Bread lover in Rote

Dari kecil gue emang penggemar berat roti. Sarapan yang selalu disediakan nyokap pasti termasuk roti sebagai salah satu pilihannya. Kalau sekarang dipikir-pikir lagi sih mungkin itu karena nyokap males ribet, biar gampang 😀 tapi yang pasti membuat gue jadi selalu memilih roti untuk sarapan ( kalau ada ). Kebayang dong betapa bahagianya gue waktu pertama kali mengetahui ada BAKERY buka di Rote!!!

Rumah makan memang tidak banyak disana. Hanya ada sebuah bar yang bernama Janet’s, selalu penuh dengan turis-turis surfing asing yang ngebir-ngebir cantik sembari mencomoti kentang goreng. Makan tiga kali sehari memang sudah standar untuk termasuk dalam pembayaran harga sewa kamar perhari, karena itu tadi.. tidak ada rumah makan disana. Menunya meskipun enak banget ( selama gue nginep di surf camp Anugerah ), tapi tidak bisa memilih. Terima saja apa yang disediakan. Tidak menjadi masalah juga sih karena mereka benar-benar memperhatikan variasi makanan dan gizinya. Mulai dari buah, sayuran hingga kebutuhan protein.

Tapi toko roti bener-bener melengkapi hidup gue!

“Di penginapan gue ibunya jualan donat loh.” kata Roi menanggapi keluhan saya yang kelaparan sore hari setelah sesi surfing. Ia adalah seorang perwakilan EO dari Jakarta yang mengurus kegiatan yang ketika itu berlangsung di Rote.

Makanan memang hanya disajikan pada jam-jam makan biasa. TIdak ada yang namanya cemilan-cemilan imut diantara jam-jam itu.

“Tapi lo mesti pesen dulu sehari sebelumnya..”

Dan tanpa menunggu lama lagi setelah menerima ancer-ancer tempatnya yang gampang banget itu karena Nembrala hanya memiliki satu jalan utama, dan bakery-nya disebelah satu-satunya bar, maka terbanglah gue dengan hati riang kesana.

Ternyata tidak ada yang bentuk rumahnya seperti bakery!!! Tidak semudah itu.

Setelah sekian lama celingak-celinguk ternyata sign yang bertuliskan bakery-nya kecil banget, huh.. nggak heran kalau susah dilihatnya. Itupun terletak di dalam halamannya, bukan di depan. Ah si Ibu nggak tau kaidah-kaidah papan nama niih.

Perjuangan tak sia-sia, begitu melihat menu yang tertulis di depan buku tulis panjang yang ber-hard cover motif batik, air liur menetes tiada henti.

Sesame bread, banana cake, cinnamon and peanut bread, donut, ginger bread, coconut taart, milk taart.. dan banyak lagi ( gue lupa foto menunya ).

Lucunya, pesenan dituliskan pada buku yang sama tersebut, pada kolom-kolom yang tersedia seperti : tanggal, nama, pesanan, jumlah. Sekilas mirip buku absen anggota gym. Harga-harganya pun tidak terlalu mahal. Untuk cake antara 35.000 –  40.000 dan kurannya besar. Donut 3.000 per pcs.

Yang membuatnya si Mama pemilik rumah sekaligus penginapan yang bernama ‘Talenta Mas’ ini sendiri. Mungkin dia mendapatkan ilmunya karena pernah bekerja di salah satu penginapan yang dikelola orang asing. Yang pasti, roti-roti dan kue-kue buatannya mantap!

itsy bitsy little tiny sign of bakery :)))
itsy bitsy little tiny sign of bakery :)))
liat banana cake ini, yummy banget!
liat banana cake ini, yummy banget!
Gue dan Dom sibuk nyomotin banana cake
Gue dan Dom sibuk nyomotin banana cake
berjalan balik ke surf camp dengan bahagia ( baca :  donut di tangan )
berjalan balik ke surf camp dengan bahagia ( baca : donut di tangan )

 

One Reply to “Bread lover in Rote”

  1. Woww.. kayanya jadi tempat kue yang paling laku ya Al kalau papan namanya dibikin bener :). Setiap liat foto2 lu tentang Rote, ngiri abis sumpah. Tahun kemarin udah mau kesana tapi engga jd 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *