Trekking Kinabalu – Tips summit attack

Kinabalu sendiri tak dipungkiri sudah menjadi impian banyak pendaki di dunia.

Meskipun sudah dibuat jalur yang aman, tetap trekking Kinabalu terutama saat akan muncak atau summit attack tetap membutuhkan satu strategi tersendiri dan melakukan trekking di Kinabalu.

trekking_sabah_13

Nah untuk urusan summit Kinabalu, ada beberapa perbedaan mendasar dibandingkan summit di gunung-gunung yang ada di Indonesia, terutama untuk masalah waktu.

Sebelum summit, para pendaki terlebih dahulu beristirahat di Laban Rata, resthouse yang disediakan khusus dengan fasilitas yang tergolong mewah bagi para pendaki. Bagaimana ngga dikatakan mewah, mereka menyediakan kamar dengan selimut tebal (2 biji loooh) yang super hangat. Ini buat saya sudah kemewahan yang luar biasa. Mereka menyediakan kamar mandi (nggak yakin pada mau mandi di suhu belasan derajat bahkan kadang dibawahnya) dan terdapat restoran dengan menu yang super menggiurkan. Nggak perlu bawa kompor dan masak sendiri.

Liat suasana Laban Rata pada video Wet Traveler dibawah ini :

Oke, mari masuk ke pembahasan tips sederhana sesuai dengan pengalaman yang yang gw alami, saat dibimbing Abex, yang instagramnya wajib kalian kunjungi apalagi kalau suka mendaki.

  1. Jangan diet

Dietnya nanti saja disimpan saat sudah kembali ke dataran rendah. Disini kamu membutuhkan banyak energy dan banyak bahan untuk dibakar. Apalagi makanan yang disediakan di Laban Rata semuanya enak (apa gw aja yang rakus ya hehehehe..) mulai dari lauk pauk lengkap, spaghetti, buah-buahan, sup hangat menggoda hingga teh dan kopi yang bebas diisi ulang. Oya, bisa isi ulang air minum juga di keran yang terdapat di Laban Rata ini, sama seperti di tiap pos.

  1. Tidur cukup

Usahakan tidur sesore mungkin, apalagi dengan disediakannya fasilitas seperti yang gw ceritakan diatas, nggak ada alasan untuk merasa sengsara dan nggak bisa tidur. Kecuali kalau kamu mengalami Altitude Mountain Sickness seperti yang gw alami malam itu. Gejalanya : tidak bisa tidur, badan rasanya kepanasan (sementara udara sangat dingin), pusing dan bahkan sampai muntah. Kalau sudah begini, jangan ragu lagi untuk memberitahu leader kamu atau guide yang bertanggung jawab pada pendakianmu. Mereka bisa memberikan obat yang tepat untuk meringankan gejalanya.

trekking_sabah_2trekking_sabah_4

  1. Lindungi ujung tubuh

Suhu di puncak akan dingin, tapi seiring dengan badan kita yang terus bergerak maka dingin itu akan terkalahkan. Yang paling penting untuk dijaga justru ujung-ujung tubuh yang terbuka seperti : hidung, telinga, dan jemari. Lindungilah bagian-bagian tersebut

  1. Persiapkan wind breaker.

Meskipun rasa dingin kadang hilang dan kita malah keringatan karena terus menerus bergerak saat muncak, jangan anggap remeh angin dingin yang menerpa dashyat. Rasa dinginnya bisa mematahkan mental. Toh, wind breaker yang kita pakai dapat dibuka saat matahari telah bersinar, menghangatkan suasana dan jiwa #tsah

trekking_sabah_8

  1. Bawa air minum dan makanan kecil secukupnya

Meskipun sebelumnya sudah sarapan, tak ada salahnya membawa makanan kecil yang manis untuk tambahan energy. Bisa buah kering, coklat atau energy bar. Begitu juga dengan air minum. Tak perlu membawa berlebihan karena akan menjadi beban berlebih pada hidup yang sudah berat #eh

trekking_sabah_9

  1. Terus melangkah

Napas semakin sulit ditarik. Itu wajar, apalagi posisi sudah semakin tinggi. Semakin cepat lelah, sementara waktu check in di pos terakhir (Sayat-Sayat Point) dibatasi hanya sampai jam 5 pagi. Kalau kelewatan mana boleh lanjut. Kuncinya dengan bergerak perlahan (tapi jangan kebangetan yah) namun pasti. Gunakan trik zig-zag (thanks to Abex) bahkan saat naik tangga. Selain otot kaki tidak terlalu capai, juga memberikan kesempatan lebih paru-paru untuk menarik napas. It works!

trekking_sabah_11

  1. Saat akan mengambil foto di puncak Kinabalu, nggak perlu menjadi orang yang pertama, karena kamu akan cepat disuruh gentian setelah dua kali cekrek (dua kali ngambil gambar maksudnyaaa). Sementara mana mungkin kita hanya puas dengan dua frame di puncak, kalau perlu sampai memori di kamera atau di handphone habis baru puas hehehe.. Jadi sabar saja, toh mereka memberikan waktu sampai jam 7 pagi sebelum harus bergerak kembali ke Sayat-Sayat point.

trekking_sabah_14trekking_sabah_13trekking_sabah_7

Oke, itu tips untuk summit attack di Kinabalu dari gw, kalau kalian punya tips lain untuk trekking di Kinabalu, silakan looh berbagi di kolom comment di bawah ini.

 

Enjoy trekking Kinabalu guys

raja-ampat-3

 

 

 

Gemala Hanafiah

A beach girl who survive on Kinabalu and feel blessed.

Self Care while Traveling

Setiap kali saya posting kegiatan atau apapun di social media, pasti ada saja yang nanya “Nggak capek, Mba, saingan dengan bang Toyib, nggak pernah pulang.” Yang ga tau Bang Toyib pasti anak milennials nih 😀

Saat traveling berhari-hari bahkan berminggu-minggu, terkadang rasa lelah dan jenuh akan muncul. Wajar. Padahal tadinya saya sempat berpikiran kalau bekerja keluar kota makan tingkat stress yang dialami akan mendekati titik nol. Salah, stress karena tekanan itu akan selalu ada meskipun dalam bentuk yang berbeda. Itulah gunanya untuk selalu mengingat self care saat traveling.

“jam berapa harus mengejar hammerhead besok?”

“Persiapan gear up setelah sarapan jam 7 ya.” Ini sering banget denger kalimat seperti ini pas dive trip.

Atau.. “Bahan desa tradisional kira-kira 2 jam dari sini, kita berangkat subuh ya.”

Adalah hal-hal yang biasa dialami saat traveling, apalagi saat tim Wet Traveler harus ngejar materi. Padahal esensinya traveling itu haruslah menyenangkan.

Nah beberapa tips dibawah ini saya coba rangkum untuk menjaga energy dan tingkat kebahagiaan saat traveling tetap berada di posisi prima :

  1. Jangan berubah

Berubah jadi apa nih? Maksudnya kalau kita punya kebiasaan sehat di rumah, sebaiknya jangan dilupakan mentang-mentang lagi traveling. Usahakanlah untuk menjaga kebiasaan itu. Misalnya :

  • Makan makanan sehat

Kalau kamu terbiasa sarapan dengan menu sehat seperti buah, coba lakukan juga kebiasaan ini saat traveling. Buah tak terlalu sulit ditemukan, apalagi kalau travelingnya masih di negara tropis.

  • Minum air putih yang banyak

Penting, tapi sering kelupaan. Saat badan mengeluarkan banyak keringat dan kepanasan, tubuh kita lebih cepat mengalami dehidrasi dan kalau dibiarkan makan rasa lemas akan mudah timbul. Biasanya  kalo lagi trip surfing niiihh suka kelupaan minum. Belum lagi kalau sudah sampai tahap pusing, wah rugi banget tuh sementara pemandangan di sekitar kita sedang bagus-bagusnya. Nggak ada salahnya bawa botol air isi ulang sendiri juga, bisa mengurangi sampah plastik.

  • Olahraga

Saya selalu memulai hari dengan olah raga, tak perlu berat sekedar srtaching dan jogging kecil juga sudah cukup. Bukanya kalau sedang traveling itu juga bergerak? Yup betul, tapi gerakan olahraga tetap kita perlukan untuk melancarkan mobilitas gerakan tubuh dan tidak kaku dengan gerakan yang itu-itu saja. Yoga juga oke banget, dan bisa dilakukan pada ruangan yang terbatas.

self care traveling

2. Journaling

Kegiatan ini mungkin sering dianggap membuang-buang waktu. Tapi dengan mencatat semua yang telah kita lalui, mencatat perasaan atau hanya sekedar menggambar sketsa akan membantu kita untuk merasa ‘puas’. Catatan kita ini akan menjadi pengingat apa yang telah dialami, serta betapa berharganya sebuah pengalaman. Saya senang untuk menggali rasa penghargaan itu, karena rasa itu akan memberikan nilai tambah bagi sekedar pemandangan bagus.

3. Good sleep

Harus pintar-pintar nahan diri nih. Dulu ketika masih muda #OmongaOrangTua tidur nggak terlalu penting. Rasanya rugi. Pasti sering dengar ucapan “Kalau mau tidur sih di rumah aja.” Ini yang bikin badan gampang drop. Pertahankan jam tidur. Kalau kamu terbiasa tidur 6,7 atau 8 jam sehari ya jangan dikurangi. Tahan diri agar tak terlalu memforsir dan takut rugi, malahan kalau kurang tidur dan sakit keesokan harinya, bisa lebih rugi lagi kan? Saweran boat diving jadi hangus deh….

self care while traveling

4. Jangan bersalah untuk melewatkan ‘must see’ objek

Apalagi saat traveling dengan waktu yang lama. Perasaan ini pasti akan muncul. Sementara kita tau perkiraan waktu dan tenaga tak memadai untuk memenuhi semuanya. Relakan saja.

Karena perasaan bersalah itu akan menghasilkan stress yang nggak perlu. Padahal bebas menentukan akan kemana dan mengalami apa itu adalah inti dari traveling (kecuali kalau memang sudah ditentukan sebelumnya yaa.. resiko itu namanya.)

5. Manjain diri

Penat dan cape biasanya menjadi teman di akhir hari saat traveling. Nggak ada salahnya sedikit memanjakan diri. Sekedar santai di sofa dengan coklat panas dan buku itu nggak ada duanya! Atau cuma leyeh-leyeh di balkon kamar sambil iseng-iseng scrub muka yang sudah seharian kena debu jalan. Dijamin setelah itu muka rasanya akan lebih segar dan bersemangat!

Yang harus diingat, tetap gunakan bahan alami untuk perawatan tubuh. Makanya suka banget dengan Sugar Rush ini karena bahan dasarnya dari gula. Kalau di rumah dan lagi rajin biasanya saya suka bikin scrub gula dicampur olive oil. Rada ribet emang. Nah kalau lagi traveling, enak banget bawa Sugar Rush ini. Baunya juga menggiurkan.

Setelah itu jangan lupa jaga kelembapan kulit muka, juga termasuk kulit bibir. Yes, thanks to smoochies yang baunya seru serasa ada pesta pantai di bibir hehehe.

6. Perpanjang waktu

Mungkin tips yang ini bakalan dilempar sandal bagi para pekerja kantoran hehehe.. tapi kalau bisa, cobalah untuk slow down dan meresapi semua kegilaan dan keseruan selama traveling dengan bersantai di satu hari itu. Pastinya hampir semua orang ingin traveling sesuai jadwal dengan kegiatan sebanyak-banyaknya, sementara sudah pasti waktu yang ada rasanya selalu kurang. Semakin kita research tujuan di satu destinasi, semakin banyak yang kita ketahui, dan semakin kita stress untuk melihat semua. Saya sering ketemu dengan para traveler luar yang memang meluangkan waktu untuk traveling di Indonesia dalam jangka waktu cukup panjang dari berminggu-minggu, hingga dalam hitungan bulan. Dan kalau mereka sudah suka dengan satu destinasi, biasanya mereka mengubah itinerary dan memutuskan untuk tinggal lebih lama di destinasi tersebut. Well, nggak ada yang salah dengan keputusan itu, toh pada akhirnya kualitaslah yang harusnya diutamakan, bukan kuantitas.

self care while traveling
Hatta island

Kalau kalian punya tips-tips untuk self care while traveling, jangan segan-segan tulis di komen yaaa, karena saya juga penasaran dengan ide-ide dari kalian.

 

Cheers

self care while traveling
keep fit and happy

Gemala Hanafiah

@g_hanafiah

Sometimes become a lazy traveler

 

 

 

Explore Sabah part3 : Mount Kinabalu

Kalau misalnya ada ngajak untuk naik gunung Kinabalu, apa yang pertama melintas di pikiran?

“Wuih keren!”

“Hah? Kan tinggi banget, bisa nggak ya gw?”

“Mau .. tapi…”

“Lo yakin gw bisa?”

kalo itu semua yang melintas di kepalamu.. TOSS! Sama dong.

kinabalu_mountain_2
the whole Sabah Skwat : Mario, Gemala, Abex, Satyawinnie, Anggey Her_Journey, RIvan Hanggarai, Koh Billy, Rizal, Wahyu Demang dan Pinneng. Masih pada seger mukanya hehehe..

Meskipun penuh keraguan tapi gw tau kalau gw akan MENYESAL kalau nggak nyoba. Kinabalu itu merupakan gunung tertinggi di Sabah, Malaysia bagian Borneo dan juga tertinggi di Malaysia.

Pengalaman mendaki gw sangat minim. Yang tertinggi itu Rinjani, gw daki beberapa abad yang lalu (hiperbola dikit biar seru). Nah, Kinabalu ini lebih tinggi daripada Rinjani di 4.095 mdpl.

Nah, mendaki Kinabalu, meskipun tingginya ga main-main, tapi nggak perlu jadi seven summiter dulu yang pengalamannya udah bertahun-tahun. Pendaki pemula yang doyan pantai macam saya ini pun bisa ternyata.

Tapi ya itu tadi, memang ada hal-hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu supaya pendakian lancar jaya tanpa hambatan berarti. Berikut tips-tips dan info dasaranya yaaa :

 

  • Berlatih fisik dari sebulan sebelumnya.

Nggak perlu yang heboh-heboh sampai jungkir balik dan angkat beban, tapi cobalah untuk jogging secara teratur karena otot jantung yang baik benar-benar menolong saat trekking di ketinggian. Selain itu juga otot paha dan betis yang baik juga diperlukan. Nah, jogging bisa memnuhi semua kebutuhan ini.

  • Daftar pendakian jauh-jauh hari.

Beda dengan gunung-gunung di Indonesia, Kinabalu membutuhkan ijin untuk mendakinya, karena memang hanya dibatasi 135 pendaki saja perhari. Semua ini karena keterbatasan tempat menginap di check point sebelum summit, juga untuk memudahkan pengawasan (mereka ketat banget masalah waktu untuk melewati gate-gate yang udah ditentukan), dan pastinya juga dengan membatasi jumlah pendaki mereka bisa lebih menjaga kebersihan dan keindahan alamnya. Jadi jangan buang sampah sembarangnan yaa.. Sebaiknya menggunakan jasa travel yang terpercaya seperti Basecamp Adventure yang bisa membantu mengurus semua perijinan dan lain-lain.

  • Bawaan yang simple.

Enaknya mendaki gunung Kinabalu, bawaan kita nggak perlu heboh seperti membawa tenda, kompor atau sleeping bag yang biasanya lumayan menghabiskan volume dan bikin sakit pinggang. Mereka juga menyediakan porter yang biayanya tergantung berapa berat beban tas yang akan dibawa ( kemarin karena kita menghabiskan 2 malam di Laban rata harga porternya 13 RM per kilogram). Nah backpack yang kita bawa sendiri juga sebaiknya nggak lebih dari 6 kilo, berisi kebutuhan pribadi seperti jaket tambahan, windbreaker, jas ujan, makanan kecil dan tempat minum.

  • Free refill water

Ini dia yang lumayan bikin kaget : kita bisa mengisi ulang bekal minum kita di tiap pos yang jaraknya nggak terlalu jauh (paling jauh kayanya sekitar 900 an meter- 1000 m aja) dan isi ulang itu dari keran yang biasanya terletak di samping wc. Oya, kamar kecil juga tak perlu dikawatirkan karena tiap pos memiliki wc dengan air yang selalu tersedia. Jadi sediakan botol isi ulang yaaa.. bisa mengurangi sampah botol plastic juga jadinnya kan?

  • Be on time

Jaga pace jalan dengan stabil. Tak perlu cepat, yang penting tetap melangkah. Istirahat jangan terlalu lama, karena akan mendinginkan suhu tubuh dan untuk memulai lagi mendapatkan ritme bergerak yang stabil akan memakan waktu dan usaha lagi. Usahakan sampai di Laban Rata sebelum jam 7 malam sebelum resto tutup.

  • Persiapkan peralatan dengan baik

Sepatu.

Meskipun jalurnya sudah disediakan dengan baik, dibuatkan jalan dan tangga, bukan berarti kita bisa mendaki menggunakan sandal. Gunakanlah sepatu mendaki yang ringan dan juga tahan air. Sendal gunungnya nanti saja dipakai saat berada di guest house sebelum summit.

kinabalu_mountain_4
jalurnya beragam, mulai dari jalan tanah, tangga hingga batu-batu. Makanya penting untuk pakai sepatu yang nyaman.

Trekking pole

Yang gw tau dari Abex, jangan malu pake trekking pole kalau masih mau mendaki sampai 25 tahun kedepan. Kenapa? Karena tekanan pada lutut itu luar biasa besar, apalagi saat turun. Jangan takut dibilang kaya nenek-nenek naik gunung. Dan setelah gw ngalamin dan rasain sendiri saat menggunakan trekking pole, emang ngebantu banget! Plus nggak perlu malu karena sebagian besar turis pendaki yang mendaki disana juga menggunakan trekking pole (sstt.. kalo pake dua katanya bisa cepet ngurusin badan looh)

Head lamp

Head lamp ini akan menolong banget saat mendaki menjelang summit, dimana kedua tangan akan dibutuhkan untuk menggenggam tali. Yes, ada nada tali yang menolong para pendaki untuk mejaga keseimbangan diatara terpaan angin kencang.

penting! Guide yang bertanggung jawab untuk group kita bisa melarang kita meneruskan pendakian atau menyuruh kita turun apabila dilihat kurang persiapan atau sakit. 

kinabalu_mountain_1
penampakan rest house di Laban Rata, tempat kita ngaso sebelum muncak. Ada resto dan tempat tidur loooooh

Ok, tips2 nya sampai disini dulu. Posting blog berikutnya lebih ngebahas saat akan muncak di Kinabalu.

Enjoy videonya juga guys (english)

bersambung

Tips mendapatkan foto bagus saat traveling untuk Instagram

Siapa sih yang nggak pengen punya foto bagus waktu traveling, apalagi untuk diposting di social media terutama di Instagram yang memfokuskan pada tampilan visual. Ini dia tip mendapatkan foto bagus untuk instagram saat traveling

Tidak harus menjadi fotografer yang handal atau mengajak fotografer professional saat melakukan trip (kebayang ngeri bayarannya doong). Dan peralatannya pun tidak harus sampai memiliki kamera DSLR untuk mendapatkan foto yang special. Ya, kalau punya kamera dengan lensa yang bagus tentunya akan menjadi point plus mendapatkan foto keren.

Nah, sebelum mengambil foto di spot yang heiitsss, ini dia beberapa point yang harus diperhatikan saat lo akan mengambil foto atau minta difotoin sama temen trip :

Bermain Komposisi

Bicara komposisi ini alternatifnya banyak banget, tapi secara garis besar bisa dibagi menjadi :

  • Serba tengah. Ini meruapakn senjata yang lumayan oke untuk menyiasati bidang kecil di Instagram. Dengan menempatkan objek atau struktur di tengah, lo udah memberikan penekanan pada keseluruhan image.
  • instagram-photo-5
  • aturan 1/3. Untuk anak fotografi kayanya ini dah ga asing lagi. Saat ngambil foto terutama untuk landscape, aturan 1/3 banyak dipakai. Coba juga untuk bermain-main dengan penempatan objek di pinggir-pinggir frame, kadang yang mojok-mojok lebih asik 😀

instagram-photo

instagram-photo-2

  • Bermain dengan garis simetris horizontal. Foto yang memperhatikan garis horizontal yang dibentuk oleh komponen alam maupun bikinan manusia. Oya, meskipun terdengar remeh, memperhatikan kelurusan garis horizontal terutama foto landscape itu bisa mendongkrak keindahan foto kita. Geregetan banget kalo liat foto yang garis cakrawalanya miring2 padahal digadget masing-masing pasti punya fitur edit untuk meluruskan foto yang mudah digunakan.

instagram-photo-4

instagram-photo-3

  • Perhatikan potongan objek. Paling kasian kalau ngeliat foto orang yang backgroundnya udah keren, tapi kakinya ilang sebatas pergelangan, atau tangannya kepotong jarinya, atau idungnya ga ada heheheh #lebay. Bukannya nggak boleh nge-crop objek, tapi pilihlah bagian yang ‘nggak nanggung’ kalo di crop, jadi ga bikin penasaran dan berasa digantung #eh.

instagram-photo-6

  • Cahaya dan warna

Seperti tadi yang gw tulis sebelumnya, tidak harus punya gadget super canggih untuk mendapatkan foto bagus saat traveling. Bahkan seringkali kamera yang ada smartphone sudah sangat cukup untuk mendapatkan foto yang dinginkan. Namun tentu saja, itu berarti kemapuna menangkap cahaya lebih terbatas. Nggak bisa ngatur depth of field dengan leluasa, dll.

Maka carilah moment yang aman untuk ngambil foto : saat cahaya sedang bagus-bagusnya or cerah. Hindari saat langit mendung ato flat, tapi kadangkala bisa juga memanfaatkan ke’flat’ itu tergantung konsep yang kita bikin. Busyeeett.. mo foto untuk instagram aja pake honseeppp… macam mau ngajuin ide ke client yak.

Penampilan

• Kostum

Ehm, ini berhubung yang nulis blognya cewe, boleh dooong bahas penampilan. Karena gimanapun juga kostum yang kita pakai itu bakalan ada pengaruhnya pada keseluruhan hasil foto.

Maksudnya kostum disini nggak perlu yang super heboh nan ajaib yaaaah, Gw nggak tanggung kalau kalian jadi diliatin satu lokasi gara-gara pake topi dengan buah-buahan tropis heboh atau dress syahrini yang berlapis-lapis macam kemoceng. Jangan yaaa

Maksudnya mikirin kostum disini, lebih ke kepantasan busana (tsah bahasanya) yang kita pakai. Kalau ke pantai ya nggak apa-apa pakai dress pantai atau celana pendek dengan atasan yang cerah. Kalau ke gunung ya jangan pakai jeans dong 😀

Setelah kostum sesuai, pikirkan soal warna. Seringkali warna-warna cerah bisa tampil keren saat difoto outdoor, karena kontras dengan warna background. Atau putih sekalian. Tapi untuk wisata kota dengn background urban, warna-warna modern seperti abu-abu dan krem bisa jadi keren.

instagram-photo-7

kinabalu-3

Make up

Nah ini dia nih. Jangan salah sangka dengan make menor macam mau pemotretan untuk majalah yaaaa.

Make up ‘no make up’ itu bakalan jadi penunjang foto jadi keren juga. Bisa dipastikan kita tampil lebih fresh dengan ‘no make up’ make up. Ini dia beberapa tipsnya :

• Sunscreen

Main di outdoor nggak jauh-jauh dari bermain dengan matahari, dan pastinya ngelindungin muka dari sinar UV itu PENTING! Mungkin bukan untuk melindungi dari rasa terbakar, tapi untuk jangka panjang, melindungi kulit muka itu penting untuk mengurangi kemungkinan flek merajalela di muka. Gw suka Sun Protection dengan SPF 30 ini karena ga berat di kulit, cocok untuk kulit sensitif jadi nggak bikin jerawatan.

• BB cream

Jangan sampe main di outdoor bikin muka jadi kusam. BB cream punya fungsi ganda selain untuk melindungi muka dari bakteri penyebab jerawat, spf nya juga bisa melidungi dari matahari. Enaknya ga perlu touch up lagi pake bedak #AnaknyaMalesDandan

Makanya lagi suka bangets Emina Beauty Bliss karena ringan dan kesannya ga make up, pemakaiannya bisa dengan ujung jari or gw lebih suka pake kuas lebar karena lebih merata.

• Blush on

Biar ga pucet dan tetap seger merona, blush on bisa jadi pilihan mudah selain nampar-nampar pipi sendiri 😀

Tapi hati-hati, pemakaian berlebihan dapat membuatmu menjadi saingan badut mall. Emina Cheeklit bisa memberikan warna merah ‘malu-malu’ ala gadis Korea.

• lip balm

Kadang lipensetik is too much kala dipakai traveling outdoor. Ada aja siih yang pakai, tapi kalau gw ngrasanya terlalu ‘niat’. Lip Balm bisa jadi jalan tengah yang netral. Smoocies lip balm selain melembutkan juga mengandung sunscreen, pas banget untuk ngelindungin bibir supaya tetap sexy manja. Buat naik gunung oke juga nih, menghindari bibir luka dan pecah-pecah kena dingin dan kering.

Last but not least, kalo dah nyampe di penginapan or hotel or tenda or anything, jangan lupa bersihkan segala sesuatu yang nempel di muka. Untuk semuanya yang berbasis air dan minyak, gw pake Dirtless in sight makeup remover biar ga repot2 lagi dan semuanya terangkat.

Explore Sabah part 2 : Rafting Padas River

“We are leaving KK (Kota Kinabalu) at 5 am tommorow morning. Get ready for rafting at Padas river.” Briefing Bobby guide kami malam itu. (Baca deh part 1 perjalanan kami mengeksplore Sabah).

“Wih, pagi banget Bobby! Kamu jahaat.” Rafting di Sabah memang bisa menjadi satu alternatif kegiatan selain mendaki gunung Kinabalu.

“Kenapa pagi sekali?” serentak kami semua protes keras. Waktu tidur untuk kami itu berharga banget.

“Karena besok kita harus naik train ke Tenom. Kita naik steam train.”

“Kereta uap? Wow! It’s gonna be my first time naik kereta uap!” saya bersemangat setelah tau kenapa kita harus rela bangun ekstra pagi.

“Iya kita beruntung, gw sudah beberapa kali ngerencanain tapi selalu bertepatan dengan jadwal perawatan keretanya. Baru kali ini kita bisa jalan dengan kereta uap itu” timpal Abek.Wah, makin seneng rasanya.

Tak heran kami semua harus bangun ekstra pagi untuk berangkat dari KK ke Beaufort, kota dimana stasiun untuk menuju ke Tenom berada. Dua jam yang kami gunakan untuk melanjutkan acara bobok manis membuat perjalanan tak terasa.

dsc05717

Setelah sarapan seru dengan roti canai dan kopi tarik, waktunya menuju Stesen Beaufort (stesen ini bukan typo ya.. emang begitu tulisannya). Dan segera saja kereta uap yang bentuknya masih dipertahankan sejak tahun 1914 itu telah terparkir gagah, siap mengangkut kami. Yang penasaran dengan sejarah pembangunan rel kreta ini dan cek disini deh.

dsc05760-copy
@satyawinnie enjoying the ride :))

Bentuk eksterior dan interior keretapi ini (bukan typo lagi, emang gitu nulisnya : keretapi), masih dipertahankan sebisa mungkin. Hanya bagian-bagian kecil saja yang diganti, seperti handle pintu.

dsc05739

Kecepatan kereta yang nggak terlalu cepat dan keindahan alam selama perjalanan merupakan perpaduan yang pas. Hutan dan perkampungan asri bergantian menjadi pemandangan kami selama perjalanan.

Untuk keseruan berikutnya: Rafting di sungai Padas – Tenom, tonton aja video dibawah ini yaaa

img_9386
Our face.. yeah i khow 😀

 

more information and registration  rafting Padas, Sabah click here

5 cerita seru saat traveling di tahun 2016

Another year blessed. Traveling selama tahun 2016 punya beragam warna. Mulai dari trip karena diundang media trip, trip kabur nyari ombak, trip bikin event dan lain-lain. Percaya atau engak, apa yang terlihat indah di Instagram itu nggak semuanya mulus. Ada suka duka dibalik foto yang terpampang. Nah ini dia 5 trip berkesan gw selama 2016:

flores-timur
Pic by Pinneng
  1. Flotim

Flores Timur ini merupakan tahun ketiga yang berarti daerah ketiga juga yang kami eksplore untuk membuat buku underwater NTT yang emang rencananya dibuat trilogy (macam pelm-pelm Hollywood lah).

Nah, tahu ini giliran Flores TImur dengan segala rintangannya, secara dua daerah pendahalunya : Alor dan Lembata sudah duluan beken dengan alam bawah lautnya serta budayanya. Untung di saat-saat terakhir kami mendapatkan LOB Benneta sebagai partner kerja yang membuat semuanya menjadi berwarna.

Tapi dibalik keseruan LOB, ruang yang terbatas dengan jumlah kru yang banyak (apalgi setelah tim MTMA bergabung), kami harus benar-benar membagi ruang untuk semuanya. Walhasil gw dapet lokasi bobok yang spektakuler : dibawah meja makan yang ternyata enak banget karena gw dan Pinneng udah persiapan membawa kasur tiup. Untuk urusan bantal? Tenang, ada banyak life jacket yang bisa dialihfungsikan kalau malam.

flores-timur-2
pic by Dewi Wilasono
DCIM100MEDIADJI_0342.JPG
Drone by Edward Suhadi

Perjalanan kami seru. Divingnya oke dan makanan di boat not bad. Sampai saatnya kami akan kembali mengunjungi Batu Tara ( klik deh link untuk ngebaca tulisan gw ttg gunung api keren ini), dan ternyata sodara-sodara…. Laharnya ga keluar. Mampet. Ngambek. Sementara kami sudah bawa2 MTMA yang pastinuya berharap banget akan materi dari Batu Tara ini.

Well, untung aja kami masih punya footage dari tahun sebelumnya. Semua berjalan lancar akhirnya.

katamama-2
pic by Pinneng
  1. Katamama

Baru kali ini gw diundang secara resmi untuk merasakan pengalaman bermalam di boutique hotel sekelas Katamama dan rasanya : WARBIYASAK!

Setelah beberapa hari kuwar-kuwir di Bali untuk bertanding dan menghadiri event kantor, akhirnya malam itu kami masuk Katamama dengan muka kucel dan kecapean. Menyesal karena tak bisa menikmatinya lebih cepat

Pengalaman selama meginap disana seru banget. Makanannya apalagi. Movida, restaurant Spanyol yang bertempat di lobi hotel, benar-benar jadi petualangan lidah tersendiri. Mudah-mudahan di tahun mendatang masih bakal ada undangan serupa #ngarep

kinabalu
Pic by Anak Bebek
  1. Kinabalu

Pengalaman Wet Traveler liputan bareng keluar negri! Thanks to Basecamp Adventure yang telah merekomendasikan kami untuk mewakili infulencer dan youtuber Indonesia serta mengeksplore keindahan alam Sabah, mulai dari bawah laut hingga puncak gunung.

Dan Kinabalu emang benar-benar luar biasa. Ya capeknya, ya terror mentalnya, ya keindahan alamnya. Rasanya mustahil untuk nggak mensyukuri semua pengalaman ini. God had been too kind to us!

Meskipun sempet ngalamin mountain sickness (resiko nak pantai main ke gunung), tapi semua bisa ditangani dan kami sakseus muncak di Kinabalu!

rote
pic by Pinneng
  1. Kecelakaan surfing di rote

Hal ini nggak pernah gw ceritakan di social media sama sekali. Bukannya menutupi, tapi tau sendirilah kalau udah pada komen, kesannya malah menyalahkan olahraga surfingnya. Dan gw nggak mau itu terjadi.

Waktu itu gw baru beres ngebantiuin event surfing lokal di Rote, bahkan sampai ikutan kompetisi segala. Dan ombak memang sedang besar-besarnya. Maka dengan tau diri gw minta ditemani David untuk main di squaliz, tempat yang biasanya diapakai untuk belajar.

Ombak memang besar, tapi sialnya saat itu angin juga bertiup sangat kencang. Maka ketika selesai riding satu ombak, dan mejatuhkan diri ke belakang, tanpa disangkan papan surfing yang seharusnya meluncur mulus ke depan berbalik arah tertiup angin dan mendarat dengan mulus di jidat dengan posisi fins menghadap ke muka.

Wah, saat itu rasanya shock setengah mati. Takut. Ya, gw takut, Takut pingsan, takut kehabisan darah, apalagi saat melihat tangan yang diusapkan ke dahi dibanjiri darah (padahal emang kalau luka di kepala darahnya lebay banget), takut pingsan.

Langsung teriak-teriak manggil David dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat. Untung saja doketnya cakap dan proses jait berlangsung cukup cepat meskipun harus pasrah dengan ukuran benang yang ada. Nggak bisa miliha. Ah, masih untung mereka punya anestesi saat itu hehehe.

Well, shit happens. Kapok? Ya enggak dong, hal-hal kaya gini kan emang diluar control kita. Tapi emang saat itu gw ngerasa masih dilindungi banget. Thanks God.

raja-ampat
jidat masih diperban 😀
  1. Raja ampat

Setelah sekian lama melihat postingan temen-temen tentang Raja Ampat, mupeng itu pasti. Tahun ini akhirnya kesempatan itu datang. Berkali-kali malah! Tiga kali tepatnya. Meskipun pada kunjungan yang pertama harus pasrah diajuhkan dari air laut karena jaitan di jidat masih belum kering, namun setelah itu Raja Ampat benar-benar menunjukkan keindahannya.

raja-ampat-3raja-ampat-2

Piaynemo, Arborek, snorkeling di Waisia. Semua ini cuma membuat gw semakin bangga akan Indonesia. We are way too beautiful!!

Semoga tahun 2017 nanti menjadi tahun yang penuh cerita, penuh pembelajaran dan penuh cinta.

Xoxo

Gemala Hanafiah,

Never stop learning traveler

Serunya belajar surfing rame-rame

“Ajarin surfing dong, ka”

“Lokasi untuk belajar surfing untuk pemula dimana ya?” *ya iyalah kalau belajar berarti pemula >,<

“Mau private dong, ka”

Dan seterusnya.. dan seterusnya comment yang biasa masuk di sociam media gue.

Meskipun telah diberikan link tulisan mengenai step by step belajar surfing ataupun artikel tentang dimana saja lokasi belajar yang ca’em pertanyaan serupa tetap berdatangan.

Dan selama ini pula gue susah untuk mengajar semua satu persatu. Bukannya kenapa-kenapa, CAPE BANGET bhaaay! Kalian pasti nggak nyangka kalau ngajar surfing apalagi bagi yang pertama kali mencoba itu luar biasa melelahkan. Gue lebih sering terlontar dan terseret-seret saat akan membantu teman untuk menyesuaikan kecepatannya dengan ombak. Lelah.

Makanya ketika EMINA ngasih ide untuk bikin trip belajar surfing bareng-bareng dengan menggandeng sekolah surfing Dede Suryana, ini bagaikan pucuk dicinta ulam tiba. Keinginan berbagi pengalaman sekaligus menjawab rasa penasaran teman-teman bersambut dengan slogan EMINA ‘Dream, Joy, Love” yang meng-encourage cewe-cewe untuk berani mewujudkan mimpi.

Nah terus, apa serunya belajar surfing rame-rame? Ni yaaa, simak tapi awas ngeces 😀

surfing-emina_7

  1. Anti capek

Biasanya kalau melakukan trip surfing sendiri tu gue suka bela-belain nyetir sendirian ke Cimaja kalau teman-teman lagi pada nggak bisa. Yang namanya nyetir sendiri, pegel-pegel dan capek-capek ya ditanggung sendiri. Naah, di #EminaSurfTrip kemarin, kami semua janjian ketemuan subuh jam 4, tinggal masuk bis bareng-bareng dan di bangku masing-masing sudah tersedia penutup mata dan ear plug! Warbiyasaaak!! Lanjut tidooor

surfing-emina_8

  1. Dapet guru professional

Karena kita bakalan diajarin oleh sekolah surfingnya Mang Dede Suryana, maka kita dapet guru paling yahud : Mang Dede sendiri! Dede ini sudah menjadi local hero di Cimaja, prestasinya nggak perlu ditanya lagi, ia merupakan orang Indonesia pertama yang mengikuti WQS (seri kejuaraan surfing dunia), dan serunya lagi Dede nggak pelit ilmu. Dengan senang hati ia menjawab pertanyaan semua temen-temen.

surfing-emina_12

  1. Kebutuhan perlindungan dan perawatan menantang matahari terpenuhi.

Saat kami memasuki kamar masing-masing untuk bersiap pelajaran selancar pertama di pagi hari.. JENG JENG : terdapat SUNSCREEN SPF 30 dan DOUBLE BUBBLE FACE WASH terpampang manja diatas tempat tidur. Uyeaaahh!

  1. Dapet kostum surfing.

Wah kalau ini sih memang sudah diberikan oleh ROXY pada para peserta beberapa hari sebelum berangkat. Jadi nggak ada diantara kami yang saltum alias salah kostum. Karena percaya atau nggak, saat pertama kali belajar surfing, saltum itu bikin konsentrasi buyar. Nggak mau kan pas belajar surfing celana melorot atau sibuk menyelamatkan penutup aurat lainnya  -____-

surfing-emina_2

  1. Belajar mengenal anatomi surfboard.

Enaknya kalau belajar dibimbing secara professional, para peserta bakalan diajarin mengenal ‘kendaraan’nya dari awal. Diberitahu bagian-bagian penting dari sebuah surfboard seperti fins, nose, tail, deck dan lain-lain.

surfing-emina_13

  1. Memahami safety agar tak trauma.

Belajar surfing pada lokasi yang salah atau tanpa bimbingan dapat menyebabkan trauma. Nah kemarin nih temen-temen benar-benar diwanti-wanti cara menghindari kemungkinan kecelakaan yang berkaitan dengan surfboard itu sendiri. Diajari cara jatuh yang benar (bahkan jatuh aja harus dipikirin looh), belajar mengatasi rasa panik dan cara lepas dari gulungan ombak dengan cepat. Hmmm banyak ilmu penting yah.

  1. Another surprise!

Katanya untuk mengambil hati wanita, berikanlah hadiah atau kejutan. Ehm! Tapi kami benar-benar kaget dan seneng ketika kembali ke kamar masing-masing… dan TADAAAA : terdapat BB cream Emina Beauty Bliss, Cheeklit (kaya blush on tapi anti menor, favorit nih), Double Agent Eye Brow (buat alis dong yaaa), Emina City Chic (perpaduan bedak dan foundationa) serta My Favorite Things lipensetiikk. Wuiiihhh disuruh dangdan iniiiihhh. Kenapa??? Cek nomer berikutnya dibawah

  1. Surpise lageeeh

Please jangan kesel bacanya. Trip kali ini bener-bener full of surprises. Gimana enggak, yang tadinya kirain makan malam cuma di kamar terbesar aja dengan nasi kotak, alih-alih kami malah diboyong berjalan kali dengan penerangan dari senter handphone masing-masing menysuri tepi laut Cimaja. Gue aja yang udah berkali –kali ke Cimaja bingung setengah mati dengan tujuan kita. Jelas-jelas nggak ada apa-apa disana. Dan nggak lama kami berbelok masuk keantara semak-semak. Lambat laun tujuan terlihat : Barbeque di Beach Club. Lokasi baru yang heits di Cimaja! Sumpah.. gue terharu.

surfing-emina_14

9. Makan Seafood (note : ati-ati kolesterol mbak broo)

Makanan yang disajikan benar-benar segar! Dan yang nggak kuat : free flow bajigur!! This is heaven!

  1. More explore

Esok harinya alih-alih langsung surfing, kami diberi kesempatan untuk mengeksplore alam dan pastinya foto-foto doong. Ini serunya kalau trip dengan sesama pemula. Nggak akan terlalu hardcore. Jadi inget waktu dulu gue belajar surfing pertama kali dan teman-teman yang lain sudah bisa, gue jadi harus ikutan bangun jam 5 pagi untuk ngejar main sunrise sebelum laut menjadi ramai. Wew, semi militer. Nah kali trip santai kaya gini seruu, berasa liburannya.

surfing-emina_10

surfing-emina_3

  1. Diftotoin dan divideoin

Apalagi yang lebih penting dari ini sodara-sodaraaa? Kapan lagi bisa seru-seruan dan nggak kehilangan moment satupun? Emina menghadirkan teman-teman yang jago moto dan bikin video ca’em untuk membuntuti kita dan mengambil moment baik pas lagi seru-seruan, serius belajar, pertama kali berdiri diatas ombak, dan lain-lain. Perfect!

ocean-melody

12. Dapet Ocean Melody

Heuheuheu.. kali aja gara-gara baca Ocean Melody, buku pertama yang gue tulis tentang surfing di Indonesia, jadi ada yang keterusan mendalami surfing kaan? 😀

surfing-emina_6

  1. Anti bosan.

Perjalanan pulang ke Jakarta pastinya bakal ngalami beberapa titik macet. Tapi dengan teman-teman yang ada dalam satu bis, rasanya mustahil untuk merasa bosan. Mulai dari nggosip, saling share pengalaman traveling, nonton youtube Awkarin bareng-bareng (tentu saja younglex dan gaga juga kena absen), nyanyi-nyanyi bareng (si Vidi bawa ukulele looh), dan pastinya nyemil tanpa henti (Emina nggak mau kita kelaperan hehehe.)

Kalau trip isinya cewe-cewe semua gini emang nggak mungkin sepi (para personil cowo-nya sabar semua ngadepin kita hehehe), dan lebih asik lagi bisa saling berbagi pengalaman menjaga kulit terutama bagi yang sering main di outdoor.

surfing-emina_4

Diatas semua keseruan itu, bertambahnya teman baru dengan minat dan aura positif yang sama rasanya sangat berharga. Sampai ketemu lagi di trip berikutnya and keep surfing!

Xoxo

Gemala Hanafiah

Surfergirl who never stop dreaming, enjoying life and full of love 😉

Explore Sabah : Tip of Borneo

DCIM100MEDIADJI_0113.JPG
Drone by Billy Djokosetio

“Get ready by four, we are going to Kudat for about 2 until 3 hour driving from KK” Bobby, guide kami yang periang dan selalu tersenyum bahkan saat bicara itu (saya selalu mengagumi orang-orang dengan kemampuan seperti ini, bagai bicara untuk promo iklan di tipi-tipi gitu), memberikan briefing singkat singkat siang itu. Oya, by the way yang disebut dengan KK itu Kota Kinabalu, terletak di Sabah.

Kudat, daerah tujuan kami, merupakan nama satu daerah yang terletak di titik paling utara Borneo, disebut juga Tip of Borneo, dimana titik nol pulau itu berada. Dan yang paling saya tunggu-tunggu, Kudat juga merupakan area dimana ombak yang terbentuk dari energi gelombang yang berasal dari laut Cina Selatan terbentuk, dengan kata lain : BISA SURFING DI BORNEO !!! Gila ga tuuh??

Masa kecil saya yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur telah mengajarkan pada saya bahwa, nggak bakalan ada ombak di Kalimantan karena posisinya yang nggak terbuka menghadap samudera. Tapi di bagian utara ini, tepatnya di Kudat, area ini justru sedang dikembangkan untuk para surfer.

Perjalanan berasa lama karena ternyata kami telat berangkat dan keburu terjebak rush hour orang-orang pada pulang kerja (ternyata bukan semata-mata fenomena di Jakarta aja ya). Jadilah perjalanan yang harusnya hanya 2 jam belaka jadi molor menjadi 4 jam.

Meskipun begitu, selepas area kota Kinabalu, perjalanan lumayan tak terasa karena jalanan yang super lengang dan mulus.

“Welcome to Simpang Mengayau.” Bobby guide kami yang imut itu kembali memberikan penjelasan ketika kami semakin mendekati area tujuan. Hmmm.. sepertinya saya pernah mendengar istilah mengayau. Ah ya.. Istilah yang sama dengan yang digunakan oleh suku dayak di Kalimantan juga.

“What’s the meaning of Mengayau, Bobby? In Indonesia, Dayak people use word mengayau for going out and cut some people’s head for their offering to the village or to the girl’s parents they like. It’s a sign for maturity. Century ago of course.” Saya penasaran.

“Simpang mengayau has the origin word : sampang magazao, means special location for local people to defend their village from pirates attack.” Ah ya, kurang lebih sama lah intinya, pergi bertarung dengan alasan apapun, terutama membela kampung.

Cahaya matahari tak membangunkan kami dari tidur nyenyak semalaman di Marina resort. Sepertinya gabungan antara efek kelelahan, terblokir sempurna matahari dari jendela dan hujan rintik-rintik yang turun sejak subuh menjadi alasan yang sempurna.

Ini dia beberapa objek seru yang bisa dieksplore kalau kamu ke Kudat :

  1. Bronze Globe of Simpang Tanjung Mengayau

Segera setelah hujan berhenti kami menyambar sepeda masing-masing dan meluncur ke titik terujung utara dari Borneo.

Nggaaak, nggak jauh kok dari resort yang kami inapi. Nggak sampai berkilo-kilo meter, cukup hanya 500 meter saja hehehehe (ketahuan pemalas). Dan dari kejauhan kami melihat sebuah tugu berbentuk bundar dengan tulisan Tip Of Borneo di permukaannya, setelah sebelumnya sepeda kami meluncur menuruni bukit dengan kencangnya, dan menanjak tepat sebelum mencapai tugu budar Bronze Globe tersebut.

Tips : hati2 ya kalau ngebut di turunan, tapi jangan terlalu pelan juga supaya mengayuhnya nggak jauh lagi hehe

dsc03729-copy
pic by Pinneng

Naaah, dibelakang tugu ini terdapat tangga dimana kita bisa mengeskplore lebih jauh lagi, turun hingga ke pantai tebing yang memiliki tekstur unik bagaikan pasir berwarna oranye bergaris-garis.

Nah di pantai karang ini kita bisa berjalan dengan hati-hati hingga sampai ke ujungnya.. LITERALLY UJUNG BORNEO!!! Can you believe that?!

  1. Surfing Kudat

Nah ini dia niii… kesukaannya Wet Traveler hehehe. Surfing! Bahkan saya sudah bela-belain datang kemari membawa papan surfing sendiri!

Kudat cukup terekspose terhadap laut Cina Selatan, sehingga memiliki cukup energi yang memberikan ombak pada pesisirnya. Namun karena saat itu swell nggak cukup besar untuk membentuk ombak yanglayak dipakai surfing pada point tip of Borneo, maka kami melipir ke pantai Tindakon Dazang yang berjarak sekitar 30 menit dari lokasi kami menginap.

img_3795
Sayang waktu kesana ombak lagi kecil. pic by Chales Mawan

Beruntung Ivan dan Charles dari komunitas surfing Sabah bisa menemani kami. Mereka juga membawa beberapa longboard untuk belajar. Rupanya memang ombak di daerah ini cocok juga untuk belajar, apalagi saat ombak nggak terlalu besar.

img_3793
bareng Ivan (chairman of Sabah Surfing Ass, Charles (surfer dari KK) dan Ken (surfer lokal Kudat)

Ternyata pantai Tindakon Dazang mempunyai sudut-sudut menarik untuk berfoto, just in case kamu yang kesini nggak untuk surfing. Selain terdapat tebing fotogenic berwarnnya oranye tersebut ada juga danau sungai dengan jajaran hutan bakau yang tumbuh subur di sepanjang kedua sisinya.

Terdapat juga restoran yang saat itu kosong tanpa pengujung satupun, rupanya pada hari biasa pantai ini memang nggak menjadi tempat nongkrong.

img_3790
Ombak Kudat kalau lagi ‘on’ by Charles Mawan

Komunitas surfing disini baru terbentuk 10 tahun, umur yang terbilang muda untuk sebuah kultur surfing. Ivan, surfer pertama dari Kota Kinabalu yang sekarang juga merupakan ketua dari komunitas ini, mulai tertarik belajar surfing sejak kunjungannya ke Bali. Kalian bisa tonton obrolan bareng Ivan di video yang ada di bawah ini.

img_3796
pic by Charles Mawan

Hanya satu yang saya sesalkan, ombak tidak cukup besar saat saya bertandang kesana saat itu. Pertanda lain kali harus kembali lagi untuk surfing ombak Borneo yang sebenarnya *wink

Big thanks to Sabah Tourism and Basecamp Adventure

sabah-tourism-board-logo-new

bcac-logo-transparent-1-copy-blackpng

Gua Bloyot di Karst Merabu

screen-shot-2016-12-01-at-8-10-31-pm

“Dimana mereka tidur ya?”

“Tiap hari harus manjat gini kalau mau masuk rumah.. apa nggak capek ya?”

Beberapa pikiran yang melintas di kepala saat melihat peninggalan sejarah yang tersembunyi di dalam gua ,yang terletak di tengah hutan namun berjarak tak terlalu jauh dari kampung Merabu yang terletak di Berau – Kalimantan Timur. Rekam jejak manusia purba dapat terlihat jelas dari lukisan tangan yang banyak terpampang di dinding goa.

Perjalanan hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam berjalan kaki dari kampung, dengan medan yang cukup datar. Pikiran saya berkecamuk sepanjang perjalanan, membayangkan cara hidup para manusia purbakala tersebut yang selalu bergerak dan berburu diantara lebatnya pepohonan saat itu.. setiap hari.

Pemukiman manusia purba selalu dapat dipastikan berjarak tak terlalu jauh dari sumber air, dalam hal ini, sungai Nyadeng. Saat manusia belum kepikiran untuk membangun tempat bernaung seperti rumah, mereka mengandalkan tempat berlindung yang disediakan oleh alam : Gua.

Gua menjadi lokasi bernaung dari cuaca dan juga hewan buas yang dapat membahayakan mereka. Namun tak semua gua yang ditempati mudah dijangkau seperti rumah yang memiliki jalan masuk.

Gua Bloyot ini terletak di tebing-tebing curam, yang cukup sulit untuk dijangkau orang kebanyakan saat ini. Tapi tentu saja kondisi seperti ini justru memberikan keuntungan lebih dalah segi kemanan bagi para penghuninya.

Pintu masuk “rumah” diawali dengan lubang sempit yang diapit pepohonan di permukaan yang cukup miring, sekitar 45 derajat. Lubang tersebut merupakan pintu masuk ke ruang goa yang cukup luas berhiaskan stalagtit didalamnya. Perjalanan menuju ruang tamu harus melewati lorong yang terputus oleh dinding batu. Tangga kayu telah terpasang untuk memudahkan manusia masa kini mendakinya.

“Lah kalau jaman dulu, gimana caranya nih ibu-ibu yang baru pulang dari mencari umbi-umbian dan air memanjat bagian ini?” Pikiran-pikiran naif yang sulit dihindari.

Perjalanan menuju ruang keluarga dan ruangan leyeh-leyeh keluarga masih harus melalui sisi terbuka yang hanya menyisakan sedikit pijakan kaki untuk mencapai ruang yang berada di atasnya.

Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya sampai juga di ruang utama yang terdiri dari ruangan luas dengan dinding terbuka yang memberikan kesempatan pada penghuninya untuk melayangkan pandangan seluas mungkin.

Akhirnya terlihat lukisan tangan di sepanjang dinding. Kembali terbayang percakapan para penghuninya saat itu :

“Mah, kemarin papa kepikiran kita bikin lukisan tangan sekeluarga deh”

“Gimana caranya? toko cat kan belum ada.”

“Pakai darah binatang buruan kita dong, disemburin.”

“Oh iya ya.. yuk kita coba.”

Dan mereka pun sibuk saling sembur menyembur diatas tangan para anggota kelurga yang lain, sembari mencoba menggambar binatang buruan mereka seperti babi hutan dan rusa. Dan terlahirlah gambar cap tangan berbagai ukuran berwarna merah.

tamat.

info

Tanjung Redeb – Kampung Merabu : 4 jam perjalanan.

Penginapan di Kampung Merabu yang tersedia adalah homestay di rumah warga, beserta makan tiga kali sehari.

Katamama – boutique hotel made by artisans

English version scroll down

all pic by Muljadi Pinneng Sulungbudi

Ketika datang tawaran untuk menginap di Katamama, rasanya nggak mungkin untuk bilang ‘tidak’. Bagaimana mungkin menolak, ketika saya googling nama Katamama, foto-foto yang menampilkan kamar-kamar asri dengan desain yang unik segera memenuhi layar comp.

Maka malam itu, dengan muka kucel terbakar dan badan lelah akibat baru selesai kompetisi surfing di Uluwatu, saya menghampiri Katamama yang berlokasi di jalan Petitenget, Seminyak. Yang ngefans dengan Potato Head pasti sudah nggak asing lagi dengan lokasi ini.

Yang bikin saya kaget, ketika turun dari mobil sewaan kami langsung disambut seseorang yang  menyapa dengan nama! Wow, mereka mengingat satu persatu tamu yang sudah terdaftar. Kemudian kami disambut seorang pria yang mengambil alih, dan tidak lama langsung dioper kembali ke seorang petugas wanita yang tersenyum ramah

_mps7957

“Kita proses check in di kamar saja, barang-barang sudah dibawa kesana. Dan lagipula pasti capek kan baru tiba jam segini.” Saya semakin bengong. Mungkin pengalaman saya juga yang kurang banyak dengan menginap di hotel ‘nggak biasa’ tapi cara seperti ini menyenangkan sekali. Rasanya tidak seperti masuk ke hotel atau resort tapi masuk ke rumah sendiri. Rumah baru sih pastinya hehe..

Berjalan di lorong-lorongnya, berasa seperti masuk ke dalam candi. Nggak heran, ternyata inspirasi dari desain yang dirancang Andra Matin ini memang ‘candi’. Dingin, nyaman, kokoh.

img_1542Sampai di kamar yang luasnya 82 sqm, kejutan berlanjut. Sekali lagi maafkan saya yang kurang berpengalaman ini, tapi melihat desainnya yang hommy dengan sudut ‘instagramable’ plus kamar mandi super luas membuat saya menyesal nggak datang lebih cepat. Sofa nyaman dengan buku-buku yang boleh dilalap (baca : dibaca, bukan dimakan), lampu baca gemas, karpet anyam lucu dengan warna-warna kalem bikin saya pengen buka sepatu dan merebahkan diri diatasnya.

Wait!

Masih ada lagi. TIba-tiba seorang pria ganteng masuk ke kamar!

Ternyata dia seorang bartender yang siap melayani kapanpun seorang tamu chek in dan butuh welcome drink. Heh, jangan pada mikir yang nggak-nggak dulu yaaa.. Keseruan bikin welcome drinknya ada di video di bawah tulisan ini, nanti ditonton yaaa.

Next, bergeser ke lemari pakaian yang disediakan. BESAR BANGET! Blum cukup dengan ukurannya saja yang besar, ternyata di dalamnya ada jubah lucu dengan warna biru alami yang boleh dipake selama berada di kawasan Katamama. Love it!

Eh ada topi dan tas anyamnya juga heheheh..

_mps8139

OK, besoknya kita langsung coba kolam renang dan MoVida. Nah yang mau saya ceritakan ini lebih ke resto MoVida ini. Resto yang mengusung masakan Spanyol ini masih terletak di dalam Katamama. Saya buka food blogger, tapi pengen seneng banget pas dapat kesempatan nyobain lunch disini. Kata orang-orang , tapas itu cara paling tepat untuk nyobain kuliner Spanyol.

Dan nggak lama, ada SEMBILAN tapas yang keluar secara bergantian! Tiap hidangan yang keluar buat saya sih jadi seperti petualangan tersendiri! Tenang, saya dah siapin foto-foto dan menunya supaya lebih kebayang. Bahkan nulis cerita ini aja bikin saya menelan ludah 😀

Belum berhenti disitu, kita bergeser ke ruang sebelah : AKADEMI. Hah? Sekolah lagi? Bukan dooong, Akademi disini kita bisa belajar cara meracik campuran arak dan liquer lain. Mereka mencoba untuk mencampurkan cita rasa lokal dan luar, Hasilnya. Mamamia….

_mps7997

Dan kabar baik untuk para pecinta sunset sambil mimic-mimik manja, dengan menjadi tamu di Katamama, kita bisa meminta kursi paling depan di jam-jam ramai saat menjelang sunset, dengan jalur masuk khusus karena lokasinya yang memang berseblahan. I know you’ll love it!

_mps8163

Jangan lupa scroll langsung kebawah dan tonton videonya yaaahhh

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361

English 

When I step into Katamama, first thing that came into my mind was “candi” (temple). No wonder, this boutique hotel located in Jalan Petitenget, Seminyak is built by artisan, and every detail in their room was handmade or handpicked.

It’s already late when we arrived. What amazed me was, the check in was done right in the room there is no receptionist. While the manager showing all the facilities in our room, the bartender made us some welcome drink in our room : mojito, and he let me shake the drinks. I feel like a real bartender. 

_mps7957img_1541

I can’t stop observing the in-room bar we had, they provide us with fresh ground coffee and choices of good quality tea. You know what, they change the coffee every day to guarantee it freshness. Not to mention the cake that always be provided in small jars, I realise I will fail to maintain my weight during my stay here. 

This 82 sqm island Suites keep surprising me. There are a couple of nice robe we can wear during staying here that I wish I can keep. The robe is also handmade with nice fabric paired with couple cute plait hat and rattan backpack.

Speaking of the interior, every room has such as nice corner to relax after cruising around Kuta, makes you forget to do anything else but stay there and read your book. But the most important one is, the corner is perfect for taking picture! 

img_1542

Let’s move out from the room.. to the restaurant.

MoVida, the Spanish restaurant they have is one of the best fine restaurant it the area. I’ve never been to Spain but they said tapas is the best way to enjoy their cuisine. Nine kind of tapas are just like an adventure to me, and I love it. Each tapas has it own character and unique, make us guessing what was inside.

Oh, and for sunset lovers, as a Katamama guest means you have a privilege to book the best front seat in favourite hour : sunset time in Potato Head! Normally, it’s not that easy to get a bed-seat at the front row. See, I know you will love it! 

_mps8163

I guess the best way to see my experience staying here is by watching my video below. Enjoy!

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361