Diserbu Ibu-Ibu di Selayar

Biasanya kalau trip ke daerah, semua berjalan biasa aja. Nggak ada tuh yang manggil-manggil minta foto apalagi nagih utang. Tapi trip ke Selayar kali ini luar biasa hebohnya.

Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena di group kami kali ini keselip seorang artis sinetron. Menurut saya yang namanya artis sinetron itu adalah artis beneran.

Soalnya kehebohan yang ditimbulkan juga beneran.. susah ditangani. Subuh itu kami berkumpul di Soetta untuk menuju Makassar, tempat transit sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara H. Aroeppala di Selayar. Tuuh, jadi kalau mau main-main ke Selayar dah mudah niih ada penerbangan sampai di pulaunya.

Waktu pertama kali dikenalin ke Andrew Andika (artis yang gabung di group kami), saya langsung membayangkannya beraksi di layar kaca (maklum ga pernah nonton sinetron jadi kurang hafal pemain-pemainnya). Kulit putih dan bibir merah meronanya sudah pasti jadi idola ibu-ibu nih.

Sepertinya trip kali ini akan menarik.

Selayar sendiri letaknya di selatan Tanjung Bira yang beken juga dengan pantai-pantai indah berpasir putihnya. Dan untuk penggemar mancing, Selayar bisa masuk hitungan nih dengan banyaknya spot mancing.

Benar saja, saat kami mendarat di Selayar, sambutan bunga langsung menerjang barisan terdepan dimana Andrew menjadi salah salah satunya. Setelah bunga, bermunculanlah ibu-ibu dengan samrtphone plus tongsis di tangan mulai menggapai-gapai Andrew. Sembari cekikikan malu-malu tapi senang, mereka berfoto bergantian sampai Andrew harus diselamatkan sedikit paksa agar perjalanan kami dapat berlanjut.

Ini baru permulaan. Setelah jamuan makan siang (tentunya seafood yang lezat!) diselingi foto-foto (lagi), kami semua menuju dermaga siap bertolak menuju spot diving pertama. Meskipun group kami berjumlah sekitar 14 orang, tapi pengantar yang terdiri dari teman-teman kantor dinas dan handai taulan berjumlah setengah dari seluruh isi dari kampung terdekat. Heboh.

Kembali tongsis-tongsis berjuluran disekitar Andrew.

Akhirnya berangkat. Lega rasanya.

Pic by Dewi Wilaisono
Pic by Dewi Wilaisono

Spot diving di Selayar yang keren benar-benar bisa menghapus semua kepenatan yang terkumpul selama perjalanan. Wall indah di pantai Pinang bisa jadi altenatif buat para pecinta diviung nih. Yang penasaran silakan tonton vlog gw di Wet Traveler di bawah ini.

Kelar diving, kami safety stop leyeh-leyeh di pantai tersebut,. Tadinya saya pikir kami akan tenang dan aman, ternyata dari bibir pantai terdenganr teriakan “ANDREW SINI DONG FOTO DULU” astagaahh.. Kopasus juga nggak ada apa-apannya nih hehehehe.

Berhubung kami masih leyeh-leyeh menggunakan wetsuit di laut, kami merasa aman (maksudnya Andrew merasa aman, apalah saya ikutan-ikiutan hahahahha..) TAPI RUPANYA SI MBAK GA SABARAN DAN MULAI MERELAKAN CELANANYA BASAH MASUK KE LAUT!

Dan sesi foto-foto pun mulai kembali hihihihi..

Begitu juga keesokan harinya saat kami mengunjungi Desa Tua Bitombang. Tadinya saya sudah berniat untuk curi-curi ngambil video saat Andrew dikerubuti ibu-ibu. Pastinya akan lucu banget untuk masuk di vlog.

Sayapun mempersiapkan kamera di tangan, siap menangkap moment itu. Tapi ketika moment itu datang : Andrew menikmati makan siangnya di saung, dan tiba-tiba dari belakang pipinya sontak dicubit gemas oleh salah seorang ibu. Saya benar-benar nggak tega melihat mukanya yang kesal.

Ya siapa coba yang nggak kesel kalau lagi makan tiba-tiba pipi ditarik-tarik. Kadang fans memang keterlaluan tapi malah menyalahkan si artis yang katanya sombong. Moment seperti ini memang harus tak bisa dinilai secara sekilas.

Artis juga manusia.

Saya urung menghidupkan video saya. Saya nggak melihat hal itu lucu. Batal. Maka kalau kalian lihat vlog selayar saya, Andrew emang ga terlalu diekspose, menghargai privasi dia juga.

Tapi secara keseluruhan trip ke Selayar ini berkesan banget! Dan yang pasti, saya bersyukur menjadi seorang blogger/vlogger dan bukan artis

The Wet Traveler (Pinneng and me) and our amazing friend Ibu Dewi WIlaisono

Kamandalu – Amazing Place to Stay in Ubud

Kamandalu during silent day

Bali memiliki sisi yang tak habis-habis untuk dieksplore, dan jika kamu mencari sesuatu yang berbeda dari keriuhan pantai Kuta maka menginap di Kamandalu resort Ubud bisa jadi pilihan yang menarik.

Penat dan lelah lansung hilang saat mobil kami memasuki gerbang Kamandalu. Suasana pedesaan Bali langsung terasa dengan terbentangnya pesawahan dengan hijau padi yang melambai tertiup angin.

Ruang lobby utama yang besar dan terbuka semakin memberikan perasaan lapang dan menyatu dengan alam. Tak lama barang-barang kami segera dibawa ke villa yang akan kami tempati selama beberapa hari ini.

 

Water everywhere

I love water, we love water.  Nama Kamandalu sendiri yang berasal dari bahasa sanskrit berarti wadah bagi air suci. Tak heran, kolam renang tak hanya satu di Kamandalu ini selain dua buah kolam untuk public, ada beberapa villa yang memiliki kolam sendiri dengan bentuk-bentuk yang unik

the main public pool at Kamandalu

 

villa with private pool

Village athmosphere

Suasana Kamandalu sendiri memang mengingatkan pada desa-desa tradisional di Ubud yang bersih dan teratur, dengan rumah-rumah gaya Bali yang memiliki gerbang kecil di masing-masing pintu masuknya. Sangat menyenangkan dan menenangkan.

Floating Breakfast

This is my fav!! Kebayang nggak kamu bisa mendapatkan gaya sarapan unik nan sexy di kolam villa masing-masing. Sarapan dengan menu sehat yang sangat menggoda perut serta jus-jus aneka warna benar-benar pasangan yang sesuai dengan keasrian Kamandalu. Get your appetite dan your tanned skin at the same time. 

floating breakfast

Rumah Yoga

Rumah Yoga di Kamandalu ini menjadi lokasi favorit untuk menghabiskan waktu di pagi hari sebelum sarapan. Guru yoga yang selalu tersedia siap memandu kita untuk melenturkan otot-otot yang kaku dan menurunkan tingkat stres yang mungkin kita alami sebelumnya.

Rumah dengan ke-empat dindingnya yang berupa jendela kaca yang dapat dibuka, memungkinkan udara segar dari hutan menyerbu masuk ke dalam. Cahaya matahari dapat dengan leluasa pula menyeruak diantara tirai penutup kaca.

The Rumah Yoga
amazing place for yoga

Nature around villas

Saya selalu menjadi fans setia suasana natural, dimanapun itu. Kamandalu menawarkan suasana alami  yang sangat beragam. Sebut saja sarapan di tengah-tengah sawah, atau coffee time dengan suasana bohemian di tengah-tengah rimbunnya pepohonan?

 

Place for healthy lifestyle

Liburan tak harus selalu berarti berat badan dan merangkak naik, karena Kamandalu memiliki beberapa menu seru sarapan sehat yang karena bentuk penyuguhannya yang seru, rasanya sayang untuk dimakan!

Outdoor activity

Ingin menjelajahi Ubud? Jangan kawatir, Kamandalu siap memandu dan menunjukkan tempat-tempat seru yang layak untuk menjadi objek foto dan seru.

morning time at Tegalalang

 

Kamandalu

 Jl. Hanoman, Ubud, Bali, Kabupaten Gianyar, Bali 80571, Indonesia
Phone +62 361 971590

 

 

 

Underwater photography and videography – capturing the beauty of underwater

diving lembata during survei

Underwater photography secara gamblang bisa diartikan mengambil gambar saat berada di bawah air. Umumnya dilakukan menggunakan scuba atau bisa juga dengan teknik snorkeling dan freedive.

Hal-hal yang menjadi objek underwater photography ini bisa sangat beragam. Dan hal ini berkaitan sangat erat dengan minat seorang penyelam. Maka kalau ditanya : spot diving mana yang paling bagus? Buat saya ini saja saja dengan bertanya : dimana ombak yang paling bagus untuk surfing?

Kedua pertanyaan diatas harus diperjelas lagi, diving untuk melihat apa dulu yang paling diminati? jenis ombak seperti apa yang disukai? Masing-masing sangat subjektif dan sangat berbeda bagi setiap orang. Oke, mari kita kembali ke underwater photography sesuai judul.

Nah, jenis-jenis underwater photography atau videography apa saja yang harus diketahui?

    1. Wide angle

Wide angle ini bisa dikatakan kondisi dan objek yang paling mudah dinikmati oleh mata umum dan diver pemula. Elemen wide angle pada umumnya adalah coral beraneka ragam (siapa yang tak suka melihat warna warni indah di bawah laut?) yang berada di slope (kondisi penyelaman pada tanah yang turun melandai) ataupun wall (konsidi penyelaman yang dilakukan pada sisi tebing tegak lurus)

    Selain coral berwarna warni, objek untuk underwater photography wide angle adalah biotal laut berukuran normalnya ikan yang kita kenal hingga berukuran lebih besar dari manusia. Beberapa lokasi favorit saya untuk melakukan penyelaman dan mengabil video wide angle adalah ALOR, RAJA AMPAT dan KOMODO
                  2. Macro
                  Nah, sangat kebalikan dari wide yang serba lebar dan luas, para photographer underwater biasanya juga menggemari objek-objek macro yang berupa renik-renik unik yang memiliki bentuk ajaib dan warna nan mempesona. Bagi para diver pemula dan orang awam, bentuk-bentuk aneh yang tertangkap kamera foto maupun video macro biasanya sangat tidak masuk akal, namun menarik. Sebut saja hewan-hewan seperti nudibranch, frogfish, berbagai jenis shrimo yang sangat berbeda dari yang kita tahu sebelumnya. Semua ini menjadi objek yang sangat menarik.
                  Namun untuk mencari mereka (para objek itu), tak semudah yang dikira. Bentuknya yang sangat kecil, bahkan seringkali lebih keciul dari kuku kita, serta bentuk dan warnanya yang menyerupai lingkungan hidupnya, membuat diver bisa setengah mati mengintip-intip coral atau lokasi yang menjadi rumahnya.
                  Bagi para fotografer yang telah terbiasa atau dive guide yang sering mencarikan objek foto/video tersebut, mereka akan mengetahui ‘rumah’nya dan bisa menemukan lebih mudah. Beberapa daerah yang beken dengan penyelaman macronya : Lembeh dan Seraya.
                  Cek-cek video dibawah ini untuk teknis dan pembahasan lebih jauh mengenai peralatan yang digunakan dalam menghasilkan foto atau video macro
                3. Wreck dive
                Bangkai kapal karam atau pesawat terbang bisa menjadi objek yang tak kalah menarik. Apalagi jika kita juga mengetahui sejarah dari bangkai tersebut. Pertanyaan-pertanyaan baisanya membanjiri benak saya saat melihat satu bangkai di bawah air. Apa yang dirasakan para awaknya ketika itu, Bagaimana gagahnya kapal atau pesawat itu saat masih berada di masa jayanya sebelum menjadi rumah bagi penghuni dasar laut. Semua itu sangat menarik.
pic by Dewi Wilaisono, loc : Tulamben, Bali
              Misalnya seperti bangkai kapal Sohie Rickmers yang terbaring di Sabang pada kedalaman 60 meter ini. Tonton video Wet Traveler ketika mengunjungi wreck cantik ini
              4. Cave dive
              Penyelaman di gua bawah laut juga membutuhkan keterampilan dan level tersendiri. Penting untuk menguasai navigasi agar tak tersasar di dalam goa, juga harus memiliki buoyancy yang mumpuni. Selain terdapat resiko terantuk langit-langit goa, buoyancy sempurna juga mencegah kita membuat sedimen lumpur berhamburan naik akibat kibasan fins yang kita kenakan.
              5. Scuba model
              Teman menyelam kita juga bisa berfungsi sebagai model utama atau pelengkap penderita sebagai pemanis atau pembanding objek utama. Elemen air pastinya jadi pembatas bagi model maupun fotografer untuk berkomunikasi. Disinilah dibutuhkan satu teknik komunikasi lain yang telah dibicarakan dan disetujui bersama sebelumnya.
              Biasanya saya menggunakan hand signal untuk berkomunikasi.  Fotografer bisa meminta saya untuk mendekat ke objek, atau hovering jauh diatas dengan posisi kaki yang diminta, apakah tegak lurus atau melintang.
              Lampun menjadi elemen pelengkap yang sebaiknnya dipakai juga untuk memberikan aksen menarik di foto.
clear mask and light

Jadi kalau ditanya : “titik penyelaman dimana yang paling bagus?”

saya bisa bertanya balik : “sukanya apa dulu nih?”

Surfing Indonesia : Rote Island during off season

Surfing during off season at Bo’a

For some surfers, Surfing Indonesia is quite well known. Bahkan untuk banyak surfer, Indonesia menjadi negara impian mereka untuk dijajal ombaknya.

Nah, bicara soal surfing Indonesia tak melulu Bali. Meskipun tak bisa dipungkiri, nama Bali merupakan yanng pertama kali muncul di tiap benar orang saat kita mengucapkan kata surfing. Sebut saja Nias, Mentawai, Aceh, Sumba, Sumbawa.. merupakan beberapa lokasi yang juga terkenal diantara para peselancar internasional.

Saya sendiri menyukai sebagian besar lokasi-lokasi surfing tersebut, dan beberapa diantaranya sudah pernah diceritakan juga di blog ini seperti di Nias yang ombaknya konsisten sexy-nya, juga Mentawai yang mendapat julukan ‘play ground’ dari para peselancar dunia karena beragamnya pilihan ombak disana.

Namun, nama besar spot-spot surfing di Indonesia tersebut membuat lokasi tersebut menjadi super ramai. Biasa disebut dengan high season. Karena itu beberapa kali saya mencoba untuk mendatangi lokasi-lokasi tersebut di saat ombak tak terlalu heboh bagusnya, namun tingkat kunjungan surfer juga tak sebanyak saat-saat high season.

Rote yang berada di selatan  pulau Timor  biasanya menjadi tujuan favorit saya untuk menikmati ombak sepi, namun dengan kualitas yang tak kalah saat musim ombak tiba. Pilihan lokasi pun cukup banyak, sebut saja pantai Bo’a yang terletak tak jauh dari desa Nemberala yang terletak di selatan. Bo’a memiliki kualitas ombak yang bagus dengan jarak yang tak terlalu jauh dari daratan.

Diluar semua itu, alam Rote selalu membuat saya kangen untuk selalu kembali dan kembali lagi. Apalagi sejak meningkatnya kemudahan transportasi untuk mencapai pulau di ujung selatan ini, rasanya tak ada alasan untuk tak melipir manja mengunjungi ombak dan teman-teman yang sudah bagaikan keluarga sendiri ini.

Back Bo’a, another surf spot in Rote

Berikut beberapa info yang mungkin berguna saat berkunjung ke Rote

what to do

  • surfing tentunya, di salah satu lefthander terbaik di Indonesia : besialu point.
  • Diving. Mereka juga mempunyai beberapa titik penyelaman yang menarik
  • Cruising along villages dan menemukan pemandangan unik khas Indonesia Timur yang seru.
  • Sunbathing di hamparan pasir putih bak memiliki pantai pribadi.

what to eat

Nemberala tidak memiliki warung makan layaknya lokasi wisata lain, biasanya para tamu disediakan makan 3 kali sehari di penginapan / resort masing-masing. Tapi ada satu local bakery yang wajib dicoba, karena mereka membuat donat kampung yang lezat.

where to stay

Anugerah surf and dive resort, sebagai satu-satunya resort dengan fasilitas dive operator di Nemberala

www.surfdiverote.com

How to get there

Fast boat

Kupang-Rote setiap senin, kamis, jumat, sabtu, minggu : 08:30 dan 14:00

Kupang-Rote setiap selasa dan rabu : 08:30

Pesawat

Wings Air Kupang-Rote: 15:10

Wings Air Rote-Kupang : 16:05

Cheers,

Gemala, the lazy surfer who love to ride sexy waves

 

5 reason to dive at Kota Kinabalu

Sutera Harbour, where you start to dive Kota Kinabalu

if you only have a short time to make an escape from your routin or just miss ocean so bad after climbing mt Kinabalu, diving Kota Kinabalu is the answer.

Bagi kebanyakan orang, nama Kinabalu memang identik dengan pendakian gunung Kibalu itu sendiri, tapi yang harus diketahui juga – ibu kota Sabah : Kota Kinabalu ternyata memiliki marine park yang sayang banget untuk dilewatkan. Lokasi ini cocok untuk diving saat berada di Kota Kinabalu.

Ini dia 5 alasan kenapa kamu harus mampir dan diving di Kota Kinabalu marine park :

  1. Only 15 minutes from Kota Kinabalu

Kota Kibabalu adalah kota pesisir yang cantik. Dibangun kembali pada tahun 1946 setelah sebelumnya kota yang bernama Jesselton ini dihancurkan pada saat PD II. Pada tahun 1967, nama Jesselton resmi berubah menjadi Kota Kinabalu.

Nah, tak jauh dari Kota Kinabalu, hanya berjarak sekitar 15 menit menggunakan speed boat yang bertolak dari Sutera Harbour, Tungku Abdul Rahman Marine Park yang sangat terjaga menjadi tempat melepas penat bagi warga Kota Kibalu.

Meskipun letaknya tak jauh dari kota, tapi marine park ini luar biasa bersih dan asri (membuat saya sedikit iri dengan keteraturannya). Tidak membuang banyak waktu, bahkan kunjungan ke Kota Kinabalu marine park ini bisa dilakukan dalam sehari. Makanya kita nyempetin untuk nyoba diving di Kota Kinabalu ini setelah pendakian Kinabalu dan surfing di Kudat, Tip of Borneo.

2. There are over than 20 dive spot

Bagi penggemar coral dan schooling pelagic maupun penggemar hewan-hewan macro, keduanya tak perlu kawatir karena semua bisa ditemui saat diving di Kota Kinabalu marine park.

Area taman nasional seluas 49 km persegi ini memliki banyak pulau-pulau yang dikelilingin dive spot antara lain :

  • Pulau Sapi
  • Pulau Manukan
  • Pulau Mamutik
  • Pulau Sulug
  • Pulau Gaya

3. Perfect sun bathing area

Selain diving Kota Kinabalu di  spot-spotnya yang bejibun, area santai-santai juga banyak. Beberapa resort bisa dilirik sebagai tempat bersantai yang seru seperti : Manukan island resort, Sutera Harbour resort, Gayana Eco resot dan Bunga Raya island resort.

Tips : jangan lupa sunblock! Nggak mau kan yang tadinya mau leyeh-leyeh jadi kebakar dan perih-perih.

4. Lots of activity

Selain diving dan leyeh-leyeh, bagi para penggemar snorkeling, Kota Kinabalu marine park atau disebut juga Tunku Abdul Rahman marine park ini memiliki spot snorkeling yang tenang karena memang area ini nggak terlalu berarus.

Selain itu penggemar kayak dan sailing juga bisa memanfaatkan area ini untuk hilir mudik. Saya sih kalau bisa dibonceng aja #hayatilelah berpiknik di tepi pantai. Barbeque dan beach sport juga bisa dilakukan disini. Tinggal pilih deh kegiatan yang paling cocok.

5. Sekali dayung, 2,3 hingga 4 pulau terlampaui

Harga transportasi hanya berkisar RM23 hingga RM25 berangkat dari Jesselton Point Ferry terminal, tergantung ke pulau mana tujuannya. Keberangkatan mulai dari pukul 7.30 hingga kloter terakhir pukul 16.30. Ferry berangkat setiap 15 hingga 20 menit sekali tergantung dari tujuannya. Nah kalau mau island hoping juga bisa, tinggal bayar RM33 – RM53 tergantung dari berapa pulau yang akan dijelajahi.

note

  • waktu kunjungan terbaik adalah dry season (maret-oktober), karena saat musim hujan visibility di bawah air juga akan terpengaruh dan cenderung keruh.

So, diving di Kota Kinabalu ini boleh juga masuk ke agenda leyeh-leyeh kalau lagi di sekitar Kota Kinabalu

More info

Sabah Parks

Lot 45 & 46, 1st – 5th Floor,

Block H, Signature Office

KK Times Square

Coastal Highway

88100 Kota Kinabalu

+60 88-523 500

+60 88-486 434

+60 88-486 435

+60 88-486 436

sabahparks@sabah.gov.my

sabahparks@gmail.com

sabahparks.org.my

Upacara Tulude

tulude_sangir3

Setahun sekali, di akhir bulan Januari, tepatnya pada tanggal 31 Januari, masyarakat Sangihe mengadakan upacara adat Tulude. Bahkan kepulangan saya yang seharusnya sebelum Tulude jadinya wajib diundur karena semua orang membicarakannya, dan meminta kami tinggal disana untuk menyaksikan upacara tersebut.

Masyarakat Sangihe atau Sangir sendiri masih sangat kuat adat istiadatnya. Meskipun sebagian besar dari mereka telah memeluk agama Kristen, mereka masih mempercayai yang disebut dengan ‘kekuatan jahat’. Sekilas cerita-cerita dari warga setempat, dulunya upacara Tulude ini dipenuhi dengan hal-hal mistis, namun dengan masuknya agama ditengah mereka, lambat laun hal mistis tersebut menghilang, berganti dengan upacara pengucapan rasa syukur serta suguhan tari-tarian rakyat.

Namun makna sebenarnya dari upaara Tulude ini tidak semudah itu diketahui. Percaya atau tidak, beberapa orang lokal yang saya temui tidak mengetahui arti sebenarnya dari upacara Tulude ini. Saking tua-nya perayaan ini, semua orang menganggap ini adalah sesuatu yang memang sudah harus dilakukan secara turun-temurun.

Selain mengungkapkan rasa syukur, ternyata ada makna lain dibalik upacara ini. Tulude atau Menulude yang berasal dari bahasa Sangihe, berarti menolak, tolak, atau mendorong. Secara luas arti ‘Tulude’ adalah menolak untuk terus berpatokan pada tahun yang lampau dan siap menyongsong tahun baru.

Sejarah singkat terbentuknya Sangihe yang diresmikan pada 24 Desember 1946 yang dulunya berbentuk kerajaan. Kerajaan pertama didirikan oleh Raja Gumansalangi pada tahun 1425. Karena belum ditemukan data yang akurat maka ditentukan 31 Januari 1425 sebagai hari lahir daerah Kepulauan Sangihe.

Pada masa awal beberapa abad lalu, pelaksanaan upacara adat Tulude dilaksanakan oleh para leluhur pada setiap tanggal 31 Desember, di mana tanggal ini merupakan penghujung dari tahun yang akan berakhir, sehingga sangat pas untuk melaksanakan upacara Tulude.

Ketika agama Kristen dan Islam masuk ke wilayah Sangihe dan Talaud pada abad ke-19, upacara adat Tulude ini telah diisi dengan muatan-muatan penginjilan dan tradisi kekafiran secara perlahan mulai terkikis. Bahkan, hari pelaksanaannya yang biasanya pada tanggal 31 Desember, oleh kesepakatan adat, dialihkan ke tanggal 31 Januari tahun berikutnya. Hal ini dilakukan, karena tanggal 31 Desember merupakan saat yang paling sibuk bagi umat Kristen di Sangihe dan Talaud. Sebab, seminggu sebelumnya telah disibukkan dengan acara ibadah malam Natal, lalu tanggal 31 Desember disibukkan dengan ibadah akhir tahun dan persiapan menyambut tahun baru. Akibat kepadatan dan keseibukan acara ibadah ini dan untuk menjaga kekhusukan ibadah gerejawi tidak terganggu dengan upacara adat Tulude, maka dialihkankan tanggal pelaksanaannya menjadi tanggal 31 Januari. Bahkan pada tahun 1995, oleh DPRD dan pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe-Talaud, tanggal 31 Januari telah ditetapkan dengan Perda sebagai hari jadi Sangihe Talaud dengan inti acara upacara Tulude.

Ternyata upacara ini dihelat melewati beberapa tahapan. Dua minggu sebelum digelar, seorang tetua adat menyelam ke dalam lorong bawah laut yang berada di Gunung Banua Wuhu. Tetua adat ini membawa sepiring nasi putih dan emas yang dipersembahkan kepada Banua Wuhu yang bersemayam di lorong tersebut. Usai menggelar ritual penyelaman tersebut, dimulailah rangkaian perhelatan upcara Tulude yang diawali dengan pembuatan kue adat Tamo di rumah salah seorang tetua adat, sehari sebelum pelaksanaan.

Salah satu hal menarik dari upacara ini adalah ketika digelar ritual penyelaman ke Banua Wuhu. Gunung yang dikenal memiliki kepundan yang mengeluarkan gelembung pada kedalaman 8 meter dan memiliki suhu sekitar 37-38 derajat celcius. Di beberapa lubang keluar air panas yang sanggup membuat tangan telanjang bisa melepuh bila mencoba memasukkan ke dalamnya. Namun eksotisme perairan ini sebanding dengan resiko yang harus dihadapi, menjadikan ritual ini menjadi saat yang menarik sekaligus mendebarkan. Apakah ini titik diving Mahengetang?

sangir_dive
Mahengetang, the underwater volcano

Upacara Tulude dilaksanakan pada malam hari, dengan persiapan yang dimulai sejak sore hari. Lokasi diadakannya pun berpindah-pindah. Ramainya masyarakat yang hendak menyaksikan datang dari berbagai pejuru kampung. Rumah-rumah pun dihias sepanjang jalan sejak beberapa hari sebelumnya. Lipatan-lipatan daun kelapa kering terlihat bergantungan di kiri dan kanan jalan. Konon suasana semarak yang tercipta bahkan mengalahkan kemeriahan Natal dan Tahun Baru sekalipun.

Setiap kampung mengirim both perwakilannya yang berisi masakan khas tiap kampung, serunya makanan ini bebas dicicipi tanpa bayar sepeserpun. Mulai dari kue-kue tradisional hingga masakan laut. Tak ketinggalan sagu sebagai teman makan yang beda.

Para pejabat daerah telah menempati kursi yang disediakan diatas panggung. Setelah gelap, upacara pun dimulai. Diawali dengan ‘Sasake Pato’ yang melambangkan beberapa petinggi menaiki perahu, memimpin perahu yang meluncur dengan berani. Meluncur ditengah lautan yang terombang-ambing gelombang, dan harus mengemudikannya dengan baik, lurus tak berbelok, menuju pantai bahagia.

 

tulude_sangirDapat ditebak adegan berikutnya adalah turun dari perahu yang disertai sorak sorai, berjalan diiringi bunyi-bunyian tambur dan tagonggong. Divisualisasikan sang Pemimpin ibarat burung Rajawali, seorang pemberani tiada taranya. Tumitnya meratakan gunung, dapat menerangi lembah dan bukit, karena itu berjalanlah dengan penuh selamat tanpa hambatan yang menghalangi, kiranya tiba dengan damai sejahtera.

Puncak dari upacara Tulude adalah saat keluarnya kue dodol berhiaskan cabe, udang, dan aneka hiasan lainnya berbentuk kerucut yang mengingatkan saya akan kue tumpeng saat selametan. Kue inilah yang dinamakan Tamo. Saat itu saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya memakan dodol yang dikenal manis dengan udang dan cabe. Tapi rupanya hiasan-hiasan tersebut memang tidak dikonsumsi.

Diiringi dengan tarian dari tetua adat, serta ucapan-ucapan syukur perlahan-lahan Tamo dihantarkan ke hadapan para petinggi Sangihe. Semetara itu, potongan-potongan dodol juga dibagikan untuk para tamu, melambangkan kebersamaan, pastinya tanpa potongan udang dan cabe.

 

tulude_sangir_2Dan layaknya segala keramaian yang ada dimana-mana, pasti tidak akan jauh dari makanan. Segala masakan khas disajikan sebelum akhirnya kami menikmati suguhan tari-tarian yang dibawakan oleh masyarakat Sangihe malam itu.

All pics by Muljadi Pinneng Sulungbudi

Ular laut dan Belut laut – Serupa Tapi Tak Sama

_MPS6683
Belut laut. Pic by Pinneng

Ular termasuk salah satu binatang yang paling ditakuti. Bentuknya yang panjang dan licin sering memberikan rasa geli pada beberapa orang yang melihatnya. Bisa ular, yang merupakan salah satu senjata andalannya, juga dapat membuat orang enggan mendekatinnya. Jika di darat reputasi sang ular sudah demikian menakutkan, bagaimana dengan ular laut? 

Ular laut dan belut laut, adalah dua makhluk laut yang bentuknya paling menyerupai ular yang kita kenal di darat. Walaupun bentuk kedua warga laut ini mirip, sebenarnya ada satu perbedaan mendasar. Eel atau belut laut termasuk golongan ikan, sementara Sea Snake atau belut laut merupakan  hewan yang bernapas menggunakan paru-paru, serta berkembang biak dengan sistem ovoviviparous, atau telur disimpan ditubuh induk selama empat sampai sebelas bulan sampai saat siap untuk ditetaskan. Meskipun ular laut telah beradaptasi sedemikan rupa dengan kehidupan laut,  termasuk evolusi bentuk ekornya yang pipih untuk mebantunya bergerak cepat di dalam air,  mereka masih butuh untuk naik ke permukaan tiap beberapa waktu. Karena kebutuhan menarik napas inilah mereka sering ditemukan pada perairan dangkal.

_DSC8185

Terdapat 20-50 tipe yang berbeda untuk ular laut ini, dan rata-rata berukuran hingga 2 meter panjangnya. Bermotif belang-belang hitam putih atau berwarna terang, binatang ini mudah terlihat dan dikenali, dan walaupun mereka tidak agresif bahkan lebih sering menghindar jika didekati, keingintahuan akan benda mengapung atau bergerak di permukaan air cukup besar, dan biasanya mereka akan berenang mendekatinya.

Tapi jangan meremehkan prilakunya yang tidak agresif, karena pada saat musim bereproduksi, mereka bisa galak, defensif tepatnya, terutama saat merasa terganggu. Bisa yang mereka miliki tidak untuk membunuh, tapi lebih pada melumpuhkan. Gigitan ular laut bisa tidak disadari karena kecil, gejala awal yang umum adalah rasa tebal di lidah, haus berlebihan, sakit kepala, berkeringat diikuti muntah. Setelah lebih dari 30 menit gejala meningkat pada tidak bekerjanya otot otot tertentu. Yang membuat fatal apabila racun tersebut menyerang otot menelan dan pernafasan.

Sementara itu, belut laut merupakan ikan sejati dengan variasi ukuran mulai dari 5 centimeter (Monognathus ahlstromi) sampai 4 meter ( Slender giant moray). Mudah ditemukan pada perairan dangkal, tersembunyi dibalik pasir, lumpur atau diantara bebatuan. Tapi ada juga yang hidup diperairan dalam sampai dengan 4000m (wah, yellow submarine juga kalah). Kebanyakan merupakan nokturnal atau hewan yang aktif dimalam hari sehingga jarang terlihat, serta sering bergerombol membentuk koloni dan hidup bersama di dalam lubang.

Darah belut merupakan racun bagi manusia dan mamalia lainnya, namun dari proses memasak yang benar dapat menghancurkan protein beracunnya. Toksin yang berasal dari darah belut  digunakan oleh Charles Richet dalam penelitian yang membuatnya memenangkan Nobel dengan ditemukannya anti Anaphylaxis, yaitu reaksi alergi yang berlebihan seperti gatal, tekanan darah menurun, susah menelan yang bisa disebabkan oleh makanan, gigitan serangga atau konsumsi obat-obatan.

Dari fakta inilah maka terdapat hukum Yahudi yang melarang untuk mengkonsumsi belut . Menurut versi King James Perjanjian Lama, diperbolehkan untuk makan ikan sirip, tapi ikan seperti belut, yang tidak memiliki sirip, adalah terlarang dan tidak seharusnya dimakan.

Meskipun demikian, belut sangat popular sebagai makanan juga, baik yang dari air tawar maupun air asin, dan umum digunakan dalam masakan Jepang seperti Udadon dan Unajuu. Juga dalam masakan CIna yang berbeda penyajiannya. Di Hong Kong bahkan harganya mencapai 1000 HKD per kilogramnya. Di Korea selain popular sebagai makanan, juga dipandang sebagai sumber stamina bagi laki laki.

Sementara dalam posisi mereka pada rantai makanan di laut, ular laut lebih unggul daripada belut laut, mereka pintar dan kuat, sehingga menempatkan mereka pada posisi yang unggul. Tiga mangsa utamanya adalah ikan, belut dan telur. Tubuhnya yang kecil memudahkannya menyusup di sela-sela batu untuk bersembunyi, dan secepat kilat menyambar mangsanya yang lewat dengan racunnya untuk membuatnya tak berdaya. Predator utamanya adalah ikan-ikan pemburu yang lebih besar dan juga burung laut.

Rupaya para belut laut ini juga sering menjadi teman berburu yang baik bagi ikan roving coralgroupers, dengan cara mengundang yang unik, yaitu dengan menggelengkan kepalanya. Begitu undangan berburu diterima, tugas utama belut laut, terutama Moray eel adalah berburu diantara celah celah karang, yang susah diakses groupers. Inilah satu satunya bentuk kerjasama antar spesies yang diketahui dalam berburu ikan. Untuk belut laut sendiri mereka menggemari ikan-ikan, cumi-cumi, siput laut, gurita dan juga udang-udangan kecil.

Hal yang unik lain yang dapat ditemui pada belut laut adalah simbiosis mutualismenya dengan cleaning shrimp. Terlihat seakan hendak melakukan bunuh diri, udang pembersih itu memanjat ke mulut belut laut untuk menjemput ajalnya, tapi  yang terjadi sebenarnya tidaklah demikian. Bentuk hubungan yang saling menguntungkan ini terjalin saat dimana sang udang diijinkan untuk menbersihkan sang belut laut dari parasit yang sering kali menempel pada tubuh belut. Dengan menjadi sumber makanan pada udang tersebut, belut laut juga terbebas dari parasit yang mengikutinya.

Ular laut dan belut laut, mereka punya posisi yang berbeda dalam perannya di ekosistem laut, semua mahluk laut saling terkait dalam rantai makanan. Jika satu level berkurang atau bahkan hilang akan mengganggu ekosistem secara keseluruhan. Ular laut sebagai predator berperan untuk menjaga ekosistem dibawahnya, demikian juga belut laut. Penangkapan berlebih atau pengrusakan karang dapat mengancam keberadaan mereka.

Terlepas dari semua itu, mereka berduapun tetap menjadi objek yang menarik dan kerap dicari dalam acara penyelaman, dengan mimiknya yang unik, terkadang terlihat polos, dan seringkali tampak sangar. Nikmati mereka tanpa mengganggu, dan mereka pun tidak akan membahayakan kita.

Tips mengatasi dan mengobati mabuk laut

alor-4

Mabuk laut adalah ganguan yang sangat umum, disebabkan ketidakseimbangan pada bagian dalam telinga, mata dan bagian tubuh lain yang mendeteksi gerakan, sehingga mengirimkan sinyal yang tidak sesuai ke otak. Pada saat sensor keseimbangan pada telinga, dan saraf keseimbangan lainnya memberikan sinyal gerakan, sementara mata sebaliknya mengatakan tubuh berada di posisi diam, saat itulah konflik terjadi.

Keadaan ini menyebabkan kita merasa mual, pusing, ingin muntah, berkeringat dan merasa tidak enak badan.

Beberapa cara dapat diterapkan untuk mencegah atau mengurangi rasa tidak enak dari mabuk laut:

• Perhatikan asupan makanan, minuman dan alkohol, sebelum dan selama perjalanan. Hindari menkonsumsi secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa kenyang yang tidak normal. Makanan berat, pedas ataupun berlemak dapat memperburuk mabuk laut pada beberapa orang.

• Hindari makanan yang berbau tajam untuk mengurangi rasa mual.

• Cobalah untuk memilih tempat duduk yang tidak terlalu terguncang. Misalnya kalau di pesawat bagian yang paling tidak terguncang adalah dibagian sayap pesawat. Di kapal, bagian yang paling stabil adalah di kabin yang lebih rendah tepat di tengah tengah perahu. Gocangan yang dialami akan jauh lebih rendah dari yang dialami kabin dengan posisi yang lebih tinggi.

• Jangan duduk pada posisi yang belawanan dengan arah laju kendaraan.

• Jangan membaca sepanjang perjalanan jika Anda mempunyai kecenderungan untuk mabuk laut.

• Jika memungkinkan pandanglah sejauh mungkin ke cakrawala.

• Menghirup udara segar dapat membantu mengurangi efek tidak mengenakkan dari mabuk laut.

• Jauhi orang yang mengalami mabuk laut, atau jangan membicarakan mabuk laut itu sendiri, karena dapat memancing perasaan tersebut dengan sendirinya.

• Jika hal hal tersebut tidak berhasil untuk mencega atau mengurangi gejala mabuk laut, tindakan terakhir yang dapat diambil adalah mengkonsumsi obat anti mabuk laut atau perjalanan yang dijual bebas .

Essential tips for snorkeling

Bagi para pecinta pantai dan laut, pastinya kegiatan snorkeling sudah wajib hukumnya untuk masuk ke salah satu daftar ‘to do list’ selama liburan.

