4 Hari di Bali dan Lembongan

Bali ga ada habisnya… Lembongan pun begitu.

Ketika keluarga minta tolong direncakan liburannya di Bali selama 4 hari, dan isinya terdiri dari ibu-ibu, sepupu yang selalu mau mencoba hal baru, serta sepupu yang lebih suka bersantai-santai sambil update status, maka gw harus bisa merencakan sesuatu yang bikin mereka semua hepi.

Nyokap gw itu meskipun sudah lumayan berumur tapi semangat jalannya masih tinggi. Bahkan beberapa kali nggak pernah nolak kalau diajak snorkling. Eh, beliau sudah sampai ke Rote segala looh hehehe. Nah, pertimbangan kalau jalan-jalan bareng senior citizen gini, faktor kenyamanan dan keamanan juga harus dipertimbangkan.

Jadi meskipun mau seru-seruan bareng sepupu, para ibu-ibu juga harus tetep bisa ikutan.

oya, cek2 juga nih video selama liburan kemarin dari Gilbert

DAY 1

Surfing

Ke Bali kalau nggak surfing sayang banget yaaa. Maka selama gw surfing, salah seorang sepupu gw, Gilbert, menyewa surfboard dan berjuang setengah mati di section white water di pantai Padma yang memang diperuntukkan untuk belajar.

Ibu-ibu pada kemana? Oh, jangan khawatir, mereka dengan santainya menyesap jus segar di bawah pohon serta bersender manis pada bantal-bantal yang ada. Kalau bosan mereka iseng berjalan kali di sekitar pantai Padma yang selalu ramai. Ingatkan saja mereka untuk selalu membawa topi dan tidak kekurangan minum yaa.

surfing bali
Sempet-sempetin nyobain surfing kalau ke Bali
Relaxing after surf sesh at Padma
Leyeh-leyeh ala nyokap
Yang paling menyenangkan saat nongkrong di Padma itu, kamu bakal ketemu dengan semua temanmu tanpa janjian

DAY 2

Flowrider

Yang kesel nggak dapat ombak? Jangan kawatir, hari itu juga kita bisa meluncur ke daerah Dewi Sri untuk mencoba Flowrider.

Kalau belum pernah coba bagaimana? Jangan kawatir, mereka memiliki instruktur yang dengan sabar menjelaskan serta membantu kita untuk tetap bertahan di atas board, meski tak mudah untuk pertama kalinya. Tapi yang pasti FUN!

Beda banget sama surfing, worth to try!

Untuk yang belum pede melakukan flowrider dengan posisi berdiri, silakan melakukannya dengan posisi tiduran.. eh telungkup maksudnya hehehehe. Sepupu gw yang satu lagi si Irene, memutuskan untuk bersenang-senang dengan mengunakan bodyboard di kolam flowrider ini. Nggak kalah serunya!

Semantara para nyokap bisa bersantai di restaurannya yang cozy sembari kembali menyesap minuman-minuman dingin menyegarkan. Dijamin mereka tak akan bosan melihat anak-anaknya jungkir balik.

Irene nggak mau ketinggalan

Oya, penginapan di Bali saat musim liburan itu bisa luar biasa penuh. Dan kalau sedangn high season begini, harga pun ikut-ikutan high. Tapi jangan kawatir, waktunya untuk mencoba homestay. Keuntungan homestay itu banyak. Ketika kami memutuskan untuk menginap di Kubu Kusambi, kami tau ini adalah keputusan yang tepat.

  • kamu merasakan atmosphere Bali yang sebenarnya, dengan suara ayam dan burung-burung sebagai alarm pagimu.

 

 

  • Dog lover? ini dia  yang akan bikin kamu berasa di rumah. Disambut 7 ekor anjing yang ceria dan suka bermanja-manja bikin betah rasanya. 

  • Sarapan yang santai seakan di rumah sendiri. Begitu keluar kamar sarapan sudah tersaji di meja makan tempat kami berenam berkumpul. Ngobrol sembari  membuat perencanaan kegiatan menjadi hal favorit di pagi hari sembari memandangi kehijauan kebun Kubu Kusambi yang luas.

  • Kamar luas, anti desek-desekan. Apalagi kalau kamu bawa banyak barang
  • Kebun yang super luas… ssstt ternyata bisa bikin acara private juga loooh disini!

 

Alamat Kubu Kusambi

Jl. Taman Putri no. 04, Mumbul – Benoa.

Bali

contact : Gino 08123927527

DAY 3

Lembongan here we come!

Ok, jadi meskipun waktumu cukup sempit seperti kami, menyebrang ke Lembongan tetap bisa menjadi alternatif karena jarak tempuhnya yang tak terlalu jauh. Penyebrangan dari Sanur, dan ada baiknya kamu sudah booking jauh-jauh hari di saat musim liburan seperti ini. Gw sudah menghubungi bli Ware dari beberapa waktu lalu, maka tiket kami telah tersedia ketika kami sampai.

Canoing and Stund Up Paddle

Kegiatan pertama yang kami pilih adalah canoing. Lokasinya berada di daerah mangrove atau hutan bakau. Memang sesuai namanya, dareah ini masih oke banget bakaunya.

Langsung menuju LOA (Lembongan Ocean Adventure),  kamipun memilih canoe yang akan digunakan. Nyokap gimana? nyokap nggak mau ketinggalan dan memilih ikutan mendayung di canoe. Ternyata gw tau sekarang kenapa gw   nggak bisa diam. It’s in our blood.

Tapi bagi yang malas mendayung dan tetap ingin menikmati hutan bakau, banyak perahu yang dapat disewa dengan harga relatif murah.

Sunseting

Dosa besar namanya kalau ke pantai tapi nggak menikmati sunset. Salah satu lokasi sunset yang seru itu di Ware Ware, yang terletak di atas tebing. Ah… tak bosan rasanya menyaksikan matahari terbenam. Surfer-surfer hilir mudik menggotong papan surfing mereka karen memang didekatnya terdapat spot surfing ‘playground’. Anak-anak bermain pasir dan tamu-tamu resto yang lainnya pun mulai mengeluarkan smarphone atau kamera mereka untuk mengabadikan moment ini.

DAY 4

Snorkling

Masih di lokasi yang sama di area mangrove, snorkling disini memberikan jaminan mutu karang-karang yang sehat dan ikan yang sibuk berseliweran. Peserta kali ini nyokap gw (tuh kan nggak mau diem) dan sepupu gw Gilbert (kalau ini jangan ditanya, dia mau coba segala hal).

Snorkling Mangrove – Lembongan

Yang perlu diingat adalah:

  • Mangrove memiliki arus yang lumayan kuat apalagi kalau kebagian jam snorkling saat air surut. Pastikan kamu nggak terpisah dari teman-teman yang lain, dan nurut sama guide snorkling yang mendampingi yaa.
  • Jangan menginjak karang. Guide akan mengingatkan juga berkali-kali sebelum dan saat melakukan snorkling. Sayang kan karangnya harus jadi korban ketidakbecusanmu snorkling? untuk tips snorkling yang benar, klik disini
  • Yang nggak gape berenang jangan kawatir, mereka juga menyediakan live jacket.
  • Jangan lupa bawa kamera tahan air yaaaaa
Snorkling Mangrove – Lembongan

Where to stay

Kemarin saat musim ramai kami mendapatkan satu resort kecil manis yang berjarak hanya 100 meter dari pantai. Namanya D’Licks.

Jangan kecewa kalau nggak dapat resort di tepi pantai, karena Lembongan itu kecil dan anti macet. Bisa jalan kaki atau naik motor kalau mau kemana-mana

Lagian ada kolam renang juga di area resortnya, jadi masih bisa leyeh-leyeh mandi matahari kalau lagi males keluar-keluar.

D’Licks Villa

Wayan Ware 08123803321

 

 

Diserbu Ibu-Ibu di Selayar

Biasanya kalau trip ke daerah, semua berjalan biasa aja. Nggak ada tuh yang manggil-manggil minta foto apalagi nagih utang. Tapi trip ke Selayar kali ini luar biasa hebohnya.

Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena di group kami kali ini keselip seorang artis sinetron. Menurut saya yang namanya artis sinetron itu adalah artis beneran.

Soalnya kehebohan yang ditimbulkan juga beneran.. susah ditangani. Subuh itu kami berkumpul di Soetta untuk menuju Makassar, tempat transit sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara H. Aroeppala di Selayar. Tuuh, jadi kalau mau main-main ke Selayar dah mudah niih ada penerbangan sampai di pulaunya.

Waktu pertama kali dikenalin ke Andrew Andika (artis yang gabung di group kami), saya langsung membayangkannya beraksi di layar kaca (maklum ga pernah nonton sinetron jadi kurang hafal pemain-pemainnya). Kulit putih dan bibir merah meronanya sudah pasti jadi idola ibu-ibu nih.

Sepertinya trip kali ini akan menarik.

Selayar sendiri letaknya di selatan Tanjung Bira yang beken juga dengan pantai-pantai indah berpasir putihnya. Dan untuk penggemar mancing, Selayar bisa masuk hitungan nih dengan banyaknya spot mancing.

Benar saja, saat kami mendarat di Selayar, sambutan bunga langsung menerjang barisan terdepan dimana Andrew menjadi salah salah satunya. Setelah bunga, bermunculanlah ibu-ibu dengan samrtphone plus tongsis di tangan mulai menggapai-gapai Andrew. Sembari cekikikan malu-malu tapi senang, mereka berfoto bergantian sampai Andrew harus diselamatkan sedikit paksa agar perjalanan kami dapat berlanjut.

Ini baru permulaan. Setelah jamuan makan siang (tentunya seafood yang lezat!) diselingi foto-foto (lagi), kami semua menuju dermaga siap bertolak menuju spot diving pertama. Meskipun group kami berjumlah sekitar 14 orang, tapi pengantar yang terdiri dari teman-teman kantor dinas dan handai taulan berjumlah setengah dari seluruh isi dari kampung terdekat. Heboh.

Kembali tongsis-tongsis berjuluran disekitar Andrew.

Akhirnya berangkat. Lega rasanya.

Pic by Dewi Wilaisono
Pic by Dewi Wilaisono

Spot diving di Selayar yang keren benar-benar bisa menghapus semua kepenatan yang terkumpul selama perjalanan. Wall indah di pantai Pinang bisa jadi altenatif buat para pecinta diviung nih. Yang penasaran silakan tonton vlog gw di Wet Traveler di bawah ini.

Kelar diving, kami safety stop leyeh-leyeh di pantai tersebut,. Tadinya saya pikir kami akan tenang dan aman, ternyata dari bibir pantai terdenganr teriakan “ANDREW SINI DONG FOTO DULU” astagaahh.. Kopasus juga nggak ada apa-apannya nih hehehehe.

Berhubung kami masih leyeh-leyeh menggunakan wetsuit di laut, kami merasa aman (maksudnya Andrew merasa aman, apalah saya ikutan-ikiutan hahahahha..) TAPI RUPANYA SI MBAK GA SABARAN DAN MULAI MERELAKAN CELANANYA BASAH MASUK KE LAUT!

Dan sesi foto-foto pun mulai kembali hihihihi..

Begitu juga keesokan harinya saat kami mengunjungi Desa Tua Bitombang. Tadinya saya sudah berniat untuk curi-curi ngambil video saat Andrew dikerubuti ibu-ibu. Pastinya akan lucu banget untuk masuk di vlog.

Sayapun mempersiapkan kamera di tangan, siap menangkap moment itu. Tapi ketika moment itu datang : Andrew menikmati makan siangnya di saung, dan tiba-tiba dari belakang pipinya sontak dicubit gemas oleh salah seorang ibu. Saya benar-benar nggak tega melihat mukanya yang kesal.

Ya siapa coba yang nggak kesel kalau lagi makan tiba-tiba pipi ditarik-tarik. Kadang fans memang keterlaluan tapi malah menyalahkan si artis yang katanya sombong. Moment seperti ini memang harus tak bisa dinilai secara sekilas.

Artis juga manusia.

Saya urung menghidupkan video saya. Saya nggak melihat hal itu lucu. Batal. Maka kalau kalian lihat vlog selayar saya, Andrew emang ga terlalu diekspose, menghargai privasi dia juga.

Tapi secara keseluruhan trip ke Selayar ini berkesan banget! Dan yang pasti, saya bersyukur menjadi seorang blogger/vlogger dan bukan artis

The Wet Traveler (Pinneng and me) and our amazing friend Ibu Dewi WIlaisono

Kamandalu – Amazing Place to Stay in Ubud

Kamandalu during silent day

Bali memiliki sisi yang tak habis-habis untuk dieksplore, dan jika kamu mencari sesuatu yang berbeda dari keriuhan pantai Kuta maka menginap di Kamandalu resort Ubud bisa jadi pilihan yang menarik.

Penat dan lelah lansung hilang saat mobil kami memasuki gerbang Kamandalu. Suasana pedesaan Bali langsung terasa dengan terbentangnya pesawahan dengan hijau padi yang melambai tertiup angin.

Ruang lobby utama yang besar dan terbuka semakin memberikan perasaan lapang dan menyatu dengan alam. Tak lama barang-barang kami segera dibawa ke villa yang akan kami tempati selama beberapa hari ini.

 

Water everywhere

I love water, we love water.  Nama Kamandalu sendiri yang berasal dari bahasa sanskrit berarti wadah bagi air suci. Tak heran, kolam renang tak hanya satu di Kamandalu ini selain dua buah kolam untuk public, ada beberapa villa yang memiliki kolam sendiri dengan bentuk-bentuk yang unik

the main public pool at Kamandalu

 

villa with private pool

Village athmosphere

Suasana Kamandalu sendiri memang mengingatkan pada desa-desa tradisional di Ubud yang bersih dan teratur, dengan rumah-rumah gaya Bali yang memiliki gerbang kecil di masing-masing pintu masuknya. Sangat menyenangkan dan menenangkan.

Floating Breakfast

This is my fav!! Kebayang nggak kamu bisa mendapatkan gaya sarapan unik nan sexy di kolam villa masing-masing. Sarapan dengan menu sehat yang sangat menggoda perut serta jus-jus aneka warna benar-benar pasangan yang sesuai dengan keasrian Kamandalu. Get your appetite dan your tanned skin at the same time. 

floating breakfast

Rumah Yoga

Rumah Yoga di Kamandalu ini menjadi lokasi favorit untuk menghabiskan waktu di pagi hari sebelum sarapan. Guru yoga yang selalu tersedia siap memandu kita untuk melenturkan otot-otot yang kaku dan menurunkan tingkat stres yang mungkin kita alami sebelumnya.

Rumah dengan ke-empat dindingnya yang berupa jendela kaca yang dapat dibuka, memungkinkan udara segar dari hutan menyerbu masuk ke dalam. Cahaya matahari dapat dengan leluasa pula menyeruak diantara tirai penutup kaca.

The Rumah Yoga
amazing place for yoga

Nature around villas

Saya selalu menjadi fans setia suasana natural, dimanapun itu. Kamandalu menawarkan suasana alami  yang sangat beragam. Sebut saja sarapan di tengah-tengah sawah, atau coffee time dengan suasana bohemian di tengah-tengah rimbunnya pepohonan?

 

Place for healthy lifestyle

Liburan tak harus selalu berarti berat badan dan merangkak naik, karena Kamandalu memiliki beberapa menu seru sarapan sehat yang karena bentuk penyuguhannya yang seru, rasanya sayang untuk dimakan!

Outdoor activity

Ingin menjelajahi Ubud? Jangan kawatir, Kamandalu siap memandu dan menunjukkan tempat-tempat seru yang layak untuk menjadi objek foto dan seru.

morning time at Tegalalang

 

Kamandalu

 Jl. Hanoman, Ubud, Bali, Kabupaten Gianyar, Bali 80571, Indonesia
Phone +62 361 971590

 

 

 

Underwater photography and videography – capturing the beauty of underwater

diving lembata during survei

Underwater photography secara gamblang bisa diartikan mengambil gambar saat berada di bawah air. Umumnya dilakukan menggunakan scuba atau bisa juga dengan teknik snorkeling dan freedive.

Hal-hal yang menjadi objek underwater photography ini bisa sangat beragam. Dan hal ini berkaitan sangat erat dengan minat seorang penyelam. Maka kalau ditanya : spot diving mana yang paling bagus? Buat saya ini saja saja dengan bertanya : dimana ombak yang paling bagus untuk surfing?

Kedua pertanyaan diatas harus diperjelas lagi, diving untuk melihat apa dulu yang paling diminati? jenis ombak seperti apa yang disukai? Masing-masing sangat subjektif dan sangat berbeda bagi setiap orang. Oke, mari kita kembali ke underwater photography sesuai judul.

Nah, jenis-jenis underwater photography atau videography apa saja yang harus diketahui?

    1. Wide angle

Wide angle ini bisa dikatakan kondisi dan objek yang paling mudah dinikmati oleh mata umum dan diver pemula. Elemen wide angle pada umumnya adalah coral beraneka ragam (siapa yang tak suka melihat warna warni indah di bawah laut?) yang berada di slope (kondisi penyelaman pada tanah yang turun melandai) ataupun wall (konsidi penyelaman yang dilakukan pada sisi tebing tegak lurus)

    Selain coral berwarna warni, objek untuk underwater photography wide angle adalah biotal laut berukuran normalnya ikan yang kita kenal hingga berukuran lebih besar dari manusia. Beberapa lokasi favorit saya untuk melakukan penyelaman dan mengabil video wide angle adalah ALOR, RAJA AMPAT dan KOMODO
                  2. Macro
                  Nah, sangat kebalikan dari wide yang serba lebar dan luas, para photographer underwater biasanya juga menggemari objek-objek macro yang berupa renik-renik unik yang memiliki bentuk ajaib dan warna nan mempesona. Bagi para diver pemula dan orang awam, bentuk-bentuk aneh yang tertangkap kamera foto maupun video macro biasanya sangat tidak masuk akal, namun menarik. Sebut saja hewan-hewan seperti nudibranch, frogfish, berbagai jenis shrimo yang sangat berbeda dari yang kita tahu sebelumnya. Semua ini menjadi objek yang sangat menarik.
                  Namun untuk mencari mereka (para objek itu), tak semudah yang dikira. Bentuknya yang sangat kecil, bahkan seringkali lebih keciul dari kuku kita, serta bentuk dan warnanya yang menyerupai lingkungan hidupnya, membuat diver bisa setengah mati mengintip-intip coral atau lokasi yang menjadi rumahnya.
                  Bagi para fotografer yang telah terbiasa atau dive guide yang sering mencarikan objek foto/video tersebut, mereka akan mengetahui ‘rumah’nya dan bisa menemukan lebih mudah. Beberapa daerah yang beken dengan penyelaman macronya : Lembeh dan Seraya.
                  Cek-cek video dibawah ini untuk teknis dan pembahasan lebih jauh mengenai peralatan yang digunakan dalam menghasilkan foto atau video macro
                3. Wreck dive
                Bangkai kapal karam atau pesawat terbang bisa menjadi objek yang tak kalah menarik. Apalagi jika kita juga mengetahui sejarah dari bangkai tersebut. Pertanyaan-pertanyaan baisanya membanjiri benak saya saat melihat satu bangkai di bawah air. Apa yang dirasakan para awaknya ketika itu, Bagaimana gagahnya kapal atau pesawat itu saat masih berada di masa jayanya sebelum menjadi rumah bagi penghuni dasar laut. Semua itu sangat menarik.
pic by Dewi Wilaisono, loc : Tulamben, Bali
              Misalnya seperti bangkai kapal Sohie Rickmers yang terbaring di Sabang pada kedalaman 60 meter ini. Tonton video Wet Traveler ketika mengunjungi wreck cantik ini
              4. Cave dive
              Penyelaman di gua bawah laut juga membutuhkan keterampilan dan level tersendiri. Penting untuk menguasai navigasi agar tak tersasar di dalam goa, juga harus memiliki buoyancy yang mumpuni. Selain terdapat resiko terantuk langit-langit goa, buoyancy sempurna juga mencegah kita membuat sedimen lumpur berhamburan naik akibat kibasan fins yang kita kenakan.
              5. Scuba model
              Teman menyelam kita juga bisa berfungsi sebagai model utama atau pelengkap penderita sebagai pemanis atau pembanding objek utama. Elemen air pastinya jadi pembatas bagi model maupun fotografer untuk berkomunikasi. Disinilah dibutuhkan satu teknik komunikasi lain yang telah dibicarakan dan disetujui bersama sebelumnya.
              Biasanya saya menggunakan hand signal untuk berkomunikasi.  Fotografer bisa meminta saya untuk mendekat ke objek, atau hovering jauh diatas dengan posisi kaki yang diminta, apakah tegak lurus atau melintang.
              Lampun menjadi elemen pelengkap yang sebaiknnya dipakai juga untuk memberikan aksen menarik di foto.
clear mask and light

Jadi kalau ditanya : “titik penyelaman dimana yang paling bagus?”

saya bisa bertanya balik : “sukanya apa dulu nih?”

Surfing Indonesia : Rote Island during off season

Surfing during off season at Bo’a

For some surfers, Surfing Indonesia is quite well known. Bahkan untuk banyak surfer, Indonesia menjadi negara impian mereka untuk dijajal ombaknya.

