Belajar Surfing – kelas 2

Yaaakk.. kita masuk ke kelas 2 buat belajar surfiing 😀
Disini lebih banyak dibahas detil posisi posisi saat berada diatas surfboard.

• How to paddle
– Saat kita berada diatas board, usahakan bahu tidak menempel pada board, tapi diangkat dikit, gunakan otot punggung tengah untuk menahannya, dengan cara seperti ini memudahkan pangkal bahu melakukan gerakan paddle yang memutar.
– Pertahankan posisi saat ujung board atau nose udah nongol kira kira satu jengkal pada shortboard, dan dua jengkal pada longboard. Kalau kaki lewat dari panjang board itu nggak masalah.
– Gerakan tangan pada saat paddle ini mirip waktu kita melakukan gerakan gaya bebas saat berenang, dan ketika posisi telapak berada di bawah, usahakan masuk sedikit kebawah board agar tenaga dorongan makin maknyoss..
Paddle menghabiskan 90% bagian dari surfing itu sendiri, berguna saat kita harus nyamperin ‘line up’, ngejar ombak, kabur dari set gede.. pokoknya paddle adalah basic yang harus benar benar dikuasai. Makanya, jangan males untuk paddle. Untuk para cityboys n girls yang cuma surfing sebulan sekali, itu juga udah bagus, biasanya paling bermasalah di paddle ini, karena menuntut kerja otot khusus yang kalo nggak dilatih ya kendor lagi plus stamina menurun.. jangan kuatir, kita akalin dengan ukuran papan yang lebih besar aja, nggak harus lebih panjang, tapi lebih lebar dan tebal.. mudah mudahan bisa menolong beberapa persen 🙂

• Duduk di papan
ah masa duduk doang harus belajar? Eits.. jangan salah, dari pengalaman ngajarin teman teman, yang paling tricky setelah paddle dengan benar adalah : duduk.
ya, untuk duduk itu, kita harus bisa menempatkan berat tubuh di tengah surfboard, nggak condong ke depan atau ke belakang. Untuk koreksi kiri dan kanan, gunakan pinggulmu, kurang lebih mirip saat naik motor, jangan di lawan dengan kaku. Duduk ini gunanya supaya nggak pegel telungkup mulu saat nunggu ombak, juga berguna untuk memutar posisi papan dengan gerakan cepat dibantu kaki.

• Duckdive
Dari namanya aja udah kebayang gerakannya ya.. mirip bebek yang nyelem 🙂
Duckdive ini gunanya untuk menghindari terjangan ombak dari depan, karena ombak nggak mungkin kita lawan secara berhadapan, tapi bisa dihindari dari bawah. Gerakan duckdive ini memanfaatkan tenaga memutar dari ombak, sehingga saat nose board kita menusuk ke bawah, kita mendapat energi yang mengangkat board kita keatas saat kaki menendang grip.
Secara bertahap gerakan duckdive:
– Pegang rail boardmu di posisi dada kurang lebih.
– Tekan kebawah seperti gerakan push up saat ombak berjarak kurang lebih 2-3 meter di depanmu.
– Siap siap tendang grip saat kamu ngerasa ombak lewat diatasmu, rasanya boardmu seperti mau diputar kedepan, saat itulah kita memanfaatkan energi memutar tersebut.
Tips:
– jangan sampai badan kita menempel dengan board saat berada di bawah ombak, kasih jarak sejengkal supaya energinya bisa lewat.
– kalau suka ngerasa licin saat menggenggam rail, gosokan wax kebagian yang dipegang juga, it helps alot!

• Take off
Take off adalah moment ngambil ombak dari posisi tiduran ke berdiri untuk berikutnya masuk ke ‘riding’. Untuk bisa take off, terlebih dahulu kita harus bisa baca ombak. Bagian ombak yang wajib di incer adalah bagian yang powernya paling besar, kelihatan dari posisi yang paling berdiri. Kalau sudah pecah posisinya adalah antara yang sudah jadi buih putih dengan yang belum pecah. Posisi ini harus pas banget, karena kalau kita terlalu dalam bisa ketiban buih, susah berdirinya, kalau terlalu jauh powernya belum kebentuk, yang ada ombaknya lewat aja dibawah tanpa membawa surfboard kita.
Step by step:
– Nah, kalau posisi udah pas, kita harus menyesuaikan kecepatan kita dengan ombak, dengan cara paddle searah arah ombak. Untuk obak cepat ya paddle nya harus cepat kalo nggak mau nose nancep. – – Begitu berasa board kita sedikit terdorong langsung berdiri dan tempatkan kaki belakang pas di grip, lutut belakang menekuk kearah depan, badan condong kedepan dengan posisi kepala nggak melewati lutut depan.
– Usahakan stabil, tangan yang didepan ‘tunjuk’ kearah mana kamu mau papanmu mengarah, sedangkan tangan belakang juga di rentangkan sebagai ‘balance stick’ untuk menjaga keseimbangan saat berdiri.

Naah segini dulu yang dibahas kali ini, next kita masuk ke jenis pantai, jenis ombak dan baca situasi di point 🙂

kelas 1
kelas 3

5 Replies to “Belajar Surfing – kelas 2”

  1. Salam kenal…
    Aku suka banget sama blog kamu! waktu google buat cari info soal surfing class nongol dah…

    Aku tau kalau di indonesia ada surfer cewek.. tapi masih jarang banget… which is a two thumbs up for you!! baguusss… saya suka cewek yang menentang arus heheh…

    Tapi… haduuh.. aku umur dah 30 dan berat badan udah jauh naik baru saya mo coba surfing..rada nyesal dulu kaga pernah kepikiran buat nyoba… hahah mungkin jado pemandangan aneh nih *gak pede cuyy*

    Mudah2an tahun ini bisa berdiri di atas papan surfing! judulnya “pemula” dan mungkin bakalan belajar di bali… ada saran tempat lain selain bali??

    Fika
    http://backpacker-girls.blogspot.com

  2. Halo Fika..
    ga papalah umur 30 baru mulai asal niat hehehehe.. pilih papannya jangan yang kurus kecil aja, cari yang rada tebal dan lebar. Di bali memang enak buat blajar, pilihan sekolahnya banyak.. Domisilinya dimana? kalo masih seputar jabar siih aku anjurin belajarnya ke batukaras, paling enak dan aman disana. Semangat kakaaaaaa 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *