Explore Sabah part 2 : Rafting Padas River

“We are leaving KK (Kota Kinabalu) at 5 am tommorow morning. Get ready for rafting at Padas river.” Briefing Bobby guide kami malam itu. (Baca deh part 1 perjalanan kami mengeksplore Sabah).

“Wih, pagi banget Bobby! Kamu jahaat.” Rafting di Sabah memang bisa menjadi satu alternatif kegiatan selain mendaki gunung Kinabalu.

“Kenapa pagi sekali?” serentak kami semua protes keras. Waktu tidur untuk kami itu berharga banget.

“Karena besok kita harus naik train ke Tenom. Kita naik steam train.”

“Kereta uap? Wow! It’s gonna be my first time naik kereta uap!” saya bersemangat setelah tau kenapa kita harus rela bangun ekstra pagi.

“Iya kita beruntung, gw sudah beberapa kali ngerencanain tapi selalu bertepatan dengan jadwal perawatan keretanya. Baru kali ini kita bisa jalan dengan kereta uap itu” timpal Abek.Wah, makin seneng rasanya.

Tak heran kami semua harus bangun ekstra pagi untuk berangkat dari KK ke Beaufort, kota dimana stasiun untuk menuju ke Tenom berada. Dua jam yang kami gunakan untuk melanjutkan acara bobok manis membuat perjalanan tak terasa.

dsc05717

Setelah sarapan seru dengan roti canai dan kopi tarik, waktunya menuju Stesen Beaufort (stesen ini bukan typo ya.. emang begitu tulisannya). Dan segera saja kereta uap yang bentuknya masih dipertahankan sejak tahun 1914 itu telah terparkir gagah, siap mengangkut kami. Yang penasaran dengan sejarah pembangunan rel kreta ini dan cek disini deh.

dsc05760-copy
@satyawinnie enjoying the ride :))

Bentuk eksterior dan interior keretapi ini (bukan typo lagi, emang gitu nulisnya : keretapi), masih dipertahankan sebisa mungkin. Hanya bagian-bagian kecil saja yang diganti, seperti handle pintu.

dsc05739

Kecepatan kereta yang nggak terlalu cepat dan keindahan alam selama perjalanan merupakan perpaduan yang pas. Hutan dan perkampungan asri bergantian menjadi pemandangan kami selama perjalanan.

Untuk keseruan berikutnya: Rafting di sungai Padas – Tenom, tonton aja video dibawah ini yaaa

img_9386
Our face.. yeah i khow 😀

 

more information and registration  rafting Padas, Sabah click here

5 cerita seru saat traveling di tahun 2016

Another year blessed. Traveling selama tahun 2016 punya beragam warna. Mulai dari trip karena diundang media trip, trip kabur nyari ombak, trip bikin event dan lain-lain. Percaya atau engak, apa yang terlihat indah di Instagram itu nggak semuanya mulus. Ada suka duka dibalik foto yang terpampang. Nah ini dia 5 trip berkesan gw selama 2016:

flores-timur
Pic by Pinneng
  1. Flotim

Flores Timur ini merupakan tahun ketiga yang berarti daerah ketiga juga yang kami eksplore untuk membuat buku underwater NTT yang emang rencananya dibuat trilogy (macam pelm-pelm Hollywood lah).

Nah, tahu ini giliran Flores TImur dengan segala rintangannya, secara dua daerah pendahalunya : Alor dan Lembata sudah duluan beken dengan alam bawah lautnya serta budayanya. Untung di saat-saat terakhir kami mendapatkan LOB Benneta sebagai partner kerja yang membuat semuanya menjadi berwarna.

Tapi dibalik keseruan LOB, ruang yang terbatas dengan jumlah kru yang banyak (apalgi setelah tim MTMA bergabung), kami harus benar-benar membagi ruang untuk semuanya. Walhasil gw dapet lokasi bobok yang spektakuler : dibawah meja makan yang ternyata enak banget karena gw dan Pinneng udah persiapan membawa kasur tiup. Untuk urusan bantal? Tenang, ada banyak life jacket yang bisa dialihfungsikan kalau malam.

flores-timur-2
pic by Dewi Wilasono
DCIM100MEDIADJI_0342.JPG
Drone by Edward Suhadi

Perjalanan kami seru. Divingnya oke dan makanan di boat not bad. Sampai saatnya kami akan kembali mengunjungi Batu Tara ( klik deh link untuk ngebaca tulisan gw ttg gunung api keren ini), dan ternyata sodara-sodara…. Laharnya ga keluar. Mampet. Ngambek. Sementara kami sudah bawa2 MTMA yang pastinuya berharap banget akan materi dari Batu Tara ini.

Well, untung aja kami masih punya footage dari tahun sebelumnya. Semua berjalan lancar akhirnya.

katamama-2
pic by Pinneng
  1. Katamama

Baru kali ini gw diundang secara resmi untuk merasakan pengalaman bermalam di boutique hotel sekelas Katamama dan rasanya : WARBIYASAK!

Setelah beberapa hari kuwar-kuwir di Bali untuk bertanding dan menghadiri event kantor, akhirnya malam itu kami masuk Katamama dengan muka kucel dan kecapean. Menyesal karena tak bisa menikmatinya lebih cepat

Pengalaman selama meginap disana seru banget. Makanannya apalagi. Movida, restaurant Spanyol yang bertempat di lobi hotel, benar-benar jadi petualangan lidah tersendiri. Mudah-mudahan di tahun mendatang masih bakal ada undangan serupa #ngarep

kinabalu
Pic by Anak Bebek
  1. Kinabalu

Pengalaman Wet Traveler liputan bareng keluar negri! Thanks to Basecamp Adventure yang telah merekomendasikan kami untuk mewakili infulencer dan youtuber Indonesia serta mengeksplore keindahan alam Sabah, mulai dari bawah laut hingga puncak gunung.

Dan Kinabalu emang benar-benar luar biasa. Ya capeknya, ya terror mentalnya, ya keindahan alamnya. Rasanya mustahil untuk nggak mensyukuri semua pengalaman ini. God had been too kind to us!

Meskipun sempet ngalamin mountain sickness (resiko nak pantai main ke gunung), tapi semua bisa ditangani dan kami sakseus muncak di Kinabalu!

rote
pic by Pinneng
  1. Kecelakaan surfing di rote

Hal ini nggak pernah gw ceritakan di social media sama sekali. Bukannya menutupi, tapi tau sendirilah kalau udah pada komen, kesannya malah menyalahkan olahraga surfingnya. Dan gw nggak mau itu terjadi.

Waktu itu gw baru beres ngebantiuin event surfing lokal di Rote, bahkan sampai ikutan kompetisi segala. Dan ombak memang sedang besar-besarnya. Maka dengan tau diri gw minta ditemani David untuk main di squaliz, tempat yang biasanya diapakai untuk belajar.

Ombak memang besar, tapi sialnya saat itu angin juga bertiup sangat kencang. Maka ketika selesai riding satu ombak, dan mejatuhkan diri ke belakang, tanpa disangkan papan surfing yang seharusnya meluncur mulus ke depan berbalik arah tertiup angin dan mendarat dengan mulus di jidat dengan posisi fins menghadap ke muka.

Wah, saat itu rasanya shock setengah mati. Takut. Ya, gw takut, Takut pingsan, takut kehabisan darah, apalagi saat melihat tangan yang diusapkan ke dahi dibanjiri darah (padahal emang kalau luka di kepala darahnya lebay banget), takut pingsan.

Langsung teriak-teriak manggil David dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat. Untung saja doketnya cakap dan proses jait berlangsung cukup cepat meskipun harus pasrah dengan ukuran benang yang ada. Nggak bisa miliha. Ah, masih untung mereka punya anestesi saat itu hehehe.

Well, shit happens. Kapok? Ya enggak dong, hal-hal kaya gini kan emang diluar control kita. Tapi emang saat itu gw ngerasa masih dilindungi banget. Thanks God.

raja-ampat
jidat masih diperban 😀
  1. Raja ampat

Setelah sekian lama melihat postingan temen-temen tentang Raja Ampat, mupeng itu pasti. Tahun ini akhirnya kesempatan itu datang. Berkali-kali malah! Tiga kali tepatnya. Meskipun pada kunjungan yang pertama harus pasrah diajuhkan dari air laut karena jaitan di jidat masih belum kering, namun setelah itu Raja Ampat benar-benar menunjukkan keindahannya.

raja-ampat-3raja-ampat-2

Piaynemo, Arborek, snorkeling di Waisia. Semua ini cuma membuat gw semakin bangga akan Indonesia. We are way too beautiful!!

Semoga tahun 2017 nanti menjadi tahun yang penuh cerita, penuh pembelajaran dan penuh cinta.

Xoxo

Gemala Hanafiah,

Never stop learning traveler

Serunya belajar surfing rame-rame

“Ajarin surfing dong, ka”

“Lokasi untuk belajar surfing untuk pemula dimana ya?” *ya iyalah kalau belajar berarti pemula >,<

“Mau private dong, ka”

Dan seterusnya.. dan seterusnya comment yang biasa masuk di sociam media gue.

Meskipun telah diberikan link tulisan mengenai step by step belajar surfing ataupun artikel tentang dimana saja lokasi belajar yang ca’em pertanyaan serupa tetap berdatangan.

Dan selama ini pula gue susah untuk mengajar semua satu persatu. Bukannya kenapa-kenapa, CAPE BANGET bhaaay! Kalian pasti nggak nyangka kalau ngajar surfing apalagi bagi yang pertama kali mencoba itu luar biasa melelahkan. Gue lebih sering terlontar dan terseret-seret saat akan membantu teman untuk menyesuaikan kecepatannya dengan ombak. Lelah.

Makanya ketika EMINA ngasih ide untuk bikin trip belajar surfing bareng-bareng dengan menggandeng sekolah surfing Dede Suryana, ini bagaikan pucuk dicinta ulam tiba. Keinginan berbagi pengalaman sekaligus menjawab rasa penasaran teman-teman bersambut dengan slogan EMINA ‘Dream, Joy, Love” yang meng-encourage cewe-cewe untuk berani mewujudkan mimpi.

Nah terus, apa serunya belajar surfing rame-rame? Ni yaaa, simak tapi awas ngeces 😀

surfing-emina_7

  1. Anti capek

Biasanya kalau melakukan trip surfing sendiri tu gue suka bela-belain nyetir sendirian ke Cimaja kalau teman-teman lagi pada nggak bisa. Yang namanya nyetir sendiri, pegel-pegel dan capek-capek ya ditanggung sendiri. Naah, di #EminaSurfTrip kemarin, kami semua janjian ketemuan subuh jam 4, tinggal masuk bis bareng-bareng dan di bangku masing-masing sudah tersedia penutup mata dan ear plug! Warbiyasaaak!! Lanjut tidooor

surfing-emina_8

  1. Dapet guru professional

Karena kita bakalan diajarin oleh sekolah surfingnya Mang Dede Suryana, maka kita dapet guru paling yahud : Mang Dede sendiri! Dede ini sudah menjadi local hero di Cimaja, prestasinya nggak perlu ditanya lagi, ia merupakan orang Indonesia pertama yang mengikuti WQS (seri kejuaraan surfing dunia), dan serunya lagi Dede nggak pelit ilmu. Dengan senang hati ia menjawab pertanyaan semua temen-temen.

surfing-emina_12

  1. Kebutuhan perlindungan dan perawatan menantang matahari terpenuhi.

Saat kami memasuki kamar masing-masing untuk bersiap pelajaran selancar pertama di pagi hari.. JENG JENG : terdapat SUNSCREEN SPF 30 dan DOUBLE BUBBLE FACE WASH terpampang manja diatas tempat tidur. Uyeaaahh!

  1. Dapet kostum surfing.

Wah kalau ini sih memang sudah diberikan oleh ROXY pada para peserta beberapa hari sebelum berangkat. Jadi nggak ada diantara kami yang saltum alias salah kostum. Karena percaya atau nggak, saat pertama kali belajar surfing, saltum itu bikin konsentrasi buyar. Nggak mau kan pas belajar surfing celana melorot atau sibuk menyelamatkan penutup aurat lainnya  -____-

surfing-emina_2

  1. Belajar mengenal anatomi surfboard.

Enaknya kalau belajar dibimbing secara professional, para peserta bakalan diajarin mengenal ‘kendaraan’nya dari awal. Diberitahu bagian-bagian penting dari sebuah surfboard seperti fins, nose, tail, deck dan lain-lain.

surfing-emina_13

  1. Memahami safety agar tak trauma.

Belajar surfing pada lokasi yang salah atau tanpa bimbingan dapat menyebabkan trauma. Nah kemarin nih temen-temen benar-benar diwanti-wanti cara menghindari kemungkinan kecelakaan yang berkaitan dengan surfboard itu sendiri. Diajari cara jatuh yang benar (bahkan jatuh aja harus dipikirin looh), belajar mengatasi rasa panik dan cara lepas dari gulungan ombak dengan cepat. Hmmm banyak ilmu penting yah.

  1. Another surprise!

Katanya untuk mengambil hati wanita, berikanlah hadiah atau kejutan. Ehm! Tapi kami benar-benar kaget dan seneng ketika kembali ke kamar masing-masing… dan TADAAAA : terdapat BB cream Emina Beauty Bliss, Cheeklit (kaya blush on tapi anti menor, favorit nih), Double Agent Eye Brow (buat alis dong yaaa), Emina City Chic (perpaduan bedak dan foundationa) serta My Favorite Things lipensetiikk. Wuiiihhh disuruh dangdan iniiiihhh. Kenapa??? Cek nomer berikutnya dibawah

  1. Surpise lageeeh

Please jangan kesel bacanya. Trip kali ini bener-bener full of surprises. Gimana enggak, yang tadinya kirain makan malam cuma di kamar terbesar aja dengan nasi kotak, alih-alih kami malah diboyong berjalan kali dengan penerangan dari senter handphone masing-masing menysuri tepi laut Cimaja. Gue aja yang udah berkali –kali ke Cimaja bingung setengah mati dengan tujuan kita. Jelas-jelas nggak ada apa-apa disana. Dan nggak lama kami berbelok masuk keantara semak-semak. Lambat laun tujuan terlihat : Barbeque di Beach Club. Lokasi baru yang heits di Cimaja! Sumpah.. gue terharu.

surfing-emina_14

9. Makan Seafood (note : ati-ati kolesterol mbak broo)

Makanan yang disajikan benar-benar segar! Dan yang nggak kuat : free flow bajigur!! This is heaven!

  1. More explore

Esok harinya alih-alih langsung surfing, kami diberi kesempatan untuk mengeksplore alam dan pastinya foto-foto doong. Ini serunya kalau trip dengan sesama pemula. Nggak akan terlalu hardcore. Jadi inget waktu dulu gue belajar surfing pertama kali dan teman-teman yang lain sudah bisa, gue jadi harus ikutan bangun jam 5 pagi untuk ngejar main sunrise sebelum laut menjadi ramai. Wew, semi militer. Nah kali trip santai kaya gini seruu, berasa liburannya.

surfing-emina_10

surfing-emina_3

  1. Diftotoin dan divideoin

Apalagi yang lebih penting dari ini sodara-sodaraaa? Kapan lagi bisa seru-seruan dan nggak kehilangan moment satupun? Emina menghadirkan teman-teman yang jago moto dan bikin video ca’em untuk membuntuti kita dan mengambil moment baik pas lagi seru-seruan, serius belajar, pertama kali berdiri diatas ombak, dan lain-lain. Perfect!

ocean-melody

12. Dapet Ocean Melody

Heuheuheu.. kali aja gara-gara baca Ocean Melody, buku pertama yang gue tulis tentang surfing di Indonesia, jadi ada yang keterusan mendalami surfing kaan? 😀

surfing-emina_6

  1. Anti bosan.

Perjalanan pulang ke Jakarta pastinya bakal ngalami beberapa titik macet. Tapi dengan teman-teman yang ada dalam satu bis, rasanya mustahil untuk merasa bosan. Mulai dari nggosip, saling share pengalaman traveling, nonton youtube Awkarin bareng-bareng (tentu saja younglex dan gaga juga kena absen), nyanyi-nyanyi bareng (si Vidi bawa ukulele looh), dan pastinya nyemil tanpa henti (Emina nggak mau kita kelaperan hehehe.)

Kalau trip isinya cewe-cewe semua gini emang nggak mungkin sepi (para personil cowo-nya sabar semua ngadepin kita hehehe), dan lebih asik lagi bisa saling berbagi pengalaman menjaga kulit terutama bagi yang sering main di outdoor.

surfing-emina_4

Diatas semua keseruan itu, bertambahnya teman baru dengan minat dan aura positif yang sama rasanya sangat berharga. Sampai ketemu lagi di trip berikutnya and keep surfing!

Xoxo

Gemala Hanafiah

Surfergirl who never stop dreaming, enjoying life and full of love 😉

Explore Sabah : Tip of Borneo

DCIM100MEDIADJI_0113.JPG
Drone by Billy Djokosetio

“Get ready by four, we are going to Kudat for about 2 until 3 hour driving from KK” Bobby, guide kami yang periang dan selalu tersenyum bahkan saat bicara itu (saya selalu mengagumi orang-orang dengan kemampuan seperti ini, bagai bicara untuk promo iklan di tipi-tipi gitu), memberikan briefing singkat singkat siang itu. Oya, by the way yang disebut dengan KK itu Kota Kinabalu, terletak di Sabah.

Kudat, daerah tujuan kami, merupakan nama satu daerah yang terletak di titik paling utara Borneo, disebut juga Tip of Borneo, dimana titik nol pulau itu berada. Dan yang paling saya tunggu-tunggu, Kudat juga merupakan area dimana ombak yang terbentuk dari energi gelombang yang berasal dari laut Cina Selatan terbentuk, dengan kata lain : BISA SURFING DI BORNEO !!! Gila ga tuuh??

Masa kecil saya yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur telah mengajarkan pada saya bahwa, nggak bakalan ada ombak di Kalimantan karena posisinya yang nggak terbuka menghadap samudera. Tapi di bagian utara ini, tepatnya di Kudat, area ini justru sedang dikembangkan untuk para surfer.

Perjalanan berasa lama karena ternyata kami telat berangkat dan keburu terjebak rush hour orang-orang pada pulang kerja (ternyata bukan semata-mata fenomena di Jakarta aja ya). Jadilah perjalanan yang harusnya hanya 2 jam belaka jadi molor menjadi 4 jam.

Meskipun begitu, selepas area kota Kinabalu, perjalanan lumayan tak terasa karena jalanan yang super lengang dan mulus.

“Welcome to Simpang Mengayau.” Bobby guide kami yang imut itu kembali memberikan penjelasan ketika kami semakin mendekati area tujuan. Hmmm.. sepertinya saya pernah mendengar istilah mengayau. Ah ya.. Istilah yang sama dengan yang digunakan oleh suku dayak di Kalimantan juga.

“What’s the meaning of Mengayau, Bobby? In Indonesia, Dayak people use word mengayau for going out and cut some people’s head for their offering to the village or to the girl’s parents they like. It’s a sign for maturity. Century ago of course.” Saya penasaran.

“Simpang mengayau has the origin word : sampang magazao, means special location for local people to defend their village from pirates attack.” Ah ya, kurang lebih sama lah intinya, pergi bertarung dengan alasan apapun, terutama membela kampung.

Cahaya matahari tak membangunkan kami dari tidur nyenyak semalaman di Marina resort. Sepertinya gabungan antara efek kelelahan, terblokir sempurna matahari dari jendela dan hujan rintik-rintik yang turun sejak subuh menjadi alasan yang sempurna.

Ini dia beberapa objek seru yang bisa dieksplore kalau kamu ke Kudat :

  1. Bronze Globe of Simpang Tanjung Mengayau

Segera setelah hujan berhenti kami menyambar sepeda masing-masing dan meluncur ke titik terujung utara dari Borneo.

Nggaaak, nggak jauh kok dari resort yang kami inapi. Nggak sampai berkilo-kilo meter, cukup hanya 500 meter saja hehehehe (ketahuan pemalas). Dan dari kejauhan kami melihat sebuah tugu berbentuk bundar dengan tulisan Tip Of Borneo di permukaannya, setelah sebelumnya sepeda kami meluncur menuruni bukit dengan kencangnya, dan menanjak tepat sebelum mencapai tugu budar Bronze Globe tersebut.

Tips : hati2 ya kalau ngebut di turunan, tapi jangan terlalu pelan juga supaya mengayuhnya nggak jauh lagi hehe

dsc03729-copy
pic by Pinneng

Naaah, dibelakang tugu ini terdapat tangga dimana kita bisa mengeskplore lebih jauh lagi, turun hingga ke pantai tebing yang memiliki tekstur unik bagaikan pasir berwarna oranye bergaris-garis.

Nah di pantai karang ini kita bisa berjalan dengan hati-hati hingga sampai ke ujungnya.. LITERALLY UJUNG BORNEO!!! Can you believe that?!

  1. Surfing Kudat

Nah ini dia niii… kesukaannya Wet Traveler hehehe. Surfing! Bahkan saya sudah bela-belain datang kemari membawa papan surfing sendiri!

Kudat cukup terekspose terhadap laut Cina Selatan, sehingga memiliki cukup energi yang memberikan ombak pada pesisirnya. Namun karena saat itu swell nggak cukup besar untuk membentuk ombak yanglayak dipakai surfing pada point tip of Borneo, maka kami melipir ke pantai Tindakon Dazang yang berjarak sekitar 30 menit dari lokasi kami menginap.

img_3795
Sayang waktu kesana ombak lagi kecil. pic by Chales Mawan

Beruntung Ivan dan Charles dari komunitas surfing Sabah bisa menemani kami. Mereka juga membawa beberapa longboard untuk belajar. Rupanya memang ombak di daerah ini cocok juga untuk belajar, apalagi saat ombak nggak terlalu besar.

img_3793
bareng Ivan (chairman of Sabah Surfing Ass, Charles (surfer dari KK) dan Ken (surfer lokal Kudat)

Ternyata pantai Tindakon Dazang mempunyai sudut-sudut menarik untuk berfoto, just in case kamu yang kesini nggak untuk surfing. Selain terdapat tebing fotogenic berwarnnya oranye tersebut ada juga danau sungai dengan jajaran hutan bakau yang tumbuh subur di sepanjang kedua sisinya.

Terdapat juga restoran yang saat itu kosong tanpa pengujung satupun, rupanya pada hari biasa pantai ini memang nggak menjadi tempat nongkrong.

img_3790
Ombak Kudat kalau lagi ‘on’ by Charles Mawan

Komunitas surfing disini baru terbentuk 10 tahun, umur yang terbilang muda untuk sebuah kultur surfing. Ivan, surfer pertama dari Kota Kinabalu yang sekarang juga merupakan ketua dari komunitas ini, mulai tertarik belajar surfing sejak kunjungannya ke Bali. Kalian bisa tonton obrolan bareng Ivan di video yang ada di bawah ini.

img_3796
pic by Charles Mawan

Hanya satu yang saya sesalkan, ombak tidak cukup besar saat saya bertandang kesana saat itu. Pertanda lain kali harus kembali lagi untuk surfing ombak Borneo yang sebenarnya *wink

Big thanks to Sabah Tourism and Basecamp Adventure

sabah-tourism-board-logo-new

bcac-logo-transparent-1-copy-blackpng

Gua Bloyot di Karst Merabu

screen-shot-2016-12-01-at-8-10-31-pm

“Dimana mereka tidur ya?”

“Tiap hari harus manjat gini kalau mau masuk rumah.. apa nggak capek ya?”

Beberapa pikiran yang melintas di kepala saat melihat peninggalan sejarah yang tersembunyi di dalam gua ,yang terletak di tengah hutan namun berjarak tak terlalu jauh dari kampung Merabu yang terletak di Berau – Kalimantan Timur. Rekam jejak manusia purba dapat terlihat jelas dari lukisan tangan yang banyak terpampang di dinding goa.

Perjalanan hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam berjalan kaki dari kampung, dengan medan yang cukup datar. Pikiran saya berkecamuk sepanjang perjalanan, membayangkan cara hidup para manusia purbakala tersebut yang selalu bergerak dan berburu diantara lebatnya pepohonan saat itu.. setiap hari.

Pemukiman manusia purba selalu dapat dipastikan berjarak tak terlalu jauh dari sumber air, dalam hal ini, sungai Nyadeng. Saat manusia belum kepikiran untuk membangun tempat bernaung seperti rumah, mereka mengandalkan tempat berlindung yang disediakan oleh alam : Gua.

Gua menjadi lokasi bernaung dari cuaca dan juga hewan buas yang dapat membahayakan mereka. Namun tak semua gua yang ditempati mudah dijangkau seperti rumah yang memiliki jalan masuk.

Gua Bloyot ini terletak di tebing-tebing curam, yang cukup sulit untuk dijangkau orang kebanyakan saat ini. Tapi tentu saja kondisi seperti ini justru memberikan keuntungan lebih dalah segi kemanan bagi para penghuninya.

Pintu masuk “rumah” diawali dengan lubang sempit yang diapit pepohonan di permukaan yang cukup miring, sekitar 45 derajat. Lubang tersebut merupakan pintu masuk ke ruang goa yang cukup luas berhiaskan stalagtit didalamnya. Perjalanan menuju ruang tamu harus melewati lorong yang terputus oleh dinding batu. Tangga kayu telah terpasang untuk memudahkan manusia masa kini mendakinya.

“Lah kalau jaman dulu, gimana caranya nih ibu-ibu yang baru pulang dari mencari umbi-umbian dan air memanjat bagian ini?” Pikiran-pikiran naif yang sulit dihindari.

Perjalanan menuju ruang keluarga dan ruangan leyeh-leyeh keluarga masih harus melalui sisi terbuka yang hanya menyisakan sedikit pijakan kaki untuk mencapai ruang yang berada di atasnya.

Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya sampai juga di ruang utama yang terdiri dari ruangan luas dengan dinding terbuka yang memberikan kesempatan pada penghuninya untuk melayangkan pandangan seluas mungkin.

Akhirnya terlihat lukisan tangan di sepanjang dinding. Kembali terbayang percakapan para penghuninya saat itu :

“Mah, kemarin papa kepikiran kita bikin lukisan tangan sekeluarga deh”

“Gimana caranya? toko cat kan belum ada.”

“Pakai darah binatang buruan kita dong, disemburin.”

“Oh iya ya.. yuk kita coba.”

Dan mereka pun sibuk saling sembur menyembur diatas tangan para anggota kelurga yang lain, sembari mencoba menggambar binatang buruan mereka seperti babi hutan dan rusa. Dan terlahirlah gambar cap tangan berbagai ukuran berwarna merah.

tamat.

info

Tanjung Redeb – Kampung Merabu : 4 jam perjalanan.

Penginapan di Kampung Merabu yang tersedia adalah homestay di rumah warga, beserta makan tiga kali sehari.

Katamama – boutique hotel made by artisans

English version scroll down

all pic by Muljadi Pinneng Sulungbudi

Ketika datang tawaran untuk menginap di Katamama, rasanya nggak mungkin untuk bilang ‘tidak’. Bagaimana mungkin menolak, ketika saya googling nama Katamama, foto-foto yang menampilkan kamar-kamar asri dengan desain yang unik segera memenuhi layar comp.

Maka malam itu, dengan muka kucel terbakar dan badan lelah akibat baru selesai kompetisi surfing di Uluwatu, saya menghampiri Katamama yang berlokasi di jalan Petitenget, Seminyak. Yang ngefans dengan Potato Head pasti sudah nggak asing lagi dengan lokasi ini.

Yang bikin saya kaget, ketika turun dari mobil sewaan kami langsung disambut seseorang yang  menyapa dengan nama! Wow, mereka mengingat satu persatu tamu yang sudah terdaftar. Kemudian kami disambut seorang pria yang mengambil alih, dan tidak lama langsung dioper kembali ke seorang petugas wanita yang tersenyum ramah

_mps7957

“Kita proses check in di kamar saja, barang-barang sudah dibawa kesana. Dan lagipula pasti capek kan baru tiba jam segini.” Saya semakin bengong. Mungkin pengalaman saya juga yang kurang banyak dengan menginap di hotel ‘nggak biasa’ tapi cara seperti ini menyenangkan sekali. Rasanya tidak seperti masuk ke hotel atau resort tapi masuk ke rumah sendiri. Rumah baru sih pastinya hehe..

Berjalan di lorong-lorongnya, berasa seperti masuk ke dalam candi. Nggak heran, ternyata inspirasi dari desain yang dirancang Andra Matin ini memang ‘candi’. Dingin, nyaman, kokoh.

img_1542Sampai di kamar yang luasnya 82 sqm, kejutan berlanjut. Sekali lagi maafkan saya yang kurang berpengalaman ini, tapi melihat desainnya yang hommy dengan sudut ‘instagramable’ plus kamar mandi super luas membuat saya menyesal nggak datang lebih cepat. Sofa nyaman dengan buku-buku yang boleh dilalap (baca : dibaca, bukan dimakan), lampu baca gemas, karpet anyam lucu dengan warna-warna kalem bikin saya pengen buka sepatu dan merebahkan diri diatasnya.

Wait!

Masih ada lagi. TIba-tiba seorang pria ganteng masuk ke kamar!

Ternyata dia seorang bartender yang siap melayani kapanpun seorang tamu chek in dan butuh welcome drink. Heh, jangan pada mikir yang nggak-nggak dulu yaaa.. Keseruan bikin welcome drinknya ada di video di bawah tulisan ini, nanti ditonton yaaa.

Next, bergeser ke lemari pakaian yang disediakan. BESAR BANGET! Blum cukup dengan ukurannya saja yang besar, ternyata di dalamnya ada jubah lucu dengan warna biru alami yang boleh dipake selama berada di kawasan Katamama. Love it!

Eh ada topi dan tas anyamnya juga heheheh..

_mps8139

OK, besoknya kita langsung coba kolam renang dan MoVida. Nah yang mau saya ceritakan ini lebih ke resto MoVida ini. Resto yang mengusung masakan Spanyol ini masih terletak di dalam Katamama. Saya buka food blogger, tapi pengen seneng banget pas dapat kesempatan nyobain lunch disini. Kata orang-orang , tapas itu cara paling tepat untuk nyobain kuliner Spanyol.