Tanpa harus memiliki sertifikat diving, kita bisa tetap melihat keindahan dasar laut dengan perlengkapan snorkeling : masker, snorkel, dan sepasang fins.

Kegiatan ini tidak terlalu memerlukan stamina atau kekuatan fisik yang besar, malah lebih banyak unsur meditasi dan relaxingnya. Tapi untuk yang baru pertama kali mencoba kegiatan ini, ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kegiatan yang seharusnya melepaskan penat ini nggak menjadi drama yang berlebihan.

Emang bisa jadi drama? Bisa banget, salah satunya berita yang beredar di sosial media belakangan ini mengenai para pelancong yang dengan santainya memperlakukan dasar laut Raja Ampat yang super indah itu seperti karpet di rumahnya. Bikin nyesek liatnya.

IMG_9243.JPG

Nah supaya nggak terjadi seperti itu, mari kita cek apa aja yang penting :

Peralatan yang pas itu penting.

mask.jpg
iamge : shutterstock.com

 Masker

Kalau nggak punya sendiri dan harus sewa peratalan snorkeling, cek dulu apakah maskernya pas di muka. Karena bentuk muka orang yang beragam maka maskerpun macam-macam modelnya. Gimana cara ngeceknya: singkirkan seluruh rambut dari muka, kemudian temple maskernya tanpa dikaitkan. Setelah seluruh permukan sisi masker menempel sempurna pada muka, tariklah napas dan lepaskan tangan. Kalau maskernya pas maka nggak bakal jatuh tuh meskipun nggak dikaitkan. Kalau masih jatuh carilah yang lebih pas.

Snorkel

Pastikan snorkel yang dipinjam punya kaitan ke tali masker supaya nggak ribet-ribet dipegang pakai tangan. Takutnya nanti malah hilang dan harus ganti.

 

fins.jpg
Image : shutterstock.com

Fins

 

Atau sepatu katak kata orang-orang jaman gue kecil dulu. Carilah yang pas di kaki. Biasanya kalau minjem itu modelnya yang full feet, jadi nggak perlu pakai sepatu karang lagi. Kesempitan atau kelonggaran bakalan menggangu kenyaman selama bersnorkling nanti.

Setelah dapat semua yang dibutuhkan, cobalah perlengkapan tersebut di kolam atau air yang dangkal terlebih dahulu agar ada waktu untuk beradaptasi.

Tips nih: supayan maskernya nggak gampang berembun : oleskan shampoo bayi atau pasta gigi dan setelah di ratakan pada bagian dalam kaca, bersihkan. Membersihkannya bisa dengan air laut atau air tawar. Kalau nggak bawa semuanya? Pakai ludah sendiri dengan cara yang sama. Jijik? Yaaaa ga papa doong ludah sendiri ini 😀

  1. Pilih lokasi yang pas

Atau minta sama guidenya lokasi yang sesuai untuk pemula.

Air yang tenang

Permukaan yang tidak berombak atau berarus bisa memperkecil rasa tidak nyaman bagi para pemula. Rasa panik mudah tumbul apabila kita merasa tidak berdaya.

Spot yang menarik

Nah ini agak dilemma, karena spot yang menarik ini pastinya yang dimaksud adalah spot yang memiliki karang berwarna warni dengan ikan-ikan lucu menggemaskan yang hilir mudik. Tapi yang perlu diingat, jangan sampai kita menginjak karang-karang tersebut. Spot yang menarik akan memaksa kita untuk fokus dan tanpa disadari menghilangkan rasa khawatir yang tidak perlu.

Masuk dari pantai.

Spot snorkling yang memungkinkan kita memasukinuya dari pantai akan sangat menolong untuk mengurangi rasa takut. Karena bagi orang yang pertama kali mencoba snorkeling, berperahu ke tengah laut dan kemudian nyebur di spot itu bakalan mengundang rasa panik.

 

life jacket.jpg
image : shutterstock.com

 

 

  1. Gunakan alat bantu untuk mengambang

 

Bagi yang nggak bisa berenang, jangan malu untuk pakai jaket/baju pelampung  ataupun floating device lainnya yaa. Meskipun pada dasarnya mayoritas manusia itu susah untuk tenggelam selama dia nggak panic, tapi untuk amannya, pakai pelampung saja. Lagian jadi nggak capek dan bisa menikmati bawah laut dengan lebih tenang dan lama.

Lagipula kalau ban untuk mengapung yang kita punya lucu dan unik, bisa jadi objek foto yang menarik juga loh.

Sekali lagi, jangan cari yang dangkal dan kemudian menginjak karang yaaa.

GOPR7117-1

  1. Touch nothing

Selain jangan menginjak karang, kita juga nggak dianjurkan untuk memegang binatang laut, karena mungkin saja tindakan kita itu akan merugikan mereka. Atau mungkin juga bahkan bisa melukai kita. Dan sebaiknya juga kita tidak memposting foto-foto saat memegang mereka, bahkan mengangkat mereka keluar dari air.

Selalu gunakan sunscreen yaaa, jangan sampe besoknya pada merah-merah kaya udang rebus. Sakit kakaaak 😀

Selamat berlibur dan selamat ber-snorkling ria

Wet Traveler – Simpati #GoDiscover Surfing Lhoknga – Aceh

Surfing_Aceh

Aceh -the most west province of Indonesia- offers so many interesting things for adventure, including surfing.

Untuk yang sudah pernah baca di blog gw tentang surfing Aceh ini sekarang bisa lihat versi visualnya.

The surfing spots spread in some areas in Aceh, and Lhoknga is one of them. Located not too far from Banda Aceh (only 30 minutes driving) makes it easy to reach.

English subtitle available.