Nah, bicara soal surfing Indonesia tak melulu Bali. Meskipun tak bisa dipungkiri, nama Bali merupakan yanng pertama kali muncul di tiap benar orang saat kita mengucapkan kata surfing. Sebut saja Nias, Mentawai, Aceh, Sumba, Sumbawa.. merupakan beberapa lokasi yang juga terkenal diantara para peselancar internasional.

Saya sendiri menyukai sebagian besar lokasi-lokasi surfing tersebut, dan beberapa diantaranya sudah pernah diceritakan juga di blog ini seperti di Nias yang ombaknya konsisten sexy-nya, juga Mentawai yang mendapat julukan ‘play ground’ dari para peselancar dunia karena beragamnya pilihan ombak disana.

Namun, nama besar spot-spot surfing di Indonesia tersebut membuat lokasi tersebut menjadi super ramai. Biasa disebut dengan high season. Karena itu beberapa kali saya mencoba untuk mendatangi lokasi-lokasi tersebut di saat ombak tak terlalu heboh bagusnya, namun tingkat kunjungan surfer juga tak sebanyak saat-saat high season.

Rote yang berada di selatan  pulau Timor  biasanya menjadi tujuan favorit saya untuk menikmati ombak sepi, namun dengan kualitas yang tak kalah saat musim ombak tiba. Pilihan lokasi pun cukup banyak, sebut saja pantai Bo’a yang terletak tak jauh dari desa Nemberala yang terletak di selatan. Bo’a memiliki kualitas ombak yang bagus dengan jarak yang tak terlalu jauh dari daratan.

Diluar semua itu, alam Rote selalu membuat saya kangen untuk selalu kembali dan kembali lagi. Apalagi sejak meningkatnya kemudahan transportasi untuk mencapai pulau di ujung selatan ini, rasanya tak ada alasan untuk tak melipir manja mengunjungi ombak dan teman-teman yang sudah bagaikan keluarga sendiri ini.

Back Bo’a, another surf spot in Rote

Berikut beberapa info yang mungkin berguna saat berkunjung ke Rote

what to do

  • surfing tentunya, di salah satu lefthander terbaik di Indonesia : besialu point.
  • Diving. Mereka juga mempunyai beberapa titik penyelaman yang menarik
  • Cruising along villages dan menemukan pemandangan unik khas Indonesia Timur yang seru.
  • Sunbathing di hamparan pasir putih bak memiliki pantai pribadi.

what to eat

Nemberala tidak memiliki warung makan layaknya lokasi wisata lain, biasanya para tamu disediakan makan 3 kali sehari di penginapan / resort masing-masing. Tapi ada satu local bakery yang wajib dicoba, karena mereka membuat donat kampung yang lezat.

where to stay

Anugerah surf and dive resort, sebagai satu-satunya resort dengan fasilitas dive operator di Nemberala

www.surfdiverote.com

How to get there

Fast boat

Kupang-Rote setiap senin, kamis, jumat, sabtu, minggu : 08:30 dan 14:00

Kupang-Rote setiap selasa dan rabu : 08:30

Pesawat

Wings Air Kupang-Rote: 15:10

Wings Air Rote-Kupang : 16:05

Cheers,

Gemala, the lazy surfer who love to ride sexy waves

 

5 reason to dive at Kota Kinabalu

Sutera Harbour, where you start to dive Kota Kinabalu

if you only have a short time to make an escape from your routin or just miss ocean so bad after climbing mt Kinabalu, diving Kota Kinabalu is the answer.

Bagi kebanyakan orang, nama Kinabalu memang identik dengan pendakian gunung Kibalu itu sendiri, tapi yang harus diketahui juga – ibu kota Sabah : Kota Kinabalu ternyata memiliki marine park yang sayang banget untuk dilewatkan. Lokasi ini cocok untuk diving saat berada di Kota Kinabalu.

Ini dia 5 alasan kenapa kamu harus mampir dan diving di Kota Kinabalu marine park :

  1. Only 15 minutes from Kota Kinabalu

Kota Kibabalu adalah kota pesisir yang cantik. Dibangun kembali pada tahun 1946 setelah sebelumnya kota yang bernama Jesselton ini dihancurkan pada saat PD II. Pada tahun 1967, nama Jesselton resmi berubah menjadi Kota Kinabalu.

Nah, tak jauh dari Kota Kinabalu, hanya berjarak sekitar 15 menit menggunakan speed boat yang bertolak dari Sutera Harbour, Tungku Abdul Rahman Marine Park yang sangat terjaga menjadi tempat melepas penat bagi warga Kota Kibalu.

Meskipun letaknya tak jauh dari kota, tapi marine park ini luar biasa bersih dan asri (membuat saya sedikit iri dengan keteraturannya). Tidak membuang banyak waktu, bahkan kunjungan ke Kota Kinabalu marine park ini bisa dilakukan dalam sehari. Makanya kita nyempetin untuk nyoba diving di Kota Kinabalu ini setelah pendakian Kinabalu dan surfing di Kudat, Tip of Borneo.

2. There are over than 20 dive spot

Bagi penggemar coral dan schooling pelagic maupun penggemar hewan-hewan macro, keduanya tak perlu kawatir karena semua bisa ditemui saat diving di Kota Kinabalu marine park.

Area taman nasional seluas 49 km persegi ini memliki banyak pulau-pulau yang dikelilingin dive spot antara lain :

  • Pulau Sapi
  • Pulau Manukan
  • Pulau Mamutik
  • Pulau Sulug
  • Pulau Gaya

3. Perfect sun bathing area

Selain diving Kota Kinabalu di  spot-spotnya yang bejibun, area santai-santai juga banyak. Beberapa resort bisa dilirik sebagai tempat bersantai yang seru seperti : Manukan island resort, Sutera Harbour resort, Gayana Eco resot dan Bunga Raya island resort.

Tips : jangan lupa sunblock! Nggak mau kan yang tadinya mau leyeh-leyeh jadi kebakar dan perih-perih.

4. Lots of activity

Selain diving dan leyeh-leyeh, bagi para penggemar snorkeling, Kota Kinabalu marine park atau disebut juga Tunku Abdul Rahman marine park ini memiliki spot snorkeling yang tenang karena memang area ini nggak terlalu berarus.

Selain itu penggemar kayak dan sailing juga bisa memanfaatkan area ini untuk hilir mudik. Saya sih kalau bisa dibonceng aja #hayatilelah berpiknik di tepi pantai. Barbeque dan beach sport juga bisa dilakukan disini. Tinggal pilih deh kegiatan yang paling cocok.

5. Sekali dayung, 2,3 hingga 4 pulau terlampaui

Harga transportasi hanya berkisar RM23 hingga RM25 berangkat dari Jesselton Point Ferry terminal, tergantung ke pulau mana tujuannya. Keberangkatan mulai dari pukul 7.30 hingga kloter terakhir pukul 16.30. Ferry berangkat setiap 15 hingga 20 menit sekali tergantung dari tujuannya. Nah kalau mau island hoping juga bisa, tinggal bayar RM33 – RM53 tergantung dari berapa pulau yang akan dijelajahi.

note

  • waktu kunjungan terbaik adalah dry season (maret-oktober), karena saat musim hujan visibility di bawah air juga akan terpengaruh dan cenderung keruh.

So, diving di Kota Kinabalu ini boleh juga masuk ke agenda leyeh-leyeh kalau lagi di sekitar Kota Kinabalu

More info

Sabah Parks

Lot 45 & 46, 1st – 5th Floor,

Block H, Signature Office

KK Times Square

Coastal Highway

88100 Kota Kinabalu

+60 88-523 500

+60 88-486 434

+60 88-486 435

+60 88-486 436

sabahparks@sabah.gov.my

sabahparks@gmail.com

sabahparks.org.my

6 fakta seru tentang Orangutan Borneo -Tanjung Puting

One of my dream to visit Orangutan Borneo in Tanjung Puting was completed!

Journey to the remote area of Borneo, Tanjung Puting to be precise, lead me to one of the biggest Orangutan colony on this earth.

Kalau biasanya saya selalu trip nggak jauh-jauh dari surfing (baca deh perjalanan gw ngubek2 Rote disini) dan diving (dan ini cerita waktu diving di Alor dan Aceh), bahkan trekking pun hanya sesekali saja (ni cerita waktu seseruan di Papandayan), nah pada kesempatan kali ini, kesempatan memasuki jantung hutan Borneo atau Kalimantan untuk bertemu Orangutan in person di Tanjung Puting ga mungkin dilewatkan .

Nah, ini fakta seru yang bisa kamu temukan di Borneo – Tanjung Puting dan tentang Orangutan juga

  1. Klotok

Pepohonan yang rapat secara perlahan bergerak kebelakang seiring klotok yang saya tumpangi bergerak perlahan memasuki wilayah hutan Borneo – Tanjung Puting. Yak, cara terbaik untuk mengunjungi kawasan yang telah ditentukan menjadi Taman Nasional pada Departemen Kehutanan menetapkan Tanjung Puting di Borneo sebagai Taman Nasional pada tahun 1984 berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 096/Kpts-II/84 tanggal 12 Mei 1984 dan berdasarkan SK. Dirjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam No. 45/kpts/IV-Sek/84 tanggal 11 Desember 1984 ini memang menggunakan klotok, perahu kayu yang berukuran cukup besar, memiliki dek cukup luas yang dapat berfungsi sebagai ruang bersantai, ruang makan dan ruang tidur di malam hari.

orangutan_tanjung-puting-7

Klotok seperti ini dapat memuat 4 hingga 7 orang secara nyaman. Dan masing-masing klotok memiliki seorang guide yang akan menemani dan menjelaskan semuanya. Beruntung hari itu dalam rangka survey lokasi, saya ditemani Bang Yomie dan Bang Miki yang merupakan para guide senior.

Urusan kamar mandi yang biasanya menjadi pertanyaan pertama para manusia perkotaan pun jangan dikawatirkan. Setiap klotok dilengkapi oleh sebuah kamar mandi shower dengan wc duduk yang bersih. Jadi nggak ada alasan nggak mau mandi atau nggak bisa buang air selama trip yang bisanya memakan waktu 2 hingga 3 hari.

oangutan_tanjung-puting-6

2. Bukan lokasi terbaik untuk berdiet

Urusan makanpun ternyata sangat mewah. Masakan rumah ditemani buah-buahan pencuci mulut tak pernah absen pada jam-jam lapar menghiasi meja makan dengan pemandangan mewah kerimbunan hutan Kalimantan. Ah ya, tak ketinggalan kue-kue kecil yang menemani saat menyesap kopi dan teh di sore hari. It’s a luxury trip!!

3. Tidur di alam terbuka

Begitu juga saat malam tiba dan kasur-kasur mulai digelar. Masing-masing memiliki kelambung yang melindungi dari gigitan serangga. Tidur sembari mendengar suara hutan dan merasakan semilir angin segar adalah kembali satu kemewahan yang tak dapat ditukarkan oleh apapun. Tak perlu lagi pendingin ruangan, udara malam hutan pun dapat membuatmu menarik selimut.

4. Dr. Birute Galdikas

Kawasan konservasi di Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang awalnya merupakan kawasan yang didedikasikan untuk mempelajari primata ini secara lebih insentif, berkembang menjadi penampungan bagi Orangutan yang tertangkap manusia tak bertanggung jawab, untuk direhabilitasi sebelum kembali dilepaskan ke alamnya. Karena saat mereka diseka selama bertahun-tahun, apalagi sejak usian muda, insting mereka untuk bertahan di alam liar harus kembali diasah.

orangutan_tanjung-puting

Kawasan konservasi Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang tak bisa dipisahkan dari kisah D. Birute Galdikas yang pada tahun 1971 saat berusia 25 tahun memutuskan untuk mempelajari tentang Orangutan langsung di habitatnya. Can you image, a young girl aged 25 years old, all the way fly to the heart of Borneo Jungle from U.S?

Well, semua tak sia-sia. Selain konservasi yang berkembang, perekomunian warga setempat pun ikut berkembang seiring semakin majunya sisi eco wisata dari lokasi ini. Semua dikelola secara professional demi menjaga segala keberlangsungan yang ada.

5. Orangutan colony lead by aplha male

Speaking of para Orangutan di Borneo yang menjadi daya tarik utama disini, baik Bang Yom dan Bang Miki banyak bercerita mengenai ‘drama-drama’ yang terjadi.

“Mereka selalu mempunyai seorang raja disini. Sekarang ini alpha male yang lagi menjabat namanya Tom.”

“Iya, dan kalau lagi saat feeding, nggak ada yang berani menyentuh pisang-pisang sebelum Tom kekenyangan. Semua menunggu, kecuali satu betina alpha yang lagi deket dengan Tom.”

oangutan_tanjung-puting-5

Ok, jadi pelajaran pertama adalah Tom si alpha male ini mempunyai wilayah yang tak boleh diusik jantan lain. Semua betina di wilayahnya adalah miliknya, dan tak ada yang boleh menolak saat Tom naksir pada salah satunya. Wow! Pasti banyak pria-pira di luat sana yang sirik berat pada Tom (yang belakangan saya sadari potongan poninya mirip banget dengan potongan poni saya #oleswax)

Kamera tak pernah lepas dari tangan. Sebisa mungkin saya selalu siap sedia merekam segala tingkah laku mereka yang menarik. Saat pertama kali turun dari Klotok pun kami sudah disambut seekor pejantan yang kemudian berpose tanpa malu-malu di hadapan para turis dengan bergelayut di pohon rendah.

“Meskipun bobot mereka bisa mencapai 125 kg dengan kekuatan yang setara 8 pria dewasa, namun mereka bisa membagi bobotnya jadi dahan kecil yang dipakai bergelantungan pun tak patah.”

Ah, ya.. saya baru memperhatikan betapa dahan-dahan kecil itu melengkung menahan beban berat tapi tak patah. Wow, ilmu meringankan tubuh itu benar-benar ada !

Kemudian kami bergerak perlahan memasuki hutan, dimana Bang Miki banyak menceritakan tentang Orangutan Borneo di kawasan Tanjung Puting ini.

orangutan_tanjung-puting-4

6. Kesamaan DNA Orangutan dan manusia mencapai 97%

“Tingkat intlektual mereka bisa disamakan dengan bocah berumur 5-6 tahun. Mereka bisa meniru dengan baik.” Om Yom kembali bercerita dalam perjalanan kami menuju tempat feeding.

“Satu waktu, ada Orangutan bernama Pen, dan dia bisa membobol gudang pemyimpanan makanan meskipun sudah dikunci. Lobang kecil sudah cukup bagi dia untuk memasukkan jarinya, dan dengan kekuatannya dengan mudah ia membukan apapun.”

“Dia bisa mendayung.”

“What!! Serius?!”

“Iya, dia bisa meniru gerakan mendayung dan bisa mencuri perahu kecil untuk didayung sendiri.”

“Kadang ia bisa hitch hiking pada klotok-klotok yang lewat. Ia menumpang.” Saya membayangkan dengan geli si Pen mengacungkan jempolnya memberi tanda akan nembeng ke klotok yang lewat.

Betapa hewan liar bisa mempercayai manusia. Saya pernah berenang bersama whaleshark dan manta (baca deh ceritanya disini), dan sangat terasa bagaimana mereka dengan polosnya bisa mempercayai manusia, sementara ada saja manusia yang kemudian memperdayakan atau membahayakan mereka. Si Pen ini pun pasti sangat percaya pada manusia.

“Mereka memiliki 97% kemiripan DNA dibandingkan manusia. Jadi memang kita hanya berbeda 3% saja.”

Wow, segitu banyaknya kah kemiripan kita dibandingkan mereka. Saya suka sekali memandang mata mereka, dan cara mereka berkomunikasi. Saya geli melihat drama-drama yang terjadi saat feeding siang itu.

Lokasi feeding dibatasi oleh pagar kayu dengan jarak sekitar 10 meteran dari panggung kayu dimana pisang-pisang ditumpuk diatasnya. Tak lama kemudia Tom muncul dengan gagahnya dan langsung mengambil tempat di tengah. Refleks saya langsung memegang poni, berasa dapat kembaran.

“Tapi Pen tak bisa bersaing dengan Tom, jadi ia menghilang beberapa tahun yang lalu, Tak ada yang tau kemana perginya. Mungkin membangun kerajaan baru.”

Sore itu, kami kembali berlayar mengarungi sungai sekonyer sembari menikmati udara sore yang sejuk, ditemani celoteh burung-burung dan bekantan yang sibuk bergelantungan di kanan dan kiri sungai.

Tanjung Puting di Borneo memang satu lokasi yang wajib dikunjungi. Dimana lagi kamu bisa melihat langsung kelakuan para Orangutan secara langsung di habitatnya? So, get rid your high heels just go to the jungle

instagram-photo-7

Gemala Hanafiah

A traveler who only have 3% DNA gap compare to Orangutan.

more info :

Omie Tour Organizer
Jalan Bahari No. 27, RT. 13, Kumai Hilir, Kecamatan Kumai
Pangkalan Bun – Kalimantan Tengah 74181 – INDONESIA
Telp : +6281352736054
WA : +6281316083838
Pin BB : 2B9ACE57
Email : kamale83@gmail.com , cc : info@orangutandays.com
Website : www.orangutandays.com

Trekking Kinabalu – Tips summit attack

Kinabalu sendiri tak dipungkiri sudah menjadi impian banyak pendaki di dunia.

Meskipun sudah dibuat jalur yang aman, tetap trekking Kinabalu terutama saat akan muncak atau summit attack tetap membutuhkan satu strategi tersendiri dan melakukan trekking di Kinabalu.

trekking_sabah_13

Nah untuk urusan summit Kinabalu, ada beberapa perbedaan mendasar dibandingkan summit di gunung-gunung yang ada di Indonesia, terutama untuk masalah waktu.

Sebelum summit, para pendaki terlebih dahulu beristirahat di Laban Rata, resthouse yang disediakan khusus dengan fasilitas yang tergolong mewah bagi para pendaki. Bagaimana ngga dikatakan mewah, mereka menyediakan kamar dengan selimut tebal (2 biji loooh) yang super hangat. Ini buat saya sudah kemewahan yang luar biasa. Mereka menyediakan kamar mandi (nggak yakin pada mau mandi di suhu belasan derajat bahkan kadang dibawahnya) dan terdapat restoran dengan menu yang super menggiurkan. Nggak perlu bawa kompor dan masak sendiri.

Liat suasana Laban Rata pada video Wet Traveler dibawah ini :

Oke, mari masuk ke pembahasan tips sederhana sesuai dengan pengalaman yang yang gw alami, saat dibimbing Abex, yang instagramnya wajib kalian kunjungi apalagi kalau suka mendaki.

  1. Jangan diet

Dietnya nanti saja disimpan saat sudah kembali ke dataran rendah. Disini kamu membutuhkan banyak energy dan banyak bahan untuk dibakar. Apalagi makanan yang disediakan di Laban Rata semuanya enak (apa gw aja yang rakus ya hehehehe..) mulai dari lauk pauk lengkap, spaghetti, buah-buahan, sup hangat menggoda hingga teh dan kopi yang bebas diisi ulang. Oya, bisa isi ulang air minum juga di keran yang terdapat di Laban Rata ini, sama seperti di tiap pos.

  1. Tidur cukup

Usahakan tidur sesore mungkin, apalagi dengan disediakannya fasilitas seperti yang gw ceritakan diatas, nggak ada alasan untuk merasa sengsara dan nggak bisa tidur. Kecuali kalau kamu mengalami Altitude Mountain Sickness seperti yang gw alami malam itu. Gejalanya : tidak bisa tidur, badan rasanya kepanasan (sementara udara sangat dingin), pusing dan bahkan sampai muntah. Kalau sudah begini, jangan ragu lagi untuk memberitahu leader kamu atau guide yang bertanggung jawab pada pendakianmu. Mereka bisa memberikan obat yang tepat untuk meringankan gejalanya.

trekking_sabah_2trekking_sabah_4

  1. Lindungi ujung tubuh

Suhu di puncak akan dingin, tapi seiring dengan badan kita yang terus bergerak maka dingin itu akan terkalahkan. Yang paling penting untuk dijaga justru ujung-ujung tubuh yang terbuka seperti : hidung, telinga, dan jemari. Lindungilah bagian-bagian tersebut

  1. Persiapkan wind breaker.

Meskipun rasa dingin kadang hilang dan kita malah keringatan karena terus menerus bergerak saat muncak, jangan anggap remeh angin dingin yang menerpa dashyat. Rasa dinginnya bisa mematahkan mental. Toh, wind breaker yang kita pakai dapat dibuka saat matahari telah bersinar, menghangatkan suasana dan jiwa #tsah

trekking_sabah_8

  1. Bawa air minum dan makanan kecil secukupnya

Meskipun sebelumnya sudah sarapan, tak ada salahnya membawa makanan kecil yang manis untuk tambahan energy. Bisa buah kering, coklat atau energy bar. Begitu juga dengan air minum. Tak perlu membawa berlebihan karena akan menjadi beban berlebih pada hidup yang sudah berat #eh

trekking_sabah_9

  1. Terus melangkah

Napas semakin sulit ditarik. Itu wajar, apalagi posisi sudah semakin tinggi. Semakin cepat lelah, sementara waktu check in di pos terakhir (Sayat-Sayat Point) dibatasi hanya sampai jam 5 pagi. Kalau kelewatan mana boleh lanjut. Kuncinya dengan bergerak perlahan (tapi jangan kebangetan yah) namun pasti. Gunakan trik zig-zag (thanks to Abex) bahkan saat naik tangga. Selain otot kaki tidak terlalu capai, juga memberikan kesempatan lebih paru-paru untuk menarik napas. It works!

trekking_sabah_11

  1. Saat akan mengambil foto di puncak Kinabalu, nggak perlu menjadi orang yang pertama, karena kamu akan cepat disuruh gentian setelah dua kali cekrek (dua kali ngambil gambar maksudnyaaa). Sementara mana mungkin kita hanya puas dengan dua frame di puncak, kalau perlu sampai memori di kamera atau di handphone habis baru puas hehehe.. Jadi sabar saja, toh mereka memberikan waktu sampai jam 7 pagi sebelum harus bergerak kembali ke Sayat-Sayat point.

trekking_sabah_14trekking_sabah_13trekking_sabah_7

Oke, itu tips untuk summit attack di Kinabalu dari gw, kalau kalian punya tips lain untuk trekking di Kinabalu, silakan looh berbagi di kolom comment di bawah ini.

 

Enjoy trekking Kinabalu guys

raja-ampat-3

 

 

 

Gemala Hanafiah

A beach girl who survive on Kinabalu and feel blessed.

Self Care while Traveling

Setiap kali saya posting kegiatan atau apapun di social media, pasti ada saja yang nanya “Nggak capek, Mba, saingan dengan bang Toyib, nggak pernah pulang.” Yang ga tau Bang Toyib pasti anak milennials nih 😀

Saat traveling berhari-hari bahkan berminggu-minggu, terkadang rasa lelah dan jenuh akan muncul. Wajar. Padahal tadinya saya sempat berpikiran kalau bekerja keluar kota makan tingkat stress yang dialami akan mendekati titik nol. Salah, stress karena tekanan itu akan selalu ada meskipun dalam bentuk yang berbeda. Itulah gunanya untuk selalu mengingat self care saat traveling.

“jam berapa harus mengejar hammerhead besok?”

“Persiapan gear up setelah sarapan jam 7 ya.” Ini sering banget denger kalimat seperti ini pas dive trip.

Atau.. “Bahan desa tradisional kira-kira 2 jam dari sini, kita berangkat subuh ya.”

Adalah hal-hal yang biasa dialami saat traveling, apalagi saat tim Wet Traveler harus ngejar materi. Padahal esensinya traveling itu haruslah menyenangkan.

Nah beberapa tips dibawah ini saya coba rangkum untuk menjaga energy dan tingkat kebahagiaan saat traveling tetap berada di posisi prima :

  1. Jangan berubah

Berubah jadi apa nih? Maksudnya kalau kita punya kebiasaan sehat di rumah, sebaiknya jangan dilupakan mentang-mentang lagi traveling. Usahakanlah untuk menjaga kebiasaan itu. Misalnya :

  • Makan makanan sehat

Kalau kamu terbiasa sarapan dengan menu sehat seperti buah, coba lakukan juga kebiasaan ini saat traveling. Buah tak terlalu sulit ditemukan, apalagi kalau travelingnya masih di negara tropis.

  • Minum air putih yang banyak

Penting, tapi sering kelupaan. Saat badan mengeluarkan banyak keringat dan kepanasan, tubuh kita lebih cepat mengalami dehidrasi dan kalau dibiarkan makan rasa lemas akan mudah timbul. Biasanya  kalo lagi trip surfing niiihh suka kelupaan minum. Belum lagi kalau sudah sampai tahap pusing, wah rugi banget tuh sementara pemandangan di sekitar kita sedang bagus-bagusnya. Nggak ada salahnya bawa botol air isi ulang sendiri juga, bisa mengurangi sampah plastik.

  • Olahraga

Saya selalu memulai hari dengan olah raga, tak perlu berat sekedar srtaching dan jogging kecil juga sudah cukup. Bukanya kalau sedang traveling itu juga bergerak? Yup betul, tapi gerakan olahraga tetap kita perlukan untuk melancarkan mobilitas gerakan tubuh dan tidak kaku dengan gerakan yang itu-itu saja. Yoga juga oke banget, dan bisa dilakukan pada ruangan yang terbatas.

self care traveling

2. Journaling

Kegiatan ini mungkin sering dianggap membuang-buang waktu. Tapi dengan mencatat semua yang telah kita lalui, mencatat perasaan atau hanya sekedar menggambar sketsa akan membantu kita untuk merasa ‘puas’. Catatan kita ini akan menjadi pengingat apa yang telah dialami, serta betapa berharganya sebuah pengalaman. Saya senang untuk menggali rasa penghargaan itu, karena rasa itu akan memberikan nilai tambah bagi sekedar pemandangan bagus.

3. Good sleep

Harus pintar-pintar nahan diri nih. Dulu ketika masih muda #OmongaOrangTua tidur nggak terlalu penting. Rasanya rugi. Pasti sering dengar ucapan “Kalau mau tidur sih di rumah aja.” Ini yang bikin badan gampang drop. Pertahankan jam tidur. Kalau kamu terbiasa tidur 6,7 atau 8 jam sehari ya jangan dikurangi. Tahan diri agar tak terlalu memforsir dan takut rugi, malahan kalau kurang tidur dan sakit keesokan harinya, bisa lebih rugi lagi kan? Saweran boat diving jadi hangus deh….

self care while traveling

4. Jangan bersalah untuk melewatkan ‘must see’ objek

Apalagi saat traveling dengan waktu yang lama. Perasaan ini pasti akan muncul. Sementara kita tau perkiraan waktu dan tenaga tak memadai untuk memenuhi semuanya. Relakan saja.

Karena perasaan bersalah itu akan menghasilkan stress yang nggak perlu. Padahal bebas menentukan akan kemana dan mengalami apa itu adalah inti dari traveling (kecuali kalau memang sudah ditentukan sebelumnya yaa.. resiko itu namanya.)

5. Manjain diri

Penat dan cape biasanya menjadi teman di akhir hari saat traveling. Nggak ada salahnya sedikit memanjakan diri. Sekedar santai di sofa dengan coklat panas dan buku itu nggak ada duanya! Atau cuma leyeh-leyeh di balkon kamar sambil iseng-iseng scrub muka yang sudah seharian kena debu jalan. Dijamin setelah itu muka rasanya akan lebih segar dan bersemangat!

Yang harus diingat, tetap gunakan bahan alami untuk perawatan tubuh. Makanya suka banget dengan Sugar Rush ini karena bahan dasarnya dari gula. Kalau di rumah dan lagi rajin biasanya saya suka bikin scrub gula dicampur olive oil. Rada ribet emang. Nah kalau lagi traveling, enak banget bawa Sugar Rush ini. Baunya juga menggiurkan.

Setelah itu jangan lupa jaga kelembapan kulit muka, juga termasuk kulit bibir. Yes, thanks to smoochies yang baunya seru serasa ada pesta pantai di bibir hehehe.

6. Perpanjang waktu

Mungkin tips yang ini bakalan dilempar sandal bagi para pekerja kantoran hehehe.. tapi kalau bisa, cobalah untuk slow down dan meresapi semua kegilaan dan keseruan selama traveling dengan bersantai di satu hari itu. Pastinya hampir semua orang ingin traveling sesuai jadwal dengan kegiatan sebanyak-banyaknya, sementara sudah pasti waktu yang ada rasanya selalu kurang. Semakin kita research tujuan di satu destinasi, semakin banyak yang kita ketahui, dan semakin kita stress untuk melihat semua. Saya sering ketemu dengan para traveler luar yang memang meluangkan waktu untuk traveling di Indonesia dalam jangka waktu cukup panjang dari berminggu-minggu, hingga dalam hitungan bulan. Dan kalau mereka sudah suka dengan satu destinasi, biasanya mereka mengubah itinerary dan memutuskan untuk tinggal lebih lama di destinasi tersebut. Well, nggak ada yang salah dengan keputusan itu, toh pada akhirnya kualitaslah yang harusnya diutamakan, bukan kuantitas.

self care while traveling
Hatta island

Kalau kalian punya tips-tips untuk self care while traveling, jangan segan-segan tulis di komen yaaa, karena saya juga penasaran dengan ide-ide dari kalian.

 

Cheers

self care while traveling
keep fit and happy

Gemala Hanafiah

@g_hanafiah

Sometimes become a lazy traveler

 

 

 

Explore Sabah part3 : Mount Kinabalu

Kalau misalnya ada ngajak untuk naik gunung Kinabalu, apa yang pertama melintas di pikiran?

“Wuih keren!”

“Hah? Kan tinggi banget, bisa nggak ya gw?”

“Mau .. tapi…”

“Lo yakin gw bisa?”

kalo itu semua yang melintas di kepalamu.. TOSS! Sama dong.

kinabalu_mountain_2
the whole Sabah Skwat : Mario, Gemala, Abex, Satyawinnie, Anggey Her_Journey, RIvan Hanggarai, Koh Billy, Rizal, Wahyu Demang dan Pinneng. Masih pada seger mukanya hehehe..

Meskipun penuh keraguan tapi gw tau kalau gw akan MENYESAL kalau nggak nyoba. Kinabalu itu merupakan gunung tertinggi di Sabah, Malaysia bagian Borneo dan juga tertinggi di Malaysia.

Pengalaman mendaki gw sangat minim. Yang tertinggi itu Rinjani, gw daki beberapa abad yang lalu (hiperbola dikit biar seru). Nah, Kinabalu ini lebih tinggi daripada Rinjani di 4.095 mdpl.

Nah, mendaki Kinabalu, meskipun tingginya ga main-main, tapi nggak perlu jadi seven summiter dulu yang pengalamannya udah bertahun-tahun. Pendaki pemula yang doyan pantai macam saya ini pun bisa ternyata.

Tapi ya itu tadi, memang ada hal-hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu supaya pendakian lancar jaya tanpa hambatan berarti. Berikut tips-tips dan info dasaranya yaaa :

 

  • Berlatih fisik dari sebulan sebelumnya.

Nggak perlu yang heboh-heboh sampai jungkir balik dan angkat beban, tapi cobalah untuk jogging secara teratur karena otot jantung yang baik benar-benar menolong saat trekking di ketinggian. Selain itu juga otot paha dan betis yang baik juga diperlukan. Nah, jogging bisa memnuhi semua kebutuhan ini.

  • Daftar pendakian jauh-jauh hari.

Beda dengan gunung-gunung di Indonesia, Kinabalu membutuhkan ijin untuk mendakinya, karena memang hanya dibatasi 135 pendaki saja perhari. Semua ini karena keterbatasan tempat menginap di check point sebelum summit, juga untuk memudahkan pengawasan (mereka ketat banget masalah waktu untuk melewati gate-gate yang udah ditentukan), dan pastinya juga dengan membatasi jumlah pendaki mereka bisa lebih menjaga kebersihan dan keindahan alamnya. Jadi jangan buang sampah sembarangnan yaa.. Sebaiknya menggunakan jasa travel yang terpercaya seperti Basecamp Adventure yang bisa membantu mengurus semua perijinan dan lain-lain.

  • Bawaan yang simple.

Enaknya mendaki gunung Kinabalu, bawaan kita nggak perlu heboh seperti membawa tenda, kompor atau sleeping bag yang biasanya lumayan menghabiskan volume dan bikin sakit pinggang. Mereka juga menyediakan porter yang biayanya tergantung berapa berat beban tas yang akan dibawa ( kemarin karena kita menghabiskan 2 malam di Laban rata harga porternya 13 RM per kilogram). Nah backpack yang kita bawa sendiri juga sebaiknya nggak lebih dari 6 kilo, berisi kebutuhan pribadi seperti jaket tambahan, windbreaker, jas ujan, makanan kecil dan tempat minum.

  • Free refill water

Ini dia yang lumayan bikin kaget : kita bisa mengisi ulang bekal minum kita di tiap pos yang jaraknya nggak terlalu jauh (paling jauh kayanya sekitar 900 an meter- 1000 m aja) dan isi ulang itu dari keran yang biasanya terletak di samping wc. Oya, kamar kecil juga tak perlu dikawatirkan karena tiap pos memiliki wc dengan air yang selalu tersedia. Jadi sediakan botol isi ulang yaaa.. bisa mengurangi sampah botol plastic juga jadinnya kan?

  • Be on time

Jaga pace jalan dengan stabil. Tak perlu cepat, yang penting tetap melangkah. Istirahat jangan terlalu lama, karena akan mendinginkan suhu tubuh dan untuk memulai lagi mendapatkan ritme bergerak yang stabil akan memakan waktu dan usaha lagi. Usahakan sampai di Laban Rata sebelum jam 7 malam sebelum resto tutup.

  • Persiapkan peralatan dengan baik

Sepatu.

Meskipun jalurnya sudah disediakan dengan baik, dibuatkan jalan dan tangga, bukan berarti kita bisa mendaki menggunakan sandal. Gunakanlah sepatu mendaki yang ringan dan juga tahan air. Sendal gunungnya nanti saja dipakai saat berada di guest house sebelum summit.

kinabalu_mountain_4
jalurnya beragam, mulai dari jalan tanah, tangga hingga batu-batu. Makanya penting untuk pakai sepatu yang nyaman.

Trekking pole

Yang gw tau dari Abex, jangan malu pake trekking pole kalau masih mau mendaki sampai 25 tahun kedepan. Kenapa? Karena tekanan pada lutut itu luar biasa besar, apalagi saat turun. Jangan takut dibilang kaya nenek-nenek naik gunung. Dan setelah gw ngalamin dan rasain sendiri saat menggunakan trekking pole, emang ngebantu banget! Plus nggak perlu malu karena sebagian besar turis pendaki yang mendaki disana juga menggunakan trekking pole (sstt.. kalo pake dua katanya bisa cepet ngurusin badan looh)

Head lamp

Head lamp ini akan menolong banget saat mendaki menjelang summit, dimana kedua tangan akan dibutuhkan untuk menggenggam tali. Yes, ada nada tali yang menolong para pendaki untuk mejaga keseimbangan diatara terpaan angin kencang.

penting! Guide yang bertanggung jawab untuk group kita bisa melarang kita meneruskan pendakian atau menyuruh kita turun apabila dilihat kurang persiapan atau sakit. 

kinabalu_mountain_1
penampakan rest house di Laban Rata, tempat kita ngaso sebelum muncak. Ada resto dan tempat tidur loooooh

Ok, tips2 nya sampai disini dulu. Posting blog berikutnya lebih ngebahas saat akan muncak di Kinabalu.

Enjoy videonya juga guys (english)

bersambung