3 top things to do in Jogja

Jogja sebagai daerah istimewa sendiri memiliki daya tarik yang nggak ada habisnya. Sebut saja mulai dari jajanan murah dan enak, pusat perbelanjaan rakyat di Malioboro, hingga banyaknya lokasi bersejarah. Pernah juga menjadui pusat pemerintahan Republik Indonesa saat jaman revolusi di tahun 1945-1949.

Jogja or Jogjakarta as a city and capital of Yogyakarta special region in Java, has so many interests, from street food to local market for merchandise in Malioboro. During Indonesian National Revoltion in 1946-1948 became a capital of Indonesian Republic.

Untuk yang kesekian kalinya gue beruntung bisa kembali mengunjungi kota pelajar ini. Dan dari beberapa kunjungan, inilah daftar lokasi favorit untuk dikunjungi saat berada di Jogja :

For the umpteenth time, I was lucky enough to be able to visit Jogja again, also known as a centre of education. From my visits, I made a fav spot to see list:

IMG_6095

  1. Kraton

Kraton Jogja merupakan kompleks yang sangat besar. Setiap bangunan, baik letak maupun bentuknya mempunyai arti sesuai kepercayaan Jawa yang rumit. Bahkan peletakan pohon pun memiliki arti tersendiri. Yang mengagumkan, meskipun saat ini Jogja telah menjadi daerah pemerintahan sendiri namun Sultan Hamengkubuwono X sebagai sultan Jogja dan juga gubernur provinsi Jogjakarta, tetap mejadi kepala budaya dari masyaraktnya.

IMG_6093

Para Abdi Dalem adalah hal menarik lain yang dapat ditemui di tempat ini. Mereka merupakan pelayan istana yang setia, Bagi mereka, melayani istana berarti melayani masyarakat. Dan ini bukan merupakan pilihan tapi tuuan hidup.

Kraton Jogja is a huge palace complex. Each building has a special meaning from it’s form or location refer to old Javanesse trust. Even the location of tree has it’s own meaning. Amazingliy, even thou Jogja nowdays has become it’s own regency, but the Sultan – Sultan Hamengkubuwono X – as a Sultan of Jogja and also Governor of of Jogja province, still his rule as a head of culture of the society. They never lose it.

Abdi Dalem is another interesting thing that you can find here in Kraton. They are the loyal royal servant. For Abdi Dalem, serving the royal means serve the society. This not a life choice, but a destiny and life goals.

IMG_6104

  1. Komplek Taman Sari

Kompleks menarik ini terdiri dari beberapa bangunan:

There are some builidings in this interesting complex

IMG_6107

Umbul Pasiraman.

Kolam pemandian bagi para selir sultan. Kalau diliat dari luasnya kola ini, berarti selirnya juga banyak ya. Karena khusus untuk perempuan, para selir yang mandi-mandi disini tidak boleh mengenakan pakaian. Nah, sultan punya tempat khusus untuk mengawasi dari menara di sisi kolam. Selir yang beruntung akan dipanggil sultan setelahnya.

It’s a huge bathing pool for Sultan’s concubins. Considering the size of this pool, I can imagine how many concubis were Sultan had. It’s restricted only for women, that’s the concubins shall not wear any clothes during their bathing time, while Sultan watching them in his hiding place inside tower, just beside the pool. The lucky one get selected to accompany Sultan.  

IMG_6127

Sumur Gumuling

Hanya dapat dicapai setelah melalui terowongan bawah tanah. Pada masanya berfungsi sebagai masjid. Bangunan dengan arsitektur unik ini memiliki perpaduan desain Jawa-Portugis dan dibangun padad tahun 1758 pada masa pemerintaha Sri Sultan Hamengkubuwono I. Bentuknya yang menyerupai silindar sempurna, membuat suara imam yang memimpin ibadah saat itu tidak memerlukan pengeras suara karena suaranya telah terpantulkan secara sempurna ke 2 tingkat yang ada.

IMG_6136

The one and only way to reach it by the photogenic underground tunnel. This building has unique architecture, mixture between portuegesse and Jawanesse design, was built during Sultan Hamengkubuwono I reign back in 1758, and has a function as a mosque. The cilindar form made a perfect echo of the priest who lead the worship

jogja_silver

  1. Ansor Silver

Jogja juga terkenal dengan pengrajin peraknya. Salah satu sentra perak yang terkenal adalah Ansor, dimana kita juga bisa ikut belajar membuat perhiasan. Saya mencoba selama kurang lebih satu jam sebelum menyerah.

Yogyakarta is also famous for its silver craftsman. One of the famous one is Ansor, where we can also come to attend the making jewelry making. It tried for about an hour before giving up.

Tak mudah ternyata. Nggak heran kalau harganya lumayan mahal. Para pengrajin disini sudah ahli semua, untu membuat sebuah becak mereka membutuhkan waktu 1 bulan, sementara untuk sebuah gelang dibutuhkan waktu kerja 3-4 hari.

It’s defenetly not easy.No wonder if the price is quite expensive. The craftmans here all are very expert. It takes up to 1 month to make a ‘bajaj’ (public transportation in Jakarta), meanwhile they need 3 up to 4 days for one bracelet.

IMG_6039

So 3 top things to do In Jogja wil guarantee you to experience the unique culture, yet to learn so many things from Jawanesse wisdom.

More stories about Indonesia, please visit indonesia.travel

And don’t forget to join a competition held by tourism ministry of Indonesia with the price of visiting Komodo island for FREE! For more detail click here

Feel free to share this article and give comment :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *