk kita coba.”

Dan mereka pun sibuk saling sembur menyembur diatas tangan para anggota kelurga yang lain, sembari mencoba menggambar binatang buruan mereka seperti babi hutan dan rusa. Dan terlahirlah gambar cap tangan berbagai ukuran berwarna merah.

tamat.

info

Tanjung Redeb – Kampung Merabu : 4 jam perjalanan.

Penginapan di Kampung Merabu yang tersedia adalah homestay di rumah warga, beserta makan tiga kali sehari.

Katamama – boutique hotel made by artisans

English version scroll down

all pic by Muljadi Pinneng Sulungbudi

Ketika datang tawaran untuk menginap di Katamama, rasanya nggak mungkin untuk bilang ‘tidak’. Bagaimana mungkin menolak, ketika saya googling nama Katamama, foto-foto yang menampilkan kamar-kamar asri dengan desain yang unik segera memenuhi layar comp.

Maka malam itu, dengan muka kucel terbakar dan badan lelah akibat baru selesai kompetisi surfing di Uluwatu, saya menghampiri Katamama yang berlokasi di jalan Petitenget, Seminyak. Yang ngefans dengan Potato Head pasti sudah nggak asing lagi dengan lokasi ini.

Yang bikin saya kaget, ketika turun dari mobil sewaan kami langsung disambut seseorang yang  menyapa dengan nama! Wow, mereka mengingat satu persatu tamu yang sudah terdaftar. Kemudian kami disambut seorang pria yang mengambil alih, dan tidak lama langsung dioper kembali ke seorang petugas wanita yang tersenyum ramah

_mps7957

“Kita proses check in di kamar saja, barang-barang sudah dibawa kesana. Dan lagipula pasti capek kan baru tiba jam segini.” Saya semakin bengong. Mungkin pengalaman saya juga yang kurang banyak dengan menginap di hotel ‘nggak biasa’ tapi cara seperti ini menyenangkan sekali. Rasanya tidak seperti masuk ke hotel atau resort tapi masuk ke rumah sendiri. Rumah baru sih pastinya hehe..

Berjalan di lorong-lorongnya, berasa seperti masuk ke dalam candi. Nggak heran, ternyata inspirasi dari desain yang dirancang Andra Matin ini memang ‘candi’. Dingin, nyaman, kokoh.

img_1542Sampai di kamar yang luasnya 82 sqm, kejutan berlanjut. Sekali lagi maafkan saya yang kurang berpengalaman ini, tapi melihat desainnya yang hommy dengan sudut ‘instagramable’ plus kamar mandi super luas membuat saya menyesal nggak datang lebih cepat. Sofa nyaman dengan buku-buku yang boleh dilalap (baca : dibaca, bukan dimakan), lampu baca gemas, karpet anyam lucu dengan warna-warna kalem bikin saya pengen buka sepatu dan merebahkan diri diatasnya.

Wait!

Masih ada lagi. TIba-tiba seorang pria ganteng masuk ke kamar!

Ternyata dia seorang bartender yang siap melayani kapanpun seorang tamu chek in dan butuh welcome drink. Heh, jangan pada mikir yang nggak-nggak dulu yaaa.. Keseruan bikin welcome drinknya ada di video di bawah tulisan ini, nanti ditonton yaaa.

Next, bergeser ke lemari pakaian yang disediakan. BESAR BANGET! Blum cukup dengan ukurannya saja yang besar, ternyata di dalamnya ada jubah lucu dengan warna biru alami yang boleh dipake selama berada di kawasan Katamama. Love it!

Eh ada topi dan tas anyamnya juga heheheh..

_mps8139

OK, besoknya kita langsung coba kolam renang dan MoVida. Nah yang mau saya ceritakan ini lebih ke resto MoVida ini. Resto yang mengusung masakan Spanyol ini masih terletak di dalam Katamama. Saya buka food blogger, tapi pengen seneng banget pas dapat kesempatan nyobain lunch disini. Kata orang-orang , tapas itu cara paling tepat untuk nyobain kuliner Spanyol.

Dan nggak lama, ada SEMBILAN tapas yang keluar secara bergantian! Tiap hidangan yang keluar buat saya sih jadi seperti petualangan tersendiri! Tenang, saya dah siapin foto-foto dan menunya supaya lebih kebayang. Bahkan nulis cerita ini aja bikin saya menelan ludah 😀

Belum berhenti disitu, kita bergeser ke ruang sebelah : AKADEMI. Hah? Sekolah lagi? Bukan dooong, Akademi disini kita bisa belajar cara meracik campuran arak dan liquer lain. Mereka mencoba untuk mencampurkan cita rasa lokal dan luar, Hasilnya. Mamamia….

_mps7997

Dan kabar baik untuk para pecinta sunset sambil mimic-mimik manja, dengan menjadi tamu di Katamama, kita bisa meminta kursi paling depan di jam-jam ramai saat menjelang sunset, dengan jalur masuk khusus karena lokasinya yang memang berseblahan. I know you’ll love it!

_mps8163

Jangan lupa scroll langsung kebawah dan tonton videonya yaaahhh

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361

English 

When I step into Katamama, first thing that came into my mind was “candi” (temple). No wonder, this boutique hotel located in Jalan Petitenget, Seminyak is built by artisan, and every detail in their room was handmade or handpicked.

It’s already late when we arrived. What amazed me was, the check in was done right in the room there is no receptionist. While the manager showing all the facilities in our room, the bartender made us some welcome drink in our room : mojito, and he let me shake the drinks. I feel like a real bartender. 

_mps7957img_1541

I can’t stop observing the in-room bar we had, they provide us with fresh ground coffee and choices of good quality tea. You know what, they change the coffee every day to guarantee it freshness. Not to mention the cake that always be provided in small jars, I realise I will fail to maintain my weight during my stay here. 

This 82 sqm island Suites keep surprising me. There are a couple of nice robe we can wear during staying here that I wish I can keep. The robe is also handmade with nice fabric paired with couple cute plait hat and rattan backpack.

Speaking of the interior, every room has such as nice corner to relax after cruising around Kuta, makes you forget to do anything else but stay there and read your book. But the most important one is, the corner is perfect for taking picture! 

img_1542

Let’s move out from the room.. to the restaurant.

MoVida, the Spanish restaurant they have is one of the best fine restaurant it the area. I’ve never been to Spain but they said tapas is the best way to enjoy their cuisine. Nine kind of tapas are just like an adventure to me, and I love it. Each tapas has it own character and unique, make us guessing what was inside.

Oh, and for sunset lovers, as a Katamama guest means you have a privilege to book the best front seat in favourite hour : sunset time in Potato Head! Normally, it’s not that easy to get a bed-seat at the front row. See, I know you will love it! 

_mps8163

I guess the best way to see my experience staying here is by watching my video below. Enjoy!

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361

My 5 favorite destination in Indonesia

Jadi ini 5 favorite destination gw untuk saat ini di Indonesia, berdasarkan keunikan dan alamnya

Maklum yaa kalau banyak yang daerah ‘basah’ soalnya gw susah jauh dari air hehe. Informasi favorite destination in Indonesia yang gw bagikan ini  lengkap dengan daya tariknya, informasi akomodasi dan trasnsportasinya.

Nemberala

_MPS4326Heaven on earth, kalau kata para turis selancar yang datang ke pulau Rote. salah satu pantai yang memiliki ombak sempurna bagi para peselancar itu adalah Nemberala. Selain ombaknya, pasir putih dengan jajaran pohon kelapa menambah nilai tambah bagi para pengunjung. Desa ini masih sangat alami, maka jika lokasi liburan yang jauh dari keramaian serta tv menjadi kata yang asing, disinilah tempatnya.

what to do

  • surfing tentunya, di salah satu lefthander terbaik di Indonesia : besialu point.
  • Diving. Mereka juga mempunyai beberapa titik penyelaman yang menarik
  • Cruising along villages dan menemukan pemandangan unik khas Indonesia Timur yang seru.
  • Sunbathing di hamparan pasir putih bak memiliki pantai pribadi.

what to eat

Nemberala tidak memiliki warung makan layaknya lokasi wisata lain, biasanya para tamu disediakan makan 3 kali sehari di penginapan / resort masing-masing. Tapi ada satu local bakery yang wajib dicoba, karena mereka membuat donat kampung yang lezat.

where to stay

Anugerah surf and dive resort, sebagai satu-satunya resort dengan fasilitas dive operator di Nemberala

www.surfdiverote.com

How to get there

Fast boat

Kupang-Rote setiap senin, kamis, jumat, sabtu, minggu : 08:30 dan 14:00

Kupang-Rote setiap selasa dan rabu : 08:30

Pesawat

Wings Air Kupang-Rote: 15:10

Wings Air Rote-Kupang : 16:05

Banda Neira

Processed with VSCOcam with q7 preset
Pasir putih di Hatta island

Keindahan alam bawah laut Banda Neira yang terletak di provinsi Maluku ini sudah tak perlu diragukan lagi. Keindahan yang dipadu dengan sejarah panjang perdangan dan perkebunan pala, menghasilkan situs-situs menarik untuk dikunjungi. Diatas semua itu, alam Banda Neira sangat memanjakan mata dan cocok untuk berleha-leha sembari menikmati secangkir kopi pala.

what to do

  • Diving pastinya, serta berburu foto Hammerhead yang banyak berseliweran di perairannya.
  • Mengujungi benteng keren di pulau Banda Neira dan sekitarnya
  • Melihat perkebunan pala yang masih terpelihara baik hingga sekarang

Where to stay

The Nutmeg Tree, jl. Pelabuhan, Desa Nusantara

Facebook : The Nutmeg Tree Banda Neira

Why this place? Love the vibe of herritage / classic so much.

What to eat

  • Capcay saus Almond
  • Kue kemiri
  • Kopi pala

How to get there

Fast boat

Tulehu (Ambon) – Banda Neira every Monday and Friday 08:00 ( 4 hours)

Banda Neira – Tulehu every Tuesday and Saturday 08:00

Alor

alor-12

Alor semakin dikenal karena site-site penyelamannya yang luar biasa. Bagi pada pecinta binatang macro, fans pelagic seperti hiu, napoleon dan baraccuda, atau hanya penikmat warna karang yang saturasinya kadang seperti tak asli saking terangnya, semua ada disini.

What to do

  • diving, diving dan diving
  • ke desa Takpala dan berfoto menggunakan pakaian adat.
  • mengunjungi pasar tradisional dan mencoba jagung meriam

Where to Stay

Hotel Pulo Alor, kota Kalabahi.

Dive operator

www.divealordive.com

Sam : 081337966161

How to get there

NAM air dan Wings 4 kali sehari

Tangkahan

DCIM101GOPRO

Tangkahan sebagai bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser pastinya menjaga ketat kawasan hutan mereka, dan hal ini jugalah yang menjanjikan petualangan tiada henti di kawasan Tangkahan sendiri.

What to do

  • Trekking naik gajah melintasi sungai dan hutan
  • Menginap di Goa Kambing yang meskipun terletak di tengah hutan tapi memiliki fasilitas bak hotel berbintang dengan kasur tiup, kelambu untuk menjaga kenyamanan tamu, tirai air alami serta kamar mandi dengan sumber air langsung dari tanah. Sangat menyegarkan.
  • Tubing di sungai batang dan mampir ke setiap air terjun yang dilewati.

Where to stay

How to get there

Mobil sewa dari Medan yang berjarak 3 jam perjalanan.

Tanjung Puting

IMG_0075

Orangutan merupakan salah empat dari kera besar yang dilindungi di dunia, dan keberadaannya hanya ada di Borneo. Tanjung Puting merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mengunjungi Orangutan di alamnya.

What to do

  • Mengunjungi Orangutan
  • Bird watching
  • Menikmati suasana hutan

Where to stay

Klotok atau kapal kayu besar adalah akomodasi terbaik saat berada di Tanjung Putting. Sensasi menginap di sungai dikelilingi hutan hujan tropis tak akan bisa tergantingan dengan kemewahan apapun.

Kontak klotok : Yomie 081316083838

How to get there

Fly to Pangakalan Bun dan gunakan taxi bandara untuk mencapai dermaga.

Semoga info-infonya berguna yaa 🙂

Artikel ini gw tulis untuk majalah Cleo edisi Juli 2016.

Behind The Scene MTMA get WET part 2

gemala_surfing_nias_2
dermaga di Pulau Asu

Part 2

Yes, keseruan kita rasanya kepanjangan kalau hanya diceritakan dalam satu psotingan blog, naah lanjut part 2 niih

untuk yang belum baca part 1, klik disini yaa

3rd stop : Pulau Asu

Serius namanya Asu? Percayalah.. namanya memang Asu.

Selain durian, pulau Asu ini memang paling banyak disebut-sebut oleh warga penghuni Instagram and the gank. Pulau yang indah dan natural dengan pasir putih. Beruntung hari berikutnya kami berkesempatan untuk menyeberang ke Asu.

Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang itu sekitar 2 jam. Tapi semua tergantung cuaca dan jenis transportasi yang digunakan. Kami semua kebagian speed boat saat itu. Tak lama setelah melempar sauh, boat mulai diterjang gelombang yang lumayan besar. Gimana nggak, beberapa host yang sibuk suting di depan boat basah kuyub terkena terjangan air mendadak. Oke, waktunya masuk anak-anak!

gemala_surfing_nias_11

Tapi masalahnya, berdiam diri di dalam boat-pun semakin membuat mual karena terjangan gelombang tanpa henti. Nah, ini dia tips agar tidak mabuk laut :

  • pindah ke bagian belakang boat yang terbuka, layangkan pandangan sejauh mungkin dan rasakan udara laut yang segar menerpa wajamu.
gemala_surfing_nias_5
Yes, it’s the best place to avoid sea sick *LemparPoni
gemala_surfing_nias_6
Gue yakin ni Atre berusaha keras nahan mabuk laut 😀

Pulau Asu ini merupakan salah satu pulau andalan yang ada di kecamatan kepulauan Hinoko, Nias Barat. Dan reputasi itu langsung terbukti saat kami menginjakkan kaki. Pasir putih meliuk-liuk mengikuti garis pantainya, dinaungi pohon-pohon kelapa, diselingi batu-batu karang yang menambah kesan artistic untuk difoto.

Yes. Welcome to Asu island!

Selain untuk berselancar, pulau Asu ini juga seru untuk leyeh-leyeh. Trekking menjelajah pulau dan yoga bisa menjadi alternative kegiatan yang menyenangkan. Oya, kalau mau lihat Marshall yoga ditemani gw dan Atre, jangan lupa cek video di bawah yaaa 😀

Selanjutnya lebih baik foto-foto yang berbicara.

gemala_surfing_nias_7
feels like a private island!

gemala_surfing_nias_4

Selain sight seeing untuk  nikmatin pantai pulau Asu yang indah, ada cara lain ternyata… YOGA! Nah, kebayang nggak tuh yoga di tepi pantai super sepi, bisa menghirup udara laut yang segar sembari merasakan belaian angin sepoi-sepoi di kulit. Masalahnya, Marshall rupanya punya gerakan sendiri untuk yoga, cek deh foto-foto ini 😀

gemala_surfing_nias_8
Marshall ngarang gerakan niiih 😀
gemala_surfing_nias_9
Kebayang ga harus on cam  dengan gerakan kayak gitu hehehe

4th stop : Musium Pusaka Nias

Penasaran dengan sejarah Nias yang unik? Pengen tau kenapa ada lompat batu di Nias? Ini dia tempatnya. Disini kita bisa mendapatkan informasi lengkap dari guide professional.

Rupanya ritual lompat batu Nias itu dulunya ada di seluruh pulau, tidak hanya terdapat di bagian selatan seperti yang ada saat ini. Lompat batu berfungsi sebagai tanda seseorang dapat maju perang untuk membela kampungnya karena pada saat itu kampung-kampung di Nias memliki pagar pelindung setinggi 2 meter, seukuran batu yang mereka lompati sekarang.

Upeti kepala manusia juga merupakan syarat seseorang dapat menikah, mirip budaya yang ada di kalangan suku Dayak jaman dahulu. Maka tak heran kalau rumah-rumah jaman dulu dihiasi kepala manusia selain kepala binatang buruan.

gemala_surfing_nias_19

gemala_surfing_nias_17

5th stop : Durian!

Ini dia favorit gw selain ombak! Durian! Akhirnya kesampaian juga mencoba durian Nias yang terkenal itu.. dalam kondisi matang hhehehehe. Saat itu memang belum musim durian, maka agak jarang ditemukan dan harganya lebih tinggi. Untuk masalah harga, silakan dipergunakan keahlian menawar masing-masing, meskipun menurut gw sih nggak perlu ditawar lagi, soanya cukup murah dibandingkan setelah sampai di Medan.

Daging buahnya yang lembut langsung lumer di mulut, membuat gw dan Atre nggak hentinya-hentinya saling melempar senyum bahagia. Satu buah kami habiskan susah payah karena langsung disambung setelah makan siang, semetara ada satu kepala lagi menanti. Ah, andai waktu kami masih panjang di Nias, pasti akan banyak petualangan seru yang bisa dijalani. Ya’ahowwu!

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)

All pic by Imandaru Candraningtyas, Aziman Fadhli from Digital Marketing Analyst Garuda Indonesia

 

Special thanks to

garuda2

 

Behind The Scene MTMA #GaExploreNias

Semua ini karena Atre. Iya, Atre penulis dan blogger nyentrik yang menantang host MTMA ( My Trip My Adventure) di #GAExploreNias quiz untuk menutup acara program dengan bahasa NIAS. Kebayang ga sih susahnya? Hmmm.. lebih susah mana dengan ditantang ngerayu cewe pakai bahasa Nias? #eh

Nias_gemala_2
Ceritanya ketemu Marshall di bandara, sama-sama mau ke Nias

Nias_gemala_3
Maafkan kelakuan 😀
Nias itu selain terkenal dengan ombaknya, ternyata menyimpan banyak sekali keunikan, termasuk masalah bahasa tadi. Udah tau belum kalau ternyata bahasa Nias itu TIDAK ADA yang dihadiri dengan KONSONAN? Semua berakhir dengan huruf vokal. Makanya, gw penasaran banget liat Marshall Sastra(host MTMA yang sial ketiban tantangan Atre) untuk ngafalin beberapa kalimat berbahasa Nias.

Dan gw? Well, karena urusannya nggak jauh-jauh dari surfing, maka gw ‘terpaksa’ harus ikut untuk surfing di Nias #nyebelin. Karena kebutuhan suting juga, gw HARUS duduk disebelah Marshall (dilarang sirik, maksudnya jangan sirik ama Marshall-nya). Dan karena kita pakai Garuda, penerbangan 2 jam jadi nggak terasa dengan adanya inflight entertainment di masing-masing kursi. Jadi barter deh, Marshall nonton Wet Traveler dan gw nonton MTMA yang emang udah masuk inflight entertainment. Keren-keren ya acaranya #tsah.

Sejak pertama posting trip #GAExploreNias dan #AyoLiburan ini, pasti ada aja yang komen tentang durian. Bikin penasaran, seenak apa sih duriannya? Bahkan katanya warga asli sini memakannya dalam keadaan mentah? What?! Dan konon durian-durian lezat di Medan juga berasal dari Nias loh.

Tapi karena kami harus meluncur ke daerah teluk dalam, berburu durian untuk sementara harus dikesampingkan dulu. Ini saatnya surfing!

Nias_gemala_5
Penampakan Garuda Explore 
1st stop : Sorake Beach.

Semenjak tsunami dekade silam, ombak Sorake mengalami perubahan. Karang yang berada di dasar terdorong naik, sehingga ombak Sorake semakin mudah pecah tidak lagi membutuhkan gelombang super besar untuk menghasilkan gulungan yang sexy yang digemari para peselancar.

Termasuk 10 ombak terbaik di Indonesia versi majalah Tracks, Nias memang cukup konsisten dan digemari baik peselancar professional maupun pemula. Ombak kanan ini bisa menjadi sangat ramai pada saat high season yang jatuh pada tengah tahun, atau kapanpun saat ombak besar datang.

Nias_gemala_7
Ini adegan WAJIB! coba tebak kita lagi bilang apa? 😀

Nias_gemala_14
yang mau liat videonya bisa klik disini, atau scroll aja sampai bawah yaa..

Nias_gemala_10
Full squad!! Atre – gue -Marshall – Salini
Berselancar disini selalu membuat gw sport jantung, apalagi saat ukurannya membesar. Tapi sensasi saat berhasil mengendarai ombaknya benar-benar luar biasa. Bentuknya yang sempurna bak jalan tol mulus tanpa halangan. Besar dan mulus. Aku jatuh cinta.

Namun saat terjebak di dalam ‘impact zone’, ya siap-siap masuk ke gulungan mesin cuci. Meskipun gulungannya cukup keras, ombak Sorake ini termasuk aman karena dalam, jadi tidak akan tergores karang saat tergulung.

Nias_gemala_15
Spotted! Atre santai-santai di pantai sambil foto-foto ..Grrrrrr
2nd stop : Lagundri

Nah, bagi yang ingin belajar surfing, disinilah tempatnya. Letaknya tidak jauh dari pantai Sorake, pantai Lagundri ini memiliki dasar pasir yang pastinya aman untuk belajar. Lokasibya terletak di depan sungai, maka tak heran airnya sedikit berwarna coklat, tak sejernih Sorake. Namun sungai itu juga yang menyebabkan pendangkalan di depannya dan ombak yang sesuai untuk surfing bisa terbentuk konsisten.

Dan disini juga akhirnya Marshall sukses berdiri, bahkan dengan paddle sendiri, meskipun harus bersaing dengan bocah-bocah local. Well, sepertinya memang gimana gurunya ya? Buktinya waktu diajari David (keterlaluan kalau nggak tau David), nyungsep melulu katanya 😀

Nias_gemala_12
Kira-kira Marshall bakal bisa berdiri ga? kalo penasaran scroll ke bawah tonton videonya
Nias_gemala_13

Next stop ngapain lagi? Cek part 2 nanti yaaa

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)

 

Wet Traveler – Simpati #GoDiscover Surfing Lhoknga – Aceh

Surfing_Aceh

Aceh -the most west province of Indonesia- offers so many interesting things for adventure, including surfing.

Untuk yang sudah pernah baca di blog gw tentang surfing Aceh ini sekarang bisa lihat versi visualnya.

The surfing spots spread in some areas in Aceh, and Lhoknga is one of them. Located not too far from Banda Aceh (only 30 minutes driving) makes it easy to reach.

English subtitle available.

Diving with Whaleshark and Manta Ray at Derawan

Whaleshark dan Manta Ray. Keduanya indah. Keduanya punya size yang bisa membuat rahang drop beberapa centi.

All pic below by : Pinneng

Manta Ray

Manta Rays, hewan menakjubkan yang menguasai lautan, bukan saja karena wujudnya yang indah bagaikan pesawat tempur di film fiksi, tapi juga ternyata mempunyai volume otak yang paling besar diantara ikan-ikan yang lain. Hal ini membuat Manta menjadi hewan yang mempunyai rasa penasaran yang tinggi, dan mereka sangat bersahabat dalam hal berinteraksi dengan para divers atau snorkelers.

mantaray-2

Termasuk dalam family Mobulidae, terdapat sebelas species manta yang mengkonsumsi plankgton. Terbagi dalam dua genera, Mobula dan Manta yang terbagi lagi ke dalam dua genus, Manta birostri ( yang hidup di lautan lepas ) dan Manta Alfredi ( yang hidup tidak jauh dari karang ). Berkerabat dekat dengan hiu dan rays, serta fakta bahwa mereka adalah ikan maka mereka bernapas dengan insang. Manta harus tetap bergerak untuk memberi pasokan oksigen pada insangnya.

Tempat favorit mereka adalah kepulauan tropis, gugusan karang, teluk dan atol, dengan waktu-waktu khusus dimana mereka akan mengunjungi cleaning station untuk dibersihkan. Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki spot manta, seperti juga Republik of Maldives, Mexico dan Sri Lanka. Beberapa lokasi dimana Manta dapat ditemukan seperti di kepulauan Komodo dan juga di Nusa Penida. Keberadaan mereka memberikan subangsih yang tidak sedikit pada insutri pariwisata, karena penyelaman manta banyak diminati oleh para turis.

mantaray-3

Sayangnya beberapa tahun belakangan, jumlah tangkapan manta meningkat secara signifikan. Kalau sebelumnya mereka tertangkap by catch oleh para nelayan, kini mereka diburu karena mitos tentang insang manta yang berkhasiat, khususnya pada pengobatan Cina.

Sekali tersangkut pada kail, manta dapat dipastikan akan mati karena ketidakmampuannya untuk berenang mundur, sehingga tidak dapat melepas kail dengan bergerak ke arah yang berlawanan. Dengan keterbatasan ruang gerak akibat kail tersebut, insang manta tidak mendapat pasokan oksigen, yang mengakibatkan manta mati secara perlahan.

Mengingat usia kematangannya yang cukup lambat ( pada usia 15-20 tahun ) serta jarak reproduksi Manta betina yang cukup jauh ( sekitar 2-5 tahun sekali) membuat populasi mereka tidak dapat pulih dengan cepat akibat tangkapan yang berlebihan.

mantaray

Di Derawan sendiri mereka dapat dengan mudah ditemukan di sekitar pulau Sangalaki saat air surut. Resikonya memang kita harus siap berhadapan dengan arus. Tapi rasa senang saat dapat berdekatan dengan mereka bisa menutupi kaki lelah karena bertahan di arus ☺

Whaleshark

whaleshark_1-5

Salah satu impian gw adalah berenang atau diving bersama Whaleshark. Bentuknya yang besar tapi sifatnya yang baik dan lamban menjadikannya mendapat nama local : Hiu Bodo. Kelambatan gerakannya diakibatkan mereka merupakan filter feeding shark, atau menampung makanannya dengan cara memfilter plankton dan ikan-ikan super kecil yang lewat di depan mulutnya. Termasuk dalam family Rhinocodontidae, Whaleshark dewasa dapat mencapai ukuran hingga 12.5 meter dengan berat sekitar 21.5 ton serta memiliki lebar mulut 1,5 meter.

whaleshark_1-2

Rumah mereka berada di laut lepas dan merupakan pecinta air hangat ( kabar baik buat gw yang gampang kedinginan). Biasanya dengan senang hati mereka akan berkunjung ke Bagan (rumah nelayan apung di tengah laut) untuk melihat apakah ada ikan-ikan kecil yang bisa dimakan. Nelayan pun menyadari mereka tidak merugikan dan seringkali diberi makan agar berkunjung secara berkala, terutama saat bulan baru. Mereka bahkan mendatangkan keuntungan berkesinambungan bagi para nelayan dengan banyaknya permintaan wisata selam bersama Whaleshark.

whaleshark_1-4

Di Indonesia wilayah yang terkenal dengan wisata Whalesharknya adalah Nabire di Papua. Belakangan ini Talisayan mulai memperkenalkan potensinya yang satu ini. Kami berangkat dari Fisheries eco resort pada pukul 3.30 subuh, saat hujan pula. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Keberadaan Whaleshark telah dikonfirmasi sebelum oleh nelayan Bagan. Setelah bertanya pada beberapa bagan, akhirnya kami bertemu mereka!

Telah menunggu dengan sabar dua ekor Whaleshark yang sedang diberi makan ikan oleh para nelayan. Yup, kami membeli ikan-ikan itu agar mereka dapat terus diberi makan saat kami diving bersama mereka nanti. Keduanya berputar-putar sembari sesekali membuka mulutnya disamping bagan.

whaleshark_1
Can you spot me?

Ketika pertama kali gw melihat mereka, rasa takut tetap ada. Bagaimana tidak, ukurannya bahkan lebih besar dari speedboat yang kami tumpangi. Namun beberapa nelayan yang berenang-renang dengan santai di samping mereka sukses menyingkirkan rasa takut yang digantikan dengan ketidaksabaran untuk segera menyusul.

whaleshark_1-6

Besarnya ukuran Whaleshark ini berlawanan dengan keramahannya. Meskipun begitu kita tetap harus menjaga jarak kurang lebih 3 meter dari mereka, dengan pertimbangan agar kita tidak menyakiti mereka meskipun tebal kulit mereka 10 cm.

Gimana, berniat berenang atau diving bersama Whaleshark dan Manta Ray?

Location

 

Diving Lembata

lembata_15

Saya menebarkan pandangan di pelabuhan. Hanya tampak beberapa kapal kayu bersandar malas. Sekelompok pemuda tampak duduk-duduk di salah satu kapal tersebut. Tampak Pinneng sedang berusaha menaiki salah satu kapal yang akan kami pakai diving nanti. Ia mengecek semua persiapannya.

Kami memang sedang survey di Lembata. Nama yang eksotis ya.

Pulau ini memang eksotis seperti namanya. Letaknya bersebelahan dengan Alor, tetangganya yang telah lebih dulu meroket dengan site-site diving yang luar biasa. Alor sudah kami angkat menjadi buku tahun lalu. Sekarang giliran Lembata.

Beruntunglah daerah-daerah yang memiliki potensi wisata. Mereka bisa menjadi sumber devisa berkesinambungan jika dikelola dengan baik. Tak heran Lembata juga berpikir demikian. Maka tim Wet Traveler bareng Nadine Chandrawinata kali ini kebagian tugas untuk melakukan pemetaan site-site diving yang ada menjelang diadakannya event underwater photography tahunan di NTT.

DCIM102GOPRO
Tim survey : Pinneng, saya dan Nadine

Lima bulan kemudian event terlaksana. 5 underwater photographer ( Dewi Wilaisono, Malinda Wilaisono, Edward Suhadi, Ferry Rusli, Yuriko Chikuyama), travel blogger (Marischka Prudence), sketcher (Anto Motulz), food antropolog (Rahung Nasution), team leader Muljadi Pinneng Sulungbudi, ketua regu Christie Wagner saya sendiri. Kami mengcapture keindahan Lembata.

Well, demikian sekilas alasan kenapa kami ada di pulau eksotis ini. Selanjutnya ini 5 alasan kenapa kamu juga harus berkunjung ke Lembata :

  1. Hewan-hewan laut yang polos.

Mereka beneran polos! Pada satu lokasi penyelaman saat kami melakukan check dive ( Pertamina Pier) dengan berburu macro, kami menemukan lautan Skeleton shrimp bergelimpangan dimana-mana. Saking banyaknya mereka, sampai bisa terinjak atau tertiban siku dan lutut kita saat kita mendarat di dasar laut yang berpasir. Nggak heran kalau Skeleton Shrimp ini mejadi cover buku Lembata Underwater. Seekor sotong ngantuk juga berkali-kali menjadi objek foto kami karena kemalasannya berpindah tempat.

lembata_1lembata_3lembata_10

Pic by Pinneng and Yuriko Chikuyama

  1. Hamparan batik di dasar laut.

Pada salah satu lokasi penyelaman yang kami temukan saat hari telah menjelang senja, kami menemukan hamparan karang berbentuk plat berwarna ungu atau hjau yang berkoloni sehingga menimbulkan kesan motif yang menarik. Kalau menurut saya sih, motifnya mengingatkan pada motif batik mega mendung.

lembata_19
pic by Edward Suhadi
  1. Nice wide angle

Kalau diatas lebih banyak membahas macro atau site penyelaman untuk mecari binatang-binatang kecil, maka bagi pecinta warna warni karang dan pemandangan bawah laut juga bisa terpuaskan.Terutama untuk site penyelaman di bagian dalam teluk Nuhanera, kondisi karang cenderung lebih subur, meskipun juga lebih berarus

lembata_6
pic by Ferry Rusli

pic by Pinneng

 

  1. Bukit Cinta dan Bukit Doa

Tidak hanya pemandangan bawah laut, bagian atasnya pun luar biasa. Sebut saja Bukit Cinta yang bisa membuatmu benar-benar jatuh cinta. Saya sih beneran jatuh cinta pada pemandangannya yang luar biasa. Hamparan rerumputan kering berwarna kuning kecoklatan benar-benar memberikan kesan yang berbeda. Dari atas pula kita bisa melayangkan pemandangan ke pulau-pulau yang ada di sekitar Lembata.

Bukit Doa sendiri memiliki keunikan dengan ke-14 patung logam yang menggambarkan kesengsaraan Yesus menjelang disalib. Perjalanan yang disebut juga dengan Jalan Salib. Pada puncaknya terdapat patung Bunda Maria. Sayangnya pondasi dari patung ini sudah mulai rusak dan pecah-pecah.

lembata_7
pic by Motulz

lembata_18

lembata_9
pic by Motulz

 

  1. Batu Tara

Pulau yang terbentuk karena proses volcano ini disebut juga dengan pulau Komba. Terletak di sebelah utara Lembata, pulau ini dapat dicapai kurang lebih 2 jam menggunakan speed boat. Karena saat terbaik untuk menonton lahar yang keluar setiap 20 menit sekali ini adalah saat subuh sebelum matahari terbit, maka kami rela berangkat dari dermaga Lembata pukul 2.30 dinihari. Saya? Bawa bantal dong. Tapi perjuangan kami tidak sia-sia. Batu Tara sangat luar biasa. Cerita lengkapnya ada disini.

lembata_5
pic by Ferry Rusli

 

Note

Belum ada dive operator di Lembata, maka untuk menyelam harus menghubungi dive op di Larantuka sebagai lokasi yang terdekat :

Ile Mandiri Tour 

082169995348.
Email : larantukatourtravel@hotmail.com.
Website : ilemandiritourandtravel.com

lembata_20.jpg
sketsa tulang paus dari Motulz

 

Temple Hoping Central Java

Kalau ditanya apa yang paling dicari turis mancanegara saat berkunjung ke Indonesia, jawabannya : alam dan budaya. Keduanya merupakan dua elemen yang saling melengkapi, buatan manusia dan buatan alam.

Kalau sedang berada di Jawa Tengah, ini hal seru yang bisa dilakukan : candi hoping, merupakan bagian dari wisata budaya.

Candi pertama tak lain dan tak bukan adalah Borobudur. Siapa sih yang nggak tau Borobudur? Tapi tau nggak kalau candi Buddha terbesar di dunia ini butuh waktu 75 tahun untuk ngebangunnya? Nggak heran, di badan candi ini terdapat 2672 relief batu yang terpahat secara apik, dan kalau dibentangkan panjangnya bisa mencapai 50 kali panjang lapangan bola!

Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan disini adalah menyaksikan matahari terbit. Wah luar biasa, susahnya bangun pagi kalo gue hehehe.. soalnya harus bagun sekitar jam 3 subuh, isi perut sedikit dan langsung menuju Borobudur saat masih pagi buta.

candi_borobudur_2
kabut yang menjadi background stupa

Berbekal senter yang dibagikan, kami bergerak perlahan menuju ke puncak candi. Saking populernya Borobudur, menemukan tempat kosong untuk berfoto dan memasang tripod saat akan membuat time lapse hampir mustahil dilakukan. Semua sisi telah terisi, dan para pengunjung pun terdapat di hampir semua sudut. Harus pintar-pintar mencari celah dan sudut yang menarik serta memanfaatkan sudut cahaya.

Sebelum naik ke Borobudur kami semua diberitahu bahwa cukup banyak kepala Buddha yang hilang, baik dari patung dibalik stupa maupun relief. Entah kenapa. Sayang disayangkan mengingat Borobudur telah menjadi salah satu situs sejarah yang harus dilindungi oleh UNESCO.

candi_borobudur_3

Tapi sesering apapun gue ke Borobudur, sensai yang dirasakan tak pernah memudar.

candi_borobudur

candi_borobudur_4

Lokasi berikutnya adalah Candi Ratu Boko

candi_ratu_boko

Well, sebenarnya ini bukan candi seperti Borobudur atau Perambanan sih, tapi lebih merupakan komplek istana yang sangat luas : 250.000m2 !! Meskipun begitu, tidak banyak sisa yang bisa dilihat, hanya sebagian gerbang depan. Sisanya merupakan perbukitan.

Gerbang Ratu Boko seru banget untuk tempat foto-foto, tapi inget, jangan dicoret-coret yaaa, lebih seru difoto trus diupload ke blog atau instagram kaann. Nah selain itu juga, ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau mau berkunjung ke Ratu Boko

• Panas banget.

Siap-siap penutup kepala, soalnya disini terbuka banget dan pepohonan hanya ada di pinggirnya saja. Kenakan baju yang tipis supaya keringat mudah menguap dan jangan lupa bawa air minum sendiri.

• Harga tiket masuk yang berbeda.

Untuk pagi hingga siang hari harga tiket masuk perorang saat ini 25.000, tapi harga berubah 4 kali lipat saat kunjungan di kala sunset. Kenapa? Ya karena emang tempat ini keren banget dikunjungi saat sunset… katanya 😀 gue sendiri nggak sempat kesini pas sunset, harus berpuas diri saat siang bolong.

Next stop : Candi Prambanan.

candi_perambanan

Kalau buat gue pribadi nih yaaa, candi Prambanan ini lebih seru untuk lokasi hunting foto. Bentuk-bentuk ruangan, tangga dan gapura di tangga seru banget untuk jadi ornament foto.

Candi Hindu terbesar yang dibangun pada abad ke-9 ini memiliki 3 candi utama yang diperuntukkan kepada dewa Brahma, Wisnu dan Siwa. Tapi tau nggak kalau nama asli Perambanan itu adalah : Siwagrha atau rumah Siwa. Dan memang patung dewa Siwa setinggi 3 meter bersemayam di ruang utamanya, yang menunjukkan bahwa candi Dewa Siwa ini lebih diutamakan.

candi_perambanan_2
Pic by David Hogan Jr

Berkunjung ke Perambanan saat sunset adalah pilihan yang tepat. Profil candi yang tinggi langsing dan mencar-mencar ini bisa menjadi bingkai bagi matahari yang akan tenggelam.

So, siap untuk hunting candi?

 

Big thanks to Tourism Ministry of Indonesia, clik here for more #INATopBucketList info.

Graphic1

Bromo – Horse Riding

bromo_mountain

Gw pernah nabrak sebuah delman ketika menunggangi ‘kuda kacang’ di depan Institu Teknologi Bandung yang memang terkenal sebagai lokasi wahana menunggang kuda saat itu. Sekarang masih nggak sih?

Malu? Nanti dulu. Ceritanya masih panjang.

Setelah selamat dari tukang delman yang ngomel-ngomel karena delmannya gw trabrak, berikutnya giliran pohon. Nah lo. Entah bagaimana ceritanya kenapa kuda gw tertarik banget menuju sebatang pohon besar nan kekar di pojokan itu. (Masa iya dia nggak ngeliat pohon itu?)

Kejadian selanjutnya sebelas duabelas dengan adegan inspektur polisi di film india yang tembak-tembakan sambil melayang kesana-kemari, cuma ini bedanya gw melayang turun dengan gagahnya sebelum kuda itu menabrak pohon. Yeah, I’m fell sorry about the horse. Pasti dia pusing.

Begitulah, selama bertahun-tahun sejak keil gw emang ngefans banget sama yang namanya kuda. Keren aja kesannya. Sampai sekarang. Makanya ketika ada kesempata ke Bromo kemarin, hal pertama yang bikin gw semangat ya kudanya. Kok ke Bromo malah nyari kuda? Nah ini menariknya.

Sebelum kita masuk ke sesi kuda, terlebih dahulu proses yang harus dilewati adalah menyaksikan matahari terbit, dengan tiga serangkai gunung Bromo, Semeru dan Batok sebagai model nun jauh disana. Namun saat itu gw kurang beruntung. Yang tadinya berharap menyaksikan semburat –semburat keemasan merayapi punggung ketiga gunung itu, namun karena kabut merajalela akhirnya hanya bisa melihat hamparan kabut putih yang semakin tebal. Padahal sudah bela-belain bangun jam 2 subuh serta berjalan cukup jauh untuk mencapai puncak bukit tempat kita semua menyaksikan matahari terbit. Tapi kalau cuaca sedang cerah, pastinya foto-foto yang didapat bakal super keren.

Gw diantara orang-orang yang nungguin sunrise dan kedinginan
Gw diantara orang-orang yang nungguin sunrise dan kedinginan
Bromo dari kejauhan setelah kabutnya hilang
Bromo dari kejauhan setelah kabutnya hilang
bromo_mount_photo
Mei, salah satu food blogger dari Singapore dan Elsa dari kementrian

Setelah itu barulah gw bisa berlega hati karena sekarang giliran berkuda! Ketika mobil-mobil kami parkir di lautan pasir yang berlokasi di kaki gunung Bromo, beberapa kuda (tentu dituntun pemiliknya) langsung berdatangan berharap ditunggai segera. Gw mencari-cari yang tampilannya nggak terlalu mini, supaya kalau difoto nanti nggak terlihat seperti menunggang kuda mainan.

berasa gagah pisan
berasa gagah pisan

Mereka membebaskan kita memilih apakah mau dituntun atau berlari sendiri. Berdasarkan pengalaman menabrak pohon itu, gw memilih untuk dituntun manis, sembari sibuk merekam dan selfie dari berbagai posisi.

Perjalanan tidak jauh ( sayang banget, gw belum puas soalnya), dan tibalah kami di kaki tangga yang akan membawa kami ke puncak gunung bromo. Terlihat antrian panjang untuk mendaki dan menuruni tangga. Semua bersemangat untuk melihat kawah yang fenomenal itu.

Ternyata memang tidak sia-sia, apa yang gw liat dari atas memang breathtaking banget! Selanjutnya rasanya lebih pas dinikmati lewat foto-foto yaaa..

Antrian orang-orang yang akan naik dan turun Bromo
Antrian orang-orang yang akan naik dan turun Bromo
Pemandangan ke arah Batok dari puncak Bromo
Pemandangan ke arah Batok dari puncak Bromo
Cabe montok di Bromo yang sexy
Cabe montok di Bromo yang sexy

Graphic1Big thanks to Tourism Ministry of Indonesia

DARE to do your adventure in amazing Island?
Explore the EXOTIC beauty of nature and dive in mesmerizing blue sea?
Witness the RARE animal you couldn’t see in other part of the world?

Join the contest to Komodo Island and get extra pocket money!

click here for more info