Dan nggak lama, ada SEMBILAN tapas yang keluar secara bergantian! Tiap hidangan yang keluar buat saya sih jadi seperti petualangan tersendiri! Tenang, saya dah siapin foto-foto dan menunya supaya lebih kebayang. Bahkan nulis cerita ini aja bikin saya menelan ludah 😀

Belum berhenti disitu, kita bergeser ke ruang sebelah : AKADEMI. Hah? Sekolah lagi? Bukan dooong, Akademi disini kita bisa belajar cara meracik campuran arak dan liquer lain. Mereka mencoba untuk mencampurkan cita rasa lokal dan luar, Hasilnya. Mamamia….

_mps7997

Dan kabar baik untuk para pecinta sunset sambil mimic-mimik manja, dengan menjadi tamu di Katamama, kita bisa meminta kursi paling depan di jam-jam ramai saat menjelang sunset, dengan jalur masuk khusus karena lokasinya yang memang berseblahan. I know you’ll love it!

_mps8163

Jangan lupa scroll langsung kebawah dan tonton videonya yaaahhh

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361

English 

When I step into Katamama, first thing that came into my mind was “candi” (temple). No wonder, this boutique hotel located in Jalan Petitenget, Seminyak is built by artisan, and every detail in their room was handmade or handpicked.

It’s already late when we arrived. What amazed me was, the check in was done right in the room there is no receptionist. While the manager showing all the facilities in our room, the bartender made us some welcome drink in our room : mojito, and he let me shake the drinks. I feel like a real bartender. 

_mps7957img_1541

I can’t stop observing the in-room bar we had, they provide us with fresh ground coffee and choices of good quality tea. You know what, they change the coffee every day to guarantee it freshness. Not to mention the cake that always be provided in small jars, I realise I will fail to maintain my weight during my stay here. 

This 82 sqm island Suites keep surprising me. There are a couple of nice robe we can wear during staying here that I wish I can keep. The robe is also handmade with nice fabric paired with couple cute plait hat and rattan backpack.

Speaking of the interior, every room has such as nice corner to relax after cruising around Kuta, makes you forget to do anything else but stay there and read your book. But the most important one is, the corner is perfect for taking picture! 

img_1542

Let’s move out from the room.. to the restaurant.

MoVida, the Spanish restaurant they have is one of the best fine restaurant it the area. I’ve never been to Spain but they said tapas is the best way to enjoy their cuisine. Nine kind of tapas are just like an adventure to me, and I love it. Each tapas has it own character and unique, make us guessing what was inside.

Oh, and for sunset lovers, as a Katamama guest means you have a privilege to book the best front seat in favourite hour : sunset time in Potato Head! Normally, it’s not that easy to get a bed-seat at the front row. See, I know you will love it! 

_mps8163

I guess the best way to see my experience staying here is by watching my video below. Enjoy!

www.katamama.com

Jalan Petitenget no 51B

Seminyak, Bali

Indonesia 80361

My 5 favorite destination in Indonesia

Jadi ini 5 favorite destination gw untuk saat ini di Indonesia, berdasarkan keunikan dan alamnya

Maklum yaa kalau banyak yang daerah ‘basah’ soalnya gw susah jauh dari air hehe. Informasi favorite destination in Indonesia yang gw bagikan ini  lengkap dengan daya tariknya, informasi akomodasi dan trasnsportasinya.

Nemberala

_MPS4326Heaven on earth, kalau kata para turis selancar yang datang ke pulau Rote. salah satu pantai yang memiliki ombak sempurna bagi para peselancar itu adalah Nemberala. Selain ombaknya, pasir putih dengan jajaran pohon kelapa menambah nilai tambah bagi para pengunjung. Desa ini masih sangat alami, maka jika lokasi liburan yang jauh dari keramaian serta tv menjadi kata yang asing, disinilah tempatnya.

what to do

  • surfing tentunya, di salah satu lefthander terbaik di Indonesia : besialu point.
  • Diving. Mereka juga mempunyai beberapa titik penyelaman yang menarik
  • Cruising along villages dan menemukan pemandangan unik khas Indonesia Timur yang seru.
  • Sunbathing di hamparan pasir putih bak memiliki pantai pribadi.

what to eat

Nemberala tidak memiliki warung makan layaknya lokasi wisata lain, biasanya para tamu disediakan makan 3 kali sehari di penginapan / resort masing-masing. Tapi ada satu local bakery yang wajib dicoba, karena mereka membuat donat kampung yang lezat.

where to stay

Anugerah surf and dive resort, sebagai satu-satunya resort dengan fasilitas dive operator di Nemberala

www.surfdiverote.com

How to get there

Fast boat

Kupang-Rote setiap senin, kamis, jumat, sabtu, minggu : 08:30 dan 14:00

Kupang-Rote setiap selasa dan rabu : 08:30

Pesawat

Wings Air Kupang-Rote: 15:10

Wings Air Rote-Kupang : 16:05

Banda Neira

Processed with VSCOcam with q7 preset
Pasir putih di Hatta island

Keindahan alam bawah laut Banda Neira yang terletak di provinsi Maluku ini sudah tak perlu diragukan lagi. Keindahan yang dipadu dengan sejarah panjang perdangan dan perkebunan pala, menghasilkan situs-situs menarik untuk dikunjungi. Diatas semua itu, alam Banda Neira sangat memanjakan mata dan cocok untuk berleha-leha sembari menikmati secangkir kopi pala.

what to do

  • Diving pastinya, serta berburu foto Hammerhead yang banyak berseliweran di perairannya.
  • Mengujungi benteng keren di pulau Banda Neira dan sekitarnya
  • Melihat perkebunan pala yang masih terpelihara baik hingga sekarang

Where to stay

The Nutmeg Tree, jl. Pelabuhan, Desa Nusantara

Facebook : The Nutmeg Tree Banda Neira

Why this place? Love the vibe of herritage / classic so much.

What to eat

  • Capcay saus Almond
  • Kue kemiri
  • Kopi pala

How to get there

Fast boat

Tulehu (Ambon) – Banda Neira every Monday and Friday 08:00 ( 4 hours)

Banda Neira – Tulehu every Tuesday and Saturday 08:00

Alor

alor-12

Alor semakin dikenal karena site-site penyelamannya yang luar biasa. Bagi pada pecinta binatang macro, fans pelagic seperti hiu, napoleon dan baraccuda, atau hanya penikmat warna karang yang saturasinya kadang seperti tak asli saking terangnya, semua ada disini.

What to do

  • diving, diving dan diving
  • ke desa Takpala dan berfoto menggunakan pakaian adat.
  • mengunjungi pasar tradisional dan mencoba jagung meriam

Where to Stay

Hotel Pulo Alor, kota Kalabahi.

Dive operator

www.divealordive.com

Sam : 081337966161

How to get there

NAM air dan Wings 4 kali sehari

Tangkahan

DCIM101GOPRO

Tangkahan sebagai bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser pastinya menjaga ketat kawasan hutan mereka, dan hal ini jugalah yang menjanjikan petualangan tiada henti di kawasan Tangkahan sendiri.

What to do

  • Trekking naik gajah melintasi sungai dan hutan
  • Menginap di Goa Kambing yang meskipun terletak di tengah hutan tapi memiliki fasilitas bak hotel berbintang dengan kasur tiup, kelambu untuk menjaga kenyamanan tamu, tirai air alami serta kamar mandi dengan sumber air langsung dari tanah. Sangat menyegarkan.
  • Tubing di sungai batang dan mampir ke setiap air terjun yang dilewati.

Where to stay

How to get there

Mobil sewa dari Medan yang berjarak 3 jam perjalanan.

Tanjung Puting

IMG_0075

Orangutan merupakan salah empat dari kera besar yang dilindungi di dunia, dan keberadaannya hanya ada di Borneo. Tanjung Puting merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mengunjungi Orangutan di alamnya.

What to do

  • Mengunjungi Orangutan
  • Bird watching
  • Menikmati suasana hutan

Where to stay

Klotok atau kapal kayu besar adalah akomodasi terbaik saat berada di Tanjung Putting. Sensasi menginap di sungai dikelilingi hutan hujan tropis tak akan bisa tergantingan dengan kemewahan apapun.

Kontak klotok : Yomie 081316083838

How to get there

Fly to Pangakalan Bun dan gunakan taxi bandara untuk mencapai dermaga.

Semoga info-infonya berguna yaa 🙂

Artikel ini gw tulis untuk majalah Cleo edisi Juli 2016.

Behind The Scene MTMA get WET part 2

gemala_surfing_nias_2
dermaga di Pulau Asu

Part 2

Yes, keseruan kita rasanya kepanjangan kalau hanya diceritakan dalam satu psotingan blog, naah lanjut part 2 niih

untuk yang belum baca part 1, klik disini yaa

3rd stop : Pulau Asu

Serius namanya Asu? Percayalah.. namanya memang Asu.

Selain durian, pulau Asu ini memang paling banyak disebut-sebut oleh warga penghuni Instagram and the gank. Pulau yang indah dan natural dengan pasir putih. Beruntung hari berikutnya kami berkesempatan untuk menyeberang ke Asu.

Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang itu sekitar 2 jam. Tapi semua tergantung cuaca dan jenis transportasi yang digunakan. Kami semua kebagian speed boat saat itu. Tak lama setelah melempar sauh, boat mulai diterjang gelombang yang lumayan besar. Gimana nggak, beberapa host yang sibuk suting di depan boat basah kuyub terkena terjangan air mendadak. Oke, waktunya masuk anak-anak!

gemala_surfing_nias_11

Tapi masalahnya, berdiam diri di dalam boat-pun semakin membuat mual karena terjangan gelombang tanpa henti. Nah, ini dia tips agar tidak mabuk laut :

  • pindah ke bagian belakang boat yang terbuka, layangkan pandangan sejauh mungkin dan rasakan udara laut yang segar menerpa wajamu.
gemala_surfing_nias_5
Yes, it’s the best place to avoid sea sick *LemparPoni
gemala_surfing_nias_6
Gue yakin ni Atre berusaha keras nahan mabuk laut 😀

Pulau Asu ini merupakan salah satu pulau andalan yang ada di kecamatan kepulauan Hinoko, Nias Barat. Dan reputasi itu langsung terbukti saat kami menginjakkan kaki. Pasir putih meliuk-liuk mengikuti garis pantainya, dinaungi pohon-pohon kelapa, diselingi batu-batu karang yang menambah kesan artistic untuk difoto.

Yes. Welcome to Asu island!

Selain untuk berselancar, pulau Asu ini juga seru untuk leyeh-leyeh. Trekking menjelajah pulau dan yoga bisa menjadi alternative kegiatan yang menyenangkan. Oya, kalau mau lihat Marshall yoga ditemani gw dan Atre, jangan lupa cek video di bawah yaaa 😀

Selanjutnya lebih baik foto-foto yang berbicara.

gemala_surfing_nias_7
feels like a private island!

gemala_surfing_nias_4

Selain sight seeing untuk  nikmatin pantai pulau Asu yang indah, ada cara lain ternyata… YOGA! Nah, kebayang nggak tuh yoga di tepi pantai super sepi, bisa menghirup udara laut yang segar sembari merasakan belaian angin sepoi-sepoi di kulit. Masalahnya, Marshall rupanya punya gerakan sendiri untuk yoga, cek deh foto-foto ini 😀

gemala_surfing_nias_8
Marshall ngarang gerakan niiih 😀
gemala_surfing_nias_9
Kebayang ga harus on cam  dengan gerakan kayak gitu hehehe

4th stop : Musium Pusaka Nias

Penasaran dengan sejarah Nias yang unik? Pengen tau kenapa ada lompat batu di Nias? Ini dia tempatnya. Disini kita bisa mendapatkan informasi lengkap dari guide professional.

Rupanya ritual lompat batu Nias itu dulunya ada di seluruh pulau, tidak hanya terdapat di bagian selatan seperti yang ada saat ini. Lompat batu berfungsi sebagai tanda seseorang dapat maju perang untuk membela kampungnya karena pada saat itu kampung-kampung di Nias memliki pagar pelindung setinggi 2 meter, seukuran batu yang mereka lompati sekarang.

Upeti kepala manusia juga merupakan syarat seseorang dapat menikah, mirip budaya yang ada di kalangan suku Dayak jaman dahulu. Maka tak heran kalau rumah-rumah jaman dulu dihiasi kepala manusia selain kepala binatang buruan.

gemala_surfing_nias_19

gemala_surfing_nias_17

5th stop : Durian!

Ini dia favorit gw selain ombak! Durian! Akhirnya kesampaian juga mencoba durian Nias yang terkenal itu.. dalam kondisi matang hhehehehe. Saat itu memang belum musim durian, maka agak jarang ditemukan dan harganya lebih tinggi. Untuk masalah harga, silakan dipergunakan keahlian menawar masing-masing, meskipun menurut gw sih nggak perlu ditawar lagi, soanya cukup murah dibandingkan setelah sampai di Medan.

Daging buahnya yang lembut langsung lumer di mulut, membuat gw dan Atre nggak hentinya-hentinya saling melempar senyum bahagia. Satu buah kami habiskan susah payah karena langsung disambung setelah makan siang, semetara ada satu kepala lagi menanti. Ah, andai waktu kami masih panjang di Nias, pasti akan banyak petualangan seru yang bisa dijalani. Ya’ahowwu!

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)

All pic by Imandaru Candraningtyas, Aziman Fadhli from Digital Marketing Analyst Garuda Indonesia

 

Special thanks to

garuda2

 

Behind The Scene MTMA #GaExploreNias

Semua ini karena Atre. Iya, Atre penulis dan blogger nyentrik yang menantang host MTMA ( My Trip My Adventure) di #GAExploreNias quiz untuk menutup acara program dengan bahasa NIAS. Kebayang ga sih susahnya? Hmmm.. lebih susah mana dengan ditantang ngerayu cewe pakai bahasa Nias? #eh

Nias_gemala_2
Ceritanya ketemu Marshall di bandara, sama-sama mau ke Nias

Nias_gemala_3
Maafkan kelakuan 😀
Nias itu selain terkenal dengan ombaknya, ternyata menyimpan banyak sekali keunikan, termasuk masalah bahasa tadi. Udah tau belum kalau ternyata bahasa Nias itu TIDAK ADA yang dihadiri dengan KONSONAN? Semua berakhir dengan huruf vokal. Makanya, gw penasaran banget liat Marshall Sastra(host MTMA yang sial ketiban tantangan Atre) untuk ngafalin beberapa kalimat berbahasa Nias.

Dan gw? Well, karena urusannya nggak jauh-jauh dari surfing, maka gw ‘terpaksa’ harus ikut untuk surfing di Nias #nyebelin. Karena kebutuhan suting juga, gw HARUS duduk disebelah Marshall (dilarang sirik, maksudnya jangan sirik ama Marshall-nya). Dan karena kita pakai Garuda, penerbangan 2 jam jadi nggak terasa dengan adanya inflight entertainment di masing-masing kursi. Jadi barter deh, Marshall nonton Wet Traveler dan gw nonton MTMA yang emang udah masuk inflight entertainment. Keren-keren ya acaranya #tsah.

Sejak pertama posting trip #GAExploreNias dan #AyoLiburan ini, pasti ada aja yang komen tentang durian. Bikin penasaran, seenak apa sih duriannya? Bahkan katanya warga asli sini memakannya dalam keadaan mentah? What?! Dan konon durian-durian lezat di Medan juga berasal dari Nias loh.

Tapi karena kami harus meluncur ke daerah teluk dalam, berburu durian untuk sementara harus dikesampingkan dulu. Ini saatnya surfing!

Nias_gemala_5
Penampakan Garuda Explore 
1st stop : Sorake Beach.

Semenjak tsunami dekade silam, ombak Sorake mengalami perubahan. Karang yang berada di dasar terdorong naik, sehingga ombak Sorake semakin mudah pecah tidak lagi membutuhkan gelombang super besar untuk menghasilkan gulungan yang sexy yang digemari para peselancar.

Termasuk 10 ombak terbaik di Indonesia versi majalah Tracks, Nias memang cukup konsisten dan digemari baik peselancar professional maupun pemula. Ombak kanan ini bisa menjadi sangat ramai pada saat high season yang jatuh pada tengah tahun, atau kapanpun saat ombak besar datang.

Nias_gemala_7
Ini adegan WAJIB! coba tebak kita lagi bilang apa? 😀

Nias_gemala_14
yang mau liat videonya bisa klik disini, atau scroll aja sampai bawah yaa..

Nias_gemala_10
Full squad!! Atre – gue -Marshall – Salini
Berselancar disini selalu membuat gw sport jantung, apalagi saat ukurannya membesar. Tapi sensasi saat berhasil mengendarai ombaknya benar-benar luar biasa. Bentuknya yang sempurna bak jalan tol mulus tanpa halangan. Besar dan mulus. Aku jatuh cinta.

Namun saat terjebak di dalam ‘impact zone’, ya siap-siap masuk ke gulungan mesin cuci. Meskipun gulungannya cukup keras, ombak Sorake ini termasuk aman karena dalam, jadi tidak akan tergores karang saat tergulung.

Nias_gemala_15
Spotted! Atre santai-santai di pantai sambil foto-foto ..Grrrrrr
2nd stop : Lagundri

Nah, bagi yang ingin belajar surfing, disinilah tempatnya. Letaknya tidak jauh dari pantai Sorake, pantai Lagundri ini memiliki dasar pasir yang pastinya aman untuk belajar. Lokasibya terletak di depan sungai, maka tak heran airnya sedikit berwarna coklat, tak sejernih Sorake. Namun sungai itu juga yang menyebabkan pendangkalan di depannya dan ombak yang sesuai untuk surfing bisa terbentuk konsisten.

Dan disini juga akhirnya Marshall sukses berdiri, bahkan dengan paddle sendiri, meskipun harus bersaing dengan bocah-bocah local. Well, sepertinya memang gimana gurunya ya? Buktinya waktu diajari David (keterlaluan kalau nggak tau David), nyungsep melulu katanya 😀

Nias_gemala_12
Kira-kira Marshall bakal bisa berdiri ga? kalo penasaran scroll ke bawah tonton videonya
Nias_gemala_13

Next stop ngapain lagi? Cek part 2 nanti yaaa

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)

 

Wet Traveler – Simpati #GoDiscover Surfing Lhoknga – Aceh

Surfing_Aceh

Aceh -the most west province of Indonesia- offers so many interesting things for adventure, including surfing.

Untuk yang sudah pernah baca di blog gw tentang surfing Aceh ini sekarang bisa lihat versi visualnya.

The surfing spots spread in some areas in Aceh, and Lhoknga is one of them. Located not too far from Banda Aceh (only 30 minutes driving) makes it easy to reach.

English subtitle available.